Satu Malam bersama istri tetangga mampu meluluhkan lantahkan seorang Bastian Emanuel. Ia terjerat pada sosok istri orang
Akankah cintanya mampu di gapai? Ataukah hanya sebatas mimpi? Mimpi yang hanya akan menjadi sebuah bunga tidur tanpa menjadi kenyataan.
"Perawan memang menawan, janda sungguh menggoda, tapi istri orang jauh sangat menantang. Pesonanya terasa berbeda. Menarik," Bastian Emanuel
Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. Niat Jayden
Jayden Amir Khan, seorang pemuda berasal dari desa Babakan Soka. Dia teman satu tongkrongan dengan Bastian dan seorang anak dari keluarga tidak punya. Jayden bekerja serabutan dan tidak menentu. Namun, dia salah satu pria yang cukup tampan, baik dan terkenal ramah meski penampilannya terlihat urakan, tapi satu yang membuat Jayden di cap sebagai laki-laki jahat, gelar sang Casanova.
Jayden menyukai Ningsih, anak dari kepala desa terkaya di kampungnya. Namun, karena penolakan dari kedua orangtuanya Ningsih membuat Jayden gelap mata dan melampiaskannya ke hal negatif, sering main meski itu hanya satu bulan sekali. Karena rasa cinta yang dimiliki Jayden terhadap wanita pujaannya, membuat Jayden meyakinkan diri untuk meminang sang pujaan. Gayung pun bersambut, Ningsih bersedia menerima pinangan Jayden dengan syarat datang ke rumahnya dan bicara langsung secara baik-baik kepada kedua orang tuanya.
Dan di sinilah dia berada, di hadapan kedua orang tuanya meminta Restu menjadikan sang kekasih sebagai istri. Namun, karena sebuah materi, cinta mereka terhalang restu dan penolakan pun Jayden dapatkan dari keluarganya Ningsih, serta lontaran hinaan juga ia terima dari keluarganya Ningsih.
"Bapak tetap tidak setuju kamu menikah dengan pria tidak punya ini. Apa kata warga sekitar, Ningsih? Bagaimana mereka yang menyegani Bapak sebagai kepala desa menikahkan kamu dengan pria yang tidak punya apa-apa? Pria hina dan kotor sepertinya. Apa yang akan Bapak katakan ketika mereka bertanya anak seorang kepala desa di nikahkan dengan pria yang pengangguran, Casanova? Bapak tidak mau itu terjadi dan Bapak menolak tegas lamaran Jayden!" pak Kades bernama Cahyo itu kekeh dengan pendiriannya menolak pinangan Angga.
"Benar Ningsih, ibu juga tidak setuju kamu menikah dengan dia."
"Tapi pak, bu Ningsih cintanya sama A Jayden. Ningsih ridho menerima A Jayden apa adanya, Ningsih juga yakin A Jayden akan berubah. Ningsih mau nikah sama A Jayden dan Ningsih menerimanya apa adanya. Ningsih mohon restui kami pak bu."
"Sekali tidak tetap tidak!" pekik pak Cahyo membentak putrinya saking tidak suka dengan perkataan Ningsih.
"Pak ..." belum juga Jayden berkata ucapannya sudah dipotong duluan oleh ibunya Ningsih.
"Kamu lebih baik pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi! Sekalipun kau kaya dan itu mustahil kamu dapatkan. Jangan lagi kamu coba-coba mendekati anakku karena dia sudah dijodohkan dengan putranya juragan sawah!" kata ibunya Ningsih.
"Apa?!" pekik Ningsih dan Jayden terkejut mendengar penuturan wanita bernama Ayu.
"Bu, Ibu pasti bohong bukan? Tidak Mungkin kalian tega menjodohkan aku dengan putra dari juragan sawah? Aku tidak suka Ari karena dia seorang playboy, pak." Ningsih menolak. Dia tidak mau dijodohkan dengan anak itu.
"Jayden juga playboy! Tapi setidaknya Ari lebih kaya dari pria miskin ini. Itu sudah keputusan kami sebagai orang tua dan kami berhak menentukan siapa yang pantas dan tidak untuk menjadi pendamping mu, Ningsih!" kata Cahyo selaku kades kecamatan Babakan soka.
"Pak, Bu, berikan aku kesempatan untuk membahagiakan Ningsih, aku janji akan membahagiakan dan aku janji kehidupan Ningsih bakalan terjamin. Aku akan berusaha keras mencari pekerjaan layak untuk membiayai Ningsih," ujar Jayden tidak ingin wanita pujaannya jatuh ke tangan pria lain.
"Saya akan tetap tidak merestui hubungan kamu dengan anakku! Bu, bawa Ningsih masuk ke dalam kamar karena besok keluarga juragan sawah akan datang untuk melamar Ningsih!" kata Cahyo semakin membuat Jayden dan Ningsih dibuat tercengang sekaligus terkejut.
"Tidak! Aku tidak mau di jodohkan, Pak. Aku maunya bersama A Jayden. Aku cintanya sama dia!" Ningsih memberontak dari ibunya karena tidak mau diajak ke dalam kamar.
"Pak, jangan sakiti Ningsih, aku minta restui kami. Aku janji akan membahagiakan nya."
"Pergi kamu!" sentak Cahyo mendorong tubuh Jayden.
*****
Setelah Bastian mengajak Kyara berbelanja keperluan semua anak-anak, mereka langsung saja menuju panti asuhan.
"Makasih ya kamu sudah membelikan ini semua. Aku senang akhirnya bisa mewujudkan keinginan ku buat berbagi pada mereka." Senyum Kyara terus mengembang menghiasi wajah cantiknya.
"Sama-sama, apapun akan aku lakukan untukmu dan untuk kebahagiaan mu," balas Bastian mengusap kepala Kyara.
Tidak berselang lama, mereka sampai ke salah satu panti asuhan yang sering Kyara kunjungi. Kedatangan mereka di perhatikan para anak-anak di sana. Pas Kyara turun, hampir semua anak berteriak riang.
"Kak Kyara!!" pekik mereka bersamaan berlari menghampiri. Ada yang langsung memeluk dan ada yang Salim.
"Eh, eh, pelan-pelan sayang," ucap Kyara tersenyum bahagia.
Bastian yang juga sudah turun tersenyum melihat interaksi Kyara terhadap anak-anak yang ada di sana. Dia memandang lekat wajah cantik Kyara.
"Hal sederhana saja mampu membuatmu tertawa bahagia. Kamu berbagi demi mereka dan kamu bahagia, itu artinya kau istimewa, Kyara." batin Bastian.
.
kesel kaya cerita ikan terbang....
UU=ujung-ujungnya ku menangis..... membayangkan. ga usah lu bayangin dasar.....