NovelToon NovelToon
Ikatan Tanpa Cinta

Ikatan Tanpa Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Berbaikan / Cerai / Keluarga / Romansa / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nur Alquinsha

Menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong. Tapi tidak bagi Erina, wanita dengan nama lengkap Erina Azkia Davina itu menjadi salah satu wanita beruntung di muka bumi ini karena berhasil menikah dengan pria tampan, baik, setia dan kaya raya.

Namun, meskipun Erina menikah dengan pria yang nyaris sempurna, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Penghianatan yang dilakukan ayahnya di masa lalu menghantui Erina dan membuat Erina tidak bisa mempercayai suaminya, Bisma, apalagi Erina pernah memergoki Bisma dengan wanita lain di kantor.

Rasa takut yang menghantui Erina membawa petaka dalam rumah tangganya. Bahkan, Erina dan Bisma hampir bercerai. Hampir, beruntung Bisma selalu bisa mengimbangi Erina dan tidak suka memperpanjang masalah. Bisma memang pantas disebut sempurna.

****

Note: Saya harap kalian tidak mengandalkan emosi saat membaca novel ini, karakter ceritanya mungkin kurang baik, tapi kalian jadilah pembaca yang baik.

©2019, lightqueensa || Nur Alquinsha A

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Alquinsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ITC #29

Leo tidak menyangka bisa 'menang' dari Bisma, meskipun atas bantuan Erina, tapi setidaknya Leo bisa menang dari bos menyebalkannya, dan yang lebih membuat Leo tidak menyangka, Bisma kalah hanya dengan teguran Erina, ternyata Bisma benar-benar takut terhadap istrinya.

"Silahkan duduk, aku akan membuat minuman untukmu." Ucap Erina sambil tersenyum pada Leo.

Bisma memutar mata melihat pemandangan tidak menyenangkan di depannya, sepertinya Leo senang Erina membelanya, terlebih Erina memberi hadiah senyuman pada pria itu.

"Erin, tidak usah repot-repot, saya bisa minta Maya membuatkan minuman untuk Leo." Ucap Bisma seperti tidak rela istrinya membuat minuman untuk pria lain, terlebih pria itu Leo.

"Aku tidak merasa repot." Sahut Erina tanpa menghilangkan senyuman pada wajah cantiknya.

Leo menahan tawa melihat wajah Bisma, dia kembali merasa menang dari bosnya, ternyata menang begitu menyenangkan, Leo baru merasakan itu sekarang, karena sebelumnya Leo selalu kalah dari Bisma.

"Kamu harus istirahat." Ucap Bisma berusaha menahan langkah istrinya.

Leo mengangkat sebelah alisnya, dia tahu Bisma sedang berusaha supaya Erina tidak membuat minuman untuknya, tapi Leo tidak mengerti alasan Bisma melakukan itu, tidak mungkin kan Bisma cemburu?

"Nona Erin, pak Bisma masih mau menempel pada anda, lebih baik anda menyuruh yang lain." Ucap Leo menyerah meskipun dia masih tertarik melihat wajah lucu Bisma.

Erina menghentikan langkah saat Leo bicara, padahal tadi Erina tidak begitu mendengarkan perkataan suaminya, lalu Erina berbalik menatap Bisma.

"Aku hanya sebentar membuat minum untuk teman kamu, nanti malam baru istirahat, kita juga masih harus berkemas kan?" Ucap Erina pada Bisma tanpa menanggapi Leo.

Bisma sempat melirik Leo sebelum menatap istrinya, Erina pasti merasa tidak nyaman gara-gara perkataan Leo,  kata 'menempel' terdengar ambigu di telinganya.

"Kamu jangan mendengar Leo, saya hanya khawatir kamu kelelahan." Ucap Bisma berusaha meluruskan, tidak menerima tuduhan Leo padanya.

Bisma bukan mau terus menempel pada Erina, dia hanya tidak suka Erina memberikan perhatian lebih pada Leo, atau kata lainnya Bisma cemburu.

"Membuat minum tidak akan membuat aku lelah." Sahut Erina diakhiri helaan nafasnya.

Leo memandang Bisma dan Erina geli, ini pertama kalinya Leo melihat pasangan unik seperti mereka, Leo sepertinya gagal menggoda Erina, reaksi wanita itu diluar dugaan.

"Baiklah, kalau begitu tolong ijinkan saya membantumu." Putus Bisma lalu menghampiri Erina dan melingkarkan lengannya pada pinggang wanita itu.

"Membantu istrimu eh?" Ucap Leo tidak percaya, malah Leo yakin Bisma akan menghambat istrinya.

"Ada masalah, Leo?" Tanya Bisma sambil menatap lawan bicaranya.

"Tidak, mana berani aku membuat masalah denganmu." Jawab Leo cepat.

"Cih." Bisma tidak terlalu menanggapi Leo, dia beralih menatap istrinya. "Ayo, Rin."

Bisma mengajak Erina pergi ke dapur sementara Erina hanya mengikuti langkah suaminya tanpa bicara.

Leo menggelengkan kepala menatap kepergian suami-istri itu. "Mereka tidak seperti pasangan yang mau bercerai."

"Kamu kenapa?" Tanya Erina saat dia dan Bisma sudah tiba di dapur, Erina merasa heran pada sikap suaminya.

"Memang Leo sudah melakukan kesalahan apa padamu?"

"Saya menyuruh Leo untuk mencari orang yang sudah menyebar rumor tentang saya." Jawab Bisma.

"Terus dimana letak kesalahannya?" Tanya Erina kurang mengerti.

"Leo tidak mengerjakan apa yang saya suruh." Jawab Bisma membuat Erina semakin tidak mengerti.

"Seharusnya Leo cepat menyelesaikan tugasnya, sehingga kita tidak perlu bertengkar." Tutur Bisma.

"Eh, apa hubungannya dengan pertengkaran kita?" Tanya Erina yang merasa pikirannya tidak sejalan dengan suaminya.

"Kamu lupa beberapa jam lalu kita bertengkar karena rumor yang membawa nama saya dan Gisella?" Tanya Bisma tanpa menjawab pertanyaan Erina.

Erina terdiam untuk beberapa saat, sebelum akhirnya wanita itu mengerti arah pembicaraan suaminya.

"Kamu menyuruh Leo supaya 'orang itu'  melakukan klarifikasi hubungan kamu dan Gisella?" Tanya Erina mengutarakan pemikirannya, dia ingat sebelumnya Bisma mengatakan akan ada yang melakukan klarifikasi.

Bisma mengangguk membenarkan. "Kita tidak akan bertengkar kalau Leo bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik." Ucapnya kesal.

Erina malah terkekeh, entah kenapa sekarang Bisma terlihat lucu baginya.

"Leo sudah melakukan tugasnya dengan baik." Ucap Erina tiba-tiba.

Bisma mengerutkan dahinya tidak mengerti alasan Erina tertawa disaat Bisma tidak senang mengingat pertengkaran mereka.

"Aku melihat klarifikasi hubungan kalian." Lanjut Erina lalu menyentuh tangan Bisma yang masih melingkar pada pinggangnya.

"Kamu sudah melihatnya?" Tanya Bisma berusaha mencerna apa yang Erina katakan.

"Hm." Erina menjawab suaminya dengan gumaman. "bahkan saat kita bertengkar, aku sudah melihatnya."

Bisma tidak begitu percaya karena hari ini dia belum melihat media berita, dan kalau benar sudah ada klarifikasi, lalu kenapa saat mereka bertengkar Erina begitu marah padanya dan mengungkir tentang Gisella?

"Kita bertengkar bukan karena Leo, jadi berhenti menyalahkan dia." Ucap Erina membuyarkan lamunan Bisma.

Bisma menarik Erina sehingga istrinya itu berhadapan dengannya, lalu Bisma menatap dalam Erina seolah menuntut penjelasan atas perkataannya barusan.

"Lalu, alasan kamu ingin bercerai? kalau sudah tahu, kenapa kamu masih mau bercerai?" Tuding Bisma.

"Aku sudah berjanji tidak akan membahas perceraian denganmu." Ucap Erina menghindar.

Lagipula tidak penting juga membahas alasan bertengkar ketika mereka sudah memilih untuk baikan.

Bisma berdecak mendengar perkataan Erina. "Sepertinya saya memang harus benar-benar menghukum kamu."

"Bisma, kita sama-sama melakukan kesalahan, kenapa harus aku yang mendapat hukuman?" Tanya Erina.

Ya, Bisma salah karena tidak memberitahu Erina alasan pria itu menemui Gisella, klarifikasi itu hanya mengatakan bahwa Bisma tidak bermesraan dengan Gisella dan yang terjadi diantara mereka sebenarnya hanya pertengkaran.

Sementara untuk alasan Bisma bertemu Gisella, tidak ada yang menjelaskan tentang itu, malah Erina membaca sebuah komentar yang mengatakan. "Mungkin Bisma dan Gisella bertengkar layaknya pasangan kekasih, bukankah mereka berpelukan di tempat yang sama?"

Padahal sudah di jelaskan bahwa saat itu Bisma marah karena Gisella memeluknya, tapi masih ada saja yang percaya bahwa Bisma dan Gisella memiliki hubungan, bahkan mengatakan mereka berdua cocok.

"Haish." Bisma mendengus, wanita yang di nikahinya selalu sulit untuk terkalahkan.

"Mulai sekarang kamu harus belajar memahami wanita." Ucap Erina sambil menepuk pelan pipi Bisma.

Bisma menahan tangan Erina, lalu memejamkan mata untuk menikmati kelembutan tangan itu, meskipun Erina melakukan banyak pekerjaan tanpa perawatan ke salon, Bisma merasa tangan wanita itu begitu lembut pada kulit wajahnya.

"Memang apa yang tidak saya pahami darimu?" Tanya Bisma, seakan setuju untuk memahami wanita di depannya.

"Aku takut Leo kehausan, nanti saja aku memberitahumu." Jawab Erina dan menarik tangannya dari Bisma.

Erina berniat membuat minuman untuk Leo, tapi Bisma lebih cepat mengunci tubuh wanita itu di tembok.

"Apa yang tidak saya pahami darimu?" Ucap Bisma memaksa istrinya supaya menjawab.

Erina sempat menahan nafas saat menyadari wajah mereka saling berdekatan, karena kinerja jantungnya mendadak tidak normal, lalu Erina menghembuskan nafasnya pelan.

"Kenapa kamu dan Gisella bisa bertemu di tempat itu?" Tanya Erina yang pada akhirnya mengutarakan apa yang masih menjadi beban pikirannya, meskipun sudah memutuskan untuk tidak membahas perceraian.

"Jangan bilang kalian hanya tidak sengaja bertemu karena aku tidak percaya." Tegas Erina yang malah membuat Bisma tersenyum.

Bisma mendekatkan bibirnya pada telinga Erina lalu berbisik. "Apa kamu baru saja mengatakan bahwa kamu cemburu?"

Erina melotot.

"Benar dugaanku, Bisma tidak benar-benar membantu istrinya."

Jangan lupa mendukung karya ini dengan menekan tombol suka dan masukan ke daftar favorit kalian. Teruntuk kalian yang tertarik dengan karya-karya aku, silahkan ikuti aku di mangatoon atau intagram (@light.queensha) Terimakasih ...

Regards:

©2019, lightqueensa.

1
Tamirah Spd
Sebagai sahabat harus tahu mendudukkan layak nya sahabatku.jangan terlalu masuk kedalam urusan rumah tangga mereka.Pikirin juga perasaan suami nya.Yah memang di dunia ini kadang kadang aneh dgn manusia manusia nya.Ada sahabat yg betul betul sahabat sejati tapi ada juga sahabat yg menikung sahabatnya sendiri dgn berselingkuh,main belakang dgn Suami sahabat nya sendiri wesss angelllll.
Tamirah Spd
Rasa senang yg berlebihan, dikala tidur disamping suami kok bisa dgn antusias membicarakan sang idola,gak etis aja, justru sahabat nya yg bercerita ttg makna berbulan madu,yg kedepan nya membahas keturunan . ... wesss angelllll ....!!!
Tamirah Spd
Mengalah lah sedikit saja,beri Bisma kesempatan untuk menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi .Kalau seorang suami walau nikah karena perjodohan sangat perhatian dan tidak mau bercerai harusnya nya kamu peka. Apa lagi kamu sdh menjadi istri yg seutuhnya Kalau bercerai bukan janda rasa perawan., kalau subur kemungkinan kamu hamil.Di dunia fana ini Kalau hamil tanpa suami alias janda sulit berjuang sendiri untuk membesarkan anak.Sulit untuk kebutuhan finansial.
Tamirah Spd
Istri mana yg gak sakit hati dikala masuk keruangan kerja ada wanita duduk dipangkuan suaminya. dan dibuat author sang istri cuek saja gak marah, biar suaminya yg salah tingkah.Lanjut Thor.
Tamirah Spd
Awal cerita yg menarik, walau pernikahan yg dijodohkan kan tidak ada drama atau memang blm ada drama yg berarti. Yg model dingin dan datar untuk cerita ini wanitanya.Berbanding terbalik dgn Novel yg sudah sudah kubaca.
Berharap cerita nya menarik dan seru.
Royani Arofat
erina tdk mudah luluh
Royani Arofat
d dunia nyata memang aq jumpai.menikah tanpa cinta.mereka menjalaninya dan awet sampe berpuuh tahun.yg penting saling menerima pasangan apa adanya danbersyukur.
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Nhimasera Sera Sera
Lumayan
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah.
Wati_esha
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Asalkan Erina tidak mengalami morning sick yang parah, maka Arumi aman saja dirawat olehnya. Toh usia Arumi juga sudah satu tahun.
Wati_esha
Terima kasih ceritanya. Barokallah....
Wati_esha
Apa yang dilakukan Bisma pada Rose dan penghujat Erina yang lain?
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Kenapa Erina mengulangi pertanyaan itu?!
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Farhan - Bisma, main belakang ya. 🤣🤭. Bagus ide mereka segera untuk mempertemukan Erina - Soraya.
Wati_esha
Tq update nya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!