NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu Adel

Aku Mencintaimu Adel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dokter
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan Perjalanan kisah cinta Adel Emanuella Sanjaya anak tunggal dari pasangan suami istri bapak Max Sanjaya dan ibu Jenny Andreas. Kisah ini berawal ketika Adel berkenalan dengan seorang polisi yang identitasnya sengaja di rahasiakan karena tugas negaranya. Di pertemukan lagi ketika Adel sudah menjadi seorang dokter. Saat itu Adel Emanuella Sanjaya baru tahu bahwa Karel Imanuel Barnabas seorang perwira Kepolisian berpangkat Iptu. Apakah cinta mereka bisa bertahan menembus segala cobaan dengan profesi Karel yang adalah seorang intel??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Proses Hukum

Kurang dari dua kali dua puluh empat jam, Karel bersama timnya berhasil menolong korban penculikan yang adalah istrinya sendiri dokter Adel Emanuella Sanjaya dan sekalian menangkap Jack Omar pelaku pengedar narkoba dan obat terlarang, penjualan organ manusia dan perdagangan manusia tertangkap.

Bandara Halim sudah dipenuhi oleh anggota polisi, khususnya Brimob juga wartawan. Mereka sedang menanti tahanan Jack Omar. Juga ada Kaleb kakaknya Karel bersama papanya. Pesawat mendarat sempurna terparkir baik di landasan. Tim khusus naik ke pesawat Jet pribadi itu dan menurunkan tandu yang berisi Jack yang sudah sadar. Pengamanan ketat karena anggotanya Jack juga masih ada di Jakarta.

Kamudian Karel turun sambil mengandeng istrinya. Papanya Stev langung memeluk anak mantunya. Begitu juga Kaleb. Mereka merasa bersalah, karena tidak bisa melindungi anak mantu dan adik ipar. Karena saat itu Karel sedang menjalankan misi penangkapan Jack Omar, namun caranya berbeda dengan apa yang sudah direncanakan. Istrinya menjadi korban, baru musuh polisi ini tertangkap di negara orang.

Adel langsung dibawa pulang, papa dan Kaleb. Sedangkan Karel masih menyelesaikan tugasnya dikantor polisi. Meskipun mereka berbeda mobil. Namun semua dalam satu antrian panjang yang dikawal.

Adel langsung dipeluk mama mertuanya. Dia menangis dalam pelukan mama mertuanya. Dengan bantuan mama mertuanya Adel membersihkan dirinya. Menganti bajunya dan langsung menikmati makan yang disiapkan. Kemudian dia menyusui Aldo anak laki - lakinya yang terpisah dua hari. Untung stok asi Adel banyak di kulkas.

"Ma, pa, Adel tidak mau sendiri di kamar dengan adek."

"Iya sayang, mama dan papa akan menemani kamu dan Aldo, sampai suamimu pulang."

Aldo mencium bau badan maminya langsung mencari susunya dan dia pun menyusui sambil mengusap muka maminya. Hampir saja dia tidak bisa bertemu dengan buah hatinya. Air matanya menetes. Papa dan mama mertuanya tidak keluar dari kamar Adel dan Karel. Mama tidur disamping Aldo, sedangkan papa di sofa sampai Karel datang. Dia melihat pemandangan itu dia tersenyum.

"Adek sudah makan??"

"Sudah ma. Terima kasih ya. Sudah menjaga istri dan anaknya Adek." Mamanya tersenyum.

"Kamu mandi dulu Karel. Biar mama dan papa disini sampai kamu selesai mandi."

"Iya pa."

"Kamu terluka dek??"

"Hanya memar mungkin ma."

"Selesai mandi mama obati."

Betul selesai mandi mamanya memberi salep pada memar besar di punggung Karel. Salep ini untuk mengurangi rasa nyeri sekaligus anti biotik. Setiap pulang misi, mamanya harus melakukan ini kepada anak bungsunya ini. Setelah selesai diberi obat. Kaleb memasang palang tempat tidur disalah satu sisi agar Aldo tidak jatuh nanti. Mengangkat tubuh istrinya ke tengah dan dia tidur dibelakang istrinya sambil memeluk.

Untung Karel dan timnya cepat tiba di lokasi kejadian, kalau tidak mungkin Jack Omar sudah menikmati tubuh istrinya. Jika mengingat itu hati Karel sakit sekali. Ingin sekali dia menembak mati Jack pada saat itu. Namun dia sadar dan mau Jack harus menanggung semua masalah yang sudah terjadi akibat ulahnya.

Saat ini, Jack Omar ada di sel tahanan dengan infus dan luka di tubuhnya. Tidak ada yang istimewa. Ini hukuman awal atas apa yang dia lakukan.

Pagi - pagi Aldo yang membangunkan mami dan papinya. Yang masih tidur berpelukan.

"Ma.....mi..." Suara kecil itu terdengar.

"Mas.... adek bangun." Karel tersenyum kepada istrinya.

"Dari kecil sudah menganggu kesenangan papi ya." Aldo hanya tersenyum sambil mengoceh memanggil mami. Karel mendekat kan tubuh Aldo kearah maminya.

"Papi tahu, adek mau menyusuikan." Aldo kembali tersenyum.

Karel membantu istrinya menyusui Aldo. Kemudian dia mengambil air putih dan membantu Adel minum. Karel melihat interaksi Aldo dengan Adel. Hanya mata mereka bercerita. Karel mencium mereka berdua orang yang sangat dia cintai kemudian dia ke kamar mandi, membersihkan dirinya.

Omanya sudah membawa Aldo, karena Adel belum bisa mengendong dan mengurusnya, karena Adel terluka, akibat ulah suaminya. Dan yang melukainya adalah suami sendiri.

"Bagaimana dek, rasanya kena tembakan pistol suami sendiri??"

"Saat itu saya sudah tidak ada rasa apa - apa, syok sekali. Tetapi bersyukur waktu melihat Karel ada didepanku."

Karel tidak berkata - kata. Dia langsung mencium bibir istrinya. Saat ini mereka sedang menikmati sarapan. Di meja makan juga sudah ada Aldo yang duduk disebelah oma dan omnya. Adel sangat beruntung sekali, Aldo buah hatinya sangat di sayangi oleh opa dan omanya juga omnya.

"Ma, Aldo sama mama dulu ya. Saya mau membawa Adel ke rumah sakit."

"Kalau Aldo, aman. Ini cucu mama. Selama kalian bekerja dia akan bersama mama. Adel sudah bekerja?"

"Belum ma, Karel mau bawa Adel periksa luka di pundaknya. Macam Karel tidak yakin dengan cara kerja mereka disana. Sekalian Adel akan dimintai keterangan di kantor polisi."

"Mas...... Aku ngak mau ketemu dengan orang itu."

"Tidak sayang."

"Papa akan temani Adel disana. Kalau sudah ada di propam telepon papa Karel."

"Iya pa."

Kaleb, kakaknya Karel sudah berangkat ke kantornya, Karel, Adel dan papa juga. Dirumah hanya ada mama dengan Aldo bersama asisten rumah tangga yang membantu di rumah.

Sampai dirumah sakit Adel dibantu oleh dokter Samuel. Meskipun Karel sudah menikahi Adel, namun dia masih cemburu jika melihat Samuel atau Adel saling berdekatan. Seperti saat ini dia ada disamping istrinya. Karel membawa Adel ke rumah sakit karena lukanya berdarah. Dan ternyata jahitannya tidak bagus dan lukanya sudah mulai abses atau bernanah. Adel tahu bahwa ini akan sangat sakit. Dan anggap saja dia operasi ulang, meskipun itu tindakan bedah ringan.

Adel sudah siap untuk bedah ulang, setelah tadi jaringan yang rusak sudah dibersihkan. Dokter Samuel adalah dokter bedah terbaik juga di rumah sakit ini selain Adel. Karena Karel mau dekat dengan istrinya, dia pun menggunakan baju yang steril.

"Dokter Adel kita mulai ya."

"Iya dokter, siap."

"Jangan takut sayang ada mas disini."

Operasi ringan pun selesai. Adel sudah di ijinkan pulang. Dia masih diberi cuti, atas apa yang baru dia alami. Karena dia di culik di rumah sakit, ketika baru selesai operasi.

Sekarang Dokter Adel Emanuella Sanjaya ada di ruangan introgasi bersama, papa mertuanya. Dia sedang di introgasi oleh devisi propam. Karel tidak di ijinkan, karena takut ada pertanyaan kepada istrinya yang bisa membuat Karel emosi. Itu yang di hindari. Karena kasus Jack Omar ini sepertinya ada keterlibatan oknum perwira polisi yang terlibat.

Tim Delta berpendapatan seperti itu karena setiap misi mereka selalu gagal. Kemarin itu adalah hari sialnya bagi Jack Omar. Akhirnya dia tertangkap langsung beserta banyak bukti di lapangan. Tuntutan yang akan di hadapi Jack, Perdagangan narkoba dan obat terlarang, penjualan organ dan manusia. Juga penculikan istri polisi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!