Devo seorang pria tampan dan kharismatik.
Bos sebuah perusahaan tekstil dengan banyak cabang di Indonesia. Devo telah beristri namun ia jatuh hati pada seorang gadis berparas cantik, ramah dan juga perhatian. Yang tak lain adalah asisten pribadinya di kantor.
Aurel adalah istri yang dijodohkan dengan Devo oleh orang tua mereka. Dan Dareen seorang anak berusia 3 tahun hasil pernikahan mereka.
Menyatakan cinta nya pada Lisa dan menjalani hubungan secara diam-diam ternyata membuat hidup Devo lebih bahagia dan berwarna.
Karena kecerobohan, Lisa pun hamil. Akankah perselingkuhan mereka terbongkar oleh istri Devo? Apakah Devo akan bertanggungjawab dengan kehamilan Lisa?
Bagaimana perjalanan hubungan cinta terlarang mereka?
Ikuti ceritanya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
Genks..ku balik lagi, gak bosen sama Devo dan Lisa khaan... seperti nya sudah mulai banyak konflik nih.
Happy reading yeaa 😘😘
❤️❤️❤️
"maaf" satu kata yang Devo ucapkan disaat emosi Aurel sedang meluap.
"udah kejadian kamu baru minta maaf ! terlambat Dev !!"
"aku mau nikahin dia"
Nafas Aurel makin tidak beraturan mendengar suaminya akan menikahi perempuan yang ia hamili, emosi Aurel semakin memuncak.
"gila kamu !!" Aurel tidak bisa membayangkan hal gila yang Devo utarakan, apakah Devo akan poligami, mempunyai dua istri..aaaghhhh!!!! shit!!"
"Jadi ini yang kamu bilang tidur dikantor hampir setiap malam,, haahhh???"
"aku mau kita cerai"
Haah!!! hal gila apa lagi ini, bercerai?? Bagaimana ia harus menyampaikan semua pada kedua orang tuanya." kamu lagi gak bercanda kan Dev?" Aurel bertanya dengan nada suara lebih lemah, berharap semua hanya candaan biasa.
"aku serius Rel" masih dengan nada datar sama seperti sejak awal ia bicara.
Sama halnya seperti yang Lisa rasakan, ia harus senang atau sedih...senang karena akan terbebas dari pernikahan sandiwara nya atau sedih karena rumah tangga nya berantakan karena ulah perempuan yang sudah ia percayai.
"aku mencintai dia" tambah Devo lagi, dan membuat Aurel tak bisa berkata-kata.
"stop !!!" bentak Aurel pada Devo, mengangkat telapak tangannya dan diarahkan pada laki-laki yang berstatus suaminya itu.
Aurel tak ingin lagi mendengar kalimat yang selalu membuat kepalanya serasa mau pecah. Ia pergi meninggalkan Devo dikamar dan membanting pintu kamar dengan sangat keras.
Sedangkan Devo, ia masih tetap didalam kamar merasakan kepala nya yang sekarang terasa berat, namun dalam hatinya kini sedikit lega karena sudah mengutarakan masalah nya pada Aurel. Walaupun masih banyak lagi masalah yang harus ia hadapi sendiri akibat perbuatannya, ia cukup tahu ini semua adalah sebuah konsekuensi atas ulahnya.
Ia harus menyiapkan mental untuk menghadap kedua mertuanya, belum lagi harus menghadapi kedua orangtuanya. Mengingat papah Kevin masih terbaring di rumah sakit.
Terlebih lagi penyakit yang diderita papahnya adalah penyakit jantung, dokter saja tidak memperbolehkan jika papah nya terkejut atau mendengar berita yang mengagetkan karena akan berakibat buruk.
Apakah Devo lupa akan semua akibatnya saat memutuskan untuk berhubungan dengan Lisa.
aahh.. kepalanya semakin sakit, sepertinya ia butuh aspirin saat ini, membuka laci, mengambil sebuah tablet kecil dan menelannya dengan segelas air putih yang tersedia diatas meja sudut kamarnya.
Beberapa saat kemudian Devo tertidur karena efek obat yang ia minum dan rasa kantuk karena semalaman menjaga papah Kevin dirumah sakit, kini Devo bisa melupakan sejenak segala permasalahannya, ya walaupun hanya dalam hitungan jam saja. Karena setelah ini ia harus mengumpulkan tenaga dan juga mental untuk menghadapi para orang tua dan bos besarnya.
❤️❤️❤️
Lisa disabtu pagi ini terbangun dengan keadaan sangat kacau, kepala sangat berat dan rasa mual yang tak tertahankan. Memuntahkan semua yang ada diperutnya sampai matanya merah dan berembun.
Sampai siang namun Devo tak kunjung kembali, pikiran buruk mulai mengitari kepalanya. Namun ia menyadari bahwa dialah yang bersalah, cinta telah membutakan mata hati nya, mempercayai segala ucapan manis. Ia tak berdaya, tak tahu harus berbuat apa untuk dirinya dan calon bayi yang sekarang dikandungnya.
Sikap Devo kemarin membuat nya tersakiti, haruskah ia membuang bayi mereka saat ini? aahh...tidak!!! aku ingin bayi ini, ini anakku..hanya ibu biadab yang membuang anaknya.
Lisa kembali menitikkan air mata, " maafkan bunda ya sayang" mengelus perutnya. "walaupun ayah kamu tidak mau, bunda akan mempertahankan kamu sampai kamu melihat dunia. Sehat-sehat ya nak" ucap Lisa berkomunikasi dengan calon bayinya.
Merebahkan badannya yang kian lemah, sampai siang ini ia sudah tiga kali memuntahkan apa yang ia makan. Memang dirinya yang bersalah sudah mencintai laki-laki milik perempuan lain. Bukan salah Devo jikalau ia tak mau terbebani akibat perselingkuhan yang mereka lakukan. Cinta terhadap lelakinya terlalu besar hingga ia tidak akan memaksa Devo untuk bertanggungjawab. Biarlah jika memang ia harus menanggung nya seorang diri. Pipinya kini sudah kembali basah oleh air mata yang tidak berhenti mengalir.
❤️❤️❤️
Devo terbangun ketika suara ponsel berdering pas disamping telinga nya. Suara mamah Rena terdengar diseberang sana, "Dev, kamu kerumah sakit ya"
"haah..papah kenapa mah?" Devo langsung panik ketika sang mamah menyuruhnya kembali ketempat dimana papahnya dirawat saat ini.
"papah gak apa-apa kok, cuma ada yang mau dibicarakan."
"ooh...iya, aku siap-siap dulu ya mah"
Bergegas bangun lalu mandi, mengenakan t-shirt hitam dan celana jeans Devo seperti anak muda yang mau malem mingguan, membuat Aurel yang melihatnya semakin keki saja dengan suaminya.
❤️❤️❤️
"Pah, aku kan udah bilang, lebih baik anak buah papah saja yang menyelesaikan masalah disana"
"Dev, please deh..kali ini jangan membantah perintah papahmu." mamah Rena kali ini meminta Devo dengan suara yang stengah menyerah.
"Tapi aku ada masalah penting mah, aku harus segera selesaikan masalah aku"
Kali ini papah Kevin yang bicara dengan suara lemah, "kamu harus berangkat, ini masalah masa depan kita semua Dev. Kami adalah ujung tombak perusahaan."
Dan ucapan papah Kevin barusan membuat Devo tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti perintah big bos nya.
"Lebih baik mamah istirahat dirumah, malam ini biar aku yang jaga papah."
"Tapi kan kamu besok harus berangkat Dev.."
"Aku bisa tidur di sofa kok, mamah tenang aja ya"
Devo anak semata wayang mereka, kalau bukan dia yang menjaga kedua orang tuanya lalu siapa lagi, apalagi seperti sekarang ini, ia mau atau tidak tetap harus mengatasi segala masalah yang terjadi di perusahaan menggantikan papahnya. Karena pada akhirnya semua perusahaan dan harta benda milik orang tuanya akan menjadi miliknya.
Sudah jam dua malam, koridor rumah sakit hening, tak terdengar suara hentakan sepatu dokter atau pun suster yang berlalu lalang. Devo b memejamkan matanya, namun tetap terjaga. Memiringkan badannya untuk yang kesekian kalinya ia belum juga berhasil masuk ke alam mimpi. Ia memikirkan Lisa-nya, "sabar ya Lis, aku akan selesaikan semua masalah dulu" ucap Devo dalam hati.
Untungnya saja obat yang diminum papah Kevin mengandung obat tidur, tertidur setelah minum obat yang diberikan suster. Sehingga sang papah tidak melihat anaknya yang gelisah.
❤️❤️❤️
Hari ini walaupun hari Minggu tapi ia harus tetap berangkat ke Kalimantan sesuai perintah papah Kevin. ia berharap semoga urusannya disana cepat selesai dan ia bisa kembali menemui Lisa.
❤️❤️❤️
author tak perlu banyak kata, cuma mau like n komen kalian. supaya aku semangat buat up cerita nya
kan Lisa gk punya jenggot thor 🤣🤣🤣