"Aku bersumpah demi setiap tetes darah Chaca yang menyatu dengan air, demi setiap air mata yang ia keluarkan hari ini, dan demi setiap detik rasa sakit yang ia rasakan. Kau ... Devon Albara dan yang lainnya, jika suatu hari nanti kalian tahu kebenarannya, kalian akan merasakan yang namanya kematian itu lebih baik daripada hidup dalam bayang-bayang penyesalan. Dan untukmu Darent Al Jeck, semoga kau bahagia setelah menghianatiku dan memilih dia. Sekarang aku sudah tidak memiliki harapan untuk hidup, semuanya sudah terbawa bersama buih lautan darah Chaca, jadi untuk apa aku tetap tinggal di dunia ini, selamat tinggal, semoga suatu hari kita bisa dipertemukan lagi di akhirat teman-teman."
~Lisa~
"Enggak ada gunanya gue hidup, semua teman-teman gue udah pergi menyusul Chaca, dan satu-satunya orang yang gue cintain ternyata tega ingin membunuh gue karena rekaman palsu yang di buat seseorang, jadi ... selamat tinggal."
"Tidaaaakkk!"
~Lista~
__________________
JAUH JAUH SANA PLAGIAT!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cha_Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Haanuuummm!
"Huh ... baiklah, sebenarnya kunci kalian sekarang berada di dalam hutan kegelapan. Waktu itu aku sempat di hadang oleh seekor naga bayang tingkat 10, lalu kunci-kunci itu terjatuh saat pertarungan kami, dan sepertinya aku melupakan sebagian kunci itu di sana," ucap Hanum sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sama sekali.
"What!!" Celetuk Chaca dkk bersamaan.
"Haha, kalian selalu kompak yah, seperti orang yang bersaudara," kata Hanum mengalihkan pembicaraan.
"Kita emang saudara kali, Num" ujar Lista datar.
"Hehe, oh iya yah ... saya sampai lupa haha ... ha ... ha," tawa Hanum garing yang semakin membuat Chaca dkk berekspresi datar dan dingin yang menindas.
Seketika ingatan Hanum yang melihat Chaca dkk yang merobohkan 20 penjahat waktu di pasar tradisional membuatnya merinding.
"Maafkan saya, tolong jangan pukul saya" teriaknya memohon dihadapan Chaca dkk.
"Kau ini! Pergi dan cari kunci kami sampai ketemu, kalau tidak ...," kata Chaca memberikan kepalan tangannya di wajah Hanum yang sudah pucat.
"Glup!" ia menelan salivanya susah.
Ia memikirkan bagaimana caranya ia kabur dari para iblis itu secepatnya. Ia tak mau masuk ke dalam hutan kegelapan untuk kedua kalinya, bisa habis nyawanya jika bertemu dengan naga bayang itu lagi.
"Maaf, saya masih harus memberikan kotak-kotak lain kepada pemiliknya, jadi kalian harus mencari kunci itu sendiri," gumamnya pelan lalu detik berikutnya Hanum melarikan diri secepat kilat dari hadapan Chaca dkk.
"Haanuuummm!!" teriak Chaca dkk penuh penekanan.
"Oh iya, sebagai permintaan maaf, aku akan memberikan kalian satu informasi yang akan mempermudah kalian untuk menemukan lokasi Poisonous Magic Sect. Setelah menemukan kunci kalian, maka carilah guru besar Liu di desa Yangdong yang berada di daratan barat benua ini, dan mintalah bantuan darinya untuk menunjukkan dimana lokasi secte itu,"ujar Hanum yang tiba-tiba datang secepat kilat lalu pergi dengan secepat angin topan.
"Haaanuuuummm!" teriak Chaca dkk geram dengan wajah yang merah padam.
"Hei kau putri bodoh, cepat ketempat kalian di awal tadi. Waktu akan segera berjalan kembali seperti semula. Kalian tidak boleh membuat orang-orang merasa curiga," kata laba-laba itu pada Lisa dari tempat sarangnya berada.
Lisa mengangguk paham. "Kalian cepatlah kembali ke tempat masing-masing seperti hal ini tidak pernah terjadi, jangan sampai orang-orang heran dengan kita yang tiba-tiba saja ada di sini."
Chaca dan yang lain pun menuruti perintah Lisa, mereka kembali ketempat masing-masing seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Dan benar saja, setelah Lisa kembali masuk ke pelukan Kaisar Roung Hua, semuanya kembali bergerak seperti semula.
"Huh ... untunglah aku tepat waktu," batinnya bersyukur.
"Putriku, kau jaga diri baik-baik di tempat pengasinganmu. Ayahmu ini akan menyuruh pengawal bayangan mengantarmu ke sana," ucap Kaisar Roung yang khawatir dengan keselamatan putrinya itu.
"Terima kasih karena ayah telah mengkhawatirkan putri ini," kata Lisa terharu.
"Baiklah, dengan ini aku nyatakan sidang di bubarkan. Kalian semua bisa kembali ke tempat kediaman masing-masing," ucap Kaisar lantang nan tegas layaknya seorang pemimpin agung.
"Bersiaplah, sore ini kau akan berangkat ke tempat pengasingan," kata kaisar yang langsung di iyakan oleh Lisa.
SKIP ⏩
Setelah Chaca sampai di kediamannya, ia pun menyuruh teman-temannya dan para gegenya untuk berkumpul di Pavilunnya secepatnya melalui WhyApp.
Selang beberapa lama, akhirnya orang-orang yang ia tunggu tiba.
"Baiklah, karena kami tidak memiliki waktu yang banyak untuk menceritakan semuanya, jadi aku langsung saja ke intinya," kata Chaca menatap kedua gegenya.
"Huh-" Chaca menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan.
"Kami telah memutuskan untuk kabur bersama Lisa dari pengasingnnya," kata Chaca yang membuat gegenya kaget.
"Kalian jangan bercanda, kalau kalian tiba-tiba menghilang, semua orang akan cemas dan sudah pasti ayahanda mengerahkan seluruh pasukannya untuk mencari kalian. Dan hukuman Lisa akan semakin berat jika ia ketahuan kabur dari pengasingan,"kata Jian Lu memperingatkan Chaca dkk.
"Kami tahu resikonya akan sebesar itu, maka dari itu kami butuh bantuan kalian agar hal seperti itu tidak terjadi," jelas Chaca yang membuat para gegenya diam lantaran tak mengerti.
"Kami ingin kalian membantu kami melarikan diri dan membuat semua orang berfikir bahwa menghilangkannya kami adalah karena diculik oleh seorang."
Kedua gegenya terloncat kaget mendengar ide konyol melarikan diri yang ingin adik-adiknya lakukan.
"Sebenarnya apa tujuan kalian melarikan diri dari dari tempat ini? Toh kalian yang bilang sendiri kalau kalian senang karena akhirnya memiliki keluarga yang sangat menyayangi kalian, lalu mengapa kalian ingin meninggalkan kami?" tanya Hua Luan sedih.
Chaca dkk sangat tahu bagaimana khawatirnya orang-orang yang mereka sayangi di kerajaan ini jika mereka pergi, tapi demi keselamatan mereka, hal ini harus dilakukan.
"Maafkan kami kak, tapi kami harus tetap pergi demi keselamatan orang-orang yang kami sayangi," gumam Lia sedih.
"Maksudnya?" tanya Hua lua heran.
"Kalian akan tahu pada waktunya nanti," jawab Lisa.
"Tapi gege tenang saja, kami tidak akan pergi selamanya. Mungkin untuk beberapa tahun saja, setelah itu kami akan kembali ke sini dengan nama dan identitas baru," ucapnya mantap.
Kedua gegenya hanya diam seribu bahasa, mereka tak tahu harus mengiyakan atau menolak.
"Kami ingin mandiri, kami tidak ingin hidup di bawah perlindungan kalian karena di anggap lemah oleh semua orang. Kami juga ingin memiliki energi kultivasi seperti kalian dan menjadi pendekar seperti ayah. Kami ingin membuat kalian semua bangga memiliki putri seperti kami," kata Lista dengan nada sedih.
Siapa yang dapat menolak permintaannya jika sudah meluncurkan jurus andalannya yaitu puppy eyes dengan tingkah seperti anak kecil yang meminta dibelikan mainan oleh sang ibu.
"Huh ... Baiklah, kami akan membantu kalian, tapi kami punya sebuah syarat," ucap Jian Lu membuat Chaca dkk bertanya-tanya.
"Kalian harus mengabari kami setiap harinya tentang bagaimana keadaan kalian," tawarnya.
"Em ... setiap bulan bagaimana?" nego Lisa.
"Tidak! Kami tak ingin menunggu selama itu untuk tahu kabar kalian," tolak Hua Luan.
"Dua minggu sekali?" nego Lisa lagi.
"Tidak!" tolak kedua gegenya yang sudah seperti anak kecil yang lagi ngambek.
"Yasudah kalau kalian tidak mau, kami tidak butuh bantuan kalian untuk melarikan diri. Kami bisa melakukannya sendiri, dan jangan harap kalian akan mendapatkan kabar dari kami sedikitpun," ancam Lisa yang kini dalam mode liciknya.
"Yasudah kami setuju," ucap kedua gegenya spontan karena tak mau hal itu sampai terjadi.
"Kalau begitu, apa rencana kalian?" tanya Jian Lu serius setelahnya.
"Rencananya seperti ini, ...(bla bla bla bal)," Chaca menjelaskan panjang lebar rencana yang telah ia susun serapi mungkin agar pelarian ini benar-benar terlihat layaknya penculikan.
"Ok, kami berdua mengerti," kata Jian Lu yakin.
"Tapi sebelum itu, kami ingin memberikan sesuatu untuk kalian berdua." Chaca dan yang lain pun mengeluarkan benda-benda yang lagi-lagi aneh menurut kedua gegenya.
"Kalian sangat ingin AC bukan? Aku tidak sempat membuatkan benda itu untuk kalian, tetapi sebagi gantinya, aku memberikan kipas angin ini untuk kalian. Fungsinya sama dengan AC yang mendinginkan suhu ruangan, bahkan lebih sejuk di bandingkan AC. Kalian tinggal pencet tombol ini untuk menyalakan dan memencetnya lagi untuk mematikan. Kalian juga bisa menambah atau mengurangi suhu ruangan kalian sesuai keinginan kalian dengan menekan tombol yang di atasnya,"paparnya.
Kedua gegenya menampilkan mata yang berbinar-binar karena senang dengan pemberian adiknya itu.
"Kalian juga ingin PlayStation bukan? Ini ambil saja milikku kak, aku masih punya satu lagi," ucap Lia memberikan benda miliknya itu.
"Aku hanya bisa memberikan benda ini untuk gege, aku merajutnya sendiri agar gege tidak kedinginan saat musim di dingin tiba." Lisa memberikan sepasang jaket, dua pasang sarung tangan, dan sepasang syal untuk kedua gegenya.
"Aku pikir benda ini bisa menjadi senjata rahasia kalian jika terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan kalian atau keluarga kita yang lain," ujar Lista memberikan dua buah pistol dan dua toples peluru kepada gegenya.
"Benda apa ini?" tanya mereka bersamaan.
"Benda ini namanya pistol kalau di zaman kami ... benda ini di gunakan untuk melukai seseorang tanpa menyentuh. Seperti ini-" Lista menembak asal salah satu sudut ruangan. "kalian lihat kan bagaimana benda ini dapat menembus dinding yang jaraknya jauh itu? Seperti itulah benda ini bekerja. Dan aku harap kalian menggunakan benda ini di keadaan yang benar-benar perlu saja," kata Lista yang langsung mendapat persetujuan dari kedua gegenya.
"Terimakasih adik-adiknya gege, kami akan selalu menjaga benda-benda pemberian kalian dengan baik."
Mereka pun saling berpelukan dengan sayang.
Hingga seorang pelayan mengganggu momen-momen mengharukan mereka.
"Maaf saya menggangu Putri ... Pangeran ... di aula utama ada 5 pendekar yang ingin bertemu dengan kalian para Putri," ucap pelayan itu.
"5 pendekar?" tanya Chaca dkk bersamaan.
TBC😋
Jangan lupa Like, komen, and Vote guys 🤗
semngat thor..
pada nunggu nih kita kita
apa ni crita mau di berhentikankah thor
kok udah habis sih 🥺🥺🥺🥺
Lagi dong, please🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Next....
Semangat buat kelanjutan ceritanya ya...
Semangat....
ih jahat banget sih🥺🥺🥺🥺