Aulia seorang gadis cantik yang di khianati oleh pasangannya.
tetapi nasib sialnya bukan cuma sampai disitu saja dia juga di jebak oleh saudara angkatnya yang ingin memberikan dia kepada mantan tunangannya tersebut
dia berhasil pergi dari tempat yang di pesan oleh tunangannya tetapi sialnya dia malah harus bermalam dengan seorang mafia yang terkenal dengan kekejamannya
hingga malam itupun tidak bisa untuk di hindari lagi
sang mafia sampai frustasi mencari keberadaan Aulia katena memang semua jejaknya sudah di hilangkan oleh sahabatnya makanya yidak bisa menemukan jejaknya sama sekali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Esti R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
...sesuai dengan apa yang di katakan oleh Jean, sehabis mandi Aulia segera pergi ke meja makan untuk melakukan sarapan bersama dengannya....
...Sesampainya di meja makan kini sudah banyak makanan yang tersusun rapi diatas meja, berbagai masakan yang di buat oleh Jean untuk sarapan mereka berdua. Yah setiap masak memang Jean lah yang masak karena Aulia tidak bisa masak jadi dia hanya makan kalo masakan sudah siap di sajikan saja maklumlah Aulia adalah anak dari orang kaya yang kalo mau apa-apa selalu saja ada yang menyiapkan....
...Dengan cepat Aulia langsung mengisi piring kosong yang memang sudah di siapkan Jean untuknya dengan penuh semangat...
...Setelah mengisi piring tersebut sampai penuh kini Aulia mulai memakan makanan yang ada di piringnya dengan rakus seperti orang yang sudah sebulan tidak makan saja, dia makan dengan sangat lahap masakan yang Jean buat untuknya pagi ini . Yah memang masakan yang Jean buat selalu enak sudah seperti masakan koki bintang lima saja bagi Aulia...
( wah..... Author jadi pingin ngicip juga nih masakan Jean kayak gimana sih rasanya???? 🤤🤤🤤🤤)
...Sementara Jean yang melihat cara nakan Aulia hanya bisa geleng-geleng kepala saja sambil tersenyum kecil karena merasa gemas sendiri dengan tingkah sahabatnya tersebut...
..." Lia, pelan-pelan saja makannya karena tidak akan ada yang mengambil makanannya darimu " ucap Jean penuh perhatian di sela-sela makannya...
..." sungguh ini enak sekali Jean, kamu memang pandai sekali memasak, kapan-kapan aku minta di ajari ya biar aku bisa masak" ucap Aulia dengan mulut penuh makanan sehingga suara yang keluar tidak terlalu jelas di pendengar Jean...
" sudah-sudah lebih baik kamu telan dulu makanan yang ada di mulutmu itu baru kamu ngomong biar tidak tersedak" ucap Jean memperingati.
Belum selesai jean bicara tiba-tiba
Uhuk
Uhuk
Uhuk
...Terdengar Aulia tersedak makanan yang sedang dia makan karena terlalu banyak bicara dengan mulut masih penuh dengan makanan....
...Melihat itu Jean dengan cepat segera mengambilkan air minum untuk Aulia...
...Aulia segera mengambilnya dan meminumnya hingga tandas...
..." pelan-pelan Lia" peringat Jean...
..." ini seriusan kamu sendiri yang masak Jean?" tanya Aulia setelah selesai menelan makanan yang ada di dalam mulutnya...
..." iya lah, memangnya ada siapa lagi yang mau bantuin aku masak di sini kalo tidak sendiri???!" ucap Jean dengan nada ketus...
..." ok lah kalo begitu kamu harus nengajari aku masak supaya nanti aku bisa bantuin kamu" ucap Aulia sambil tersenyum...
..." wah.... Kapan-kapan ajalah kalo unyuk mengajari kamu memaksa " ucap Jean...
...Yah Jean memang agak keberatan untuk mengajari Aulia memasak pasalnya dulu sudah pernah dan hasilnya sangat berantakan bahlan dapur sudah seperti kapal pecah....
...Kini mereka berdua melanjutkan acara makannya tanpa banyak pembicaraan yang mereka bicarakan lagi...
...Setelah mereka selesai sarapan Jean segera berpamitan kepada Aulia untuk pergi ke kampus karena dia ada pembelajaran pagi...
...Sementara Aulia dia segera beranjak dan mencoba untuk membereskan piring dan gelas yang mereka gunakan untuk makan tadi dan untung saja berbagai macam alat masak sudah Jean bersihkan karena memang kebiasaan Jean jika selesai memasak langsung membereskan dapur sehingga kembali bersih seperti sedia kala dan tidak berantakan lagi....
...*****...
...Sementara di markas kini Revan sedang berbaring lemas entah kenapa setelah pulang dari penyerangan tersebut kembali dia memuntahkan isi perutnya sehingga dia berakhir lemas dan bisa di bilang kalo dia agak kesusahan untuk bangun karena memang sangat lemas dan juga kepalanya sangat pusing....
...Entahlah dia masih sangat betah di dalam kamarnya padahal hari ini dia ada metting penting dengan seseorang yang sudah sangat dia tunggu dan ini adalah kesempatan buatnya. Entahlah apakah dia lupa dengan metting penting itu?...
..." tuan bukannya sekarang kita ada metting penting dengan tuan Alvaro tentang penjualan senjata api, tetapi kenapa anda belum juga siap-siap? Apakah anda melupakan itu ??? " tanya Liam yang kini sudah berada di dalam kamar Revan dan melihat tuannya ini masih setia berada di bawah selimut tebalnya...
...Tetapi tidak ada balasan sama sekali karena takut terjadi sesuatu dengan tuannya ini Liam memutuskan untuk mengeceknya sendiri....
...Dia segera maju ke arah Revan kemudian menyibakkan selimutnya. Hal itu membuat Revan segera membuka matanya untuk melihat siapa yang sudah lancang masuk ke kamarnya dan juga telah berani mengganggu istirahat nya...
..." lancang sekali kamu Liam berani-beraninya kamu menganggu istirahat ku, apakah kamu sudah bosan hidup !!!!" bentak Revan saat melihat Liam yang telah lancang membuka selimutnya...
..." maaf tuan , saya tidak bermaksud lancang saya hanya khawatir karena sedari tadi saya panggil tidak juga mendapatkan jawaban dari anda " ucap Liam takut kalo Revan akan marah kepadanya karena memang sudah terlalu berani dan pasti akan berakhir dengan mendapatkan hukuman...
..." sudah lah lupakan tentang ini .... Ada apa kamu ke sini ?" tanya Revan dengan nada datar sambil menatap tajam Liam yang sedang berdiri tak jauh darinya...
..." begini tuan, hari ini ada metting penting dengan tuan Alvaro " ucap Liam dengan hati-hati...
..." Liam tapi tidak kamu lihat kalo aku sekarang sangat lemas sekali bahkan tulang-tulang nya juga seperti pada remuk semua. Entah kenapa setelah pulang dari penyerangan tadi malam tiba-tiba saja aku muntah-muntah terus hingga kini sangat lepas" jelas Revan dengan suara lemah...
..." apakah metting itu tidak bisa di wakilkan kamu saja Liam, atau kalo bisa di tunda dulu ?" tanya Revan dengan lemah seperti sudah tidak punya tenaga lagi...
..." maaf tuan tetapi itu semua tidak bisa kita tunda atau di wakilkan saja tuan karena tuan Alvaro menginginkan anda sendiri yang datang dan tidak bisa di wakilkan oleh saya " jelas Liam sambil menundukkan kepalanya...
...Entah kenapa setelah Aulia di nyatakan hamil maka Revan selalu saja mengidam dan muntah -muntah tiap pagi hari berbeda dengan Aulia yang hanya muntah beberapa kali saja tetapi itu semua tidak separah yang di alami oleh Revan. Bahkan kini nafsu makan yang di miliki Aulia juga ikut meningkatkan dia jadi sering makan apa saja yang dia inginkan tanpa takut mual paling sesekali waktu bangun tidur saja dia akan mengalami muntah....
...Sungguh terbalik bukan???? Tapi author rasa itu adalah yang terbaik karena dengan begitu Aulia masih bisa melakukan aktifitas seperti biasa dan dapat menghasilkan uang tanpa harus ada kendala sama sekali bukan????...
...Bagaimana menurut kalian????...
...Ingat Aulia sekarang adalah tulang punggung dan harus menghidupi sahabatnya Jean juga kebutuhannya yang juga meningkatkan karena dia juga butuh asupan nakanan yang baik untuk perkembangan kecebong di dalam perut nya bukan???!....
...Yah sebenarnya yang di alami oleh Revan ini memang tidak ada yang tahu hanya Liam sebagai kepercayaannya dan juga dokter pribadi yang selalu menanganinya saja...
...****...
gimana nih gay's menurut kalian ceritanya menarik tidak????
...Jangan lupa kasih dukungannya ya gay's biar author tambah semangat nulisnya...
...Ok...
semoga kalian semua juga suka dengan ceritanya