"Kaluna, putri mahkota yang terhukum penggal karena kesalahan dan dosa yang tidak pernah dia lakukan. Fitnah dan kebencian telah menghancurkan hidupnya, tetapi Kaluna tidak akan menyerah. Sebelum ajalnya tiba, dia berdoa kepada dewa untuk diberikan kesempatan kedua. Dia berjanji untuk tidak menjadi putri mahkota lagi, tetapi untuk membalas dendam kepada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Apakah Kaluna akan berhasil kembali ke masa lalu dan membalas dendamnya? Ataukah dia akan terjebak dalam lingkaran kebencian dan dendam yang tidak pernah berakhir? Ikuti perjalanan Kaluna dalam cerita ini, dan temukan jawabannya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady_Xiyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hilangnya Pangeran Alaric
Kaluna dan Lord Mark terus bekerja sama untuk mempelajari keuangan kastil Winterbourne. Mereka membahas tentang cara mengelola keuangan kastil, serta cara membuat keputusan keuangan yang tepat. Kaluna sangat senang dapat mempelajari keuangan kastil Winterbourne dan merasa bahwa dia telah memahami dasar-dasar keuangan kastil.
Setelah beberapa jam belajar, Lord Mark meminta Kaluna untuk mengerjakan beberapa soal yang berkaitan dengan keuangan kastil. Kaluna menerima soal-soal tersebut dan mulai mengerjakannya dengan saksama.
Sementara itu, Countess Gina kembali ke ruangan keuangan dan melihat Kaluna yang sedang mengerjakan soal-soal. "Bagaimana, Yang Mulia? Apakah Anda telah menyelesaikan soal-soal tersebut?" tanya Countess Gina.
Kaluna mengangguk dan menyerahkan soal-soal yang telah diselesaikannya kepada Lord Mark. "Ya, Countess Gina. Saya telah menyelesaikan soal-soal tersebut."
Lord Mark memeriksa soal-soal yang telah diselesaikan oleh Kaluna dan tersenyum. "Bagus, Yang Mulia. Anda telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam memahami keuangan kastil Winterbourne."
Countess Gina juga tersenyum dan mengangguk. "Baik, Yang Mulia. Sekarang, saya akan membawa Anda ke ruangan lain untuk mempelajari hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan kastil Winterbourne."
Kaluna mengangguk dan berdiri dari tempat duduknya. "Baik, Countess Gina. Saya siap untuk mempelajari hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan kastil Winterbourne."
Mereka berdua kemudian berjalan ke ruangan lain, meninggalkan Lord Mark yang masih bekerja di ruangan keuangan. Kaluna merasa bahwa dia telah membuat kemajuan yang baik dalam mempelajari keuangan kastil Winterbourne dan merasa siap untuk mempelajari hal-hal lain yang berkaitan dengan keuangan kastil.
Kaluna dan Countess Gina memasuki ruangan lain yang terletak di bagian lain dari kastil. Ruangan ini dipenuhi dengan beberapa buku dan dokumen yang berkaitan dengan keuangan kastil Winterbourne.
"Ruangan ini adalah perpustakaan keuangan kastil Winterbourne," kata Countess Gina. "Di sini, Anda dapat mempelajari tentang keuangan kastil dan memahami cara mengelola keuangan kastil dengan baik."
Kaluna mengangguk dan memandang sekeliling ruangan. "Terima kasih, Countess Gina. Saya sangat senang dapat mempelajari tentang keuangan kastil Winterbourne."
Countess Gina tersenyum dan menyerahkan beberapa buku kepada Kaluna. "Baik, Yang Mulia. Silakan membaca buku-buku ini dan mempelajari tentang keuangan kastil Winterbourne."
Kaluna menerima buku-buku tersebut dan mulai membacanya dengan saksama. Dia mempelajari tentang cara mengelola keuangan kastil, serta cara membuat keputusan keuangan yang tepat.
...****************...
Sementara itu, Pangeran Alaric dan Pangeran Christian terus berlari pengejaran dari anak buah Putra Mahkota Kael. Mereka terus berlari sampai tiba di hutan hari yang sudah malam dan di iringi oleh hujan lebat. Mereka berdua memutuskan menyerang pasukan tersebut.
"Christian nanti aku akan mencoba mengalihkan perhatian mereka dan kamu segera pergi dan cari bantuan." perintah Pangeran Alaric tegas tidak mau di bantah.
"Tapi kak." ucap Pangeran Christian ragu atas ide kakaknya.
Pangeran Alaric tidak menjawab lalu langsung menyerang mereka ada banyak korban berjatuhan dan dia juga terluka parah.
"Sekarang Christian pergi." ujar Pangeran Alaric menyuruh adiknya meninggalkan dirinya.
Penjahat tersebut langsung mengejar sampai dekat jurang dia langsung melukai Pangeran Alaric dan ia langsung terjatuh ke jurang. Pangeran Christian yang tidak mendengarkan perkataan dari kakaknya langsung menyusul terkejut kala melihat sang kakak terjatuh ke jurang.
"Kak Alaric..." teriak Pangeran Christian meraung memanggil kakaknya.
Pangeran Christian berlari ke tepi jurang dan melihat ke bawah, tapi tidak bisa melihat apa-apa karena kegelapan malam dan hujan lebat. Dia merasa sangat sedih dan putus asa, karena dia tidak bisa menyelamatkan kakaknya.
"Kak Alaric...!" teriak Pangeran Christian lagi, tapi tidak ada jawaban.
Pangeran Christian kemudian memutuskan untuk mencari bantuan. Dia berlari kembali ke arah istana, berharap bisa menemukan seseorang yang bisa membantunya menyelamatkan kakaknya.
Sementara itu, di kastil, Kaluna masih mempelajari tentang keuangan kastil Winterbourne. Dia tidak menyadari apa yang sedang terjadi dengan Pangeran Alaric dan Pangeran Christian.
Tapi, tiba-tiba, Countess Gina masuk ke ruangan dan terlihat sangat khawatir. "Yang Mulia, saya memiliki kabar buruk," kata Countess Gina. "Pangeran Alaric dan Pangeran Christian sedang dalam bahaya. Mereka sedang dikejar oleh perampok dan Pangeran Christian terluka parah dan tidak bisa di tanyai tetapi Pangeran Alaric dia terjatuh ke jurang masih dalam pencarian pihak istana."
Kaluna terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya. "Apa?!" teriak Kaluna. "Lalu bagaiaman tanggapan suami dan ayah mertuaku!"
"Mereka bersiap pergi ke ibukota."
"Siapkan keperluanku juga aku akan pergi ke ibukota juga."
Kaluna langsung meminta Countess Gina untuk menyiapkan keperluannya untuk pergi ke ibukota. Countess Gina mengangguk dan segera meminta pelayan untuk menyiapkan segala keperluan Kaluna.
Sementara itu, Pangeran Christian masih terbaring di tanah, terluka parah. Dia tidak bisa bergerak dan hanya bisa menunggu bantuan datang.
Ada ksatria atau prajurit yang menolong Pangeran Christian dan membawanya ke istana untuk di obati di sela pengobatan.
"Tolong selamatkan kak Alaric di terjatuh di jurang." Sahut Pangeran Christian sebelum kegelapan menguasainya dan akhirnya pingsan.
Raja Everard III yang mendengar penuturan putra bungsunya tentang keberadaan Pangeran Alaric terjatuh di jurang segera menyuruh prajurit atau ksatria untuk segera mencari keberadaan putra keduanya.
Ratu Calantha, ibu dari Pangeran Alaric, Putri Sophia dan Pangeran Alaric histeris sampai pingsan mendengar putra bungsunya terluka parah dan putra kedua jatuh ke jurang.
Ratu Calantha langsung dibawa ke kamar tidurnya oleh dayang-dayangnya untuk dirawat. Sementara itu, Raja Everard III memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk mencari Pangeran Alaric di jurang tersebut.
Pangeran Christian masih terbaring di tempat tidur, terluka parah. Dia masih belum sadar setelah pingsan. Putri Sophia, adik perempuan Pangeran Christian, duduk di samping tempat tidur Pangeran Christian, menangis dan memegang tangan Pangeran Christian.
Di sisi lain, Kaluna sudah siap untuk pergi ke ibukota. Damian selaku sang suami terkejut niat tekat Kaluna yang ingin juga ikut pergi ke ibukota bersamanya.
"Kaluna kamu mau ikut ke ibukota?" tanya Damian sembari melihat kearah istrinya.
"Izinkan aku ikut mungkin aku bisa membantu walaupun tidak banyak toh ini masalah keluarga kamu juga Pangeran Alaric dan Pangeran Christian sepupumu." pinta Kaluna memohon.
Damian dengan terpaksa mengizinkan Kaluna ikut bersama pergi ke ibukota pada malam itu juga. Ya rombongan yang ikut mertuanya, Grand Duke Maric dan Grand Duchess Elianora yang juga ingin ikut karena khawatir dengan keadaan keponakan nya.
Rombongan tersebut berangkat ke ibukota pada malam itu juga, dengan harapan bisa menemukan Pangeran Alaric dan menyelamatkannya. Damian, Kaluna, Grand Duke Maric, dan Grand Duchess Elianora berangkat bersama-sama, dengan diiringi oleh beberapa prajurit dan penjaga.
Di tengah perjalanan, mereka berhenti sejenak untuk beristirahat dan memakan makanan. Grand Duchess Elianora terlihat sangat khawatir dan cemas, karena dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Pangeran Alaric.
Kaluna memegang tangan Grand Duchess Elianora dan mencoba untuk menenangkannya. "Jangan khawatir, Elianora. Kami akan menemukan Pangeran Alaric dan menyelamatkannya," kata Maric.
Elianora mengangguk dan mencoba untuk tersenyum. "Terima kasih, Maric. Saya hanya khawatir tentang keadaan keponakanku Pangeran Alaric dan Pangeran Christian," kata Elianora.
Damian dan Kaluna juga mencoba untuk menenangkan Elianora. "Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk menemukan Pangeran Alaric dan menyelamatkannya," kata Damian kepada sang ibu.
Rombongan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke ibukota, dengan harapan bisa menemukan Pangeran Alaric dan menyelamatkannya.
...To Be Continued...
Note:
Terimakasih telah membaca cerita jangan lupa komen, kritik dan saran ya 😊 jangan lupa tinggalkan jejak😊 sayang kalian semua semoga kalian suka🥰🥰Biar saya tambah semangat membuat kelanjutan ceritanya Terimakasih love you all sayang
kalau saya cepetin nantinya malah gak ada pembahasan sih😊 nanti saya akan mencoba saran kamu/Smile//Smile/