NovelToon NovelToon
Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Sebuah pernikahan yang berdiri di atas pilar rasa utang budi, bukan cinta. Nindya menerima lamaran Haris karena takdir mempertemukan mereka dalam tragedi berdarah yang hampir merenggut nyawa Haris—dimana Nindya bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu dan dikaruniai seorang putra yang menggemaskan, Nindya harus menelan kenyataan pahit: rasa terima kasih Haris tidak pernah berubah menjadi cinta. Di balik dinding rumah tangga mereka yang dingin, Haris masih menyimpan bayang-bayang masa lalunya bersama wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perangkap Malam Dikamar 802

​Jarum jam menunjukkan pukul sepuluh malam ketika alunan musik di dalam ballroom perlahan memelan, menandakan acara gala dinner tahunan perusahaan resmi berakhir. Para direksi dan tamu undangan mulai berpamitan satu per satu.

​Haris melangkah menghampiri Nindya dengan wajah yang memancarkan rasa bersalah campur kelelahan yang luar biasa. Ia sibuk memikirkan cara bagaimana harus memberi alasan kepada Nindya agar bisa pergi ke apartemen Siska malam ini tanpa memicu kecurigaan.

​Namun, sebelum Haris sempat membuka mulutnya untuk menyusun kebohongan baru, Nindya lebih dulu menatapnya dengan raut tenang dan profesional.

​"Mas, aku harus bertemu teman sebentar," ucap Nindya memotong keraguan Haris. Suaranya terdengar sangat santai dan alami. "Dia bekerja di dekat sini. Nanti aku pulang menggunakan taksi saja."

​Haris tersentak kaget, namun sedetik kemudian binar lega memancar jelas dari matanya. Rencana Nindya yang tiba-tiba ini seolah menjadi jalan keluar sempurna yang dikirimkan takdir untuk memudahkan niat buruknya. Haris tak perlu memutar otak lagi untuk mencari alasan membolos pulang ke rumah.

​"Oh... baiklah," jawab Haris cepat, mencoba menahan rasa girangnya agar tak ketara. "Mungkin aku juga tidak pulang malam ini, Nin. Ada urusan mendadak dengan klien luar kota yang harus diselesaikan sampai besok pagi."

​Nindya hanya mengangguk tipis tanpa banyak bertanya atau meminta penjelasan lebih lanjut. Reaksi dingin dan tak acuh dari istrinya itu sama sekali tidak dikritisi oleh Haris yang sudah terbuai oleh rasa aman palsu. Tanpa rasa curiga sedikit pun, Haris berbalik dan berjalan terburu-buru menuju area parkir VIP untuk menyusul Siska.

​Nindya berdiri mematung beberapa saat, menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang di balik pintu keluar. Begitu Haris benar-benar pergi duluan, Nindya melangkah anggun menuju deretan lift utama di sudut koridor.

​Ting.

​Pintu lift berbahan stainless steel bernuansa emas itu terbuka. Di dalam lift, Noval sudah berdiri menunggunya dengan senyum hangat yang menenangkan. Nindya melangkah masuk, dan pintu lift perlahan tertutup rapat, memisahkan mereka dari keriuhan pesta.

​"Haris sudah pergi ke apartemen Siska," ujar Nindya pelan sembari menyandarkan punggungnya di dinding lift yang dingin.

​Noval mengangguk mantap, mengeluarkan ponselnya dan mengoperasikan sebuah aplikasi pemantau. "Tim Pak Lukas sudah bersiap di lapangan. Mereka menguntit mobil Haris dari area parkir hotel. Alamat apartemen Siska sudah kita kunci."

​Nindya menarik napas dalam-dalam, menghembuskannya perlahan. Ada rasa lega yang begitu luar biasa mengalir di dadanya. Semua kebohongan, manipulasi, dan pengkhianatan yang dilakukan Haris selama ini akhirnya sampai di penghujung jalan.

​"Malam ini dia berpikir telah menang," bisik Nindya dengan mata berbinar tajam dan senyum tipis yang amat anggun. "Tapi besok pagi, dia akan sadar bahwa langkahnya malam ini adalah kehancuran untuk dirinya sendiri."

​Noval menatap Nindya dengan rasa kagum yang makin mendalam. "Aku dan tim hukum akan mendampingimu sampai akhir, Nin. Besok pagi, kita selesaikan semuanya."

​Lift mendarat mulus di lantai dasar. Nindya melangkah keluar bersama Noval menembus sejuknya angin malam kota—siap menyambut esok hari sebagai akhir dari penderitaannya dan awal kebebasannya bersama Arka.

​Mobil sedan hitam yang dikendarai Haris membelah jalanan malam menuju sebuah kompleks apartemen mewah di pusat kota. Tanpa disadari pria itu, dua unit mobil milik tim Pak Lukas—kuasa hukum Nindya—terus membuntutinya dari jarak aman. Rencana yang disusun oleh Noval berjalan dengan presisi yang sangat tinggi.

​Haris melangkah terburu-buru menuju lift, naik ke lantai delapan, dan mengetuk pintu unit nomor 802. Hanya dalam hitungan detik, pintu terbuka dan Siska menyambutnya dengan senyum manja. Begitu pintu terkunci rapat dari dalam, Haris merasa dirinya sudah aman di dalam sangkar kepalsuannya.

​Namun, di luar koridor apartemen, permainan Noval baru saja dimulai.

​Noval berkoordinasi langsung dengan tim Pak Lukas dari dalam mobil operasional yang terparkir tak jauh dari lokasi. Ia tidak hanya ingin merekam keberadaan Haris di apartemen tersebut, tetapi membutuhkan bukti visual yang begitu vulgar dan tak terbantahkan di depan majelis hakim kelak.

​"Laksanakan rencana sekarang," perintah Noval dingin melalui saluran telepon.

​Dua orang informan yang disewa khusus oleh tim hukum berpakaian rapi layaknya kurir pengirim barang khusus malam. Salah satu dari mereka membawa kamera mikro super canggih yang tersembunyi di kancing jaketnya, sementara yang lain membawa tas belanjaan berlogo brand mewah.

​Ketuk... ketuk... ketuk...

​Suara ketukan pintu yang cukup keras dan konstan menggema di koridor unit 802.

​Di dalam kamar, Haris yang baru saja melepas kemejanya hingga bertelanjang dada mengerutkan alisnya kesal. "Siapa malam-malam begini, Siska? Kamu ada pesan makanan?"

​"Nggak ada, Mas," jawab Siska bingung. Wanita itu hanya mengenakan gaun piyama tipis bahan sutra yang sangat seksi dan terbuka.

​Karena ketukan pintu tak kunjung berhenti, Haris yang merasa terganggu akhirnya melangkah menuju pintu dengan wajah gusar. Tanpa mengintip lewat peep hole terlebih dahulu, Haris memutar gagang pintu dan membukanya lebar-lebar.

​"Ada apa sih malam-malam ketuk pintu orang?!" bentak Haris emosi.

​Pintu terbuka sempurna. Pemandangan di ambang pintu itu sungguh tak terpatahkan: Haris berdiri tegak tanpa sehelai benang pun menutupi dadanya, sementara di belakangnya, Siska tampak berdiri di remang cahaya lampu dengan gaun piyama seksi yang amat minim.

​"Maaf, Pak. Apakah benar ini unit Nona Siska? Ada kiriman paket layanan kamar penting," ujar sang kurir berpura-pura sembari sengaja mengarahkan posisi dadanya lurus-lurus ke arah Haris dan Siska.

​Lensa kamera mikro beresolusi tinggi itu merekam setiap sudut wajah Haris yang kaget, penampilannya yang bertelanjang dada, Siska dengan pakaian minimnya, hingga nomor unit kamar yang terpampang jelas di samping pintu. Dokumentasi itu diambil dari berbagai sudut hanya dalam hitungan detik!

​"Salah kamar! Nggak ada paket!" gertak Haris panik sembari membanting pintu itu kembali hingga tertutup rapat. Jantungnya berdegup kencang secara tiba-tiba, diliputi perasaan tidak enak yang sangat asing.

​Di luar kamar, kurir tersebut tersenyum tipis, berbalik, dan memberi kode pada tim Pak Lukas yang sudah menunggu di ujung lorong. Rekaman video dan foto beresolusi tinggi itu langsung terunggah secara real-time ke server aman milik tim hukum Nindya.

​Di dalam mobilnya, Noval menatap layar tablet yang menampilkan rekaman tersebut dengan senyum puas yang sangat dingin. Ia memutus panggilan telepon dan mengirimkan pesan singkat kepada Nindya:

​"Bukti pamungkas sudah terkunci rapat. Haris dan Siska tidak punya jalan keluar lagi. Besok pagi, sejarah mereka resmi berakhir."

1
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Aduuh masih tidak punya malu mengharap Nindya kembali.Dalsm mimpi saja tidak akan, Haris.Kamu mengadu tentang Siska pada Nindya tidak malu diketawain dan disyukurin
sunaryati jarum
Ingin hati mau melihat Arka putranya namun kelelahan hat dan fisiknya membuatnya tidur.
sunaryati jarum
Kehancuran hidupmu yang terpampang jelas,akibat kamu tidak setia Haris.
sunaryati jarum
Bab sebelumnya bawa mobil dari taman ke kontrakan kok sekarang cari taksi.Sunnguh karma yang.ksmu terima tunai,Haris.
sunaryati jarum
Masih beruntung kamu menyesal dan sadar akan semua kesalahanmu,hingga Masi ada waktu untuk memperbaiki diri,walau sudah terlambat
sunaryati jarum
Jika niat Haris baik jangan terlalu kejam zRin,dan kamu Haris ingat Arin masih trauma akan perbuatanmu,dia tidak percaya padamu,Ris.Itulsh konsekuensi atas pengkhianatan kamu dalam rumah tanggamu.
sunaryati jarum
Haris itu ayahnya mungkin ingin memperbaiki kesalahannya,jika tidak berbuat buruk, berikan waktu Haris untuk menemui Arka putranya tapi dengan izinmu, bukan diam- diam seperti ini
sunaryati jarum
Otw bahagia Nindya dan Arka
sunaryati jarum
Nah terima dan jalani serta perbaiki diri
sunaryati jarum
Simpan penyesalanmu,anakmu saja tanpa diajari , merasakan bahwa kamu tidak pernah hadir memberi kasih sayang dan perhatian
sunaryati jarum
Nikmati buah kesombongan dan pengkhianan yang kau lakukan ,Haris.Jangan- jangan dalam kandungan Siska bukan benih Haris.👋👋👋🤣🤣🤣
Ade Chubi
syukurin
sunaryati jarum
Bagus Nindya Haris jika datang membujuk tinggal ingatkan semua kesalahannya.
Datu Zahra
katanya gundik kecelakaan, kaki terkilir parah, masa ya udha jalan². cepet amat sembuh
Alia Chans
kasihan banget ya jadi Nindy😣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Semangat dengan status dan kehidupan barumu
sunaryati jarum
Nikmati kehidupan yang telah kamu pilih Haris.Itulah jika kebaikan kau balas dengan pengkhiatan,kau dan Siska tidak akan pernah menemukan kebahagiaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!