NovelToon NovelToon
KODE MERAH: CINTA

KODE MERAH: CINTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Thriller / Sci-Fi / Romantis
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ririma

Berciuman tidak diperbolehkan di dunia ini, apalagi berhubungan seks. Bayi dibuat oleh mesin dan cinta melanggar hukum. Tetapi sepasang kekasih saling jatuh cinta dan sang wanita hamil. Akankah mereka berhasil melarikan diri sebelum terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Spekulasi Liar

Langkah kaki Carson bergema pelan di sepanjang koridor lantai paling atas Laboratorium Pusat. Lantai ini selalu terasa lebih dingin dari lantai lainnya, dengan dinding logam berpola geometris yang berkilat dan pencahayaan putih yang konstan. Hanya orang-orang dengan akses khusus yang bisa menginjakkan kaki di sini. Dan akhir-akhir ini, Carson menjadi salah satu dari sedikit orang yang paling sering dipanggil ke ruangan paling ujung.

Pintu geser otomatis di hadapannya terbuka tanpa suara setelah pemindai retina mengenali identitasnya. Di dalam ruangan luas yang menghadap langsung ke arah lanskap kota Sektor Atas yang megah, Direktur Utama Laboratorium Pusat sedang berdiri membelakangi meja kerjanya yang bersih dari kertas.

"Ah, Carson. Masuk," ujar Direktur Utama tanpa menoleh, suaranya berat dan berwibawa.

Carson melangkah maju dan berdiri tegap dengan sikap formal. "Selamat pagi, Direktur. Anda memanggil saya?"

Direktur Utama berbalik, lalu berjalan mendekati meja dan menekan satu tombol. Seketika, sebuah proyektor hologram memunculkan beberapa grafik yang rumit.

"Kita harus mempercepat proses pembuatan untuk proyek bioteknologi militer terbaru ini, Carson. Pemerintah pusat meminta hasil yang konkret sebelum akhir kuartal," kata Direktur sambil menatap tajam ke arah hologram tersebut. "Dan untuk menindaklanjuti hal tersebut, aku tidak mau kamu hanya menelitinya melalui layar komputer saja."

Carson sedikit menaikkan alisnya, namun ekspresi wajahnya tetap datar. "Maksud Anda, Direktur?"

"Mulai besok, kamu ditugaskan untuk melakukan survei lapangan langsung ke Sektor Militer," jelas Direktur Utama. "Kamu harus memeriksa langsung bahan mentah organik yang baru tiba, memimpin proses ekstraksi di sana, dan memastikan seluruh prosedurnya berjalan dengan baik. Jangan sampai ada kebocoran sekecil apa pun terkait bahan baku dan hasil formulasinya."

Dalam hati, Carson langsung mendesah panjang. 'Survei langsung ke sektor militer? Merepotkan sekali,' batinnya.

Berurusan dengan para tentara kaku yang selalu menaruh curiga pada warga sipil adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan di tengah waktu luangnya yang berharga. Belum lagi pemeriksaan keamanan berlapis yang harus ia lewati hanya untuk memasuki area tersebut.

Namun, di luar, Carson hanya mengangguk patuh dengan wajah profesional. "Baik, Direktur. Saya akan menyiapkan segala hal yang diperlukan agar besok semua prosedur yang harus dilakukan di Sektor Militer bisa langsung berjalan lancar."

"Bagus. Aku suka cara kerjamu, Carson. Ingat, proyek ini adalah prioritas tertinggi. Segala sesuatu yang kamu lihat dan kerjakan di sana sifatnya sangat rahasia," tegas Direktur Utama lagi, memberikan isyarat bahwa pertemuan mereka telah selesai.

"Dimengerti, Direktur. Saya permisi." Carson membungkuk hormat, lalu berbalik dan melangkah keluar dari ruangan itu.

Begitu pintu geser di belakangnya tertutup rapat, Carson mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan. Ia melonggarkan sedikit kerah seragam laboratoriumnya yang terasa mencekik. Pikiran tentang rumitnya birokrasi militer yang harus ia hadapi besok mulai membuat kepalanya agak pening.

Baru saja Carson berjalan beberapa langkah meninggalkan pintu, ia hampir saja bertabrakan dengan seseorang yang berjalan dari arah berlawanan..

"Eh, Carson?"

Carson mendongak dan langsung mengenali sosok pria berambut acak-acakan dengan jubah laboratorium putih yang khas di depannya. Pria itu membawa sebuah komputer tablet di pelukannya, tampaknya hendak menuju ke ruangan Direktur Utama yang baru saja Carson tinggalkan. "Dokter Vega. Selamat pagi."

"Pagi, Carson. Kamu baru dari dalam?" Dr. Vega melirik pintu ruangan Direktur Utama dengan tatapan penasaran, lalu kembali menatap Carson.

"Ah, iya, Dok. Ada sedikit urusan koordinasi sistem tadi," jawab Carson, berusaha bersikap senormal mungkin. Sesuai perintah, ia sama sekali tidak boleh menyinggung soal proyek pembuatan bioteknologi militer kepada siapa pun.

Dr. Vega tersenyum kecil, namun matanya yang jeli menyiratkan rasa ingin tahu yang besar. "Akhir-akhir ini kamu sibuk sekali ya, Carson? Aku perhatikan kamu jadi sering sekali bolak-balik ke ruangan Direktur Utama. Bahkan beberapa tugas rutin analisis data mingguan di divisi kita sampai harus dialihkan ke anak-anak yang lain."

Carson tersenyum tipis, menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal untuk memberikan kesan bahwa dia hanya karyawan biasa yang sedang ketiban tugas melelahkan. "Ya begitulah, Dok. Direktur Utama sedang cerewet sekali soal pembaruan sistem enkripsi server utama untuk akhir tahun. Beliau ingin memastikan tidak ada celah keamanan pada server data, jadi saya yang ditunjuk untuk merapikan kode-kodenya. Lumayan bikin pusing, sih."

Dr. Vega terkekeh pelan, tampaknya menerima alasan masuk akal tersebut. "Memang, kalau Direktur sudah menginginkan semuanya sempurna, kita yang di bawah ini cuma bisa pasrah. Tapi... apa hanya itu saja? Tidak ada proyek khusus lain yang sedang kalian bicarakan?" tanya Dr. Vega memancing dengan nada bercanda, meski matanya tetap mengamati reaksi Carson.

"Proyek khusus apa, Dok? Kalau ada, saya justru mau minta tukar posisi dengan Dokter," gurau Carson, nadanya terdengar sangat santai dan lelah di saat yang sama. "Enkripsi server ini saja sudah membuat saya kurang tidur seminggu terakhir."

Dr. Vega tertawa, menepuk bahu Carson pelan dengan tabletnya. "Haha, benar juga. Ya sudah, saya masuk dulu. Jangan lupa istirahat, Carson. Wajahmu sudah mirip zombi."

"Siap, Dok. Selamat bekerja."

Carson melanjutkan langkahnya menuju lift. Namun, begitu pintu lift tertutup dan membawanya turun ke lantai divisinya, senyum ramah di wajahnya langsung lenyap. Kata-kata Direktur Utama kembali berputar di otaknya.

'Bahan mentah organik,' batin Carson, matanya menyipit.

Selama ini, laboratorium hanya mengolah senyawa kimia sintetis dan protein kloning untuk membuat jeli nutrisi. Satu-satunya alasan pemerintah mendatangkan bahan organik asli langsung dari luar pembatas—dan mengisolasinya di Sektor Militer—adalah karena bahan-bahan itu memiliki kompleksitas molekul yang tidak bisa ditiru di dalam laboratorium distrik. Proyek bioteknologi militer itu pasti mengekstrak sesuatu dari sana.

Jantung Carson mulai berdegup sedikit lebih cepat. Sebuah spekulasi liar muncul di kepalanya.

Jika itu bahan organik segar yang baru tiba dari luar... bahan seperti apa itu? Apakah berupa tanaman obat? Akar-akaran? Atau...

Pikiran Carson langsung melayang pada binar mata Nezha tadi pagi saat menceritakan buah jeruk oranye yang segar dan tomat merah yang berair.

'Apakah di Sektor Militer sana ada buah-buahan?'

Carson mengepalkan tangannya di dalam saku celana. Rasa enggan dan malas yang tadi ia rasakan untuk pergi ke Sektor Militer seketika menguap, digantikan oleh rasa penasaran yang membakar. Jika pemerintah pusat mengimpor bahan organik dalam jumlah besar untuk proyek rahasia ini, peluang bahwa ada buah-buahan di antara logistik tersebut sangatlah besar. Dan sebagai orang yang ditugaskan untuk mengawasi seluruh prosedur, Carson akan memiliki akses ke ruang penyimpanan bahan mentah tersebut.

Tembok batas luar yang tadinya mustahil untuk ditembus, tiba-tiba terasa tidak lagi jauh. Pemerintah sendiri yang membawakan "dunia luar" itu ke dalam Sektor Militer, dan besok, Carson akan berjalan masuk ke sana dengan izin resmi.

Carson menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan debaran di dadanya. Ini berbahaya. Luar biasa berbahaya. Tapi bayangan wajah Nezha yang tersenyum pahit sambil menahan keinginan mengidamnya membuat Carson memantapkan hati.

'Mari kita lihat, apa saja yang mereka sembunyikan di Sektor Militer besok,' seringai tipis muncul di sudut bibir Carson saat ia melangkah menuju meja kerjanya.

1
Rudy satria
kapan avnan di rekrut jadi anggota tim cari jalan kapur carson,jangan lama²😅
Rudy satria
semoga carson bisa menemukan jalan keluar,supaya kita bisa ketemu emm tapi kalo udah keluar jangn ke negara Konoha ya carson pemerintah nya sama,sama² menindas rakyat🤭🤭
ririma: waduh, kayaknya carson juga bakal mikir dua kali kalau mau pindah ke sana kak😅
total 1 replies
Firmahadi
izin mampir bg
Rudy satria
mudah²n kalo
i ini panglima berbuat baik
Rudy satria
semakin kuat kalo avnan mau di ajak gabung,hancurkan negara yang memiliki peraturan di luar loh 😅😅😅
Rudy satria
iiih ternyata teman👏👏
ririma: yeayy👏🏻
total 1 replies
kabur ke luar negeri aja🤭
berati udah gak ada lagi hiburan model gituan, hambar banget idupnya, apa maen sendiri juga bakal kena pasal?🤭
berati orang-orang di sini gadak yang nikah juga kah?
ririma: yap,,
total 1 replies
jadi buron dong ya
ririma: iya kalau ketahuan tapi kak, untungnya sejauh ini masih aman kak
total 1 replies
wkwk, baru juga pembukaan🤭
halo kak, aku mampir🤭
Rudy satria
nah bylla itu penuh misteri yang tak terduga,mudah²n si dia kekasih avnan,mereka berempat kalo bersatu bisa semakin kuat dan mungkin mereka bisa menembus pertahanan pemerintah
Rudy satria
mudah²n si itu bylla,dan juga mudah²n bylla mendukung dan tidak menangkap Nessa+carson
Rudy satria
👏👏🥳🥳keren, sebelum nya saya slalu baca yang retingnya sudah tinggi atau pembacanya banyak itu di pastikan bagus,nggk sengaja ngeklik novel yang mungkin author nya baru merintis sungguh karyamu keren Thor semoga saya bisa ngawal sampai kamu sukses,saya yakin dengan cerita yang rumit saja bisa di pahami saya yakin kamu bakal sukses semangat terus Thor🥰🥰🥰🥰
ririma: maaf kak, irl lagi sibuk soalnya, sekarang uda up kok, bisa langsung di cek yaa😊
total 3 replies
Rudy satria
benar² pejabat yang kurang teliti pantes gampang di tipu,selamat carson semoga bisa dapat jalan keluar👏👏
Rudy satria
astaghfirullah ikut deg,deg,degan aku,untung komandan militernya masih keturunan Konoha jadi bisa di tipu😅😅😅
Rudy satria
apakah panglima,beneran percaya atau malah sudah menuju apartemen carson
Devi..
seru dan unik ceritaanya thor..semoha bisa berlanjut smpai selesai ceritanya😊
ririma: terima kasih banyak kak🥰, aamiin semoga ya kak
total 1 replies
Devi..
serius kyk d konoho TNI.nya diistimewakan..😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!