NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Mafioso

Istri Kontrak Sang Mafioso

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jullia Soares

Sebuah utang nyaris sejuta dolar mengubah segalanya bagi Alice. Demi menyelamatkan sang kakak dari maut, gadis polos berusia dua puluh tahun itu harus menandatangani kontrak paling gila dalam hidupnya: menjadi istri Adriano Mancini selama dua tahun.

Adriano bukan pria biasa. Ia bos mafia paling ditakuti di Sisilia — dingin, posesif, dan bersumpah tak akan pernah jatuh cinta lagi. Yang ia inginkan hanya satu: seorang perawan untuk melahirkan pewaris kerajaannya. Tanpa cinta, tanpa hati. Begitu bunyi perjanjiannya.

Tapi Alice bukan perempuan yang mudah ditaklukkan. Di balik pesonanya tersembunyi keberanian dan kecerdikan yang perlahan meruntuhkan tembok es di dada sang mafioso. Dan ketika sebuah rahasia kelam tentang tubuh Alice terungkap, Adriano dipaksa memilih antara kesepakatan dingin yang ia buat... dan perasaan yang tak pernah ia duga akan tumbuh.

Di tengah dunia penuh kuasa, pengkhianatan, dan gairah yang membara, mampukah dua hati yang terikat kontrak menemukan cinta yang sejati? Ataukah masa lalu — dan musuh yang mengintai di kegelapan — akan menghancurkan segalanya lebih dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jullia Soares, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Dia baru mulai mengenal adikku. Tapi tak lama lagi dia akan tahu rasanya menikah dengan seorang Mancini," ujar Adriano.

Begitu tiba di perusahaan, Adriano mencium istrinya dan berkata,

"Aku akan ada di sini saat makan siang, menunggumu supaya kita bisa pergi ke restoran bersama."

Lorenzo turun bersama Alice dan masuk mendampinginya. Keduanya naik lift, dan begitu sampai, Eugenia melihat mereka lalu memeluk sahabatnya sambil berkata,

"Sekarang kau harus datang kerja ditemani pengawal pribadi, ya?"

Alice tersenyum dan berkata,

"Kurasa kau sudah tahu siapa dia."

"Selamat pagi, sayang," ujar Lorenzo.

"Selamat pagi, calon mafioso. Kau ada janji dengan Tuan Massimo?" tanya Eugenia.

"Sebenarnya, aku datang untuk memberimu sesuatu," ujar Lorenzo.

"Aku tak ingat meninggalkan apa pun di kasino tadi malam. Jadi kau boleh pergi dengan apa pun yang kaubawa," ujar Eugenia sambil memunggunginya dan berbicara pada Alice.

"Kukira kau suka petualangan. Sayang sekali, kupikir kau mau keluar hari ini dengan mobil sport."

Eugenia berbalik menghadapnya dan berkata,

"Dengar, calon mafioso, kau salah paham. Aku suka mobil sport dan aku suka petualangan, tapi aku bukan perempuan yang bisa dikendalikan semudah itu. Jadi kunci mobilmu itu boleh kaubawa pulang. Aku takkan membuang waktu malamku untuk pergi denganmu demi ditukar mobil mahal."

"Aku tak mengajakmu kencan. Aku cuma mau memberimu kesempatan untuk beradu balapan denganku malam ini. Kalau kau menang, mobilnya jadi milikmu," ujarnya.

"Berarti kau bisa menyerahkan kunci hadiahku sekarang," ujar Eugenia sambil merebut kunci itu dari tangan Lorenzo.

Eugenia berbalik, dan Lorenzo berkata,

"Kau tak mau tanya, kalau kau kalah, apa yang kudapat?"

Keduanya tertawa terbahak-bahak, lalu Eugenia menghadap Lorenzo dan berkata,

"Aku takkan kalah. Tapi kalaupun sampai terjadi, aku sudah tahu apa yang kaumau. Jangan remehkan kecerdasanku, sayang."

Lorenzo terpaku mengagumi Eugenia yang berlalu. Alice, yang berdiri di sisi sahabatnya, berkata,

"Kau tahu, kan, dia mafioso?"

"Dan kau? Kau tahu kau menikah dengan salah satunya?" tanya Eugenia.

"Sebenarnya, aku cuma menikah karena kontrak," ujar Alice.

"Ya, tapi kau tetap sudah menikah. Sekarang ceritakan, bagaimana malammu bersama Adriano?"

"Aku belum kehilangan keperawananku, kalau itu yang mau kautahu," ujarnya.

"Belum, ya. Tapi serius, Kawan, berbaring saja di ranjang dan santai. Kau pasti disukai Adriano. Dia bukan tipe pria yang berbaring dengan seorang perempuan lalu tak berbuat apa-apa. Kurasa dia menikahimu karena benar-benar merasakan sesuatu," ujar Eugenia.

"Jatuh cinta? Kurasa dia cuma ingin punya kesempatan merebut keperawananku," ujarnya.

"Tapi kalau cuma itu, Kawan, bukankah dia sudah akan mengambilnya tanpa perlu menikahimu?"

Alice terdiam merenung. Eugenia memang benar. Tapi yang tak dibayangkan keduanya adalah rencana Adriano jauh lebih besar dari itu: ia berencana memiliki seorang bayi bersama Alice.

Massimo mendekati keduanya, menatap Alice, dan berkata,

"Kau cantik sekali pagi ini."

"Terima kasih, Tuan. Tapi saya tak butuh dipuji. Saya tak mau disanjung atau diistimewakan hanya karena Anda takut Adriano akan mengambil perusahaan dari keluarga Anda," ujar Alice ketus. Selama ini Massimo tak pernah memperhatikannya, bahkan tak pernah memujinya dulu, waktu ia masih sekadar resepsionis.

Massimo pergi. Lalu Brian, pengacara paling sukses di perusahaan itu, muncul dan berkata,

"Alice, hari ini kau akan menghabiskan waktu bersamaku. Entah apa yang kaulakukan sampai bisa mendapat posisi ini, tapi aku tak peduli. Aku takkan mengistimewakanmu, tapi kalau kau mempelajari semua yang akan kuajarkan, kelak kau bisa jadi pengacara terbaik di sini."

"Saya berterima kasih atas itu, Tuan Cooper. Saya siap."

Alice keluar bersama Brian, dan keduanya masuk ke sebuah ruangan untuk menemui klien dari kasus baru yang akan ia bawa ke pengadilan.

Begitu masuk, keduanya duduk. Sang klien menyapa dan langsung berkata,

"Anda sudah tahu soal kasus saya?"

"Ini Alice. Mulai hari ini dia akan mendampingiku di setiap kasus yang kutangani. Alice, ini Jackson," ujar Brian.

"Saya sudah tahu tentangnya. Saya dengar rumor dan tuduhan yang dilontarkan padanya," ujar Alice.

"Tapi saya tak melakukan itu. Perempuan itu cuma ingin cari popularitas. Saya takkan membiarkan dia memakai citra publik saya untuk pencemaran nama baik," ujar Jackson dengan geram.

"Jangan khawatir. Saya tahu Anda takkan sampai merayu dan memaksa perempuan itu tidur dengan Anda. Pasti dia yang mengatur semuanya," ujar Alice.

"Hanya kau yang percaya padaku," ujar Jackson.

"Dari mana kau begitu yakin dia tak melakukannya, Alice?" tanya Brian penasaran, sebab Alice belum melihat foto dan semua bukti yang dimiliki perempuan itu.

"Dia playboy, kaya, dan bisa mendapatkan apa pun yang ia mau. Untuk apa dia membawa perempuan yang bahkan tak begitu cantik ke ranjang hotel? Kalau dia cuma kencan dengan model atau aktris, berarti perempuan itu yang menjebaknya masuk ke kamar hotel demi mengumpulkan bukti untuk mempublikasikan citranya di media. Tapi kalau Anda izinkan, Tuan Brian, saya punya cara agar dia mengakui semuanya."

"Selain soal playboy dan fakta bahwa dia cuma mau model dan aktris, sisanya aku setuju denganmu, Alice. Dari mana kau dapat pengacara ini, Brian... dia sama hebatnya denganmu," ujar Jackson.

"Aku tak bisa menghapus fakta bahwa kau hanya bergaul dengan model dan aktris. Justru itu yang akan membantu kita dalam kasus melawan perempuan yang mencemarkan namamu," ujar Brian.

"Tapi aku juga menerima pengacara. Setidaknya sekarang aku menambahkan satu ke daftarku, sejak kau muncul," ujar Jackson sambil mengedipkan mata pada Alice.

Alice meletakkan tangannya yang bercincin di atas meja dan berkata,

"Aku sudah menikah dengan bahagia. Jadi coret pengacara dari daftarmu, belum lagi aku bahkan belum lulus."

Brian pergi mengambil beberapa dokumen dan meminta Alice menunggu bersama kliennya.

Jackson menjulurkan kakinya ke bawah meja, menyentuh kaki Alice, lalu berkata,

"Aku juga sudah pernah bersama banyak perempuan yang memakai cincin. Jadi itu bukan masalah."

Alice bangkit dengan kesal dan berkata,

"Tuan Jackson, Anda mau dibebaskan, atau mau berurusan dengan gugatan lain yang pasti Anda kalahkan, kalau saya menuntut Anda atas pelecehan sesuai Pasal 216-A KUHP, karena menyentuh saya di tempat kerja bahkan di luar itu?"

"Aku tak datang untuk dituntut lagi. Aku cuma mengira kau tertarik, mengingat kau membelaku," ujarnya.

"Saya di sini untuk urusan bisnis, dan Anda cuma seorang klien. Jangan berani-berani menyentuhkan bahkan ujung kaki Anda ke bagian mana pun dari tubuh saya lagi," ujarnya.

1
Rabiatul Adawiyah
bagus sekali prinsip alice👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!