Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.
Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.
Namun, di ambang kematian...
Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.
Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.
Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.
Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?
Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?
Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?
Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...
Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5: BISA BERKULTIVASI
setelah cukup, ye Chenlong akhirnya membuka matanya.
saat kembali menyebarkan kekuatan jiwa, ia langsung mengerutkan kening.
"siapa mereka" gumam ye Chenlong.
ia terus memperhatikan orang orang di luar lewat persepsi jiwanya.
walau tak melihat langsung tapi ia bisa menerka bentuknya.
dia tau mereka manusia, tapi ada aura lain yang ada di tubuh orang orang itu.
"siapa sebenarnya mereka?"
"manusia"
"atau monster"
Ye Chenlong diam sesaat, saat ingin mengambil pedangnya, suara garis darah kembali terdengar.
"bocah.."
"jangan bodoh, hanya dengan kekuatan sekarang kau hanya akan mati"
"senior"
"jadi kau benar benar telah bangun"
ye Chenlong menjadi semangat, merasa dia masih punya harapan.
"senior, apa kau bisa membuka kultivasiku"
"hem....."
jawaban singkat ini membuat mata ye Chenlong benar benar berbinar.
"jadi bagaimana, apa yang perlu ku siapkan."
"katakan saja, aku pasti mengusahakannya."
"jangan buru buru..."
"walaupun bisa terbuka, tapi kau hanya berada di tanah qi awal."
"dengan itu kau masih belum bisa menghadapi mereka"
"lalu, apa yang harus ku lakukan sekarang"
"kau hanya perlu duduk bersila, rasakan lonjakan energinya."
"aku akan tetap membuka meredianmu"
"setelah itu, berusahalah lolos dari mereka"
tak menunggu lama, ye Chenlong benar benar duduk.
dia langsung memusatkan energi qi yang ia miliki.
walau tak pernah membentuk kultivasi, tapi dia juga memiliki energi qi, yang tersimpan di tubuh.
ia memusatkan seluruh energi itu ke pusat merediannya.
naga kuno menatap ke atas, matanya tertuju ke arah pusaran qi tipis.
"bocah bodoh..."
"untung dewa ini bukan mahluk bodoh."
hanya dalam sekejap, tubuh naga bersinar.
sinar itu membentuk benang benang tipis, merambat secara perlahan ke arah energi qi itu.
saat benang dan energi qi benar benar bersentuhan, energi tipis menjalar ke seluruh tubuh ye Chenlong.
tubuhnya di penuhi sinar qi aneh walau hanya sesaat.
setelah itu, ia membuka matanya. menatap pergelangan tangan, dan bibirnya mulai melengkung sempurna.
"akhirnya..."
"akhirnya...."
"akhirnya aku berhasil"
saking senangnya, ye chenlong sampai sedikit melompat.
saat tengah melompat, tiba tiba satu anak panah melesat langsung ke arahnya.
beruntung, ye Chenlong tak mengendurkan kekuatan jiwanya.
mengambil pedang dan langsung menahan anak panah itu.
anak panah tadi langsung berbelok dan menancap ke dinding gua.
baru selesai dengan 1 anak panah, ada beberapa sosok yang mendekat.
mereka langsung menegaskan pedangnya.
ye Chenlong menangkis, namun ia sempat terpental ke dinding gua.
"3 alam bumi menengah" gumamnya sambil menatap mereka.
naga kuno menggeleng tipis.
"nak, kau terlalu gegabah."
"bentrokan langsung dengan alam bumi masih terlalu berat untukmu"
"lalu bagaimana senior" gumam ye Chenlong.
"sekarang qi milikmu masih terlalu tipis"
"lebih baik kau gunakan itu untuk kecepatan"
"selebihnya kau perlu menggunakan teknik bertarungmu seperti biasa"
ye Chenlong mengangguk.
walau baru pertama kali membuka, kultivasi.
tapi dia tidaklah bodoh dalam hal ini, karena dia memang sudah mempelajarinya terlebih dahulu.
3 sosok itu tak menunggu lagi, mereka langsung menyerang secara bersamaan.
ye chenlong tak langsung bergerak, ia menatap 3 pedang yang akan mengayun ke arahnya.
saat pedang benar benar hanya berjarak sejengkal, kilatan petir kecil muncul di tubuhnya.
ia menghindar bagaikan kelebatan kilat.
ye Chenlong tak langsung pergi, ia mengangkat pedang usangnya mengayunkan ke arah salah satu pedang sosok itu.
serangan itu tak berhenti.
tapi.
pedang itu berbelok, karena gesekan.
menabrak 2 pedang lainnya.
bom...
ledakan qi langsung menyebar, tiga sosok itu terpental beberapa meter.
ye Chenlong memanfaatkan ini untuk berlari sekuat tenaga.
3 sosok itu juga tak terlalu lama terjatuh.
setelah berdiri mereka mengejar ye Chenlong.
menyadari masih di kejar, ye Chenlong mengeluarkan qinya lebih besar, menyebabkan kecepatannya hampir mencapai dua ratus kilo meter per jam.
dalam sekejap, dia berhasil menjauh dari 3 sosok itu.
namun, semakin lama tubuhnya semakin lemas, pandangannya juga mulai berkunang.
ye Chenlong menggelengkan kepala.
"sial..."
"qi... milikku hampir habis" gumamnya.
namun, walaupun begitu.
dia tak memperlambat kecepatannya sama sekali, dia hanya terus berlari.
"nak...."
"arah utara..."
mendengar perkataan garis darahnya, ye Chenlong langsung berbalik ke arah itu.
setelah melewati hutan lebat, dia melihat gua.
samar samar, dia bisa merasakan aura gelap dari dalam gua.
ye Chenlong menatap diam ke dalam.
"senior, apa di sini"
"masuklah... "
ye chenlong masih menatap ragu, namun pandangannya semakin berkunang.
sesekali ia juga menoleh ke belakang.
bahkan, kekuatan jiwanya sudah mendeteksi 3 sosok tadi telah bejarak 20 meter darinya.
"senior, apa tidak apa apa jika aku masuk"
"pilihan sepenuhnya ada padamu..."
"ingin mati di makan mahluk itu.. "
"atau masuk..."
tanpa bantuan qi lagi, langkahnya terasa berat.
namun ia tetap berusaha masuk, sebelum ia masuk ke 3 sosok itu sempat melihatnya.
tanpa basa basi, mereka langsung melesat menyerang.
ye Chenlong sempat menoleh, tapi ia tak menghentikan langkahnya.
namun, mereka langsung berhenti saat ye Chenlong benar benar sudah masuk ke dalam gua.
dua sosok langsung menatap sosok yang ada di tengah.
"kakak.... "ucap mereka serentak.
sosok di tengah tampak ragu menatap ke dalam gua.
"tak bisa... "
"lebih baik mencari aman dari pada mati"
setelah masuk, ye Chenlong berbalik.
memegang pedangnya dengan erat, sambil menatap ke 3 sosok itu.
dari dalam gua dia bisa melihat ke 3 sosok itu yang berhenti.
bahkan ye Chenlong mengerutkan keningnya saat melihat ini.
ia tak tau jika dari luar dia sama sekali tak terlihat.
"mereka pergi?"bingung ye Chenlong.
belum sempat melakukan apapun, kepalanya semakin berat.
dan pandangannya kabur, dan akhirnya benar benar gelap.
ia pingsan di sana.
terbaring tak berdaya di lantai gua.
di pusat gua, satu sosok berpostur manusia namun di sekujur tubuhnya tertutup bulu, hitam kecoklatan dan kepala serigala sedang duduk di kursi yang permisi seperti kursi kerajaan.
di depannya ada beberapa serigala berbaris.
sosok itu terus menutup matanya, namun bertepatan dengan masuknya ye Chenlong ke gua.
sosok itu langsung membuka matanya.
ia menatap ke kejauhan.
"siapa yang berani masuk ke tempatku"
ia menatap beberapa serigala di bawah.
"cari sampai ketemu, bawa dia kehadapanku.
awu........
serigala serigala itu langsung mengaung serentak, sebelum mereka pergi.
tak membutuhkan waktu lama, beberapa serigala berhasil menemukan ye Chenlong di pintu gua.
awu......
serigala itu langsung mengaung...
awu.......
tak lama, satuan serigala lain terdengar.
dia tak langsung menyerang, hanya mengamati tubuh ye Chenlong dari kejauhan.
beberapa serigala mulai berdatangan, mereka juga tak menyerang.
mereka hanya mengelilingi tubuh ye Chenlong.
di pusat gua, sosok tadi merapat ke sumber raungan.
"bu...."
Belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, muncul asap hitam dari belakang.
"jangan di bunuh, aku merasa tubuh orang yang masuk sangat nikmat"
"sudah lama aku tak memakan manusia seperti ini"
"baik tuan" jawab sosok pemimpin serigala itu.
lalu ia menatap kembali ke kejauhan.
"jangan di bunuh, bawa dia ke sini hidup hidup" ucapnya