NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontak Senjata di Hutan Pinus

Sabtu malam tiba bersama badai yang sesungguhnya. Hujan lebat mengguyur kawasan hutan pinus pribadi Septem Foundation, menyamarkan suara gesekan ranting dan gemuruh guntur yang membelah langit.

Di dalam kegelapan pekat di luar perimeter mansion, pergerakan fisik yang telah diprediksi oleh J-Hope akhirnya terjadi.

Tiga kendaraan taktis lapis baja milik Acheron Group bergerak tanpa lampu pengenal, menembus batas vegetasi terluar.

Mereka berhasil memotong kawat berduri menggunakan alat pemotong hidrolik senyap, memanfaatkan kelumpuhan siber yang sempat terjadi. Namun, mereka tidak tahu bahwa di balik kegelapan hutan, sepasang mata bulat yang mematikan telah mengunci koordinat mereka.

Jeon Jungkook berdiri di menara pengawas utama. Seragam taktis militernya basah kuyup oleh air hujan, rompi anti pelurunya melekat ketat di dadanya yang bidang.

Di tangan kanannya, ia memegang senapan serbu laras panjang, sementara tangan kirinya menekan tombol aktivasi pada jam tangan pintar taktisnya.

"Althea, mereka sudah melewati pembatas sektor empat," suara Jungkook terdengar berat dan stabil melalui jalur komunikasi radio internal yang terhubung ke dalam kamar utama.

"Aku akan membawamu ke bunker bawah tanah sekarang. Ikut aku."

Hanya butuh waktu dua menit bagi Jungkook untuk menjemput Althea dan menuntunnya menyusuri tangga beton menuju bunker perlindungan terdalam di bawah mansion. Di bawah temaram lampu darurat berwarna merah yang berkedip, atmosfer terasa sangat mencekam. Suara dentuman dinding beton akibat hantaman mortir ringan dari luar mulai terdengar sayup-sayup.

Jungkook membalikkan tubuh Althea, memastikan Armor Taktis Ringan buatan J-Hope terpasang dengan sempurna di balik jubah sutra peraknya. Ia memeriksa magasin senjatanya dengan bunyi klik logam yang dingin, lalu berlutut di hadapan Althea yang duduk di kursi besi bunker.

"Tetap di sini, My Queen," ujar Jungkook, suaranya merendah, dipenuhi oleh kepatuhan seorang prajurit fanatik sekaligus kegilaan protektif yang absolut. Ia mendongak, menatap langsung ke dalam mata Althea dari balik helai rambut hitamnya yang basah.

"Anjing-anjing Acheron itu mengira mereka bisa membawamu pergi dari tempat ini. Mereka mengira aku akan membiarkan kesalahan setahun lalu di Prancis terulang kembali."

Jungkook meraih tangan kanan Althea, mengecup punggung jemarinya yang dingin dengan tekanan yang intens.

"Aku bersumpah demi nyawaku... tidak akan ada satu pun dari mereka yang bisa menyentuh pintu bunker ini. Aku akan membersihkan halaman rumahmu dari sampah-sampah itu."

Jungkook bangkit berdiri, mengenakan helm taktisnya, lalu melangkah keluar dari bunker bersama tim pengamanan perimeter bersenjata lengkap. Pintu baja bunker menutup dengan bunyi pneumatik yang beratb*KLIK. BLAM.

Di atas tanah, hutan pinus berubah menjadi neraka pertempuran. Tim intelijen Acheron yang bergerak maju dengan senjata laras panjang mendadak disambut oleh hujan peluru kaliber berat.

Menara senapan otomatis yang terhubung dengan sensor di gaun Althea meledak secara serentak, menghujani kendaraan lapis baja musuh hingga percikan api dan ledakan bensin menerangi malam yang gelap.

Jungkook memimpin dari garis depan. Gerakannya cepat, taktis, dan tanpa ampun. Setiap kali laras senapannya menyala, satu nyawa dari faksi oposisi melayang di atas tanah berlumpur.

Ia bertarung bukan lagi sebagai prajurit yang mempertahankan organisasi, melainkan sebagai mesin pembantai yang digerakkan oleh satu perintah tunggal dari sang Ratu.

Pertempuran itu berlangsung brutal namun singkat. Dalam waktu kurang dari dua puluh menit, sisa-sisa pasukan Acheron yang selamat mencoba melarikan diri kembali ke arah helikopter siluman mereka, namun Jungkook mengejar mereka seperti bayangan maut, memastikan tidak ada satu pun penyusup yang tersisa hidup di atas tanah Septem.

Di dalam bunker yang sunyi, Althea mendengarkan suara tembakan yang perlahan mereda. Ia mengulas senyuman tipis yang sangat dingin di bibirnya.

Langkah taktis Jun,gkook telah mengamankan fisiknya malam ini, dan besok adalah hari Minggu hari di mana Kim Rm akan menggunakan pertumpahan darah ini sebagai legitimasi hukum untuk mendeklarasikan perang internasional yang sesungguhnya.

---

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!