IG : Phopo_Nira
FB : Phopo Nira Nira
Kepergian Axlyn meninggalkan perasaan kehilangan yang begitu mendalam bagi Luca, hingga dia menjadikan pekerjaan sebagai tempat pelariannya. Hingga suatu hari muncul masalah dalam proyek baru di perusahaannya yang mengharuskan Luca untuk pergi ke Negara H.
Namun, siapa yang akan menyangka kedatangan Luca ke negara itu malah membawanya bertemu dengan seorang wanita yang mirip dengan Axlyn. Ternyata bukan hanya sosoknya yang mirip dengan Axlyn, nama juga hampir sama persis yaitu Zhavera Kayvara Ashlyn.
Akankah Luca mendekati wanita tersebut, karena mirip dengan Axlyn dan menjadikannya sebagai cinta pengganti?
Ataukah Luca akan tulus mencintai Ashlyn, karena Axlyn sudah memiliki tempat tersendiri di hatinya?
Di tengah perebutan daerah kekuasaan bisnis yang harus dia selesaikan. Luca juga harus menghadapi perebutan tahta di hatinya antara Axlyn dan Ashlyn! Bisakah Luca menyelesaikan keduanya dengan baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Beban Berat
“Hehehee, … Karena sangat tidak mungkin, makanya aku akan terus mengkhayal saja! Lagi pula siapa yang tidak mengenal Zaender Levi yang di kenal sebagai bocah psikopat dan Dewa kematian bagi para musuhnya,” jelas Matt yang juga menjadikan sosok Levi sebagai panutan nomor dua di dalam hidupnya.
“Hahahaa, … Cukup tahu diri juga dirimu!” Max menertawakan kelakukan konyol rekannya itu.
“Hay, kalau tidak tahu diri maka kepala ini sudah tidak ada di tempatnya lagi, Hahaaa, …” balas Matt yang memperagakan kepalanya sedang di penggal dengan raut wajahnya yang di buat sekocak mungkin.
...****************...
Sementara di negara K, sepasang insan yang tengah jadi bahan pembicaraan Max dan Matt. Saat ini sedang menunjukan betapa mesra dan bahagianya kehidupan rumah tangga mereka. Terlebih lagi kehadiran buah cinta mereka yang sebentar lagi akan terlahir di dunia ini.
“Bee, kenapa baru pulang?” tanya Lucia ketika melihat suaminya berjalan masuk ke kamar mereka.
“Maaf, sayang! Ada beberapa pekerjaan mendesak yang harus selesai hari ini juga. Kenapa kau belum tidur, sayang?”
Menyadari istrinya yang tengah menunggunya sembari duduk bersandarkan headboard tempat tidur mereka, Levi pun berjalan menghampirinya dan memberikan kecupan mesra di keningnya.
Namun, ketika Lucia ingin memeluknya Levi segera menjauh, karena dia belum membersihkan dirinya. Levi tidak ingin membawa virus berbahaya kepada istri dan calon anaknya.
“Jangan peluk dulu, sayang! Aku belum mandi, aku tidak ingin membawa penyakit untukmu dan calon anak kita,” jelas Levi agar istrinya yang sedang dalam pengaruh hormone kehamilan menjadi salah paham dengan refleksnya barusan.
“Yaa, … Sudah sana mandi dulu! Anakmu ini sudah tidak sabar pengin di peluk Daddynya,” ujar Lucia dengan wajah cemberutnya.
“Sabar ‘yah, sayang! Daddy mandi dulu sebentar.”
Levi pun mengecup perut besar Lucia, lalu berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi.
Aaah, … Sweet sekali pasangan yang satu ini! Kita sudahi dulu ‘yah scene manis kedua sejoli ini, nanti Author malah lupa sama cerita Luca. Okay, kita langsung saja!
...****************...
Di malam yang sama, …
Ternyata setelah berpisah dengan Luca, Aslyn tidak kembali ke rumahnya untuk beristirahat melainkan dia datang ke rumah sakit untuk mengunjungi sang ibu.
Bukannya Ashlyn tidak memiliki tempat tinggal, dia memiliki sebuah kontrakan kecil yang harga sewanya tentu sangatlah murah.
Namun, Ashlyn hanya memiliki waktu di malam hari saja untuk menemui ibunya. Sebab waktu siang sampai malam, Ashlyn akan di sibukkan dengan beberapa pekerjaan sekaligus.
Hanna Alviary, itulah nama sang ibu dari Axlyn, Ashlyn dan Alicia. Wajahnya masih terlihat sangat cantik, meskipun tubuhnya kurus, kulitnya pucat dan terlihat beberapa kerutan di wajahnya. Di sisinya, terlihat seorang gadis muda yang tengah tertidur saat menemaninya di sana.
Gadis itu adalah Alicia, dia akan selalu menjaga dan menemani ibunya selepas dirinya pulang sekolah.
Tidak seperti gadis lainnya yang akan selalu bermain-main setelah pulang dari sekolah, Alicia pasti akan langsung pergi ke rumah sakit untuk menemani ibunya.
Sebab Alicia menyadari, kakaknya sudah bekerja keras untuk menghidupi mereka. Dan untuk membantu sang kakak, Alicia hanya bisa menemani sang ibu menggantikan sang kakak yang selalu sibuk bekerja mencari uang untuk mereka.
Setiba di depan ruangan sang ibu di rawat, Ashlyn tampak ragu untuk masuk ke dalam. Ashlyn berdiri cukup lama di sana sambil menatap kosong ke arah pintu.
Hanna yang memang sedang menunggu kedatangan putri keduanya, tentu saja langsung menyadari kehadiran putrinya di sana .
“Lyn Lyn! Apa kau datang mengunjungi ibu lagi, Nak? Kenapa hanya berdiri di depan pintu? Masuklah!” seru Hanna menyuruh Ashlyn untuk masuk dan mendekat padanya.
Akhirnya Ashlyn pun berjalan masuk ke dalam ruangan itu dan menghampiri ibunya sembari bertanya, “Bagaimana kabar ibu hari ini?”
“Selalu jauh lebih baik setiap melihat wajah putri ibu ini,” jawab Hanna dengan senyuman hangat yang selalu dia tunjukan di depan putrinya.
“Ibu harus selalu menuruti apa yang dokter katakan agar cepat sembuh,” ujar Ashlyn sembari menggenggam tangan sang ibu yang terasa dingin.
“Apa habis menangis, Nak? Apakah ada yang menyakiti putri ibu lagi?” cecar Hanna yang menyadari mata sembab Ashlyn.
“Tidak ada, Bu! Lyn menangis bahagia, karena tadi Lyn Lyn mendapat seorang teman yang sangat baik,” jelas Ashlyn setengah jujur dan selebihnya adalah kebohongan.
“Bu, Lyn Lyn lelah! Bolehkah Lyn Lyn tidur di samping ibu?”
Tidak ingin mendapat banyak pertanyaan dari ibunya, Ashlyn pun mengalihkan topik pembicaraan dan sesekali menguap, karena dia juga memang merasa sangat lelah.
Hanna pun hanya tersenyum dan kemudian sedikit menggeser kan tubuhnya untuk memberikan ruang agar Ashlyn bisa tidur di sampingnya.
Hanna tahu persis bahwa putrinya sedang tidak ingin di tanya-tanya soal apapun, makanya dia pun memutuskan untuk diam dan membiarkan Ashlyn terlelap di sampingnya.
Hanna menyadari bahwa secara tidak langsung dirinya melimpahkan tanggung jawab dan beban berat di pundak Ashlyn.
“Nak, maafkan ibu! Kau pasti sangat lelah menanggung semua ini seorang diri. Membiayai sekolah adik bungsumu, biaya rumah sakit ibu yang kian hari kian bertambah. Maaf, sudah menjadi beban dalam hidupmu, Nak!” ucap Hanna yang mulai menitikkan air matanya ketika menatap wajah kelelahan Ashlyn yang tengah terlelap.
“Jika Tuhan mengijinkan dan menghendaki, Ibu sangat rela bila harus di panggil kapanpun untuk menghadap kepadanya. Sehingga Ibu tidak perlu menjadi beban hidupmu lagi. Sebagai seorang Ibu, Ibu ingin kalian berdua juga menjalani hari-harimu seperti anak pada umumnya,” imbuhnya yang kini juga menatap Alicia dengan tatapan penuh kesedihan.
“Sekali lagi maafkan Ibu, sayang!” ucapnya sangat lirih seraya mengecup kening Ashlyn dengan lembut.
...****************...
Keesokan paginya, bunyi alarm dari ponselnya memaksa Luca untuk membuka matanya. Sungguh, selepas meninggalnya Axlyn untuk pertama kalinya dia bisa kembali tidur dengan nyenyak tanpa mimpi buruk maupun gangguan apapun.
Sebelum turun dari tempat tidurnya, Luca menyempatkan diri meregangkan otot tubuhnya yang terasa sangat kaku. Tidak lupa, dia mematikan alarm di ponselnya yang terus berbunyi sejak tadi.
Kemudian, dia memainkan sebentar ponselnya dan berniat untuk mengirimkan sebuah pesan pada Max untuk bersiap sebelum jam 7.
“Untuk apa aku meminta Max untuk bersiap, kalau aku bisa pergi ke sana dengan naik taksi?” gumam Luca bertanya-tanya pada dirinya sendiri.
“Aah, … Sudahlah!”
Namun, hal itu Luca urungkan setelah mempertimbangkan bahwa dirinya bisa pergi ke taman sebelumnya dengan menaiki taksi.
Kemudian, Luca pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga mempersiapkan diri.
^^^Bersambung, ....^^^
...Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗...
...Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari....
...Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰...
...Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰...
...Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat....
...Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓...
...Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!...
...Agar tidak ketinggalan kisah serunya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!...
...Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘...