Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.
Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa?
"Na.., kenapa?",
"Bang Harsa jahat mi.., dia mutusin Na..", ucap Hyana dengan pandangan kosong.
"Nanti biar Mami yang bilang sama Abang ya.., kamu makan dulu..",
"Na nggak mau makan..",
"Makan sayang.., biar nggak lemes kayak gini.., makan ya..",
Hyana menggeleng, dia menutup mulutnya rapat-rapat. Mami Anin, khawatir melihat wajah putrinya yang pucat pasi. Bibirnya kering, matanya sembab, kantung matanya terlihat jelas.
Semalaman, Hyana memang menangis. Meratapi nasibnya yang diputus sepihak oleh saudara angkatnya.
Mami Anin mengetuk pintu kamar Harsa. Bermaksud memanggil Harsa untuk membujuk Hyana.
"Bang..",
"Mi.., masuk..",
"Mami ganggu nggak?",tanya mami Anin dengan duduk di tepi ranjang , memperhatikan Harsa yang sudah tampan menggunakan baju kerjanya.
"Nggak mi.., tapi Harsa mau berangkat ke kantor.., ada apa?",
"Kamu mutusin Hyana? kenapa bang?",
"Harsa minta maaf ya mi.., udah mengecewakan mami...",
"Kenapa sih bang? kamu punya pacar selain Hyana?",
"Nggak mi.., Harsa cuma nggak mau menentang Papi, belum lagi kakek..",
"Tapi kamu udah ngecewain Hyana. Kamu liat adik kamu? dia sakit Sa..",
"Hyana beneran sakit?",
"Kamu pikir, Hyana pura-pura..?",
"Nggak gitu maksud Harsa Mi.., Na sakit karena Harsa?",
"Dia nggak mau makan Sa.., wajah Na pucet. Abang bujuk ya?",
"Iya mi.., kita ke kamar Na sekarang..",
"Urusan papi.., nanti mami ikut bantu bujuk ya bang..",
"Nggak perlu mi..",
"Kamu memang anak mami yang penurut bang, tapi kali ini mami mau bantu..",
"Restu itu segalanya buat Abang mi..",
"Iya mami tau, mami restuin kamu sama Na.., yang sabar ya Bang..",
Harsa mengangguk sambil tersenyum.
"Yuk kita ke kamar Na..",
Mami Anin tidak berbohong. Bisa Harsa lihat wajah Hyana yang putih pucat pasi. Harsa mendekat, membawa piring yang berisi makan pagi untuk Hyana.
"Na.., makan dulu ya. Abang siapin. Kamu bangun...",
Hyana masih diam, matanya enggan membuka masih terpejam.
"Na..ayo bangun. Ini Abang suapin loh. Na.., dikit aja.., 3 sendok aja. Biar perut kamu nggak kosong ya..", bujuknya lagi.
"Na.., ayo bangun..", tepuknya pada pipi Hyana.
Harsa meletakkan piring yang dibawanya.
"Na.., bangun Na..., Na....", periknya pada nadi Hyana.
"Bang.., jangan bikin mami khawati. Kenapa Na diem aja.."
"Mi..,Na..pingsan..",
"Pingsan Bang? ya Allah...Na.., sayang..bangun..",
"Mi.., kita bawa Na ke rumah sakit aja..",
Dengan cekatan, Harsa langsung membopong Hyana keluar kamar. Mami Anin yang panik langsung berteriak.
"Papi......, Na.. Pi..
Aa'....Aa'.......",
Mami Anin cemas, melihat putri kesayangannya tergolek tidak berdaya di atas ranjang pesakitan. Papi dan Harsa sudah mencoba menenangkan, tapi malah mendapatkan amukan.
"Na sampe sakit.., ini semua gara- gara Papi, sama kamu juga bang...",
"Jangan bahas sekarang Mi.., Na lagi sakit.., nanti kita bicarain lagi ya..",
"Papi egois.., karena papi nggak ngasih restu, Harsa jadi mutusin Na.., mereka saling cinta Mi..",
"Sampe kapan pun, Papi nggak akan restui Na sama Harsa Mi.., nggak akan?",
"Papi liat Na.., liat pi.., papi tega liat anak kita kayak gitu? Papi mau liat Na kenapa-napa Pi?",
"Mi.., biarkan mereka bersama sebagai Abang sama Adek.., bukan sebagai sepasang suami istri..",
"Kenapa? apa salahnya..?", desak mami Anin.
" Tunggu Na sembuh dulu ya Mi..",
" Mami mau ngomong sama Papa. Begitu Papa bilang merestui Abang sama Adek.., Mami mau nikahin mereka. Nggak apa- apa papi nggak kasih restu, biar Himsa yang jadi wali nikahnya..",
"Mi...dengerin Papi dulu..", usaha Papi untuk menahan kepergian Mami Anin.
"Pi.., udah biarin Mami pergi. Mami butuh waktu..",
"Kenapa jadi gini sih Sa?",
"Maaf Pi.., ini di luar kendali Harsa..",
"Kamu pernah apain Hyana, kenapa dia nggak mau putus dari kamu? Kamu macem-macemin adek kamu?",
"Nggak Pi.., Harsa sama Hyana memang pacaran, tapi nggak pernah lakuin hal-hal di luar batas.
Singkat banget,
Author upload biar nggak kelamaan.
Besok di lanjut lagi ya..
semoga ad kelanjutan season 2nya
Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl