NovelToon NovelToon
Dinikahi Pria Asing Yang Mengubah Hidupku

Dinikahi Pria Asing Yang Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: fhadilah

Saat semua jalan terasa tertutup, sebuah tawaran pernikahan dari pria asing menjadi satu-satunya harapan Felisyah untuk menyelamatkan ayahnya. Akankah keputusan itu menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya, atau justru awal dari kebahagiaan yang tak pernah ia duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fhadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kecoplosan

 Tangan Felisyah tanpa sadar meremas ujung gaun yang dikenakannya.

Jantungnya kembali berdebar kencang.

Ia berusaha menguatkan diri.

"Apa pun yang terjadi nanti, aku harus tetap kuat." batinnya.

Ia sudah membayangkan berbagai kemungkinan.

Mungkin sebentar lagi orang tua Garendra akan datang.

Mungkin mereka akan mempertanyakan siapa dirinya.

Atau bahkan...

Mengusirnya dari rumah itu.

Namun, suasana yang dirasakan Garendra justru sangat berbeda.

Pria itu tampak duduk dengan santai di salah satu kursi ruang makan. Wajahnya tenang, seolah tidak ada satu pun hal yang mengusik pikirannya.

Tatapannya sempat mengarah pada hidangan yang telah tersaji rapi di atas meja.

Namun, beberapa detik kemudian keningnya berkerut.

Ia baru menyadari...

Hanya dirinya yang duduk.

Garendra menoleh ke belakang.

Di sana, Felisyah masih berdiri mematung.

Kedua tangannya meremas ujung gaun dengan gugup, sementara tatapannya terus mengarah ke ruang keluarga, seolah sedang menunggu seseorang muncul dari sana.

Melihat tingkah itu, Garendra tak kuasa menahan senyum.

Bahkan, tawa kecil lolos dari bibirnya.

Ia langsung mengerti apa yang sedang dipikirkan Felisyah.

Gadis itu pasti mengira mereka tinggal bersama seluruh keluarga Pratama.

Padahal...

Sejak awal Garendra memang memilih tinggal di rumah ini seorang diri.

Ia sengaja melakukan itu agar Felisyah memiliki ruang untuk beradaptasi tanpa tekanan dari keluarga besarnya.

"Ke... kenapa kamu tertawa?" tanya Felisyah pelan. Nada suaranya masih terdengar gugup.

Garendra bangkit dari kursinya, lalu melangkah menghampiri Felisyah.

Ia berhenti tepat di hadapan gadis itu.

"Tenanglah," ucapnya lembut.

"Di rumah ini tidak ada orang lain selain kita... para pelayan."

Ia tersenyum tipis.

"Dan satu hal yang harus kamu ingat..."

"Kamulah nyonya rumah ini."

"Tidak ada seorang pun yang berhak mengusikmu di sini."

"T-ta... tapi..." gumam Felisyah lirih.

Tatapannya kembali tertuju pada meja makan yang dipenuhi berbagai hidangan.

"Semua makanan ini..."

Garendra mengikuti arah pandangannya.

Beberapa detik kemudian, senyum tipis menghiasi wajahnya.

"Oh, itu?"

"Memangnya kenapa?"

Felisyah menelan ludah.

"Makanannya... banyak sekali."

Garendra terkekeh pelan.

"Bukankah itu bagus?"

Ia menatap Felisyah dari ujung kepala hingga kaki, lalu menggeleng kecil.

"Lihat tubuhmu."

"Kurus sekali."

"Kamu harus makan yang banyak."

Garendra kemudian menarikkan salah satu kursi untuk Felisyah.

"Duduklah."

"Semua makanan ini memang disiapkan untuk kita."

"Kamu boleh makan apa pun yang kamu suka."

"Bahkan kalau ingin mencicipi semuanya juga tidak masalah."

Ia tersenyum lembut.

"Aku cuma nggak mau kamu kelaparan selama tinggal di rumah ini."

Felisyah terdiam.

Kedua matanya menatap Garendra tanpa berkedip.

Dadanya terasa hangat mendengar perhatian pria itu.

Namun, di saat yang sama...

Keraguan kembali memenuhi pikirannya.

"Apa semua ini benar-benar tulus?" batinnya.

"Atau... ini hanya cara Garendra agar aku mulai percaya kepadanya?"

Pertanyaan itu terus berputar di benaknya.

Ia ingin mempercayai Garendra.

Tetapi luka di hatinya membuatnya takut untuk kembali berharap.

...----------------...

Di sisi lain...

Kevin menghentikan mobilnya di halaman rumah utama keluarga Pratama.

Ia menatap rumah besar itu sambil mengerutkan kening.

"Aneh banget..." gumamnya pelan.

"Tadi pagi aku masih melihat mereka di rumah sakit. Begitu aku balik ke sana lagi, mereka malah sudah nggak ada."

Ia mengacak rambutnya dengan kesal.

"Semakin aku penasaran, semakin pusing kepala."

Sambil mengembuskan napas panjang, Kevin akhirnya melangkah masuk ke dalam rumah.

Begitu tiba di ruang keluarga, ia melihat Bu Sena dan Oma sedang berbincang santai sambil menikmati teh.

Bu Sena yang melihat kedatangannya langsung mendesah pelan.

"Eh, tumben malam-malam datang lagi."

Beliau menyipitkan mata.

"Jangan bilang kamu mau bawa kabar penting lagi. Tante sudah nggak mau ketipu."

Kevin sama sekali tidak menanggapi.

Tatapannya justru sibuk menyusuri setiap sudut rumah.

Tanpa permisi, ia berjalan ke sana kemari, membuka beberapa ruangan, bahkan naik ke lantai dua.

Ia berhenti di depan ruang kerja Garendra.

Klik...

Pintunya terkunci.

Kevin lalu beralih ke kamar Garendra.

Ruangan itu tampak rapi dan kosong.

Tak ada tanda-tanda pemiliknya berada di sana.

"Belum pulang, ya?" gumamnya pelan.

Dengan wajah penuh tanda tanya, Kevin kembali turun ke ruang keluarga.

"Kamu sebenarnya cari siapa, Kevin?" tanya Bu Sena penasaran.

Kevin menjatuhkan tubuhnya ke sofa di samping Oma.

Sambil memijat pelipisnya, ia mengembuskan napas panjang.

Melihat tingkah cucunya yang aneh, Oma langsung menatap tajam.

"Orang tua bertanya kok malah diam?" tegurnya.

"Jawab, Kevin."

Kevin menoleh bergantian ke arah Oma dan Bu Sena.

Wajahnya masih dipenuhi rasa penasaran yang belum juga terjawab.

"Aku lagi cari Garendra, Tante," jawab Kevin akhirnya.

Bu Sena mengernyit.

"Cari Garendra? Memangnya ada urusan apa?"

"Bukannya Tante sudah bilang? Dia sedang ke luar kota."

Kevin hanya diam.

Tatapannya berganti ke arah Oma yang sejak tadi memperhatikan mereka.

Oma mengembuskan napas pelan.

"Lagipula, percuma kamu mencarinya."

"Garendra memang sudah lama tidak pulang ke rumah utama."

"Sebentar lagi dia juga harus bertunangan dengan Monica."

"Jadi, biarkan saja dia sibuk di luar."

Mendengar nama itu, wajah Kevin langsung berubah serius.

Ia menatap Oma lekat-lekat.

"Oma..."

"Setelah semua yang sudah terjadi pada Garendra... Oma masih ingin menjodohkannya dengan Monica?"

Nada suaranya terdengar pelan, tetapi penuh penekanan.

Oma mengangkat sebelah alisnya.

"Kenapa kamu menatap Oma seperti itu?"

"Oma justru semakin yakin."

"Monica itu gadis yang baik."

"Keluarganya juga sepadan dengan keluarga kita."

"Lagipula, mereka sudah saling mengenal sejak lama."

"Menurut Oma, Monica adalah pasangan yang paling pantas untuk Garendra."

Tatapan Kevin semakin dalam.

Entah mengapa...

Ia merasa Oma masih belum mengetahui sesuatu yang sangat penting.

"Daripada kamu terus mengurus Garendra, lebih baik urus orang tuamu sendiri," ucap Bu Sena sambil menatap Kevin.

"Tiga hari lagi Oma ulang tahun."

"Kita semua harus berkumpul."

Kevin hanya mengembuskan napas panjang.

Ucapan itu justru membuatnya teringat pada kedua orang tuanya yang hingga kini masih berada di luar negeri.

"Entahlah, Tante," jawabnya sambil menyandarkan tubuh ke sofa.

"Aku juga nggak tahu kapan mereka pulang."

"Lagian... buat apa aku ikut mengurus mereka?"

Oma langsung menggeleng pelan.

"Kamu ini ada-ada saja."

"Bagaimanapun juga, mereka tetap orang tuamu."

"Jangan bicara seperti itu."

Kevin hanya mengangkat bahu.

Bu Sena kemudian melanjutkan,

"Tante juga sudah menelepon Garendra."

"Kalau sampai saat ulang tahun Oma nanti dia belum juga membawa seorang wanita, dia harus menerima pertunangan dengan Monica."

Kevin yang sejak tadi diam mendadak menoleh.

Raut wajahnya berubah.

"Lho..."

"Bukannya sekarang Garendra sedang bersama seorang wanita?"

Ucapan itu membuat Bu Sena dan Oma langsung saling berpandangan.

"Apa?" tanya mereka hampir bersamaan.

Suasana ruang keluarga seketika berubah hening.

Sementara Kevin baru menyadari...

Ia baru saja mengucapkan sesuatu yang seharusnya belum diketahui siapa pun.

1
Alia Chans
Hadir thor, like + bunga🌹
semangat✍️😉
fhadilah: Masha Allah, makasih 😍😍komentar pertama.. bkn hsru😍🙏🙏makasih sayang
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!