"Gue mau nyari calon laki dah... Kalo kaya gini terus pacaran sama ini nggak boleh, sama itu juga nggak boleh.. Mamah tuh mau yang gimana sih?"
_MARSHA ADELIA_
"Seberapa jauh kamu pergi, aku bakal tetap milikin kamu, cantik".
_ALFAN WIJAYA_
Kisah mereka dimulai saat marsha sudah merasa lelah dengan kisah cintanya yang selalu nggak dapat restu dari mamanya. Sampai suatu kejadian mempertemukan marsha dan Alfan yang cuek tp ternyata sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Marmaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Sakit
Nampak orang berkerumun di sekitar jalan raya, ada dua orang disana, yang perempuan tergeletak pingsan dengan darah mengalir dari sekitar tangan dan kakinya, yang laki-laki merangkak mendekati sang wanita dungan luka yang hampir sama, motornya terpental ke sebrang.
"Yank, yank bangun! "ucap lelaki itu sambil memangku wanitanya.
Ada seorang bapa yang menghampiri mereka dan mulai menolong nya.
" Ayo den bawa ke rumah sakit terdekat cepetan! Oya amankan juga barang2nya seperri dompet dan ponsel. "ucap bapa paruh baya sambil membantu mengangkat tubuh Marsha ke angkutan kota. Ya mereka adalah Al dan Marsha.
" Disini memang sering terjadi kecelakaan, den. "ucap bapa tadi di samping Al. Ada sekitar 4 orang yang membantu mereka,termasuk bapa yang tadi. Sekitar 10 menitan mereka sampai di rumah sakit, Marsha dibopong oleh 2 orang sementara Al dipapah karena kakinya sakit saat digerakan.
Marsha langsung ditangani begitu juga dengan Al. Marsha masih ditangani di ruang sebelah. Al sangat khawatir pada gadisnya. Tak berapa lama ia pun menghubungi orang tuanya dan orang tua Marsha.
Mereka sangat khawatir dengan keadaan anak-anaknya,dan langsung berangkat menuju rumah sakit yang Al bilang. Tak menunggu waktu lama akhirnya mereka datang bersamaan.
"Al gimana keadaan Marsha? "ucap Mamah Desi dan mamah Cantika berbarengan dengan panik.
Al hanya melihat ke ruang sebelah dengan sendu.
" Marsha masih ditangani dokter, Mah. "lirih Al sambil mengusap wajahnya gusar. Al merasa bersalah telah mengajaknya naik motor.
" Tenang, sayang, Marsha pasti baik-baik aza. "ucap Mamahnya menguatkan sambil memeluk tubuh anak semata wayangnya. Sementara mamah Cantika masih terlihat mondar mandir menunggu anaknya yang masih di dalam.
Papah Rahadian dan papah Wijaya pergi mengecek ke lokasi kejadian, disana nampak motor Al sudah berdiri di pinggir jalan dengan ditunggu oleh beberapa orang pria. Akhirnya papah Rahadian dan papah Wijaya mengahampiri mereka dan berniat membawa motor Al. Tapi seketika satu orang diantara mereka menghadang papah Wijaya.
"Harus tanggung jawab dulu dong, pa, enak aza temen saya yang ditabrak. "ucapnya sinis. Papah Wijaya mengerutkan keningnya heran.
" Mana korbannya saya ingin lihat? "tegas papah Wijaya. Lalu orang tadi membawa Papah Wijaya dan papah Rahadian ke sebuah rumah tak jauh dari jalan raya. Terlihat seorang laki laki sedang duduk dengan kaki kanan nya lecet2. Papah Wijaya mengerutkan keningnya melihat orang di depannya, sama juga dengan papah Rahadian.
"Kalian jangan macam macam? "tegas Papah Wijaya. Mereka sedikit kaget dengan aura yang diperlihatkan papah Wijaya.
" Sudah saya akan bertanggung jawab untuk mengobati dia, walaupun anak kami yang me jadi korban. "putus papah Rahadian. Lalu merrka pun pergi ke rumah sakit, disana Al dan mamahnya masih menunggu Marsha yang masih belum siuman.
Tiba-tiba bapa yang menolong tadi berbicara pada Papah Al dan Marsha.
" Bagaimana apa motornya sudah bisa diambil, Pak? "tanyanya. Papah Al dan Marsha mengangguk dan ikut duduk disamping bapa tadi.
Sebelum mereka mengajukan pertanyaan bapa tadi langsung menceritakan kejadian yang menimpa anak-anaknya.
" Sebenarnya mereka ngga salah, Pak, justru mereka menghindari tabrakan itu, ada tetangga saya yang menyebrang sembarangan tanpa melihat kiri kanan jalan raya. Anak bapak langsung mengerem dan membalik motornya tapi malah tergelincir dan jatuh. Yang perempuan terpental kira-kira satu meter ke tengah jalan, untung saat itu jalanan kosong. "jelasnya panjang lebar.
Papah Wijaya menganggukan kepalanya, ia berterimakasih pada bapa Rudi, nama bapa yang menolong anaknya.
" Semuanya sudah saya selesaikan, pak, dengan tetangga bapak. "ucap Papah Wijaya.
Setelah obrolan mereka selesai Mamah Desi memanggil mereka, meberitahu kalo Marsha sudah siuman.
" Aaw...! "Ringis Marsha sambil berusaha duduk.
" Udah tidur aza sayang! "ucap Mamahnya lembut.
" Al dimana, Mah? Apa dia ngga kenapa2? Tadi ada yang nyebrang sembarangan. "celotehnya.
Al menghampiri Marsha dengan jalan terpincang.
" Aku baik-baik aza, yank! "ucapnya sambil duduk disamping ranjang Marsha. Al menatap gadisnya yang nampak pucat, ada perban di kedua tangan dan kakinya.
" Maafin aku, yank! "lirihnya, hal itu malah membuat Marsha mengerutkan keningnya.
" Buat apa? "tanyanya heran, sedangkan orang tua mereka hanya memperhatikan dari sofa,sambil.berbincang masalah tadi.
" Aku udah bikin kamu kaya gini, aku bener bener ngga tau kalo akhirnya bakal gini, yank? "ucapnya sambil meraih tangan Marsha pelan.
Marsha tersenyum menanggapi kekasihnya yang seolah ia sengaja melakukan semua ini.
" Hey... Ini bukan salah kamu, udah takdir hari ini kita celaka, yank! "ucap Marsha lembut.
Tak berapa lama suster datang dan mengabarkan kamar inap buat Marsha sudah siap, akhirnya Marsha dipindah ke ruang VIP. Marsha harus mendapatkan perawatan intensif disini, kalo Al sudah bisa pulang.
Sudah 3 hari Marsha dirawat di Rumah Sakit, ia hanya ditemani Mamah dan Rangga kadang papah sama bang Jay juga, tapi karena mereka harus kerja jadi jarang sampai nginep. Rangga setiap pulang sekolah langsung pergi ke rumah sakit.
Al belum bisa menjenguk kekasihnya ia juga harus istirahat karena kakinya yang sakit, sulit untuk berjalan.
Hari ini Al diem di kamarnya, ia sedang chat sama kekasihnya.
Alfan
Gimana hari ini, yank? Udah baikan? Maaf aku belum bisa nungguin kamu, kaki aku masih sakit. ✅
Kesayangan
Udah lumayan, Al. Ga papa yang penting kamu sehat dulu, jangan maksain, disini juga aku kan ditungguin Mamah sama Rangga. ✅
Alfan
Oya hari ini aku mau dipijit nih, yank, doain biar selamet ya😘✅
Kesayangan
Hihihi apaan biar selamet, biar sembuh kali, Al✅
Alfan
Ya pokoknya doain ya, eh udah dateng tuh yank, aku dipijat dulu ya😘😘😘😘✅
Marsha tersenyum membaca pesan Al.
"Duh cowo gue, galak sih tapi sama tukang urut aza takut hahahh"gumam Marsha.
Tak berapa lama datang teman-teman Marsha menjenguknya. Ada Sita, Ayu, Resa, Diki sama Arga. Mamah pun permisi buat keluar dulu jafi mereka bebas ngobrol.
"Sha, cepet sembuh dong, sepi tau ngga ada lo"cerocos Sita sambil menyimpan keranjang buah di nakas. Yang lain mengangguk mengiyakan ucapan Sita.
"Iya, sama gue juga bosen disini pen cepet pulang. "jawab Marsha. Mereka pun ngobrol banyak selama Marsha ngga masuk kuliah.
Di rumah Alfan.
" Aduuuh maah, ampuuun! "teriak Al yang sedang diurut sama mbok Sum.
" Iiih Al malu tau teriak-teriak gitu ntar dikira orang KDRT lagi. "oceh Mamah Al sambil memegang bahu Al, saat itu Al telungkup sambil memeluk pinggang mamahnya.
" Njiir,, ini emak2 tenaganya kuat juga! "batin Al. Alfan terus teriak sambil memeluk mamahnya, tanpa dia sadari kalo mamahnya sedang merekam kegiatan itu. Setelah selesai Al benar-benar bercucuran keringat, tapi kakinya sedikit enakan.
" Palingan 2 kali diurut lagi, den. "ucap mbok Sum sambil membereskan minyak urutnya.
Alfan terkesiap mendengar ucapan mbok Sum.
" Gila gue mesti teriak-teriak gini dua kali lagi, ampuuun, Mah! "gumamnya, yang hanya mendapat kekehan dari sang mamah.
Di Rumah sakit Marsha nampak tertawa puas melihat vidio yang baru saja dikirimkan sama Mamah Desi.
" Dih ternyata manja banget cowo gue. "gumamnya.
Bersambung....