Flora, seorang gadis cantik yang mengalami kejadian di luar nalar. Ia kembali ke masa lalu! Flora yakin kalau sebelumnya dia benar-benar sudah mati, bahkan ia sendiri masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya akibat terbakar api yang melahap dirinya di malam itu.
Meskipun berat dan sulit untuk di percaya akan situasi tersebut, Flora menganggap kalau tuhan telah memberikan kesempatan kedua padanya, semata-mata untuk membuat Flora memperbaiki semua kesalahan yang telah dia perbuat di kehidupan sebelumnya.
Dan yang paling penting adalah, ia kembali bertemu Daniel, laki-laki yang sangat dia benci di kehidupan sebelumnya, Daniel adalah sosok pria tampan namun lumpuh yang di jodohkan oleh sang papa dengan Flora.
"Terlahir Kembali! Kali ini aku tidak akan salah pilih lagi!" ucap Flora penuh tekad.
Kesalahan apa yang telah di lakukan Flora di kehidupan sebelumnya? Dan apa penyebab kematiannya? Penasaran bukan? Ayo ikuti kisahnya di sini bersama author.
"Terlahir Kembali, Menikahi CEO Lump
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Flora dan Daniel adalah dua orang yang berbanding terbalik, Daniel memiliki kepintaran yang luar biasa baik dalam pelajaran maupun bisnis, sedangkan Flora, saat sekolah ia tidak pernah dapat penghargaan atau rangking, sang papa sering di panggil ke sekolah karena Flora yang sering datang terlambat, cabut di jam pelajaran, dan juga memukul teman-teman nya.
Kenalkan yang luar biasa ini membuat sang papa kewalahan, saat Flora tak ingin melanjutkan kuliah ia sebenarnya sedikitpun lega namun tetap memiliki kekhawatiran sendiri, tetapi sejak memutuskan untuk bertunangan dengan Daniel papa Dermawan langsung merasa aman karena tau orang seperti apa Daniel.
Flora trus mengamati ruang kerja Daniel sampai di mana sebuah bingkai foto yang ada di meja kerja tersebut menyita perhatiannya.
Ia mulai menatap serius bingkai foto tersebut dan kemudian meraih nya.
Foto tersebut benar-benar tidak asing bagi Flora, kenapa? Ya, karena itu adalah foto dirinya dan juga Daniel saat mereka masih kecil.
"Dia benar-benar menyimpan foto ini di meja kerja nya? Untuk apa?" pikir Flora dalam hatinya.
Sementara itu di sisi lain ...
Hans tiba di ruangan meeting Daniel, dia mendekati Daniel dan kemudian membisikkan beberapa kata.
"Baiklah, aku rasa meeting hari ini sudah cukup, semuanya bubar dan kembali kerjakan pekerjaan masing-masing," ungkap Daniel setelah mengetahui kalau Flora ada di perusahaan nya.
Semua orang yang ada di ruangan tersebut sedikit terkejut karena meeting baru saja di mulai tiga puluh menit yang lalu, tidak biasanya boss muda mereka ini melakukan meeting singkat seperti ini biasanya sudah pasti akan satu sampai dua jam.
"Ayo kembali," ucap Daniel kepada Hans.
"Baik tuan muda, bubar-bubar," ucap Hans kepada yang lainnya. Mereka terlihat masih loading.
Tak butuh waktu lama Hans dan Daniel pun tiba di ruang kerja Daniel, terlihat Flora yang masih duduk bersantai di kursi kerja Daniel sambil mengamati foto tersebut.
"Flora, ini pertama kalinya kau datang ke perusahaan ku, akhirnya kau melihat foto itu," batin Daniel.
"Heem," suara Hans membuat Flora tersadar dari lamunannya dengan foto yang penuh kenangan itu.
Ia segera merapikan meja kerja Daniel yang di buat berantakan oleh nya dan kemudian segera menghampiri Daniel.
"Kak Niel," panggil nya.
"Aku tidak akan menganggu, kalau begitu permisi tuan muda nona muda," ucap Hans yang kemudian berlalu pergi.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Daniel setelah Hans pergi.
"Aku? Aku membawakan sesuatu untuk mu," ucap Flora yang kemudian mendorong kursi roda Daniel mendekati sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Sesuatu apa?" tanya Daniel dengan suara lembut.
"Tadaaaa," Flora memperlihatkan isi paper bag yang ia bawa, itu berisi sebuah mini cup cake keju.
Daniel terdiam sejenak menatap makanan tersebut, hati nya yang dingin kini seperti di hangat kan oleh matahari yang selama ini dia nantikan, perhatian kecil dari Flora yang selama ini ia dambakan mulai ia dapatkan dan rasakan benar-benar nikmat.
"Cobalah, ini sangat enak," ucap Flora sambil menyerahkan sebuah cup cake keju kepada Daniel.
"Tunggu," Daniel tidak mengambil cake tersebut namun ia memegang pergelangan tangan Flora.
Flora menatap wajah tampan itu dengan penuh rasa bingung.
"Ada apa?" Tanya Flora sedikit terkejut dengan reaksi Daniel.
"Aku tidak pernah bilang kepada siapapun tentang makanan kesukaan ku, dari mana kau mengetahui semua ini?" tanya Daniel penasaran dan sedikit curiga.
Flora terdiam, ia tau makanan kesukaan Daniel adalah mini cup cake keju dari ingatan kehidupan sebelumnya, jika ia mengatakan hal ini kepada Daniel mungkin itu terdengar tidak masuk akal bukan.
"A-aku, aku ... aku menanyakannya dengan kakek, iya, aku menanyakannya dengan kakek," jelas Flora terbata-bata.
"Dia berbohong, bahkan kakek sendiri sama sekali tidak tau kalau aku suka ini, begitu juga dengan Hans," batin Daniel.
"Flora sebenarnya apa yang terjadi padamu? Berubah tiba-tiba dan memilihku, aku rasa ini bukan hanya karena kau tau tentang kejahatan Liam, tapi ada hal lain," batin Daniel.
"Tidak mau ya?" ucap Flora hendak menarik kembali tangannya yang di pegang Daniel.
Melihat itu Daniel segera menarik tangan Flora yang memegang cake tersebut dan menyuapi nya langsung ke mulutnya.
"Ini enak," lirih nya, namun tatapan mata itu selalu tertuju ke arah Flora.
"Aku sudah tau kau pasti sangat menyukai cake ini," ucap Flora yang kemudian mengambil tisue lalu mengelap sudut bibir Daniel.
Suasana di ruangan tersebut seketika jadi semakin romantis.
"Aku sudah sangat senang dengan kau yang sekarang, aku harap kau tidak pernah berubah," batin Daniel lagi.
"Oh ya kak Niel, sebenarnya aku sedikit ingin menanyakan sesuatu padamu, ini tentang Liam dan teman-teman nya, Wenda melihat mereka masuk rumah sakit pagi ini, katanya mereka di culik di siksa dan di lempar ke trotoar," ucap Flora hati-hati khawatir pertanyaan tersebut akan membuat Daniel cemburu dan marah berfikir Flora masih peduli pada Liam.
Daniel yang mendengar itu seketika terdiam membisu, ia menatap Flora dengan tatapan yang tak bisa di artikan, di dalam hatinya ia hanya berfikir kenapa Flora mencurigai dirinya.
"Aku tidak tau, kenapa kau mencurigai ku hal itu?" Tanya nya dengan tatapan tajam.
"Tapi siapa lagi yang bisa melakukan ini selain dirimu?" tanya Flora balik.
"Mungkin dia punya musuh lain," jelas Daniel."apa kau sangat khawatir padanya setelah tau dia sepertinya itu sekarang?"
"T-tidak, jangan salah paham, aku sama sekali tidak khawatir hanya penasaran sedikit, oh ya kak Niel toilet nya di mana?" tanya Flora tak ingin melanjutkan perdebatan mereka.
"Hm," Daniel menunjuk ke arah pintu yang tak jauh dari sana.
Flora mengangguk dan kemudian berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju toilet tersebut.
"Kenapa kak Niel terlihat sangat aneh? Dia bahkan menatap tajam ke arahku, apak itu karena dia khawatir aku akan kembali kepada Liam? Itu kan tidak mungkin, oh ya aku benar-benar tidak ingat di kehidupan sebelumnya ada orang lain yang menjadi musuh Liam, apakah setelah aku terlihat kembali cerita yang ada di hidupku benar-benar berubah?" batin Flora sambil menatap wajahnya sendiri di cermin dekat wastafel.
Sementara itu di luar ...
Daniel menatap kedua kakinya dan kemudian memegang kedua lutut tersebut, tatapan itu terlihat dingin sekali namun menyimpan sejumlah arti yang tak bisa diungkap.
"Kenapa Flora begitu lama di toilet?" ucap nya yang kemudian menghampiri pintu toilet untuk melihat keadaan Flora.
Tok ..
Tok ...
Tok ...
"Flora, apa kau baik-baik saja?" tanya Daniel setelah mengetuk pintu itu beberapa kali.
"Ah, iya, aku baik-baik saja," ucap Flora yang kemudian bersiap-siap hendak keluar.
Pintu kamar mandi terbuka, Flora keluar dari sana dan kembali berhadapan dengan Daniel.
****
yu ah cus pindah lapak💜