Andrea Smith seorang dokter bedah jantung brilian di Miami—cerdas, mandiri, dan menyimpan satu rahasia: ia peretas ulung. Namun di balik jas putihnya, hidupnya terjerat keluarga yang beracun: ibu yang tak pernah menyayanginya dan seorang ayah tiri yang terus memerasnya lewat satu-satunya orang yang ia cintai. Yang Andrea inginkan cuma satu—bebas.
Alexander Silver adalah pria paling ditakuti di Irlandia. Bos mafia berdarah dingin yang sudah lama mengunci hatinya rapat-rapat setelah dikhianati. Baginya, cinta hanyalah kelemahan yang tak bisa ia tanggung. Sampai suatu malam, takdir membawanya ke sebuah rumah sakit di Miami… dan mempertemukannya dengan sepasang mata cokelat yang mengubah segalanya.
Sebuah tawaran mendadak. Sebuah pernikahan yang lahir dari kebutuhan, bukan cinta. Tapi di tengah dunia penuh peluru, aliansi berbahaya, dan musuh yang mengintai dari setiap sudut, dua hati yang sama-sama terluka perlahan saling menemukan. Alexander bersumpah melindungi Andrea dengan nyawanya—tak menyangka wanita rapuh yang ia nikahi ternyata jauh lebih kuat, lebih cerdas, dan lebih berani dari siapa pun yang pernah ia kenal.
Ketika masa lalu Andrea membuka rahasia yang mengguncang, dan bahaya mengancam segala yang mereka bangun, seberapa jauh mereka rela melangkah demi satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MarLu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
"Mama?" Ya Tuhan, jangan sekarang, batinku. "Cobalah mengerti, aku tidak bisa terus membayari utang. Aku juga punya pengeluaran sendiri."
"Kau sudah tahu apa yang akan terjadi pada perempuan tua itu kalau utangnya tidak dilunasi, Andrea. Jadi, terserah kau."
"Cukup, Mama. Berhenti memakai Nana untuk memerasku. Kenapa kalian tidak mencari kerja saja, dan Carlos berhenti berjudi? Aku lelah selalu harus menutupi utang, Mama."
"Justru untuk itulah kau ada," teriaknya. "Kau harus membayar semua tahun yang kami habiskan untuk membesarkanmu. Dasar tak tahu diuntung. Kau pikir dengan tinggal di gubuk yang kau sebut apartemen itu kau bebas dari kewajiban membantu ibumu? Tidak, Andrea, kau salah besar."
"Membantumu itu satu hal, dan melunasi utang orang yang selalu membenciku itu hal yang sama sekali berbeda. Apa yang harus kusyukuri darinya? Demi Tuhan, Mama, dengarkan ucapanmu sendiri."
"Diam!" Sebuah tamparan mendarat di pipiku. "Carlos selalu memperlakukanmu dengan baik sejak kau kecil. Ia peduli padamu. Ia ayahmu, dan kau harus membantunya."
"Dia bukan ayahku!" teriakku. "Dan tidak akan pernah, Mama."
"Tentu saja dia ayahmu." Ia mencengkeram lenganku, menekannya kuat-kuat. "Ayah yang mau bertanggung jawab atasmu, tidak seperti si bajingan yang cuma kabur dan meninggalkanku sendirian dengan seorang bocah menyebalkan, penuh trauma, yang lebih memilih menikmati hidupnya sendiri daripada membesarkanmu. Kau menyebut itu seorang ayah?"
Aku hanya bisa menangis mendengarnya berbicara tentang ayah kandungku; aku ingin percaya bahwa kenyataannya tidak seperti itu. "Cukup, cukup, kumohon, Mama, kau menyakitiku."
"Sakit mendengar kebenaran tentang ayah kandungmu, ya? Tapi begitulah kenyataannya. Kau akan melunasi utang itu. Beri aku tiga ribu dolar, lalu aku pergi."
"Tiga ribu? Mama, demi Tuhan, aku tidak punya uang sebanyak itu sekarang."
"Setengah jam lagi kau keluar untuk makan, kan? Kau punya waktu menariknya dari bank. Jadi, aku akan kembali dua jam lagi untuk mengambil bayarannya, atau kau sudah tahu siapa yang akan menanggungnya." Ia pun keluar dari ruanganku.
Aku tak kuasa menahan tangis. Kubenamkan kepalaku di atas meja dan menangis penuh amarah dan tak berdaya, sampai kurasakan sebuah lengan melingkari bahuku. Dari aroma parfumnya saja aku tahu itu Lucas. Aku tak ingin ia melihat betapa lemahnya aku; aku takut menatap matanya dan mendapati kekecewaan di sana. Aku terus menangis sampai ia bicara.
"Ayolah, Cantik, jangan menangis. Hatiku hancur melihatmu begini. Kami ada di sini untukmu. Nenek sihir itu minta uang lagi, ya?" Aku hanya mengangguk. "Sobat, kau tidak bisa terus begini. Aku tahu kau melakukannya demi Nana, tapi, Andy, apa yang akan terjadi kalau nanti utangnya begitu besar sampai kau tak sanggup menutupinya? Cantik, kau harus memikirkan cara mengakhiri semua ini."
"Yang menyakitiku, Mama hanya mencariku untuk melunasi utang-utang Carlos. Tapi aku tidak bisa membiarkan Nana sendirian di sana. Cobalah mengerti, Lucas, aku menyayanginya, dan aku harus mencari cara mengeluarkannya dari rumah itu."
"Aku mengerti, Sobat. Kita cari cara mengeluarkannya dari sarang si nenek sihir itu. Tapi kau tidak boleh terus membayari utang yang bukan milikmu."
"Aku harus memberinya tiga ribu dolar dalam dua jam. Aku akan pakai jam makan siangku; sepulang nanti aku harus ke bank dulu. Sampaikan maafku pada Dani."
"Tiga ribu? Aduh, Sobat. Ayo, kita jemput Daniela lalu ke bank. Kalau kau kami tinggal sendirian, bisa-bisa kau malah tidak makan siang. Jadi, ayo."
Aku bangkit, menggantungkan jas dokterku di gantungan, mampir ke kamar mandi untuk membasuh wajah, lalu kami keluar mencari Dani. Begitu tahu Mama datang meminta uang lagi, Dani langsung berteriak marah. Aku sangat menyayangi kedua sahabatku; mereka selalu ada untukku.