NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Aisyah (revisi semua bab)

Takdir Cinta Aisyah (revisi semua bab)

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / Cintapertama / Tamat
Popularitas:368.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Secarik rindu di senja hari

Perjodohan membuat Tommie dan Aisyah harus bersama.

Bagaimana jika suamimu adalah orang yang paling sering membullymu dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secarik rindu di senja hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia anakmu? ia sangat tampan...

Suamiku Membenciku?

Author: Linda Mardiana

Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari, Aisyah bergegas bangun dari tidurnya, mengambil kopernya, dan langsung menyelinap keluar dari kamar.

Tampak sekilas gadis itu mencium pipi kiri sang suami sebelum akhirnya benar-benar pergi dan menjauh dari pintu kamar.

Della sudah menunggu Aisyah di ruang tamu, sebenarnya ia ingin mengantar Aisyah tetapi di larang oleh wanita itu.

"Tolong sampaikan surat ini kepada Ayah, katakan juga kepada ayah untuk tidak mencariku apalagi memberitahu keberadaanku kepada Kak Tommie," ucap Aisyah, ia menitipkan sepucuk surat kepada Della untuk Ayahnya.

"Satu lagi, berikan ini kepada Kak Tommie." Aisyah kembali menyerahkan sebuah surat kepada Della untuk diberikan kepada Tommie.

"Baiklah," balas Della, gadis itu mengangguk kecil dan langsung menyimpan surat tersebut di dalam saku celananya.

"Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik. Assalammualaikum," ucap Aisyah, ia memeluk Della sebelum keluar dan bergegas pergi.

Tommie mengedipkan matanya beberapa kali dan sesekali mengucek pelan kedua matanya. Pria itu mengedarkan pandangan keseluruh penjuru kamar, ia menyapu bersih setiap tempat yang bisa di jangkau oleh matanya.

Pria itu segera bangkit dari tidurnya dan duduk di atas kepala ranjang. Matanya tertuju kepada sebuah jam dinding yang berada tepat di depannya, pukul 03.30.

Matanya kembali melirik ke sekeliling, mencari di mana keberadaan sang istri, kemudian terhenti ketika melihat lemari yang sedikit terbuka.

Tommie terus menajamkan matanya dan menatap lemari tersebut, karena penasaran ia segera bangkit dari duduknya dan mendekat ke arah lemari tersebut.

"Sialan! Kemana gadis bodoh itu pergi," umpat Tommie, ketika tidak mendapatkan sehelai kainpun pakaian sang istri.

Pria itu bergegas keluar dari kamarnya, membanting pintunya sangat keras, dan dengan segera menuruni tangga, ia terlihat sangat emosi.

"Gadis bodoh, kemana kau pergi! Keluarlah sekarang juga, jangan mengerjai aku seperti ini," pekik Tommie, sangat lantang. Suaranya bahkan menggema ke seluruh penjuru rumahnya.

Della yang tersentak karena suara Tommie, segera bergegas keluar dari kamarnya dan menghampiri sumber suara.

"Ada apa, Mas? Mengapa berteriak seperti ini?" tanya Della, kepada Tommie.

Tommie segera memutar tubuhnya, ketika mendengar suara Della yang berdiri tepat di belakangnya. Pria itu dengan segera menghampiri Della.

Gadis itu terlihat sangat ketakutan ketika Tommie mencengkram bahunya dan menatapnya dengan penuh amarah.

"Dimana gadis bodoh itu, bersembunyi? Cepat katakan!" bentak Tommie kepada Della, hingga membuat gadis itu semakin ketakutan.

"Tu-tunggu sebentar," ucap Della terbata-bata, gadis itu dengan segera berlari kecil untuk menuju ke arah kamarnya, sementara Tommie mengikutinya dari arah belakang.

Della dengan segera meraih surat yang di titipkan oleh Aisyah untuk Tommie dan langsung menyerahkannya kepada pria itu.

Dengan segera, Tommie merampas surat tersebut dari tangan Della dan langsung membacanya.

"Sialan, gadis bodoh ini!" Tommie kembali terlihat sangat emosi ketika melihat surat yang dikirimkan oleh Aisyah, bukannya surat cinta atau sejenisnya, Tommie malah mendapatkan surat cerai.

"Katakan kepadaku, dimana gadis bodoh itu!" Tommie kembali membentak Della yang tidak bersalah, Della hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan raut wajah penuh ketakutan.

"Arg, sialan!" umpat Tommie, pria itu kembali masuk ke dalam kamarnya dengan raut wajah yang sangat jengkel.

Pria itu merasa sangat kesal karena ulah Aisyah yang sungguh sangat keterlaluan kepada dirinya, ia bahkan tidak tahu apa kesalahan yang telah ia lakukan terhadap wanita itu hingga sikap wanita itu berubah kepadanya dan sekarang malah menginginkan sebuah perceraian.

•••

Sudah hampir satu bulan berlalu semenjak kepergian Aisyah, Tommie menjadi sangat frustasi. Pria itu kesana kemari untuk mencari keberadaan Aisyah tetapi tidak kunjung menemukan titik terang keberadaan sang istri.

Tommie juga pergi ke rumah Putra, sang mertua untuk menanyakan keberadaan Aisyah. Bukannya mendapat jawaban tentang keberadaan Aisyah, Tommie malah di marahi habis-habisan oleh Putra, karena tidak menjaga putrinya dengan baik.

Putra juga mengatakan kepada Tommie bahwa ia tidak mengetahui keberadaan Aisyah, sementara Tommie sangat curiga akan sikap Putra yang terlihat sangat tenang dan tidak mencari keberadaan Aisyah. Bahkan, Tommie berfikir Putra turut andil dalam memisahkan dirinya dan Aisyah.

Pukul 21.00, Tommie duduk melamun sembari terus menatap lurus keluar jendela, matanya menyapu bersih seluruh pemandangan yang bisa di jangkau oleh indra penglihatannya.

Pria malang itu terlihat sudah putus asa dalam mencari keberadaan sang istri, ia juga terlihat semakin kurus karena sudah beberapa minggu ini makan tidak teratur.

Tommie perlahan meraih sepucuk surat peninggalan dari Aisyah, surat cerai. Pria itu terus menatap kertas itu, kertas yang di atasnya tertera nama dirinya dan nama sang istri.

"Aku mohon, tolong kembalilah. Sekali saja, aku ingin memelukmu, kita bicarakan hal ini baik-baik. Bahkan, aku bersedia berlutut di hadapanmu, untuk mendapat maafmu." Pria itu berbicara sendiri. Tanpa ia sadari air matanya mengalir dan menetes di atas surat cerai yang tengah ia genggam.

"Aku mohon sayang, kembalilah. Aku sangat merindukan sikap bodohmu." Tommie tersenyum simpul sembari menatap bingkai foto Aisyah yang terletak di atas meja.

Sementara itu, di tempat Aisyah

Sudah kurang lebih tiga minggu Aisyah menjalani kemoterapi, tetapi kondisinya masih belum kunjung menunjukkan perubahan.

Bahkan, Dokter mengatakan penyebaran kankernya sangat cepat. Wanita itu hanya bisa pasrah dan menerima apapun takdir yang tuhan berikan kepada dirinya.

Gadis itu menatap pantulan dirinya di dalam kaca jendela transparan yang terletak di samping ranjang rumah sakit. Ia terus menatap lekat dirinya di dalam kaca.

"Aish, untung saja kau tidak melihat diriku yang seperti ini, Kak," batinnya, sembari terus menatap dirinya di dalam kaca.

>>>

Aisyah,

Aku kembali ketempat kelahiranku, ternyata tidak banyak yang berubah dari tempat ini, bahkan masih sama seperti tiga tahun lalu, saat aku meninggalkannya.

Tetapi kota ini terlihat semakin indah saja, entah hanya perasaanku saja atau memang tempat ini benar-benar sangat indah, entahlah, yang pasti aku sangat merindukan tempat ini.

Sebenarnya banyak hal yang sangat aku rindukan dari tempat ini, salah satunya Kak Tommie. Sudah sangat lama aku tidak mendengar kabar tentangnya.

Aku berusaha menghubungi Della berulang kali, untuk menanyakan perihal Kak Tommie. Entah mengapa ia terus saja mengabaikan panggilanku dan malah memblokir kontakku.

Aku juga bertanya kepada Ayah, tetapi Ayah bilang bahwa ia sudah sangat lama tidak bertemu dengan Della dan Kak Tommie.

Ah, sudahlah! Untuk apa aku masih memikirkan Kak Tommie, dia mungkin saja sudah menandatangani surat cerai yang aku berikan waktu itu.

Atau mungkin saja ia sudah menemukan kebahagiaannya saat ini, jadi aku sudah tidak mempunyai hak untuk memikirkanya lagi.

Sudah kurang lebih dua jam aku menunggu, tetapi Ayah tidak kunjung menjemputku. Aish! aku sangat lelah menunggu di bandara.

Aku sangat lapar saat ini, jadi aku putuskan untuk berkeliling sejenak. Barangkali, aku menemukan suatu tempat yang menjual banyak makanan enak.

Brugh!

Astaga, aku sangat terkejut ketika seorang anak laki-laki yang berumur sekitar dua atau tiga tahun berlari sangat cepat ke arahku dan menabrak lututku.

"Sayang, kau baik-baik saja?" Aku berusaha untuk bertanya selembut mungkin, aku khawatir jika ia menangis karena ia terjatuh sangat keras tadi.

Tapi dugaanku salah, ia bahkan tidak menangis sama sekali. Aku dengan senang hati membantu anak itu berdiri dan membersihkan debu yang menempel di celananya karena terjatuh, tadi.

"Vino, sudah berapa kali Ayah bilang jangan berlari sangat kencang, Ayah sangat lelah mengejarmu," ucap seorang pria yang baru saja menghampiri anak itu, sembari memarahinya.

Aku menatap lekat kearahnya, dia sepertinya tidak asing bagiku. Pria yang memiliki alis tebal, hidung macung, dan sangat tampan.

Ya, ia adalah pria yang selalu aku rindukan selama ini. Pria yang selalu memanggilku gadis bodoh, dulu.

"Hai, apa kabar?" Aku memberanikan diri untuk menyapa pria itu, ia terlihat sangat kaget ketika mendengar aku menyapanya.

Aish, mungkin dia sudah melupakan aku dan menganggapku sedang sok kenal dengan dirinya, sekarang.

"Dia anakmu? Wah, sangat manis dan tampan," ucapku, menyambung perkataanku tadi karena tidak mendapatkan jawaban darinya.

"Ya, dia anakku. Tentu saja dia tampan, sama seperti aku," ucapnya menyombongkan diri, ah! Aku sudah tidak heran lagi. Dari dulu memang ia sangat suka menyombongkan diri.

"Ah, baiklah! Maaf, aku permisi dulu," ucapku, aku lebih memilih untuk menjauh darinya, entah mengapa hatiku terasa sangat sakit saat ini, air mataku juga sudah sangat sulit aku bendung.

"Tunggu." Pria itu menarik pergelangan tanganku, kemudian menggenggam erat jari-jemariku. Aku tersentak karena sikapnya yang tidak sopan, bagaimanapun, hubungan kami hanya sekedar masa lalu.

"Aku merindukanmu, gadis bodoh." Dhuar! aku bagai tersambar petir di siang bolong, jantungku berdegup sangat kencang saat ini, air mata yang susah payah aku tahan, perlahan mengalir begitu saja.

Dengan segera aku menarik tanganku yang tengah di genggam erat oleh pria itu, aku segera berlari sejauh mungkin darinya. Aku tidak ingin perasaan yang selama ini aku kubur, tumbuh kembali untuk pria yang sudah bukan milikku lagi.

Bersambung.....

Jangan lupa like dan Komen, biar author semangat ngetiknya😘

1
Wisteria
semangat authorr 🤗🤗
aku setia nunggu up terbaru
you_are_nana1485: siap kak
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
keren banget, sungguh aku suka say😍😘❤️
you_are_nana1485: terima kasih kakak😘
total 1 replies
🍃🥀Fatymah🥀🍃
Semangat terus ya kakak 😍😍

Maylea selalu mendukung Aisyah...


Salam hangat dari MAYLEA SI GADIS MASA DEPAN
you_are_nana1485: terima kasih maylea, dapat salam dari Aisyah
total 1 replies
سافيرا ريسكا
saat di tanya " entahlah aku juga tidak tau" hadeehh tommie😂😂
you_are_nana1485: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
ReniiAgustin
persiapkan Visualnya kak,Aisyah Nya Yang Cantik,Tommienya Yang Ganteng,wkwk😄
you_are_nana1485: hehe, nanti author cari
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!