NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terpilih

Cinta Yang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Impian Amara untuk bersatu dengan kakak angkatnya akhirnya terwujud juga. Keduanya terikat dalam sebuah pernikahan yang disatukan oleh Abi mereka sendiri.

Sayangnya, Apa yang Amara bayangkan tidak sesuai dengan yang ia inginkan. Dalam pernikahan ini, Hanya Amara yang menginginkannya. Tapi tidak dengan Fadli Adiputra. Dia tidak pernah menginginkan pernikahan ini sama sekali.

Sikap perhatian yang selalu Fadli berikan berubah menjadi sikap dingin tanpa alasan.
Amara sadar, Bahwa dia bukan pilihan pria itu..
Hingga pada akhirnya, Amara mundur dalam pernikahannya.

Apakah Fadli bahagia atas kemunduran Amara? Atau justru terkurung dalam penyesalan?
•••••
"Kalau pernikahan ini tidak bertahan atas pilihan Abi.. Nanti, Aku akan pertahankan pernikahan ku atas pilihanku sendiri..." Amara Alfhatunnisa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibuat Malu

"Dasar pria brengsek! Gak tahu malu, Gak tahu diuntung!!" Umpat Mayla begitu melihat Fadli bersama wanita yang katanya adalah sekretaris pria itu.

Padahal tadi Fadli mengatakan kalau pria itu sedang sibuk dan tidak boleh diganggu. Dan pada kenyataannya apa? Ternyata pria bukan sibuk kerja seperti yang dikatakan pada Amara, Melainkan sibuk menemani Lidya berbelanja.

"Ini gak bisa dibiarkan.. Harus dilabrak nih.. " Mayla sudah tidak tahan. Bayangkan saja, Pria yang tak lain adalah suami kita rela berbohong hanya demi bisa menemani wanita lain.

Mayla hendak pergi, Dia ingin melabrak Fadli dan wanita yang entah siapa itu. Namun, Amara menahannya. Wanita itu meraih pergelangan tangan Mayla seraya menggelengkan kepalanya..

"Kenapa, Ning? Orang kayak mereka tuh jangan di diemin.. Nanti tambah menjadi-jadi.. " Amara menarik nafas panjang.

"Jangan buru-buru May.. Kita lihatin aja dulu. Aku juga gak bakalan diam aja.. Cuma istri bo-doh yang akan biarin suaminya bareng sama wanita lain.." Amara menatap Mayla dan tersenyum..

"Ayo.." Belanjaan yang dibeli oleh dua wanita cantik itu sudah banyak dan penuh. Jadi untuk sekarang, Amara lebih memilih mengikuti Fadli dan Lidya yang kini tengah asyik berbelanja.

Amara meraih benda pipinya, Setiap pergerakan yang dilakukan oleh dua orang itu, Amara memotretnya. Semuanya tak ada yang terlewat barang satu pun.

Semua ini Amara lakukan untuk barang bukti. Karena mau seperti apa, Amara sudah tekad untuk bercerai. Untuk apa bertahan dengan pria semacam itu? Yang ada akan makan hati tiap hari..

Persetan dengan ucapan maaf atau kesempatan kedua nanti. Rasa cinta yang begitu besar darinya untuk Fadli, Kini mulai pudar secara perlahan. Semuanya terkikis oleh sikap Fadli serta kebohongan pria itu.

Padahal dulu Fadli tidak pernah bersikap seperti itu. Mungkin karena telah jauh dari lingkungan yang selalu mengajarkan ketenangan. Makanya pria itu berubah..

"Dasar pria gak tahu diri.. Gedek banget aku.. Ning, Kamu yakin mau diem aja?

"Tunggu bentar lagi.. Kamu pikir aku cuma diem aja.. Kita lihat aja nanti.. " Mata Amara tak lepas melihat Fadli dan Lidya dari jauh, Kedekatan mereka, Senyum Fadli pada Lidya serta ucapan gurauan mereka tak lepas dari mata tajam Amara.

Wanita itu, Lidya.. seolah memanfaatkan keadaan. Barang yang dibeli tak hanya kebutuhan makanan atau barang bulanan saja. Tapi juga ada tas, Pakaian, Sepatu, Dan barang lainnya. Dan tentunya jangan tanya berapa harganya, Pasti bukan harga yang biasa.

"May.. Kamu lihat aja.. Wanita itu belanja memakai uang dari Kak Fadli. Sementara sekarang, Kak Fadli masih berstatus suamiku.. Harta yang dimiliki Kak Fadli, Adalah hartaku juga. Kak Fadli membelikan barang untuk wanita itu tanpa ada persetujuan dariku. Dan semua itu akan usut sampai tuntas.. Jadi aku berhak minta uang itu diganti nanti.. Atau kalau perlu, Aku bawa semua itu kejalur hukum. Aku akan laporin mereka atas pasal perselingkuhan.. Sepertinya aku sudah punya cukup bukti.. " Mayla memandang tak percaya pada Amara yang akan melaporkan Fadli dan Lidya. Mungkin kalau Lidya tidak apa-apa, Tapi ini adalah Fadli. Pria yang selalu bersama dengan Amara selama bertahun-tahun.

"Ning, Serius dengan semua ini?" Amara mengangguk yakin dan mantap.

"Apa yang perlu aku takutkan? Aku akan ungkit semua jasa Abi.. Mungkin Abi dan Umma tidak akan mengungkitnya Mereka tidak mungkin membaca satu persatu detail tentang pengorbanan Abi dan Umma selama ini...Tapi aku, Aku akan ungkit. Kalau bukan karena Abi, Perusahaan milik orang tua kak Fadli yang dikelola oleh Kak Fadli selama ini yakin masih berjalan? Yakin akan terkenal? Ketahuilah May.. Abi menikahkan aku sama kak Fadli itu bukan tentang balas budi. Tapi Abi gak rela lepasin aku ketangan pria lain...Tapi lihatkan? Pria itu dengan seenaknya nyakitin aku..." Amara tidak akan tinggal diam lagi. Kalau memang Fadli tidak suka padanya, Tinggal bilang dan tolak. Percuma saja menerima pernikahan ini kalau ujungnya Amara yang disakiti.

...****************...

 "Wah.. Fadli, Maaf ya... Aku jadi ngerepotin. Kamu kasih aku belanjaan banyak kayak gini.." Ucap Lidya. Fadli hanya tersenyum..

"Gapapa.. Kalau kamu mau apapun bilang aja. Biar aku yang kasih..

"Beneran?" Fadli mengangguk..

"Eum, Sebenarnya aku mau belikan Ayah sama ibu Mobil.. Aku mau beliin mereka mobil sport keluaran terbaru.." Ucap Lidya dengan wajah sedihnya.

"Bukan apa-apa.. Aku malu sama tetangga. Mereka banyak yang bilang kalau katanya aku kerja belum dapat apa-apa.. Aku kan malu. Cuma..

"Cuma apa?

"Uangnya tabunganku kurang.." Fadli menghela nafas panjang.

"Kamu tenang aja.. Doain aja ya, Kalau perusahaan kita berhasil bekerja sama dengan JH Group, Aku akan kasih kamu mobil.." Lidya langsung tersenyum senang. Dalam hati, Wanita itu bersorak dengan gembira.

Tapi jangan senang dulu, Tanpa mereka sadari seseorang telah diam-diam merekam pembicaraan keduanya. Orang itu adalah Mayla, Wanita itu melangkah pelan-pelan lalu berdiri didekat Fadli dan Lidya. Berpura-pura sebagai pembeli yang fokus memilih barang, Mayla bahkan berhasil mengambil rekaman pembicaraan mereka.

Fadli dan Lidya mana sadar, Karena disana adalah pusat perbelanjaan yang dimana banyak orang berlalu lalang. Dan rekaman ini akan jadi salah satu bukti nanti..

"Sekarang kita bayar.." Lidya mengangguk. Keduanya berjalan kearah Kasir, Fadli dan Lidya masih berdiri menunggu antrean.

Begitu tiba pada antrean Fadli dan Lidya, Mereka maju. Fadli mengeluarkan kartunya lalu diberikanlah pada kasir.

Semuanya dihitung. Dan jumlahnya bukan satu atau dua juta, Tapi bahkan sampai puluhan juta..

"Terimakasih, Semoga puas dengan pelayanan kami.. " Kata mbak kasir usai menghitung belanjaan Fadli dan Lidya. Mereka telah selesai, Keduanya hendak pergi, Akan tetapi...

"WAH, WAH, WAH.. ENAK YA, BELANJA DIBAYARIN SUAMI ORANG??!!!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Fadli dan Lidya cukup terkejut dengan kemunculan Amara dan Mayla disana. Kaget gak? Kaget gak? Ya kagetlah, Masa enggak??!

Keduanya langsung menegang, Mereka kepergok jalan berdua ditempat ini. Padahal tadi Fadli bilang kalau pria itu tengah sibuk, Lalu ini apa? Fadli tentu saja kaget, Amara juga ada disini. Dia kepergok berbelanja berdua dengan Lidya.

Mayla yang tak tahan sejak tadi langsung berucap lantang. Apalagi ini adalah tempat umum yang pengunjungnya lebih banyak wanita. Semua orang menoleh, Fadli dan Lidya menjadi bahan tontonan orang-orang.

Amara hanya diam saja, Ada Mayla yang telah turun tangan. Bisa dilihatkan, Sekarang? Wajah Fadli dan Lidya merah menahan malu.

"Wah, Wah, Wah.. Ya, Ampun.. Belanja banyak, Tapi sayangnya ya, Sama suami orang.. Enak dong..??" Mayla lagi-lagi berkata dengan suara lantang.

"Jadi ini sibuk yang kamu maksud, Kak? Bukan sibuk dikantor tapi sibuk sama dia?" Amara langsung bertanya dan bersedekap dada, Matanya mengarah pada belanjaan milik Lidya yang begitu banyaknya itu.

Fadli mulai gelagapan, Andai dia kepergok tengah sedang bersama rekan kerjanya mungkin dia tidak akan gugup.

"Semua ini tidak seperti apa yang kamu lihat.." Sanggah Fadli. Amara hanya tersenyum saja.. Dia tidak akan emosi disini, Tidak akan ngamuk, Dn tidak akan nangis juga. Tapi Amara akan buat dua orang ini tidak punya muka dan terkena mental..

"Lalu, Seperti apa yang aku lihat? Kamu itu udah nikah.. Udah punya istri.. Apa pantas seorang suami pergi bareng wanita lain sementara tadi kamu bilang ke istrinya kalau katanya sibuk.. Katanya gak mau di ganggu.. Dan ternyata, Inilah yang tidak mau diganggu itu..

"Kamu jangan salah paham dong.. Lagian pak Fadli cuma nemenin aku aja.. Kan wajar bos nemenin sekretarisnya.." Kata Lidya membela Fadli. Wanita itu mengatakan kalau apa yang dilalukan Fadli adalah sebuah hal yang wajar. Amara langsung maju, Wanita itu berdiri tepat dihadapan Lidya.

"Hey!! Gak ada yang namanya wajar jalan sama suami orang, Situ waras!!? Denger ya, MBAAK!!!? Yang kamu ajak jalan ini suami aku!! Uang yang buat bayar semua belanjaan kamu ini uang suami aku.. Aku sungguh ya, Akungak ridho dunia akhirat ya, Kamu pakai uang ini.. Mau dia yang kerja, Mau dia yang cari uang itu emang haknya sebagai seorang suami..." Amara menunjuk Fadli yang hanya diam saja. Pria itu tak mampu berkata apapun lagi. Sangat persis seperti seorang pria yang ketahuan selingkuh, Tapi bedanya tidak mesra saja.

"Tapi aku tetep gak ridho dan gak ikhlas ya, Uang itu dipakai sama orang apalagi ini wanita lain.." Amara menatap Fadli.

"Semua uang itu emang milik kamu.. Tapi sekarang kamu udah punya istri.. Uang yang kamu punya, Itu adalah milik aku juga.. Dan sekarang kamu pakai uang itu untuk bayarin dia tanpa izin dari aku. Aku gak akan diam aja, Ya? Aku akan hitung semuanya dan masuk dalam buku hutang loh ya..

"Amara, Jangan kayak gini?

•

•

•

TBC

1
Sri Rahayu
ayo Ghavi tolong Amara yg dituduh mendorong Lidia...kamu ahli IT buktikan kl Lidia berbohong dan lihat CCTV disitu... kasihan Amara dituduh didepan bnyk org.. lanjut Thorr😘😘😘
Ariany Sudjana
kenapa Fadli harus marah, kalau Sagara kasih barang-barang mewah buat Amara? berarti kamu tahu dong kalau Amara juga marah, kalau kamu kasih uang dan barang mahal buat si pelacur murahan itu, dan bodohnya si pelacur murahan itu nempel terus ke kamu di tengah acara besar seperti itu.

dan sekarang si pelacur murahan itu buat drama kalau Amara mendorong dia dari tangga? dan kamu percaya Fadli? kenapa kamu ga cek cctv dulu ? dasar bodoh kamu Fadli
Lucy
dasar pelakor cari mati ntar kau malu sendiri, camera CCTV pasti ada di sekitar pameran itu palagi hotel berbintang🤣kau salah cari lawan Lidya setelah ketauan apa Fadli msh peduli pada Lidya,GK sabar nunggu sambungannya thor🤣
Masha 235
gak da malu+seganya ma mertaua
Intan Nurwulan
Sagaaaa aq padamu pokonya love se bandung barat😍 fadli km pergi jauh sana ga tau malu👻
Maria Magdalena
lanjuut thor makin seru nih😁
Ani
Alhamdulillah akhirnya sadar juga tapi wes telat. Amara wes emoh ambek awakmu 😝😝😝😝
Ayudya
mang ya Lidya ini ga tau malu banget.
Maria Magdalena: pelacur jslang nggak pny rasa malu
total 1 replies
Maria Magdalena
Skak mat makjleb makan tuh iri fadli,kamu kan nggak menganggap Amara istrimu lepas saja,sdh kamu sama si jalang pelacur murahsn Lidya saja.
Ass Yfa
Fadli....punya istri ngk dimanjain...mlh orang lain...situ waras...kayaknya enggk deh
Maria Magdalena: mmg fadli nggak waras mau aja dibodohi klrg benalu
total 1 replies
Lovita BM
dan dg goblognya Fadli masih nemenin ondel², ada abinya gk roh Wedi 😏, harusnya lsg dampingi istrinya,
Sri Rahayu
nah jena batunya kamu dongok Fadli... uda datang ga ngajak istrinya ehhh malah ngajak pr lain...giliran ada lk2 tampan yg ngasih barang2 mewah ke Amara dia marah...pdhal dia ga menyayangi Amara sebagai istrinya 🤪🤪🤪...lanjut Thorr bikin gemes ceritanya 😘😘😘
Triana Destiani
good job Amara
ya di terimalah rezeki ga boleh di tolak
Lucy
🤣🤣🤣kalah telak kau Fadli punya istri bawa perempuan lain,tiba istrinya dikasih hadiah mewah sok bijak ,iri kepanasan ada laki2 lain dekat dgn istrinya 🤭iri GK sanggup lakukan kyk yg dilakukan Sagara🤣🤣🤣sadar Fadli kau yg salah di awal
Lucy: 🤣🤣🤣🤣geram ya kak lihat si Fadli 🤭🤣
total 2 replies
Teh Euis Tea
ahahhh suka deh sm km saga, mantap bikin di fadli cemburu
Sarmini Isang
sukuriin kamu fadli,mulai panas kan ,cemburu bilang broo tp otaknya belum loading masih jongkok kena racun lidya,begitu kamu sadar kl kamu mencintai amara sayannya amara sdh ogah sm kamu fadli,lagian bodoh milih kok jalang rendahan dan otak jongkok gak ada kelebihan apapun
Evi alvian
ikhh si Fadli sewot..bner jg apa yg dibilang Saga iri bilang aja...lagian Amara suka barang yg berikan Saga ngapain kamu larang kek bisa beliin aja huhuuu...
Ariany Sudjana
skak mat, ya maklum saja kan cuma pelacur murahan, miskin, ga sekolah, jadi mana ngerti kalau ga bisa sembarang duduk yah, meskipun kosong, kelas kamu itu kelas apa? dasar norak 🤣🤣🤭🤭

kenapa kamu harus sewot Fadli? owh karena kamu ga berguna yah selaku suami? ga bisa beli barang-barang mahal itu? sudah belikan saja buat pelacur murahan kesayangan kamu itu, nanti nangis lagi hadir di acara lelang, tapi ga dibelikan apa-apa
Adrian
🤣🤣🤣🤣ngakak so hard
Maria Magdalena: ayo kita krtawain fadli bareng2 😆😆😆😆😆😆😆
total 1 replies
Sarmini Isang
hadeeeeh apa gak ngaca dl si jalang rendahan,sok mau bersaing sama putri abi rafa yg cantik jelita kaya raya pula,loo siapa si miskin yg gila harta menghalalkan segala cara rendahan untuk beli barang2 mewah,dari segi apapun kamu kalah jauuh lidya jalang,pendidikan rendah,harta boleh nipu,otak kosong,atitude minus gak sadar diri pula
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!