Gabriella Graciana Charlotte putri pertama Duke Charlotte diputuskan petunangannya secara sepihak oleh Pangeran kedua kerajaan Spinx hanya karna tidak punya bakat ditambah kakak laki-lakinya yang membencinya yang membuatnya putus asa dan mengakhiri hidup nya dijurang yang curam.
Tapi takdir berkata lain....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Slurr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30.
Rombongan Gabby yang telah sampai di Paviliun yang dibeli Joan, Paviliun yang di beli merupakan Paviliun termewah yang ada di Kekaisaran Azruth.
Banyak orang yang penasaran siapa yang membeli Paviliun mewah itu yang harganya sangat mahal, hanya orang dari Kekaisaran atau Kerajaan dan Bangsawan sangat kaya yang mampu membeli Paviliun itu.
Gabby masuk kedalam Paviliun beserta Baba dan Scarla disambut Joan. Gabby mengeryitkan alisnya melihat Emilio tertunduk bersama seorang gadis.
Gabby mengistirahatkan tubuhnya disofa Queen size. Ia menatap lekat Emilio yang tertunduk. Seluruh orang kecuali Joan menatap Emilio heran.
Emilio berjalan diikuti Tifanny dibelakangnya dan berlutut didepan Gabby. "Yang Mulia, Maafkan saya tidak menjalankan tugas." ucap Emilio. Gabby tidak menghiraukan Emilio dan masih terus menatap Tifanny.
Tifanny tertunduk merasa risih bukan karena wanita yang sedang duduk itu menatapnya, tapi seorang Pria yang menatapnya lekat yang memang dikenalnya, tidak lain dan tidak bukan Pria itu Baba. 'Kenapa dia ada disini, Siapa gadis ini' batin Tifanny.
"Elf?" Gabby buka suara menoleh kepada Baba. BaBa tersenyum mengangguk.
Emilio sudah dipenuhi keringat dingin. "Jadi kamu tidak mendapatkan informasi?" tanya ramah Gabby menoleh kembali pada Emilion.
"Maaf Yang Mulia, saya akan menerima hukuman yang anda berikan." ucap Emilio yang sudah pasrah.
Gabby memijat pangkal hidungnya karena ini sudah kedua kalinya dia menemukan Ras selain manusia.
Gabby menoleh pada Baba. "Kupikir buku tentang semua Ras adalah dongeng."
Baba memberikan senyumannya pada Gabby. "Tidak yang mulia, masih banyak Ras lainnya selain Ras Manusia." ujar Baba.
Gabby menoleh pada Joan. "Joan, apakah kamu sudah mengetahui bahwa ada Ras lain selain manusia?" tanya Gabby pada joan.
Joan menundukkan memberi hormat. "Benar yang mulia, Ras manusia berada dibenua khaaslonia, ada ras lainnya yang berada dibenua Khaaslivya," jawab Joan.
"Dibenua Khaaslyvia terdapat Elves Kingdom Kerajaan Elf dan Dwarves Kingdom Kerajaan Dwarf." sambung Joan memberi penjelasan.
"Ada juga Ras lainnya seperti Demi-Human Beastman, moster seperti Goblin, Orc ataupun Ogre." Baba melanjutkan pekataan Joan.
Gabby yang terlihat bingun menyandarkan kepalanya pada pundak Scarla yang duduk disampingnya.
"Kemana saja aku selama 19 tahun ini, bahkan aku tidak mengetahui ada Ras lain selain Ras Manusia." ucap Gabby memejamkan matanya.
Scarla menoleh pada Gabby menunjukkan wajah bertanya nya pada Gabby. "Aku kira buku itu hanya dongeng." ujarnya tau bahwa Scarla akan mempertanyakan bahwa Gabby tidak membaca buku yang ada diperpustakaan Istana yang berada dihutan kematian.
Gabby menoleh pada Emilio. "Jadi..." ucap Gabie menatap Emilio.
Emilio menatap bingung Gabby. "Jadi?" tanya balik Emilio.
"Jadi bagaimana kau bisa bersama seorang Elf, Bukan Lebih tepatnya Elves Queen, Benarkan Yuchicato Tsui Tifanny." Baba menyambung perkataan Gabby menatap lekat Tifanny.
Tifanny tersentak mendengar pria itu membongkar identitasnya. Joan terlonjak kaget mendengar ucapan Baba. Emilio sendiri keget bukan main dan langsung menoleh pada Tifanny yang menatap datar Baba.
Baba menyeringai menatap Tifanny. "Ayolah, jangan bilang kau menyamar sebagai budak seorang Bangsawan hanya untuk menyelinap kedalam Kekaisaran ini." Ujar Baba menyudutkan Tifanny.
Tifanny yang berlutut tidak melakukan apapun terlebih pada seorang Pria yang dikenalnya itu.
Tifanny yang berlutut akhirnya berdiri, Tubuh Tifanny mengeluarkan Cahaya menutupi tubunya, setelah Cahaya mulai redup tampak sosok Tifanny berubah yang dari awalnya Elf lusuh menjadi High-Elf berparas cantik.
"Kau masih tidak berubah Bahamuth, Selalu menyudutkanku." ujar Tifanny terlihat kesal pada Baba dan hanya di balas Baba dengan senyuman.
Gabby dan Scarla masih terlihat tenang melihat perubahan Elf itu tapi lain halnya Joan dan Emilio.
"K-ka-au..." ucap Emilio terbata.
Tifanny melirik Emilio tersenyum. "Maafkan saya memanfaatkanmu Dragon Lord," ucap Tifanny. Ia menggelengkan kepalanya. "Bagaimana bisa Dragon Lord sebodoh ini?" Tifanny menatap Baba.
Baba mengangkat bahunya. "Dia hanya wadah Inti Dragon Lord, lagi pula dia sudah memiliki kontrak." balas Baba acuh.
Tifanny yang mendengar ucapan Baba bahwa Dragon Lord telah memiliki Kontrak menoleh pada Gabby. "Apakah anda Yang Mulia?" ucap Tifanny mencoba untuk tidak memprovokasi Gabby. Gabby membalas Tifanny dengan senyuman.
"Apakah anda juga memiliki Kontrak dengan Dragon Emperor?" tanya Tifanny setenang mungkin.
Gabby menggelengkan kepalanya. "Dia ikut menghilang bersama Raja Iblis dan Putri Suci bukan?" jawab Gabby dengan memberi pertanyaan.
"Tapi aku merasakannya disini, makanya aku berada disini." balas Tifanny.
Gabby sekarang mengerti mengapa Elves Queen berada di Kekaisaran Azruth. sedangkan Emilio dan Joan masih belum bisa mengolah semua percakapan mereka.
"Apakah kita bisa bekerja sama?, saya akan merasa terhormat bisa bekerja sama dengan Junjungan Bahamuth." ujar Tifanny menawar-nawar.
"Kualifikasi apa yang kamu punya?" balas Gabny, entah mengapa situasi tampak sedikit memcekam, Emilio dan Joan hanya bisa menahan nafas.
Tifanny mengeluarkan sebilah belati tampak bercahaya. "Hanya Artefak ini peninggalan Ras ku," ucap Tifanny menjeda. "Aku sudah tidak punya apa-apa lagi, semua telah direbut Ras Dark-Elf." ujar Tifanny mengiba.
"Mungkin anda tidak membutuhkannya, tetapi saya lah disini yang membutuhkan bantuan anda." ucap Tifanny terdengar seperti sebuah permohonan.
Tidak sia-sia Tifanny menyamar sebagai budak, akhirnya dia bisa bertemu dengan Dragon Lord bahkan Junjungan dari Bahamuth. Tifanny seorang High-Elf yang memiliki umur panjang tentu mengenal Baba yang tidak lain adalah Entitas mengerikan, ratusan tahun Lalu Ras lain selain Ras manusia mengenal Baba sebagai Bahamuth.
Bisa dikatakan dia berada satu tingkat diatas malaikat. Pertemuannya dengan Baba pertama kali saat bertemu dengan Putri Suci untuk membahas tentang pengaruh Raja Iblis yang berada di Benua Khaaslonia tapi berdampak buruk hingga ke Benua Khaaslyvia.