NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Di Paksa Menikahi Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:641.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: elin yudia ningsih

maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

"Assalamualaikum....

Seperti biasa, sebelum baca jangan lupa kasih, Vote nya dulu yah.

Dan setelah baca, jangan lupa like, dan komen nya.

Autor juga minta maaf, kalau cerita nya, membosan kan, dan ceritanya jelek.

Pokok nya, autor juga minta maaf, kalau dalam cerita, banyak kesalahan.

Terimakasih....

Wassalamualaikum wr. wb."

🕊🐰🕊🐰🕊

'Buuggghh.'

'Buuuggghh'

'Buuuuggghhh'

"Udah, Al. Udah kamu jangan sakiti dia terus, Al. Dia gak salah, Al."

"Gak, Sar orang ini harus di kasih pelajara, karna udah berani bawa kamu pergi, dari aku."

Aldo terus memukul Varo, sampai Varo tidak sadar kan diri. Aldo seperti orang kesetanan, ia menyiksa Varo tanpa henti, walaupun Vora sudah tidak sadar kan diri.

"Rasakan itu."

Aldo meninggal kan Varo, yang sudah tidak sadar kan diri.

Aldo mendekati Sarah, yang terus saja menangis, di dekat mobil nya Varo.

"Ayo sekarang kita pulang."

"Aku gak mau Al, kamu jahat. Kenapa kamu tega banget sih, Al?"

"Aku ngelakuin ini, karna aku gak mau kehilangan kamu, Sar."

"Tapi gak gini, cara nya Al."

"Udah Sar, sebaik nya kamu ikut aku sekarang juga. "

"Gak, Al. Aku harus bawa Varo kerumah sakit, kamu pulang sendiri aja."

Sarah berusaha, memasukan Varo kedalam mobil. Sarah bukan wanita yang tidak bisa mengendarai mobil, Sarah bisa karna Sarah juga pernah punya mobil.

Sarah melajukan mobil, Varo dengan kecepatan sedang, dan membawa Varo ke rumah sakit terdekat.

"Kamu harus bertahan, Var. Kamu pasti bisa."

Setelah sampai di rumah sakit terdekat, Sarah memangil suster.

Varo segera di bawa keruangan rawat darurat.

"Yatuhan, semoga tidak terjadi apa-apa dengan Varo."

Sarah terus berdoa, memohon kepada tuhan. Agar Varo di beri keselamatan.

Setelah menunggu, kurang lebih dua jam. Seorang dokter keluar.

"Keluarga pasien, yang bernama Varo."

Pangil sang dokter.

"Iya, dok. Bagaimana keadaan nya?"

"Pasien hanya memgalami luka ringan, pasien tidak mengalami luka dalam." Jelas sang dokter, Sarah merasa lega karna tidak terjadi apa-apa.

"Terimakasih, yah dok."

"Iya, sama -sama."

"Ehmmm... dok?"

"Iya, ada apa?"

"Apa saya boleh menemui pasien?"

"Tentu saja boleh, setelah di pindah kan keruangan nya."

"Baik dok, terimakasih yah dok."

"Hmm.."

Dokter itu berlalu meninggalkan Sarah, sendiri di kursi tunggu."

Setelah Varo di pindah kan, Sarah masuk kedalam ruangan Varo."

"Var, maaf in aku yah, gara-gara aku kamu jadi kaya gini."

"Gak pa-pa, Sar."

Aldo sudah sadar kan diri, karna kondisi nya tidak terlalu buruk, jadi ia bisa sadar dengan cepat.

"Var, kalau kamu tau, siapa suami aku. Tolong sampaikan salam ku, aku akan pergi jauh, aku gak mau dia juga jadi korban, kedua."

"Kamu mau pergi kemana, Sar?"

"Seperti nya, kalau aku terus ada di sini, aku terus buat masalah dan, aku juga selalu buat banyak orang jadi korban."

"Apa maksud kamu, Sar? kamu gak boleh ngomong kaya gitu."

"Var, aku di sini cuman bikin rusuh aja. Aku juga gak mau nyusahin kamu, aku gak mau kejadian seperti yang sudah-sudah, terulang lagi."

"Justru jika kamu tidak ada di sini, kamu akan kalah Sar. Kamu akan kalah dalam segala hal."

"Kamu salah, Var. Kamu gak tau, kehidupan aku yang sebenar nya, Var. Hidup aku buruk, aku gak seberuntung kalian semua."

"Itu hanya perasaan mu, saja Sar. Itu gak benar, kamu gak buruk, kamu baik, kam-."

"Udah Var, gak usah di lanjutin."

"Sar, aku udah telvon suami mu, untuk datang kesinih, sebelum kamu masuk keruangan aku."

"Kenapa kamu menelvon dia, Var?"

"Sar, harus nya kamu tau, betapa sedih nya dia saat kamu pergi. Dia tidak makan dengan teratur, dia tidak istirahat, dengan teratur."

"Var, aku gak ada maksu-."

'Cklek' pintu ruangan Varo di rawat, di buka dari luar oleh seseorang.

"Rey....han.."

"Sarah."

"Varo, tolong jelasin ke gue, kenapa Sarah bisa sama loe."

"Kamu tenang dulu dong bro, kamu bisa tanya in aja langsung ke orang nya."

Varo tidak mau ikut campur, lebih baik orang nya aja yang langsung menjelas kan.

"Sar, ayo ikut aku dulu keluar."

"Tapi, Rey."

"Ayo ikut aku aja."

Reyhan menarik tanggan Sarah, keluar. Mereka akan membicarakan masalah, pribadi tanpa ada orang lain yang mengetahui nya.

"Kenapa kamu pergi, Sar?"

"Rey, bukan nya udah aku katakan, kalau aku ingin nenangin diri dulu, aku kan udah ngomong sama, kamu." Sebenar nya bukan ini yang ingin ia sampai kan, tapi lidah nya begitu kelu untuk menyampai kan nya.

"Apa kamu gak rindu, sama aku Sar?"

"Buat apa, aku rindu sama kamu?"

"Sar, aku serius."

"Yah aku juga serius, Rey."

Dalam hati Sarah sangat senang, bisa melihat suami nya, yang sudah lama ia rindu kan. Tapi ia gengsi untuk mengakui nya.

"Sar."

"Kenapa, bukan nya kamu mau menikah, dengan Natali. Kenapa kamu masih mencari ku?"

Jujur hati Sarah, sakit ketika ia mengatakan itu, ia tidak rela jika Reyhan menikahi wanita lain.

"Aku gak akan pernah menikah dua kali, aku hanya menikah satu kali, dan yang berhak menjadi istri ku hanya kamu, Sar."

"Aku udah muak, dengan omong kosong mu, aku gak mau dengar lagi, alasan kamu yang hanya, belaka semata aja."

"Demi tuhan, Sar. Aku mengatakan yang sejujur nya ."

"Udah lah, Rey. Kalau kamu emang seneng aku pergi, yaudah."

"Sar, aku hanya bahagia sama kamu."

"Omong kosong, kalau kamu bahagia sama aku, harus nya kamu gak akan pernah mau, menyayat, tubuh istri nya, gak akan ada niatan akan membunuh istri nya."

"Sar, aku berani sumpah, waktu itu sama sekali gak sadar."

"Bohong, kamu itu sadar, aku tau kamu sadar ngelakuin itu. "

"Oky, terserah kamu, kamu mau bilang aku sadar atau gak, aku terima."

"Bagus kalau kamu emang sadar."

"Tapi aku mohon, kamu jangan pergi tinggal lin aku lagi, Sar."

"Aku gak tau, aku akan ninggalin kamu, atau ngak nya."

"Kenapa?"

"Udah Rey, gak usah bahas malasah ini, di rumah sakit. Ini bisa kita selesain di tempat lain."

Sarah pergi meninggal kan Reyhan sendiri, di luar. Ia masuk lagi keruangan Varo.

"Var, kamu udah minum obat belum?"

"Udah, Sar."

"Oh, bagus lah."

"Kenapa kamu gak, pulang aja Sar?"

"Aku punya hutang sama kamu, aku harus jagain kamu sampai kamu sembuh. Setelah sembuh aku akan, pergi."

"Pergi kemana?"

"Santai aja, aku pulang kerumah, sama suami ku."

"Aku kira kamu, mau pergi kemana."

"Hhhhhhh, biasa aja."

1
Siti Aisyah
gantung
Sanah Sarni
saya turut berduka atas meninggalnya keponakan autor🙏
Sanah Sarni
assalamualaikum MLM , saya suka dey cerita ini, terimakasih 🙏
Saganarabi Moms
Allahuakbar yg sabar ea author debay a dah tenang dsisi Allah SWT.itu yg terbaik buat semua pihak. Allah selalu memberikan pilihan terbaik,kasih sayang untuk umat a yg selalu ingat kepada Allah SWT,,, aamiin2 yra
Lady Uriyama
awhh ke mna nih Author, up lgi dong thor kangen deh,
Lady Uriyama
lanjut thor
Lady Uriyama
lanjut dong thor
Sumaryani Yannie
lanjut thor semangat💪💪💪
Sumaryani Yannie
lannut dong thor🙏💪💪💪
Andri Yani
semangat thor..
Henny Rondonuwu
semangay biarkan mereka berkoarkoar jangan ditanggapi yg penting enjoy oke
Meylin
authournya aneh ko ga mau di kritik padahal masukan biar karyanya bagus klo ceritanya jelek ga masuk akal pasti di kritik lah thour ga uasah tersinggung namanya juga kritik membangun😇😇
Yayat Fahrurozi
kpn neh up nya thor..
Lia Dahlia
jahat amat nu sich natali sma aldo
Susilawati Sulis
udh sarah sm aldo aja lanjur thor
Susilawati Sulis
rayehan plin plan mau 2dua ny itu cewe lanjut thoor
Erna Azaurel
semangat y,lnjut crta ny
Rizki Khairunnisa
lanjut ya torr up nya
Siti Nor Mala Sari: lanjut dong
total 1 replies
Rizki Khairunnisa
toor semangat Lanjut trss
Bang Regar
semangat berkarya kak sukses selalu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!