Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.
Ini adalah lokasi syuting promosi dan reality show–Roses House. Syuting kali ini akan dimulai karena keinginan dari seorang anggota idol yang bersikeras melakukan adegan syuting pertamanya di lokasi paling aneh yang jadi topik pembicaraan buruk dan mengundang trauma.
Siapa anggota idol itu?
Tentu saja Lee Jaehyun yang memulainya.
Ini terjadi 1 jam sebelum syuting akan dimulai. Sutradara Choi membawa MYTH ke ruang make up dan memberikan banyak pakaian yang bagus hasil pemberian sponsor.
Berkilau, bermerek dan jangan tanya soal harganya yang bisa membuat kantongmu menangis, Jaehyun sendiri sampai tidak tega memakainya.
“Percayalah, di zamanku dulu, untuk mengenakan pakaian yang ada banyak angka nol di daftar harganya seperti ini, kami harus membunuh setidaknya satu penjahat dan mengirimnya ke tempat kaisar untuk diberi imbalan.”
“Atau, aku harus menghadap Kaisar untuk membacakan mantra agar dirinya tidak mati saat pergi ke garis depan peperangan.”
“Tapi di zaman sekarang, aku justru hanya perlu bernyanyi dan menari seperti orang gila di depan semua orang agar wajahku dikenal se-antero Negeri Korea ini.”
“Perkembangan zaman memang mengerikan!”
Para staff sibuk dengan MYTH dengan Han Yeon dan Choi Min Seok yang bicara di dekat pintu masuk.
“Maaf untuk kekacauannya, Yeon,” kata Choi Min Seok dengan ekspresi tertekan. “Aku juga minta maaf soal Namgung yang sudah menyinggung anak asuhmu.”
“Mereka memang punya emosi yang pendek, jangan dipikirkan. Kurasa Sagan hanya sedang masuk masa…pubertas.”
Sungguh konyol alasannya itu, padahal Han Yeon tau seperti apa kesalnya Sagan. Han Yeon hanya ingin menenangkan hati temannya itu. Memang sebagian ia juga merasa bersalah pada MYTH karena menerima pekerjaan tanpa meminta pendapat mereka. Tapi, semua sudah terlanjur.
Tidak ingin memberikan tekanan atau mengingat hal yang sudah lalu, Chief Han bertanya mengenai pekerjaan demi mengalihkan perhatian sutradara Choi.
“Um…aku ingin tau, apa syutingnya masih ingin dilakukan di tempat utama atau di bagian luar terlebih dahulu?”
“Rencananya ingin di bagian luar. Aku tidak ingin mengambil resiko. Sebaiknya dilakukan dari pintu depan untuk promosi bagian luar yang masih didatangi oleh orang banyak,” jawab Choi Min Seok.
Han Yeon hanya mengangguk setuju. Dia pun berpikir kejadian yang terjadi sebelumnya mungkin saja bisa meninggalkan rasa takut. Terlebih, sudah banyak yang keluar dan mengundurkan diri dari project ini sejak kejadian Kim Soo-jin.
“Aku rasa itu tidak buruk. Setidaknya, Roses House bisa menunggu untuk satu sampai dua adegan. Kalian pun harus siap dengan–”
Tiba-tiba ada seseorang yang penuh percaya diri memotong ucapan Han Yeon sambil berteriak.
“Tidak, kita akan mulai dari sana! Kita ambil adegan paling bagus di Roses House!!”
“Hah?!” Han Yeon langsung teriak dan melihat siapa orang paling percaya diri itu. Setelah melihat pelakunya, tentu saja Han Yeon langsung terlihat putus asa, “Jae….hyun…”
Lee Jaehyun yang sudah tampil memukau dengan make up dan pakaian kerennya, ditambah dengan pedang panjang yang masih dibawa kemana pun olehnya dalam sarung kembali mengulangi kalimatnya.
“Pokoknya kita mulai dari Roses House.”
“Woi! Kau menyimak cerita kita sebelumnya, kan?!” teriak Han Yeon.
“Aduh, kau berisik sekali,” celetuk Jaehyun, “Intinya aku mau kita syuting di sana. Kalau tidak, aku mundur.”
“Apa?!” Choi Min Seok dan semua orang yang mendengarnya langsung berteriak bersamaan.
Shihan yang baru saja selesai di-make up pun harus menghampiri Jaehyun dan memastikan anggota termudanya itu tidak memiliki niat yang macam-macam.
“Jaehyun, Jaehyun…tolong jangan bicara begitu. Tolong katakan itu hanya candaan ya? Kita tidak bisa main menolak seperti itu dan ini bukan waktunya bercanda.”
“Tapi hyung, sayangnya aku tidak bercanda. Bukankah jika kita memulainya dari sana, maka akan lebih bagus. Tujuannya untuk mempromosikan tempat ini, kan? Jika tidak ada kendala di sana, artinya semua akan baik-baik saja.”
Han Yeon langsung menghampiri Jaehyun dan memarahinya dengan nada pelan, “Kau mau membunuh kita semua, hah?!”
“Oi, kubilang kalau percaya padaku kan?” balas Jaehyun sambil berbisik.
“Tapi rasanya percaya padamu itu adalah sebuah kesalahan besar! Kau mau kematian kita semua lebih cepat ya?!”
“Diamlah, Han Yeon. Akan lebih baik begini. Kubilang padamu, kan? Per.ca.ya sa.ja pa.da.ku, mengerti?”
Beberapa staff jelas memperlihatkan wajah tidak senang, tapi apa yang terjadi?
Setelah satu jam mencoba merayu, membujuk bahkan menasehati Jaehyun, dukun idol satu itu masih tetap dengan pendiriannya.
Alhasil, dia menang.
Roses House–lokasi syuting utama yang sudah dihindari oleh para staff akhirnya menjadi pelabuhan pertama dalam adegan di pagi hari.
Sungguh mengejutkan bahwa tempat itu nyatanya sangat jauh dari apa yang didengar oleh MYTH saat Choi Min Seok menceritakan betapa janggalnya tempat tersebut.
“Ini cantik,” puji Shihan.
“Percayalah padaku, Han Yeon-ssi, ini sangat luar biasa. Jauh dari apa yang kami dengar barusan,” ucap Yuno.
Saat tiba di sana, tempat yang sangat disukai oleh mendiang pemilik aslinya memang luar biasa terawat. Seluruh bunga mawar dari segala jenis ada, indah dan mewah serta sangat elegan.
Angin yang berhembus pelan menyebarkan aroma mawar yang khas, memanjakan hidung dengan pemandangan yang memanjakan mata pula.
Siapa yang akan percaya pada cerita sutradara mengenai tempat yang katanya dikutuk tersebut? Setidaknya untuk saat ini, MYTH sudah mengubah cara pandang mereka mengenai tempat yang disebut Roses House itu.
Lee Jaehyun berjalan paling belakang dan siapa sangka, orang yang berjalan sejajar dengannya adalah Kang Hajin.
“Kenapa aku jadi bersamamu?” tanya Jaehyun sedikit ketus sambil melirik ke arah Hajin.
“Kenapa? Memang ada aturan untuk berjalan di sini?” balasan dari Hajin ternyata cukup bagus, tidak kalah ketusnya.
Jaehyun jelas bisa membaca kenapa Kang Hajin berjalan di dekatnya.
“Dengar tuan aktris senior, aku sama sekali tidak paham yang kau maksud. Aku juga tidak mau terlalu meladeni keinginanmu atau yang lainnya. Tolong bersikap seakan kita tidak kenal, ya?”
Kang Hajin hanya diam. Sejenak, ia tampak melihat ke arah lain, namun tiba-tiba ia bertanya pada Jaehyun.
“Katakan padaku…”
“Hah?”
“Apa yang kau lihat di tempat ini?”
“Apa yang aku lihat?”Jaehyun tampak bingung dengan pertanyaan itu. Maksudnya, kenapa orang asing yang tampaknya tidak tau apapun justru bertanya hal paling ambigu seperti itu?
Jaehyun hanya diam tanpa membalas. Namun, tiba-tiba ia melihat sesuatu.
“...!!!”
Bagai titik hitam dalam kotak putih, terbatas namun terlihat tanpa batas, berbaur dengan sekeliling, para staff yang lalu lalang mulai terlihat banyak tanpa disadarinya. Jumlah orangnya semakin bertambah dan suara canda tawa perlahan terdengar.
“Suara?” Jaehyun bertanya-tanya dalam hatinya. Ini masih pagi untuk melihat hal mistis, tapi kenyataannya, bahkan pagi hari pun tidak dapat menghentikan hal aneh untuk terjadi.
Ini seperti pepatah yang mengatakan – Hari sial dan kejutan tidak pernah ada dalam kalender kehidupan. Setiap tanggal bisa jadi hari sial atau kejutan untukmu.
Kang Hajin berkata dengan nada yang pelan sekali, “Inilah yang aku maksud dengan sesuatu yang busuk.”
“Mereka…muncul lebih cepat.”
Jaehyun merasakan aura yang kuat dan senyumnya mulai berubah, “Menarik. Domain bisa bersatu dengan dunia nyata adalah hal yang sangat menarik. Artinya…”
“Ada kutukan kuat yang dipasang oleh seseorang untuk tempat ini.”
Di jalan raya, di dalam sebuah mobil yang melaju, ada seorang wanita dan seorang pria berpakaian rapi dan mewah yang sedang melihat tablet berisi berita.
Ekspresi keduanya sulit untuk ditebak, namun wanita cantik yang mengenakan pakaian mewah panjang tertutup itu terlihat sedih.
“Aku tidak pernah tau, kenapa tempat itu bisa seperti sekarang. Haruskah aku menyerah jika usahaku gagal kali ini, sayang?”
Sang pria terlihat merangkulnya dan mengatakan, “Tidak perlu. Kita berjuang sedikit lagi. Semua pasti akan berhasil. Tempat mendiang orang tuamu pasti akan tetap di sana.”
Mobil itu tampak menuju suatu tempat dan membawa mereka ke sesuatu yang masih misterius.
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/