NovelToon NovelToon
BadBoy

BadBoy

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiandra 025

Ini cerita tentang Aresha, Arjuna dan juga Arsen.
Aresha yang memiliki kekasih ketua osis tampan seperti Arjuna. Namun Arjuna yang selalu menomor duakan Aresha demi urusan sekolahnya .

Lalu bagaimana hubungan antara Arjuna dan Aresha bisa bertahan jika Arjuna tidak pernah ada di saat Aresha membutuhkanya, dan di saat itulah Aresha memiliki masalah dengan Arsen. Cowok bertubuh jangkung dengan wajah yang menawan namun terkesan datar dan dingin itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra 025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Aresha baru tiba di rumah nya tepat pada pukul 4 sore. Baru saja Aresha ingin membuka pintu rumah nya, terdengar suara bising mobil di belakang nya, dan tak lama kemudian papa nya keluar dari mobil dan berjalan mendekati nya.

"Papa, kok tumben udah pulang?" tanya Aresha menyalami punggung tangan papa nya

"Iya, Papa ada janji sama Bunda soal nya." jawab Fandi tersenyum.

"Janji apa Pah?" tanya nya lagi dengan mengikuti langkah Papa nya dari belakang.

"Papa udah pulang," ucap Nara berjalan menuruni anak tangga lalu mendekati anak dan suami nya yang baru saja masuk ke dalam rumah.

"Bunda ada janji apa sama Papa?" tanya Aresha setelah selesai menyalami bunda nya.

"Papa sama Bunda mau pergi ke rumah temen Bunda yang kebetulan suaminya itu rekan kerja Papa." jawab Nara.

"Rumah nya Tante Erina?" tebak Aresha dan di angguki oleh Nara.

"Iya!"

"Aresha ikut ya, Bun, Pah, plaese." mohon Aresha menatap Fandi dan Nara dengan tatapan penuh harap.

"Tumben minta ikut, biasanya di ajak aja nggak mau," sindir Fandi membuat Aresha tersenyum malu.

"Ya mungkin saja Aresha suka sama anaknya Erina yang tampan itu Pah " goda Nara membuat Aresha meelotot tak suka.

"Bener itu Aresha?"

"Enggak kok Pah, Bunda bohong mana mungkin Aresha suka sama cowok kayak dia. Udah ah Aresha mau ke atas aja, pokoknya nanti Aresha ikut ya Bun." tanpa menunggu jawaban dari papa dan bunda nya, Aresha langsung melenggang naik ke atas dan menuju kamar nya.

Aresha sedikit kesal dengan godaan Bunda nya yang mengatakan kalau dia suka sama anak nya Tante Erina. Kalian pasti tau siapa yang di maksut Nara, dia adalah Arkan. Karena setau Nara hanya Arkan lah yang menjadi anak satu satu nya Erina.

Masih mending jika yang di maksut itu adalah Arsen, pasti Aresha tidak akan sekesal ini.

Aresha melemparkan tas ransel nya sembarang tempat dan langsung menghempaskan tubuh nya di atas ranjang.

Helaan napasnya terdengar panjang. Tangan nya meraih handphone di saku baju nya saat merasa ada yang bergetar. Mendadak mood Aresha semakin buruk saat tahu yang menelepon adalah Arjuna. Kekasih hati nya yang tiada henti membuat nya merasa terabaikan.

Karena masih merasa kesal, Aresha meriject telepon nya dan langsung me-non aktif kan handphone nya. Merasa bodo amat dengan Arjuna yang akan marah karena ini. Karena sejujurnya Aresha lah yang lebih marah karena ketidak jujuran pria yang di anggap sebagai kekasih nya itu.

"Aresha, Abang mau bicara." tanpa permisi atau mengetuk pintu Emil langsung masuk ke dalam kamar Aresha.

"Bisa nggak sih, Bang Emil jangan main selonong aja masuk ke kamar Aresha, kalau Aresha lagi ganti baju gimana coba." dumel Aresha semakin merasa kesal dan marah, tidak peduli jika itu abang nya sekalipun.

"Abang mau bicara." ucap Emil tanpa memperdulikan ocehan adik perempuan nya.

"Mau bicara apa Aresha lagi males ngomong nih."

"Apa bener, kemaren kamu habis ciuman?"

Pertayaan dari Emil membuat Aresha menghela napasnya.

"Pasti dari Areno kan?" tanya Aresha kesal.

"Jawab Abang, iya, atau tidak?"

"Ngapain sih Areno pakai ngadu segala."

"Nggak usah banyak bicara Aresha, kamu cukup jawab iya atau tidak?"

Aresha menghela napas nya lagi, mendengar nada yang semakin dingin dari abang nya membuat Aresha tak berani untuk berdebat, walaupun tuduhan itu sama sekali tidaklah benar.

"Tidak. Aresha sama sekali tidak pernah berciuman dengan siapapun." jawab Aresha sambil menekankan suara nya.

"Baguslah. Kalau emang bener, Abang akan langsung nikahin kamu sama cowok yang udah berani cium kamu."

"Iya Aresha tau kok batasan nya. Tapi Bang Emil jangan ungkit masalah ini lagi ya di depan Papa. Kayak nya Papa udah lupa deh masalah ini."

"Iya."

"Thanks Bang," ucap Aresha tersenyum lega melihat kepergian kakak nya.

Lalu senyuman itu berubah menjadi decakan saat mata nya menatap bingkai foto berisi foto adik kurang ajar nya. Rasanya Aresha ingin sekali menabok bibir adik nya yang suka membuat nya kesal, sekalian juga mata nya yang suka menatap nya dengan tatapan mengejek.

Aresha melangkahkan kaki nya lemas masuk ke dalam kamar mandi. 30 menit sudah berlalu namun Aresha masih tak kunjung keluar, entah apa yang di lakukanya selama itu di dalam kamar mandi.

"Aresha udah siap belum, Papa ngajak pergi sekarang biar pulang nya nggak kemaleman." ucap Nara mengetuk pintu kamar Aresha.

"Bentar Bun, Aresha baru selesai mandi." teriak Aresha terburu buru keluar dari kamar mandi.

"Kebiasaan deh kamu, ngapain saja coba di kamar mandi. Yasudah kalau gitu Bunda tunggu di bawah, jangan lama lama."

"Oke Bun "

Dengan jurus seribu kecepatan, Aresha memakai setelan baju yang sudah di siapkan dan berdandan ala kadar nya.

"Sudah siap, ayo kita pergi sekarang." ucap Fandi begitu melihat Aresha menuruni tangga. Mereka bertiga keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir rapi di depan pintu utama.

Selama perjalanan, Fandi selalu saja mengajak Nara berbicara, sedangkan Aresha dia sibuk dengan handphone nya yang baru saja di aktifkan kembali.

Aresha sibuk mengirimi banyak pesan kepada Arsen yang baru baru ini sangat sulit di hubungi, dan mengabaikan berbagai macam pesan yang masuk termasuk pesan dari Arjuna.

Entahlah, untuk saat ini Aresha benar benar hanya ingin memikirkan Arsen. Dan alasan Aresha ikut kedua orang tua nya pun karena Arsen. Aresha ingin Arsen menemui nya di rumah nya sendiri, sekalian ingin menunjukan pada Bunda nya jika Arsen juga bagian dari keluarga Tante Erina, lebih tepat nya anak kandung tante Erina.

"Sayang, kamu ngapain sih? Bunda perhatiin kamu sibuk banget dengan handphone kamu." tanya Nara meloh ke belakang menatap Aresha yang masih memainkan handphone nya.

"Enggak kok Bun. Aresha lagi chating teman Aresha." jawab Aresha.

"Bagaimana dengan pria itu Aresha. Jangan ikir Papa lupa soal itu ya," ucap Fandi melirik Aresha dari kaca spion. Aresha hanya bisa menghela napas nya, Aresha pikir papa nya akan lupa, tapi ternyata, papa nya itu sama sekali tidak lupa.

"Jangan bilang kalau pria itu... "

"Iya iya Aresha nggak lupa kok Pah." ucap. aresha.

"Nanti juga Papa bakal ketemu sama dia." lanjut Aresha membatin.

Mobil yang di kendarai Fandi mulai memasuki pekarangan rumah mewah, memarkirkanya tepat di depan rumah yang bagaikan istana kerajaan.

Di depan pintu utama, Fandi, Nara dan Aresha sudah di sambut oleh wanita dan pria paruh baya. Dan dia adalah Aril dan juga Erina, tuan dan nyonya di rumah ini.

"Aresha, kamu ikut juga." ucap Aril menatap Aresha yang di belakang tubuh Nara.

"Iya Om" jawab Aresha singkat.

"Yasudah yuk masuk saja, kita ngobrol di luar." ucap Erina mempersilahkan masuk tamu istimewa nya.

Aresha berjalan mengikuti kedua orang tua nya di belakang, namun saat hampir memasuki rumah, mata Aresha tak sengaja melihat sebuah motor sport terparkir tak beraturan di depan pintu bassement rumah mewah ini.

"Itukan motor Arsen, benarkah? apa dia ada di sini?" pikir Aresha sebelum benar benar memasuki rumah dan ikut bergabung bersama kedua orang tua nya di ruang tamu.

"Aresha mau minum apa Sayang? Biar tante yang buatkan buat kamu langsung."

Melihat tatapan teduh serta tutur kata yang lembut membuat Aresha sedikit menyangkal jika Erina sosok orang tua yang jahat, sama seperti apa yang pernah Arsen katakan waktu itu.

"Terserah Tante saja, Aresha akan meminum apapun yang Tante buat." jawab Aresha tersenyum tanpa ada rasa canggung dengan Erina, seakan mereka sudah lama berkenalan walau nyata nya Aresha hanya bertemu dua kali dengan Erina.

Sepeninggalan Erina, Aresha duduk dengan tenang di samping bunda nya, sedangkan papa nya sudah di bawah oleh Aril untuk membicarakan bisnis mereka.

"Bun," panggil Aresha.

"Ada apa, Sayang?"

"Bunda ingat dengan pria yang pernah mengantar Aresha dalam keadaan basah waktu itu?" tanya Aresha menatap Nara dengan tatapan serius.

"Iya ingat, namanya Arsen kan."

Aresha mengangguk.

"Dia pria yang sama yang mengantarkan Aresha malam itu, dan dia juga yang ingin Papa temui karena tuduhan yang di ucapkan Areno waktu itu " ucapan Aresha membuat Nara terdiam. Nara jadi teringat akan suatu hal, tentang Arsen yang kata nya juga anak dari sahabat lama nya, Erina.

"Bukan nya dia... "

"Ini dia minuman nya sudah jadi, ayo Nara, Aresha silahkan di minum." ucapan Nara terpotong dengan kedatangan Erina yang membawa nampan berisi minuman beraneka rasa. Seniat itukah Erina menyajika banyak minukan seperti ini, pikir Aresha.

"Maksih Tante, Aresha mau minum yang ini saja." Aresha tersenyum dan meraih segelas sirup yang di ketahui nya rasa melon.

"Kamu suka itu Aresha, wah sama dong kayak Arkan. Dia juga suka lo sama rasa melon."

Aresha yang sudah menegak minuman nya hampir saja menyemburkan nya ke depan.

Aresha mendongak menatap Erina, kenapa harus Arkan yang di bicarakan, kenapa nggak Arsen saja, dia kan anak kandung nya. Batin Aresha tak terima.

"Maaf tante, Aresha mau benerin rambut Aresha dulu. Boleh Aresha ke toilet."

"Tentu saja, tapi toilet bawah baru di benerin jadi kamu naik aja ke atas, di kamar sebelah kiri itu kosong jadi kamu bisa menggunakanya."

"Oh ya Tan, Arkan di rumah?"

"Tadi dia pulang, tapi udah keluar lagi nggak tau mau kemana."

Aresha mengangguk paham, dalam hati Aresha sangat bersyukur dengan ketidak hadiran Arkan di rumah ini. Mungkin Arkan pergi karena melihat Arsen datang ke rumah, ya Aresha berfikir Arsen kembali ke rumah karena tadi Aresha melihat motor Arsen di depan basement.

Aresha berjalan pelan menaiki tangga hingga sampai di depan kamar yang di maksud Erina, kamar sebelah kiri yang katanya kosong tanpa di huni.

Dari banyak nya kamar yang Aresha lewati, Aresha hanya berpikir di mana letak kamar Arsen. Jujur Aresha memang berharap Arsen akan menemui papa nya dan menjelaskan kejadian yang sebenar nya. Sekaligus menunjukan jika Arsen memang benar benar tuan muda di rumah ini.

Aresha masuk ke dalam kamar dengan mengetuk pintu terlebih dahulu. Fandi selalu mengajarkan Aresha untuk mengetuk pintu terlebih dahulu tidak peduli jika kamar yang ingin di masukinya itu kosong atau tidak.

Kesan pertama saat Aresha memasuki kamar ini adalah mewah dengan nuansa hitam abu abu. Lebih mewah dari pada kamar nya di rumah, namun kamar ini terlihat sedikit menakutkan bagi Aresha.

"Arsen di mana ya? Kenapa belum balas pesan ku," gumam Aresha teringat tujuan awal nya. Berpura pura ke kamar mandi hanya untuk menghubungi pria yang akhir akhir ini selalu terlibat masalah dengan nya.

Aresha meraih handphone nya dan ingin menghubungi Arsen.

"Eeh," Aresha tersentak bukan main saat mendengar suara handphone berdering dengan sangat keras.

Aresha mencari sumber suara dan menemukan sebuah handphone tergeletak begitu saja di atas permadani.

Aresha memgambil handphone itu, dan.

Degh..

Seketika itu juga Aresha merasa terkejut dengan nama yang terpampang jelas di layar handphone yang baru saja di ambil nya.

Ada Aresha dengan emot kucing di samping nama nya.

Aresha🐱

Nama nya terlihat jelas sebagai penelepon, dan yang membuat Aresha terkejut adalah, kenapa handphone Arsen ada di sini. Apa ini kamar Arsen? lalu kemana Arsen pergi? kenapa tidak ada di sekeliling nya?

Aresha mengembuskan napas nya panjang. Mencoba untuk tenang walaupun ada banyak pertanyaan bersarang di pikiran nya.

"What happened to you, Arsen?"

Aresha menghempaskan tubuh nya di atas sofa kamar. Motor, dan handphone Arsen ada di rumah ini. Tapi kenapa pria itu sama sekali tidak terlihat di rumah ini. Aresha merasa aneh, dia merasa aneh dengan apa yang baru saja di temukan nya.

Aresha teringat sesuatu, saat menemui Arsen di taman, Arsen tidak membawa motor nya, dan belakamgan ini Arsen juga tidak bisa di hubungi. Apa ini yang menjadi alasan keanehan Arsen belakangan ini, apa Arsen mendapatkan hukuman dari mama nya?

Apa Arsen kabur dari rumah tanpa membawa motor dan handphone nya?

Semakin memikirkan nya, Aresha merasa semakin sulit memahami nya. Namun hati nya bereaksi tak sesuai dengan pikiran nya, dan itu yang membuat Aresha binggung dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri belakangan ini.

📝

***Jangan lupa favoritin dan comen nya ya🙏♥

My ig @mission_er

@rsmndaa***_

1
K_Forza
beranda sekali aku baca pas bagian ini 🤣
K_Forza
ternyata novel ini udah ada di tahun 2020 dan aku baru tau di 2025 lewat dubber nya novel ini..
keren novel nya bikin terharu, terbawa suasana mengingatkan jaman sekolah dlu
K_Forza
gak suka Arjuna ih
K_Forza
jangan bilang kalo vino juga suka Aresha?
K_Forza
bener, paling gak kuat dan males punya cowok cuek apalagi gak peka🥲
K_Forza
astaga koplak juga gurunya 🤣😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku gak rela cerita ini END sih thor,, Aku pengen baca sampai mereka nikahan semua dan punya anak masing2 nya..ck thor huaaa..Aku gak rela END😩😩😩😩
Qaisaa Nazarudin
Kita kawal sampai pelaminan thor..😅😅
Qaisaa Nazarudin
Yezzzz 💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Mau2,Mau dong 🥰🥰🥰😍
Qaisaa Nazarudin
Pikuran yg kel gini yg gak benar,Harus di perjuangkan,Bukannya nyerah gitu aja,,Sebel aku..
Qaisaa Nazarudin
Berarti cinta kamu belum kuat utk Aresha,nyatanya kamu tdk mempercayai nya,,Kamu malah lebih memilih Ego mu,Aku kecewa dgn mu Arsen..
Qaisaa Nazarudin
Aresha terlalu gengsian dan gak pernah peka dgn keadaan Arsen,Heran aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Waahh Arjuna licik,Bawak bawain mama nya utk dekatin Aresha lagi, Curang..
Qaisaa Nazarudin
Mendingan sama Aldrin dari pada kamu yg masih mencintai cewek lain,tapi pacaran dgn Stephany,,🙄🙄Rasain kamu kan..
Qaisaa Nazarudin
Aneh ya,Kok ada kembaran yg saling musuhan kek gitu,Hanya di dunia novel kan..😂😜
Qaisaa Nazarudin
Sengaja ya Arsen kasih nomornya ke Nabila, katanya Cinta sama Aresha,Tapi kenapa gak bisa jagain hatinya Aresha?? Lama2 sebel aku dgn sikapnya Arsen,,
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti nomor Nabila,Blokir aja deh Aresha nomor nya..
Qaisaa Nazarudin
Arsen gengsian banget, giliran di dekatin Nabila malah diam aja,, Ini yg bikin mereka tambah salah paham, Kamu sendiri yg kasih peluang Arjuna dekatin Aresha lagi, Ntar jgn nyesel kamu..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu yg nemuin Arsen dan minta maaf,Kok sekarang malah kebalik,kamu yg ingin Arsen nemuin kamu,ck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Sikap Arsen yg suka berantem membuatkan Aresha meninggalkan Arsen,Udah tau Aresha gak suka kamu berantem,Malah Arsen kayak menantang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!