seorang mahasiswi cantik, bernama queeneira wijaya, yang tinggal bersebelahan dengan seorang pemuda tampan lulusan Akpol.
hati kewanitaannya mulai bergerak untuk meluluhkan pria pendiam dan dingin itu
mungkinkah gadis periang itu bisa mencuri perhatian seorang aska prayoga.???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu
queen terisak dalam tangisnya, saat mama queen memutuskan sambungan teleponnya begitu saja.
hatinya begitu sakit. bagaimana bisa mama nya begitu tega dengan mantan suaminya yang tidak lain adalah ayah queen.
meski sudah bercerai, setidaknya berikan penghormatan sebentar saja. tapi pekerjaan masih lebih penting di banding apapun bagi ibu wina, mama kandung queen.
tanpa pikir panjang, queen meminta rindi menemaninya pergi ke rumah ayahnya, untuk bertemu yang terakhir kalinya, sebelum beliau di kebumikan.
"rin... bokap gue meninggal, temenin gue kesono yaaa.. please..." pinta queen dalam isak tangisnya.
rindi yang terkejut mendengar berita mendadak itu langsung menggangguk tanda setuju, saat queen meminta di temani.
"yaudah lu buru siap siap. gue tungguin."
namun, saat queen sedang sibuk membereskan barang yang akan di bawanya, rindi diam diam keluar, tanpa pamit kepada queen.
queen sudah selesai membenahi perlengkapannya, queen menoleh ke arah sofa, tapi sahabatnya sudah tidak ada di tempat semula.
"ck... katanya mau nemenin, malah udah kabur aja." gumam queen kesal.
queen tidak ambil pusing. gadis itu sudah pasrah dengan keadaannya sekarang.
dengan air mata yang masih turun tanpa di minta, queen mengunci kamarnya. langkahnya berhenti sebentar menatap pintu kamar aska yang tertutup.
sempat ingin meminta aska untuk menemaninya, gadis itu memilih untuk pergi sendiri dengan memesan taxi online.
saat ia sibuk mengetikan alamat di layar ponselnya, sambil berjalan, lengan queen di tarik dan dimasukkan ke dalam mobil secara paksa. queen menoleh ke arah gadis yang berdiri di sampingnya.
"lama banget dah lu. di tungguin, malah sibuk main hp" rindi menggerutu, kemudian menutup pintu mobil yang tadi queen masuki.
queen masih terkejut dengan keadaan nya saat ini. ia menoleh ke arah kanan, sudah ada aska yang siap memegang stir mobilnya.
mungkin, saat rindi pergi tadi ia meminta aska untuk mengantar mereka.
hati queen terasa hangat dan nyaman. melihat aska berada di sampingnya. meski aska tidak mengucapkan apapun. tapi matanya sibuk berkonsentrasi ke arah depan. menginjak pedal gas nya dalam begitu mobil nya keluar dari pintu gerbang kontrakan.
rindi yang duduk di belakang mereka, sesekali mengusap pundak queen. seolah memberi queen semangat dalam kesabarannya.
di tengah perjalanan, saat mereka berada di tengah kemacetan, aska mengusap pucuk kepala queen, yang mana malah membuat hati queen kembali bersedih.
sudah dari tadi queen mengharapakan skinship dari lelaki pujaannya.
tangisnya kembali pecah, saat tangan aska menggenggam tangan queen erat.
"sabar ra... semua sudah kehendakNya. tandanya Tuhan sayang sama papa kamu." ucap aska yang kembali mengusap air mata di pipi mulus gadis cantik itu.
rindi yang melihat mereka dari belakang, tersenyum kecil dalam tangisnya.
hatinya sedikit tenang melihat queen seperti menemukan pasangan yang cocok untuk nya.
rindi sudah berteman dengan queen sejak SMP. maka dari itu, queen tau betul apa yang terjadi dengan sahabat cantiknya.
rindi juga yang tadi memberi alamat rumah ayah queen kepada aska.
sesampainya mereka di rumah duka, queen langsung masuk. menghambur dalam pelukan seorang wanita tua yang ia panggil eyang.
gadis itu kembali terisak. menangis tersedu sedu dalam pelukan ibu dari ayahnya.
hatinya terasa sakit. lebih sakit dari saat queen di tipu oleh arya dulu, dan lebih perih saat queen salah paham tentang acara pernikahan nisya.
"sabar ya ndok... papa mu biar tenang" dengan aksen jawa, eyang queen mengusap lembut rambut bagian belakang queen.
baju gamis hitam eyang sudah basah di bagian pundak, karena air mata queen yang terus jatuh.
rindi dan aska sudah berada di belakang queen, yang masih dalam pelukan eyangnya.
rindi memberikan aska sebuah jilbab yang tadi ia pinta dari tante queen.
eyang melihat aska yang memegangi sebuah jilbab, dan sedang menatap lurus ke arah queen.
aska sempat melempar senyumnya, menyapa wanita renta dalam pelukan queen.
eyang melepaskan pelukan queen.
"ada yang nunggu kamu ndok" ucap eyang membalikkan tubuh queen, memunggungi dirinya.
queen menghapus air mata nya yang terus tumpah, saat aska menghampirinya.
lelaki itu mengulurkan tangannya, memakai kan queen jilbab yang tadi ia pegang.
"kaya gini lebih sopan ra..." suara aska lirih, namun tegas seperti memerintah.
queen tak tahan untuk tidak memeluk dada bidang lelaki di hadapannya.
tangisnya kembali pecah dalam dekapan hangat aska.
aska memejamkan mata nya erat. seperti merasakan kepedihan dari gadis yang ia sayangi saat ini.
aska juga pernah merasakan yang di alami queen sekarang. saat dirinya kehilangan ayah nya karena kecelakaan. beberapa tahun silam.
aska mengerti, queen saat ini sedang lemah. butuh banyak dukungan untuk memotivasi gadis itu.
aska berharap, pelukannya dapat mengurangi kesedihan queen. meski itu terasa naif dalam fikirannya.
***
rindi dan aska masih setia menemani queen yang sedang bersedih. hatinya begitu hancur saat melihat ayahnya di masukkan kedalam liang lahat. sudah tak ada lagi harapan bagi queen untuk bercengkrama dengan ayahnya.
meski hanya sekedar video call dengan lelaki setengah baya itu, queen sudah merasa senang dengan perhatian ayahnya di banding ibu nya yang sangat sibuk dengan pekerjaan nya.
aska juga ikut memberikan penghormatan terakhir kepada ayah queen, saat ia menyolatkan sang almarhum.
begitu khusyu' aska mendo'akan beliau, agar di terima di tempat tebaik sang penguasa.
adzan maghrib berkumandang, aska pamit sebentar untuk shalat di masjid terdekat.
dia mengajak queen tapi tidak memaksa, aska tau queen masih rapuh.
namun, saat aska kembali dari shalatnya, ia melihat motor yang sangat familiar terpakir di halaman rumah duka.
hati aska sedikit tak tenang, dan benar saja. ia melihat arya yang sedang duduk setengah memeluk tubuh queen.
baru kali ini ia benar benar mengerti tentang rasa cemburu. ingin rasanya ia berbalik dan pulang. menjauhi pemandangan yang menusuk matanya.
rasanya, kehadiran aska sudah tidak di butuhkan karena arya sudah menggantikannya.
tapi, niatnya ia urungkan karena manik mata queen dan aska beradu.
queen tersenyum getir. melepaskan tangan arya dari atas pundaknya.
arya heran, melihat arah pandangan mata queen, mencari alasan dari sikap kekasih nya.
arya terkejut, mendapati tetangga queen yang tidak ia kenal namanya hadir di acara pemakaman ayah queen.
"dia, bukannya tetangga kamu yang.. kok ada disini?" tanya arya heran.
queen mengerjap. bingung mencari alasan apa yang pas untuk menjawab pertanyaan arya.
saat itulah rindi datang mendekat, memeluk lengan aska dengan tersenyum.
"ini cowok gue, tadi dia yang nganter kita" jawab rindi.
membuat queen sedikit tidak enak hati tapi merasa terselamatkan oleh alasan rindi tadi.
"ooh.. cepet juga lu rin.. " arya menanggapi dengan senyumnya. tidak sadar dengan keadaan queen dan aska
sedangkan aska hanya tersenyum getir. hatinya seakan tidak terima dengan alasan rindi. jika saja saat ini queen sedang tidak berduka, pasti ia akan dengan senang hati mengenalkan dirinya dan juga hubungannya dengan queen.
rasanya, hatinya sudah tidak bisa menunggu lagi. ingin memiliki semua yang ada di diri queen. terutama pelukan itu. tidak ingin laki laki lain ikut merasakan kelembutan kulit queen.
*sebenernya cerita ini ikut kontes. tapi aku nya masih sadar diri. cuma iseng iseng siapa tau berhadiah. hahaha..
tapi disini, aku minta like and commen kalian ya readers..
🧡
❤️
💜
❣️
,,,
sudah tamat atau masih lanjut Thor ?
koq sampai skarang nggak Up ?
Tolong diperhatikan Thor kalo buat cerita, jangan di gantung ceritanya 🤔🤔
kan penasaran Thor 🤭😁
Linduuuuuu MaMas Lana😢😢😢