Valentina Sierra punya segalanya: keluarga terpandang, kekasih idaman, dan kursi di Harvard yang menanti. Sampai satu malam mengubah segalanya. Ia terbangun di ranjang asing, pakaian robek, seprai bernoda darah—dan di sisinya berbaring Dorian Cervantes, pria paling ditakuti sekaligus paling dibencinya. Duda dingin berdarah dingin, seorang pengusaha yang menyimpan rahasia jauh lebih gelap dari yang bisa dibayangkan siapa pun.
Dijual oleh keluarganya sendiri atas nama "kehormatan", Valentina dipaksa menikahi sang iblis. Yang tak ia sadari: malam itu bukan kebetulan. Itu sebuah jebakan—dan ia hanyalah satu bidak dalam permainan yang jauh lebih besar, permainan yang berakar pada rahasia kelam tentang jati dirinya yang sebenarnya.
Terperangkap di dunia penuh topeng, senjata, dan pengkhianatan, Valentina harus belajar bertahan. Belajar menembak. Belajar membalas. Dan yang paling berbahaya dari semuanya—belajar bahwa benci dan cinta hanya dipisahkan satu garis tipis.
Dari kebencian menjadi hasrat, dari korban menjadi pemburu. Ketika seluruh kebenaran akhirnya terkuak, siapa yang akan berlutut, dan siapa yang akan menarik pelatuknya lebih dulu?
Sebuah kisah romansa gelap tentang pernikahan paksa, dendam yang membara, dan cinta yang tumbuh di tempat paling mustahil. Untuk pembaca dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SilvinaTracy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: DIJUAL
NARATOR
Si Merah murka. Dia sudah membunuh beberapa orang tak becus yang gagal menemukan orang yang begitu dia butuhkan. Dia telah mencoba segala cara, yang mungkin maupun yang mustahil, tapi tak ada jejak sama sekali. Andai dia mengetahuinya bertahun-tahun lebih awal, pasti semuanya mudah baginya—tapi tidak. Baru mengetahuinya bertahun-tahun kemudian menempatkannya dalam bahaya besar.
Peringatan tahunan itu tiba lagi, dan kakaknya selalu punya tanda tanya yang belum terjawab. Si Merah tahu itu, tapi dia akan menjauh dari segala intrik yang justru dia sendiri dalangnya. Menghancurkan hidup kakaknya sudah berhasil dia lakukan, tapi kalau segalanya berubah, dialah yang akan hancur—terlebih karena kakaknya punya sekutu yang siap membantu apa pun. Dengan segala "kebaikan hatinya" dan sederet jasa besar yang pernah dia berikan, akan selalu ada orang yang rela melakukan apa saja demi kakaknya.
Sementara itu, sebuah klan yang berkuasa tengah menyiapkan lelang tahun ini—tahun ini? Lelang terbesar dalam satu dekade. Tinggal beberapa bulan lagi sebelum di sebuah pulau pribadi berlangsung lelang wanita tahunan, tempat tak ada satu pun dari mereka yang bahagia menjadi bagian darinya.
Sudah lebih dari lima puluh tahun klan-klan utama ikut serta dalam lelang itu. Tentu saja hanya ada satu klan yang menjadi penyelenggara, dan lelang itu jadi cara sempurna untuk bersosialisasi dengan yang lain, mungkin menjalin aliansi, atau berbagi jalur pengiriman. Di dunia mafia, tak ada yang berani buka mulut—kalau tidak, seluruh keluarga membayarnya dengan darah, dimulai dari anak-anak yang selalu jadi titik terlemah siapa pun. Dengan aturan yang jelas, polisi yang jauh, dan jutaan dolar untuk dihamburkan demi kesenangan, tak ada lagi yang perlu diperdebatkan.
Valentina akan menjadi bintang besar di sana tanpa dia sadari sedikit pun. Siapa yang menyerahkannya? Pertanyaan itu mudah dijawab, tapi alasannya hanya diketahui segelintir orang. Gadis itu bahkan sudah punya musuh sampai ke luar negeri, meski dia tak bersalah atas apa pun.
Para wanita direkrut. Yang bukan perawan berada di sana karena suatu sebab dan berakhir dihancurkan. Tak ada orang baik di dunia hitam. Putri-putri para pengkhianat kadang harus membayar harga atas dosa ayah mereka, begitu pula mereka yang nekat mengkhianati orang-orang yang tak seharusnya dikhianati. Bentuk penyiksaannya bermacam-macam, dengan penghinaan berupa diperkosa beramai-ramai—sering kali bahkan tanpa sempat dijual—lalu dibunuh sebagai pesan yang jelas. Tapi mengapa Valentina justru akan menempati posisi utama di sana?
Dorian pernah diundang ke acara-acara semacam itu, tapi dia selalu menolak datang. Tangan kanannyalah yang hadir mewakili dengan mengenakan topeng, sehingga tak seorang pun tahu bahwa itu bukan Dorian yang asli. Dia tak pernah sekali pun membayar seorang wanita di sana. Kalaupun dia datang, itu hanya untuk mengamati, bersosialisasi dengan pihak yang menguntungkannya, lalu pergi sebelum acara berakhir. Di sana Dorian tak pernah melibatkan diri. Enaknya jadi bos adalah bisa mendelegasikan tugas pada anak buah untuk menghapus jejak—dan terutama menutupi jati dirinya sendiri.
Valentina sama sekali tak tahu dengan siapa dia menikah. Yang dia ketahui tentang suaminya sedikit sekali, sungguh sedikit. Secara intim, dia sudah mengenal segalanya, tapi soal pekerjaan maupun perasaan, nyaris nol yang dia ketahui—dan Dorian lebih suka mempertahankannya tetap begitu.
Ketika dokter itu mengabarkan apa yang terjadi pada Valentina—hasil pemeriksaan yang membuktikan dia bukan lagi perawan dan bahkan aktif secara seksual—sekelompok orang mengamuk. Bukan karena gadis itu sudah "dipakai," melainkan karena pernikahannya. Valentina menikah dalam keadaan perawan, dan itu pemborosan uang yang luar biasa.
"Kami butuh dia tetap perawan," tuntut salah satu dari mereka kepada sang dokter yang sudah terlibat terlalu dalam.
"Itu bisa diatasi dengan bayaran yang pantas. Dulu dilakukan, sekarang pun masih dilakukan." Dokter itu akan mengerjakan apa pun yang diperlukan asal menerima bagian yang besar.
"Bagaimana caranya? Kamu bisa melakukannya?" tanya seorang wanita muda dengan geram.
"Aku punya koneksi. Operasi rekonstruksi selaput dara, dan tak seorang pun akan tahu bedanya. Banyak wanita melakukannya untuk mengikat lelaki tolol." Sejumlah gadis muda—dan yang tak lagi muda—melakukannya. Mereka sudah "berpengalaman" panjang, tapi tetap saja ada lelaki yang termakan kebodohan semacam itu.
"Bagus, kami tak mau ada kesalahan, atau kamu yang bertanggung jawab," ancam wanita muda itu.
"Kabari saja kalau kalian membutuhkannya, akan kusiapkan semuanya." Dokter itu menutup telepon.
Valentina dibutuhkan dalam keadaan perawan untuk dijual bagai sepotong daging, bagai sesuatu yang bahkan lebih rendah dari sekadar barang milik. Kenyataan bahwa Dorian sudah "memakainya" hanya membuat biayanya lebih mahal, tapi itu bukan masalah yang tak bisa mereka selesaikan.
Yang paling menyedihkan adalah ketidaktahuan sang tokoh utama dalam seluruh kekacauan terkutuk ini. Seseorang yang sudah beberapa kali dijual—namun masih tersisa satu penjualan baru untuknya.