NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Sang CEO

Takdir Cinta Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Wanita Karir / Ibu Mertua Kejam / Ibu Tiri
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: relisya

Aruna Nareswari, seorang wanita cantik yang hidup sebatang kara, karena seluruh keluarganya telah meninggal dunia. Ia menikah dengan seorang CEO muda bernama Narendra Mahardika, atau lebih sering dipanggil Naren.
Keduanya bertemu ketika tengah berada di tempat pemakaman umum yang sama. Lalu seiring berjalannya waktu, mereka berdua saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah.
Mereka berharap jika rumah tangganya akan harmonis tanpa gangguan dari orang lain. Namun semua itu hanyalah angan-angan semata. Pasalnya setiap pernikahan pasti akan ada rintangannya tersendiri, seperti pernikahan mereka yang tidak mendapatkan restu dari ibu tiri Naren yang bernama Maya.

Akankah Aruna mampu bertahan dengan semua sikap dari Maya? Atau ia akhirnya memilih menyerah dan meninggalkan Narendra?

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya, terima kasih...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon relisya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

"Thanks Ren!" seru Neva dan Guntur secara bersamaan.

"Oh iya Kania sama Danu ada di dalam. Lo temui dia dulu aja, nanti kami berdua nyusul," ujar Guntur memberi tahu.

"Yaudah, kalo gitu gue masuk dulu." Pamit Narendra seraya berjalan ke dalam gedung tersebut.

Sedangkan Neva dan Guntur kembali menerima tamu mereka, setelah selesai nanti barulah sepasang pengantin baru itu akan menyusul Narendra.

.

Sesampainya di dalam gedung, bukannya langsung menemui sang sahabat Narendra terlebih dahulu menemui kedua orang tua Neva, yang sedang sibuk dengan para tamu undangannya.

Walaupun suasana sudah cukup ramai, namun Narendra harus tetap menemuinya. Karena Fajar dan Mega dulu adalah teman dekat almarhum sang ayah dan ibu.

"Om, tante." Sapa Narendra saat berada di samping kedua orang tua tersebut.

Mendengar suara yang familiar, Fajar dan Mega langsung menoleh ke arah Narendra. Ketika melihat keberadaan laki-laki yang sangat mereka kenali, keduanya pun tersenyum.

"Sebentar ya jeng, saya temui tamu spesial saya dulu," pamit Mega kepada istri dari rekan kerja sang suami.

"Iya jeng," jawab wanita itu.

"Maaf, saya tinggal sebentar," Fajar pun ikut berpamitan.

"Iya." Jawab rekan kerja Fajar dengan tersenyum.

Selesai berpamitan, keduanya langsung menghampiri Narendra yang masih menunggu mereka. Fajar langsung memeluk Narendra dengan bahagia, dan Mega tersenyum ke arahnya dan berada tepat di samping sang suami.

"Loh, Aruna mana Ren?" lontar Mega setelah menyadari ketidak berapaan wanita yang sangat ia tunggu kedatangannya.

"Iya, istri kamu mana? Om baru sadar kalo kamu sendirian," timpal Fajar setelah melepaskan pelukannya.

"Aruna sedang sakit om, tante. Jadinya dia nggak bisa ikut datang ke sini," jawab Narendra jujur.

"Sakit apa nak? Parah atau tidak? Kamu sudah periksakan dia ke dokter?" begitu mendengar kabar Aruna yang tidak sehat, Mega langsung memberondongi Narendra dengan berbagai pertanyaan.

Narendra pun tersenyum, "Nggak parah kok tan, besok baru mau periksa ke dokter,"

"Semoga cepat sembuh ya," ucap Mega dengan raut wajah sedihnya.

"Iya tante, terima kasih," jawab Narendra.

"Oh iya, kabar om sama tante sendiri gimana?" tambah Narendra yang lupa menanyakan kabar keduanya saat baru tiba tadi.

"Kami baik nak," jawab Mega.

"Untung saja kamu datang ke sini Ren walaupun istri kamu sakit. Kalau nggak, kamu nggak akan bisa bertemu om dan tante lagi." Celetuk Fajar dengan raut wajah yang terlihat bersedih.

Mendengar perkataan itu, membuat Narendra terfokus pada Fajar. Dahinya berkerut, pertanda ia bingung dengan perkataan yang keluar dari mulut pria paruh baya tersebut.

"Maksud om gimana?" tanyanya yang penasaran.

"Kami semua mau pindah ke luar kota nak," Mega yang menjawabnya.

"Kenapa pindah tan?" lontar Narendra yang beralih menatap ke arah wanita paruh baya itu.

"Om mau menikmati masa tua om dan tante di tempat yang sunyi Narendra. Sedangkan Neva dan Guntur ingin mencoba hal baru di sana," jelas Fajar.

Narendra yang mendengarnya pun segera memeluk Fajar, "Semoga suatu saat kita masih bisa bertemu ya om,"

"Iya Ren, om juga berharap begitu jika Tuhan masih mengizinkan kita bertemu." Jawab Fajar sembari membalas pelukan tersebut.

Setelah obrolan singkat dan perpisahan singkat tersebut, Narendra bergegas menemui Kania dan Danu yang terlihat duduk di salah satu meja yang ada di sana.

Narendra langsung duduk di kursi kosong, dan mengambil segelas minuman yang disediakan di tengah-tengah meja.

"Kok lo sendirian, Aruna mana?" lontar Kania ketika tidak melihat kedatangan sang sahabat.

"Kalian nggak marahan kan?" timpal Danu yang penasaran.

"Enggak, hari ini Aruna nggak enak badan. Jadi gue larang dia buat ikut," jawab Narendra seraya meminum minuman yang telah ia ambil.

"Besok kalo gue ke sana gimana?" lontar Kania.

"Sore atau malam nggak masalah, pagi kita mau ke rumah sakit," ujar Narendra agar kedua sahabatnya datang di waktu yang tepat.

"Oke, kalo gitu kita akan ke sana besok malam," ucap Kania pada akhirnya.

"Ngomong-ngomong, kalian mau apa datang ke sana?" tanya Narendra yang penasaran.

"Nggak apa-apa sih, udah lama juga kami nggak main ke rumah lo," Danu yang menjawabnya.

"Yaudah, besok gue tunggu kedatangan kalian." Ucap Narendra pada akhirnya.

Ketiganya menjadi terdiam karena acara malam itu akan segera dimulai. Fokusnya beralih ke atas panggung yang terpasang, di mana Neva dan Guntur berada di sana untuk memberikan sambutan.

.

Setelah memberikan sedikit kata sambutan, Neva dan Guntur langsung turun dari atas panggung untuk menemui ketiga sahabatnya yang sudah menunggunya.

"Maaf ya kalo kita lama." Ucap Neva sembari duduk di samping Kania.

Sedangkan Guntur duduk di samping Narendra, setelah menarik kursi untuk sang istri tercinta.

"Santai aja kali Nev," ucap Kania sembari tersenyum.

"Karena kalian sudah berkumpul di sini, gue mau pamitan sama kalian bertiga." Ungkap Guntur to the point.

Kania dan Danu mengernyitkan dahi, karena belum mengetahui keduanya akan pindah dari kota tersebut. Sedangkan Narendra yang lebih dulu tau hanya menunjukkan ekspresi wajah datarnya.

"Pamitan gimana?" lontar Danu penasaran.

"Besok kita akan pindah ke luar kota," jawab Guntur.

"Kenapa kalian mau pindah?" tanya Kania sembari menatap Neva dan Guntur secara bergantian.

"Kita mau cari suasana baru aja di sana, sekalian temani mama dan papa," jelas Neva yang juga menatap ke arah Kania.

Pandangan Danu kini terfokus pada Narendra yang sejak tadi menunjukkan wajah biasa saja, "Kok lo nggak kaget Ren?"

"Ngapain? Gue udah tau dari om dan tante," ujar Narendra dengan tenang.

"Kita nggak bisa kumpul lagi dong," ucap Kania dengan raut wajah yang terlihat bersedih.

Neva yang menyadari kesedihan sang sahabat pun langsung mengusap bahunya dengan lembut, "Suatu saat kalo ada waktu kita sempatin ketemu lagi aja, sambil mengingat masa-masa kita dulu,"

"Iya! Kita harus sempatin waktu buat bertemu." Ucap Kania dengan semangatnya.

Mereka berlima terus mengobrol santai, sambil menghabiskan waktu bersama sebelum akan berpisah lama. Entah kapan mereka akan bertemu dan berkumpul seperti itu lagi, mereka sama-sama tak tahu kapan waktunya.

Sampai pada akhirnya acara telah usai. Narendra, Kania dan Danu menjadi tamu terakhir yang pulang dari sana. Ketiganya ingin sekalian berpamitan kepada keluarga Neva, sebelum besok mereka akan pergi.

"Selamat tinggal om, tante, sehat-sehat di sana," ucap Kania sembari mencium punggung tangan Fajar dan Mega secara bergantian.

"Selamat tinggal om," ucap Danu seraya memeluk pria paruh baya itu.

"Selamat tinggal tante," sambungnya lagi namun hanya mencium punggung tangan Mega.

"Sehat-sehat di sana om, tante," ujar Narendra yang menjadi paling terakhir, ia juga memeluk keduanya secara bergantian.

"Terima kasih nak, semoga kita masih bisa bertemu lagi nanti." Ucap Mega yang terharu dengan para sahabat anaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!