Menjadi kekasih tidak dianggap, dimanfaatkan disakiti serta mendapat perlakuan kasar,
Berulang kali diselingkuhi, sama sekali tidak dianggap tetap tak menggoyahkan cinta Nara terhadap Heafen.
Sampai pada dimana titik Nara harus memilih menggugurkan kandungannya atau pergi dari Heafen.
Heafen marah ketika Nara, meninggalkannya apa yang terjadi setelah mereka bertemu lagi??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Nuraini Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merundung
Nara pov
"Aku nggak mau ikut ke acara perayaan wisuda Za, ucap ku memohon kepada Queeza. Aku bolak balik ingin membuka pintu mobil, tentu aja nggak bisa karena udah dikunci, ingin menjerit rasanya. Seandainya mobil terbuka disaat melaju cepat kaya gini aku rela kalau harus patah tulang atau mati sekalipun. Dari pada harus ketemu mereka semua. Aku terlalu nggak pantes.
Aku was was banget takut dia punya maksud lain, Kenapa aku mikir kaya gitu. Karena dia nggak suka sama aku. Dia itu bencinya setengah mati sama aku. Dia benci orang miskin. Aneh ya, menurutku juga aneh.
Memangnya ada syndrom benci miskin. Mungkin ada tapi aku nggak tau namanya.
Mungkin diluar sana juga banyak yang kaya gitu. Nggak seneng liat orang miskin bahagia.
Nah pokoknya kaya Queenza deh kelakuannya.
Benci tanpa sebab.
"Lo diem aja kenapa si, mau di ajak happy malah nggak mau. Ini mukzijat loh kita semua ngundang kamu di acara gede kaya gini. Acara perayaan wisuda kan juga buat ngerayain kamu. Anak paling pinter kaaaannnn, ngomong di panggung aja sok sok an berwibawa, Nah disini kaya curut. kumel kucel nggak terawat. Harusnya kamu sujud syukur bisa kita ajak ", ucap Queensa.
" Nah, Iyaa!!!" ucap mereka bersaman Tiara, Dea dan Melly.
kalimat itu dibenarkan oleh ketiga temannya. Satu geng trouble maker yang selalu bikin geger kampus.
Aku selalu menyesali kebodohan ku,
Menyesal jalan ke apotik sendiri dan lupa membawa handphone, setidaknya aku bisa minta tolong Heafen dan memberitahu jika aku dalam bahaya walupun entah dia mau menolong ataupun tidak. Menyesal kenapa harus ketemu mereka. Marah sama diri sendiri karena Aku setengah pasrah duduk diam didalam mobil. Tanganku kayanya gemetaran, tremor karena saking takutnya.
kayanya mirip orang jatuh cinta tapi bukan, lebih tepatnya kaya nahan laper. Aku mulai nangis saking takutnya, Lelah memohon sama mereka.
Mereka asik berdandan, sedangkan aku kaya sandra yang duduk diam nggak bisa gerak seperti di ikat.
****
Byurrr
Mereka sengaja mendorongku kekolam renang. Aku gelagapan mencoba bernafas saking susahnya. Aku sampai ntah berapa liter minum air kolam itu, hidung ku perih karena kemasukan air. Kacamataku hilang.
Mataku nggak jelas melihat pinggir tepian kolam. Aku hanya berusaha buat bernafas.
Ya tuhan tolong aku, siapa saja bantu aku, siapa saja tolong aku. Aku menangis di tengah tengah mereka. Mereka teriak seneng banget aku nangis. Bersorak sorak kaya dapet jackpott. Mereka semua berkerumun dipinggir kolam renang kaya nonton sirkus. Nggak ada yang iba sekalipun. Nggak ada yang membantu ataupun membiarkan aku pergi dari tempat itu. Kayanya mereka semua memang hatinya sudah di freezer. Jahat banget. Bisa bisanya mereka menindas orang lemah. Lebih dari Sepuluh anak yang mengerumuni ku, yang lain hanya diam tak mau ikut campur hanya menjadi penonton.
Heafen, Hatiku terus memanggil nama Heafen. Hanya dia yang bisa aku panggil. Aku nggak bisa minta tolong kesiapapun lagi. Aku nggak punya siapa siapa selain dia.
Heaf dateng, tolong aku, teriakku dalam hati. Aku makin menangis saking sakitnya.
Aku malu, aku dipermalukan. Mereka seenaknya memperlakukan layaknya binatang yang berada dikolam.
Banyak dari mereka yang melempari ku minuman beralkohol, membuat hidungku makin sakit.
"Buka dong bajunya"!!! ,
Buka bajunya woy. hahahhah.
"Wah wah, ada duyung nih di kolam renang"
Buka baju dong ucap salah satu teman Queenza, Reno namanya.
"Zaa, boleh gue bawa pulang nggak nia duyung. Lumayankan bisa dapet gratisan" ucapnya.
Queenza, kenapa segitunya si hati kamu. Bisa seantagonis itu jadi orang.
Aku semakin kedinginan, Kakinya kayanya makin kaku karena terlalu lama di air. Aku berusaha naik dan keluar dari kolam. Sendiri, nggak dibantu siapapun.
"Nah gitu dong keluar sendiri dari air", ucap Queenza,
Udah dong dong kalian jangan keterlaluan, aku mendengar kalimat itu keluar dari mulut beberapa orang yang mulai iba sama aku.
Aku lihat Heafen sama teman temannya berjalan ke arahku,
Devano dan kevin juga muncul dibelakangnya.
Heaf tolong aku, ucapku dalam hati.
Mataku tertuju ke dia, Saking berharapnya dia datang menolongku, menggendongku layaknya bridal style dan memaki mereka yang merundungku.
Pikiran ku salah, Heafen hanya duduk diam di kursi dan menontonku. Temannya yang heboh memaki Queenza,
Devano mulutnya lebar banget,
Kasian woy !!
Lepasin itu anak.
Lo semua pada nggak punya otak.
Dia nggak salah apa apa anjing.
Bejatx banget si pada an!!!.
Ngapain lo Dev, ikut campur urusan gue.
Hah, ucap reno
Tiba tiba Queenza berlari kearah Heafen.
"Heaf aku nggak ikutan ngebully Nara, dari tadi aku mau menolongnya".
Dia pinter banget akting. Datar banget mukanya. Mereka semua sama sama pinter akting. Aku sakit banget Heafen acuh sama sekali tak peduli.
Ya tuhan, rasanya aku sudah tak kuat untuk lama lama hidup dunia ini.
Saking lemasnya, aku sudah sedikit tak sadar karena kedinginan dan kakiku kaku sulit untuk berdiri, suhu tubuhku sepertinya meningkat.
Aku liat Adit mau menolong tapi di pegangi oleh kedua teman Reno.
"Lo jangan keterlaluan sama Nara woy.
Anjing, kasian dia" ucapnya Adit.
Lepasin gue, anjing!!!. Aku mendengar suara brisik dari berbagai arah tapi yang paling dominan Adit. Adit teriak teriak, bahkan aku kaget dia bisa seberani itu.
Ren, Lepasin tiba tiba Vera menarik tangan Reno yang mencengkram bajuku,
Lo mau gue laporin polisi, ucap Vera menantang Reno,
Gue udah ada buktinya nih.
Vidio pelecehan lo ke Nara, mau gue kirim sekarang ke Polisi hah?, ucapan Vera sangat tenang.
"Kalian lesbiix?" ucap Reno mengejek.
Tanpa memperdulikan siapapun Vera memapah ku keluar dari lubang setan itu.
Dijalan aku terus menangis, bukan karena dibully si, tapi lebih tepatnya karena Heafen tak sedikitpun peduli ketika aku dilecehkan oleh orang lain.
Vera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dia terkadang menoleh kerarahku, dia juga diam aja nggak ngomong sekalipun. Mungkin maksudnya dia kasih waktu aku buat melampiaskan kesediahanku.
Part selanjutnya giliran pov Heafen!!!
Hay gengs.. Berkat kalian sekarang aku nulisnya lumayan aku banyakin, belum sampek 2000 Kata si, cuma baru 1000 kata per episode. Aku juga lagi merayap buat revisi di Episode awal, agar ceritanya lebih penuh, tidak meng awang awang.
Dukung ya gais, sayang kalian semua.
❤️❤️❤️❤️❤️
nara
follow ig @heafen_tiger
Hallo semua hallo semua kayanya ini bukan lagu tayo deh, lagu pororo anjimss. Maap lupa gais.
Aku menyapa kalian semua
Makasih sudah mampir di novelku
Aku berharap ada di antara kalian jemponya keseleo tapi gk sakit terus ketekan tombol vote dan like.
Selain itu perlu juga hujatan kalian, tentunya untuk menghujat Heafen tiger si berandalan.
Komen hujatan kalian buat Heafen ya. Jangan lupa pokoknya. Heafen emang butuh du TEKEL biar taubad.
Mohon maaf apabila terdapat kata kata kasar beserta umpatan yang kurang mengeenakan hati.
Mohon maaf juga apabila terdapat kalimat fullgars dan mengadung rate 19 ke atas.
Novel ini memang dikhususkan untuk para adult, yang mulai berimajinasi bebas.
Sekali lagi author memohon maaf sebanyak banyaknya.
Nara
Hey sekali lagi jangn lupa vote komen dan liks.
bila anda terngiang ngiang oleh sosok Heafen yang bukan Heaven itu.
ada no wa ku 082281297852
dan ada ig ku @nnaravc
semangat buat kalian semua.
Saranghe❤️❤️❤️