Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Ara point of view:
🌻🌻🌻
“Kamu nggak papa kan kerja bareng bisma?” debby memastikan perasaanku.
“Kenapa? Udalah, aku uda move on tau," kataku berbohong.
“Trus kalian kalo kerja bareng gimana?” Tanya debby penasaran.
“Anggep aja kita baru ketemu di kantor itu, lupakan masa laluku dan dia. Lagian dia juga punya anak kan. Anak nya nggemesin banget. Tapi aku uda mengundurkan diri beberapa hari yang lalu,” Jawabku.
“Kenapa?” Tanya debby.
“Pengen istirahat beberapa hari. Sambil nyari kerja lagi,” sahutku asal.
“Kebetulan kamu lagi nggak ada kerjaan kan? Ikut kita jalan jalan ya? Kita mau cari referensi baju pernikahan," Kata chika.
“Ciee…yang mau nikah,” Ledek debby.
“Baiklah, mumpung aku lagi baik hati. Ayo kita brangkat, aku sudah jenuh satu minggu di rumah terus,” kataku.
Kita berangkat menuju salah satu mall besar di kota ini. Kita berjalan sambil ngrumpi dan ghibah nggak jelas tapi menyenangkan sekali.
Seenggak nya mereka bisa mengurangi tingkat stressku. Aku Cuma pengen ketawa aja liat vino yang ngintil aja kemanapun debby pergi.
Ahh… dia sekarang seperti bodyguard kita bertiga, memakai jas berjalan di belakang kita bertiga. Hehe…
Berhentilah kita di sebuah butik yang memang merancang baju baju khusus dan terbatas. Kami memilihkan beberapa model baju untuk chika yang ada di sebuah majalah.
Mataku tertuju pada sepasang lelaki dan perempuan yang duduk di kursi tunggu sebrang kita. Dia Marchel dan Citra yang sedang bermesraan, tangan Marchel yang tak sopan memegang pinggang Citra dan sesekali mencium lembut pipi nya.
Dengan reflek ku hampiri mereka dan menonjok wajah Marchel sekuat tenaga. Gosong kebiruanlah pelipis mata nya.
“Hey, apaan sih kamu?” kata Marchel kaget melihatku.
“Kamu yang apaan, lebih sopan pada wanita,” Kataku.
“Maksudmu apa?” Tanya marchel semakin bingung dengan pernyataanku.
Tiba tiba Citra membawaku agak menjauh dari Marchel. Chika, Debby dan Vino khawatir dan menghampiri kami.
“Aku pinjem temen kalian dulu ya?” Tanya citra.
“Yakin temenku nggak bakalan kenapa napa?” Tanya debby.
“Debby, citra nggak sejahat yang ada di otak kalian,” Sahut vino.
“Memang ada sedikit urusan yang harus kami selesaikan. Kalian tunggu kami sebentar ya,” pintaku sambil mengikuti Citra ke salah satu tempat duduk di ujung lain nya.
“Kamu pasti mikir aku nggak lebih baik dari kamu atau aku lebih murahan dari kamu,” Kataku pada citra tanpa basa basi, karena waktu itu memang dia sudah memergokiku dan bisma berciuman dengan posisi yang cukup memalukan.
“Kenapa begitu ra?” Tanya citra.
“Citra, ku mohon hargai bisma. Jangan mau dicium cium gitu sama Marchel,” Pintaku.
“Kenapa nggak boleh? Dia suamiku, ra," sahut citra.
“Suami?” aku semakin bingung.
“Aku kira bisma sudah cerita semua nya,”
“Cerita apa?” tanyaku polos.
“Aku harus cerita darimana dulu ya? Baiklah aku harus menceritakan rahasia burukku padamu,” Kata citra menghembuskan nafas berat.
“Rahasia buruk? Apa kalian benar benar selingkuh? Kamu sama Marchel?” tanyaku penasaran.
“Kinara, aku waktu itu memag menikah dengan bisma seminggu setelah pertemuan kita di bandara itu,” kata Citra hati hati dan melanjutkan cerita nya.
“Itu karena aku hamil, aku mengandung Chelsea,” Kata citra dengan mata berkaca kaca.
“Ya, aku tau itu. Putrimu dan bisma sungguh menggemaskan, ”sahutku.
“Itu bukan putri bisma, itu putri Marchel. Saat itu aku hanya bingung siapa yang mau tanggung jawab dengan anak yang ada di dalam kandunganku. Keluargaku meminta pertanggungjawaban pada keluarga Marchel tapi saat itu Marchel entah pergi kemana. Akhirnya karena bisma adalah sepupu nya maka dia bersedia menjadi papa dari anakku. Kami hanya melaksanakan pernikahan tanpa melakukan apapun, percayalah padaku dia selalu mencintaimu. Bahkan setelah menikah pada hari itu juga, kami kembali ke endonesa dan tinggal di kota terpisah," kata Citra sedih.
“Kamu nggak lagi ngeprank aku kan, citra?”aku sedikit nggak percaya dengan cerita nya yang terlalu menghayal itu. Mirip sinetron aja.
“Ya enggak lah, ra. Ini beneran, kamu tau kan gimana Marchel dengan segala hal konyol nya,” Sahut citra.
“Tetep aja bisma masih berstatus suamimu," Kataku.
“Kami resmi bercerai setelah aku melahirkan anak itu, anak itu diasuh oleh orangtua bisma. Aku membiarkan nya karena aku tau mama nya bisma baik. Beberapa bulan kemudian Marchel kembali dan keluarga nya menyuruh nya menikahiku dan menyuruh kami menjadi keluarga yang utuh demi Chelsea. Akhir nya aku menikah dengan Marchel. Karena Chelsea masih berumur 4 bulan, kami mengajari nya memanggilku bunda dan memanggil Marchel ayah. Tapi bisma juga boleh berperan sebagai papa nya. bisma itu orang yang baik, ra," kata citra.
“Kenapa kamu bisa melakukan itu dengan Marchel? Bukan nya kamu nggak cinta sama dia? Bukan nya kamu cinta nya sama bisma?” tanyaku masih belum bisa menerima cerita nya.
“Itu karena kamu mencium bisma di depanku, dan penolakan dari bisma waktu itu membuatku sangat sakit. Satu minggu setelah kejadian itu aku memanfaatkan marchel sebagai pelampiasanku, sebagai pelarian karena yang ku tahu hanya Marchel yang selalu ada untukku dan terjadilah hal itu di antara kami," kata citra dengan raut wajah penuh sesal.
"Lalu kenapa kamu nggak minta nikah sama mas daffa saja?"
"Mas daffa sudah punya tunangan waktu itu," sahut citra.
“Maafin aku, aku dulu hadir di antara kamu dan bisma,” Kataku menyesal juga.
“Kamu nggak salah lah, ra. Aku yang dulu nolak bisma dan ninggalin dia ke luar negeri,” kata citra menyesal.
“Tapi aku yakin kok kalo Marchel itu cinta sama kamu,” Kataku.
“Itu emang nggak usah diragukan lagi. Suamiku memang sangat mencintaiku,” kata citra bahagia.
“Dulu sih aku sempet satu organisasi sama dia, kita kan satu kampus tuh. Nggak sengaja sih nguping obrolan dia ama bisma. Tapi setelah ku pahami ternyata Marchel sangat sangat sangat mencintaimu," Kataku tersenyum.
“Aku tau dia tergila gila padaku. Mungkin bulan depan aku mau bawa Chelsea pergi dari kota ini. Kami bertiga mau nyari suasana baru di Kota Z,” kata citra.
“Kenapa gitu?”
“Ya memang jalannya begitu, ra. Aku nitip mama nya bisma ya? Dia bakalan sedih kalo nggak ada Chelsea," Kata Citra sedih.
Akhirnya kita kembali ke tempat tadi dan masih ku lihat wajah Marchel yang lebam kebiruan. Citra menghampiri nya dan menggandeng tangan nya.
“Salah apa sih aku sama kamu dan bisma, sepasang kekasih yang senengan nya nonjokin aku. Kamu masih inget kan bisma nonjokin aku gara gara kamu?” kata Marchel sewot.
“Sori, aku nggak tau masalah nya tadi,” Kataku tersenyum manis.
“Simpen aja senyummu, masih cantik juga senyum istriku. Jangan senyum ke aku daripada aku kena tonjok bisma. Cara kalian pacaran tuh gimana sih? Tonjok tonjokan gitu?” Celetuk Marchel.
Aku hanya tertawa geli. Mereka berpamitan dan pergi dari butik ini. Aku menghampiri ketiga sahabatku dan mereka memandangku dengan wajah penasaran.
“Tadi itu kan si ulat bulu dan Marchel kan?” Tanya chika.
“Iya,” Aku tersenyum geli dengan pertanyaan chika.
“Apa maksud kalian ulat bulu?” Tanya vino.
“Sayang, citra itu kan mirip ulat bulu,”sahut debby dan vino melirikku pertanda nggak terima sahabat nya disebut ulat bulu.
“Kamu nggak di apa apain kan?” Tanya chika.
jangan lupa like, comment and vote ya readers 😇
semoga suka ❤️❤️❤️
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..