NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Detonasi di Jantung Zurich

Proyeksi hologram Haryo Valentino bergetar halus di tengah ruangan, memancarkan pendar cahaya biru pucat yang memantul di dinding titanium brankas. Senyuman di wajah tua yang dingin itu seolah terkunci, menjadi sebuah monumen kepuasan dari seorang arsitek iblis yang berhasil menggiring seluruh bidak caturnya masuk ke dalam jebakan akhir.

*Bip. Bip. Bip.*

Suara alarm penghitungan mundur itu tidak lagi melengking tinggi, melainkan berbunyi rendah dan berirama konstan dari balik dinding baja Bank Internasional Zurich. Angka digital merah di panel konsol utama melesat turun dengan kejam:

**00:59… 00:58… 00:57…**

Atmosfer di dalam ruangan sedalam tiga puluh meter di bawah tanah itu seketika berubah drastis. Rasa enjoy dan kemenangan politik yang baru saja dirasakan oleh faksi Valentino dan Volkov menguap tanpa bekas, digantikan oleh gelombang horor masif yang mencengkeram dada. Enam puluh detik bukanlah waktu yang cukup untuk menaiki lift hidrolik dan keluar dari gedung perak ini, apalagi untuk lolos dari radius ledakan hulu ledak nuklir mini yang tertanam di bawah fondasi beton.

"Ayah... kau benar-benar tidak menyisakan ruang untuk negosiasi bisnis," desis Arsen Valentino.

Suaranya tetap terdengar begitu datar dan kaku, namun sepasang mata elangnya berkilat dengan intensitas yang mengerikan. Rahang tegasnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol tajam. Tangannya yang kokoh mencengkeram erat alat pemotong sirkuit elektromagnetik (*EMP jammer*) berbentuk pulpen perak, mencoba memindai apakah ada frekuensi gelombang radio yang bisa dia retas untuk memutus jalur detonator satelit milik ayahnya.

Di sisi lain ruangan, Boris Volkov terhuyung mundur. Pria paruh baya dari faksi Rusia yang selama puluhan tahun mengira dirinya adalah dalang tertinggi, kini menatap hologram Haryo dengan wajah yang dipenuhi oleh perpaduan antara kemarahan defensif dan keputusasaan yang amat sangat. "Haryo! Kau mengorbankan seluruh dokumen aliansi mafia global ini?! Kau menghancurkan fondasi ekonomi dunia hitam hanya untuk membunuh kami?!"

Hologram Haryo Valentino hanya terkekeh rendah—sebuah suara tawa manipulatif yang terdengar begitu hambar menembus pengeras suara kedap suara ruangan.

> "Dokumen aliansi itu hanyalah sejarah lama, Boris. Dunia baru tidak membutuhkan lembaran kertas kuno. Dunia baru hanya membutuhkan satu kode murni... dan kode itu sudah berada di dalam pangkalan utaraku bersama Valeria yang asli. Selamat tinggal, sisa-sisa laboratoriumku yang tidak sempurna."

*Klik.* Proyeksi hologram itu mendadak padam, menyisakan kesunyian yang mencekam bersama kedipan angka merah penghitungan mundur yang kian mendekati titik nol: **00:42… 00:41… 00:40…**

### Pusaran Kegelapan di Bawah Tanah

Kericuhan masif langsung pecah di depan gerbang perak brankas. Para ahli IT militer Rusia yang dibawa Boris panik setengah mati, jemari mereka bergerak liar mengetik kode-kode darurat di atas kibor gawai taktis, namun sistem bank telah terkunci sepenuhnya oleh protokol pembersihan tingkat akhir Valentino.

Valeria Baskoro jatuh berlutut di atas lantai marmer, kedua tangannya mencengkeram perutnya yang ramping dengan wajah yang seputih kain kafan. Air mata ketakutan murni meleleh bebas dari sepasang matanya yang cantik, merusak kosmetik tebalnya. "Tidak... anakku... mahkotaku tidak boleh hancur di sini... Paman, lakukan sesuatu!"

Namun, di tengah badai histeria yang melanda ruangan, Arunika palsu justru berdiri bergeming di depan panel pemindaian biometrik yang masih menyala hijau.

Letupan emosi pembaca dipastikan akan naik turun dengan ekstrem di bagian ini. Gadis desa yang dulu menangis ketakutan di bawah cengkeraman maut Arsen, kini menatap angka kematiannya sendiri dengan sepasang mata porselen yang hampa—sebuah kekosongan emosional yang telah sepenuhnya menjelma menjadi ketenangan sedingin es Rusia.

Kehidupannya sebagai Arunika telah dirampas, statusnya sebagai adik tiri ternyata hanya kebohongan DNA, dan kini identitasnya sebagai replika tanpa nomor seri justru menuntunnya pada altar eksekusi massal dari sang pencipta.

"Arsen," panggil Arunika palsu, suaranya terdengar begitu luwes, datar, dan tanpa ada riak kepanikan sedikit pun. Dia membalikkan tubuhnya perlahan, menatap lurus ke dalam manik mata elang Arsen Valentino. "Janin di dalam rahim Valeria menolak kode pembuka tadi bukan hanya karena sumsum tulang belakangku, tapi karena sistem biometrik ayahmu dirancang untuk membaca detak jantung yang stabil dari pemilik kode genetik Eclipse yang asli."

Arsen menyipitkan matanya, menghentikan aktivitas pemindaian pulpen perak-nya. "Apa maksudmu, Valeria?"

"Arunika yang asli... wanita yang berada di dalam kapal selam di danau Saint Petersburg tadi," Arunika palsu melangkah mendekati Arsen, sepatu bot taktisnya menginjak lantai dengan suara ketukan yang tegas. "Dia bilang dia memiliki kode enkripsi mansion pusat. Jika dia memiliki kode itu, artinya dia juga memiliki frekuensi pembalik untuk memutus protokol pembersihan Haryo. Dia sengaja membiarkan dirinya tenggelam agar kita terjebak di dalam brankas ini."

"Dia tidak tenggelam," sahut Marco tiba-tiba dari arah pintu lift hidrolik. Pria tangan kanan itu memegang sebuah gawai navigasi militer dengan tangan kanannya yang masih utuh, wajahnya yang dipenuhi peluh dingin tampak memancarkan seberkas cahaya harapan yang baru. "Tuan Arsen... radar sonar frekuensi rendah kita menangkap sebuah pergerakan kapal selam mini sekunder yang baru saja menembus jalur pipa air bawah tanah Bank Zurich ini semenit lalu. Sinyal biometriknya... sama persis dengan Nona Arunika."

Kebenaran mengejutkan itu memicu letupan konflik baru yang memikat. Arunika yang asli ternyata tidak mati di dasar danau Rusia. Dia telah merancang pelariannya sendiri, menyusup ke Swiss menggunakan jalur bawah tanah, dan saat ini sedang berada di dalam gedung yang sama—menanti ledakan nuklir mini menghabisi seluruh saingannya dari balik dinding kedap suara.

**00:25… 00:24… 00:23…**

"Marco, ambil alih sistem lift. Kita naik ke sektor permukaan," perintah Arsen tanpa keraguan sedikit pun. Pria itu menyambar pergelangan tangan Arunika palsu dengan cengkeraman besinya yang kokoh, menarik tubuh ramping gadis itu dengan kasar menuju ke arah lift hidrolik, mengabaikan Boris Volkov dan Valeria yang masih merangkak histeris di lantai brankas.

"Arsen! Bawa aku! Aku mengandung darah dinastimu!" jerit Valeria Baskoro, mencoba meraih ujung mantel wol hitam milik Arsen, namun Marco melepaskan satu tembakan peringatan ke lantai yang membuat wanita itu mundur ketakutan.

*Cklek. Wusss!*

Lift hidrolik melesat naik dengan kecepatan maksimal, memotong jarak tiga puluh meter di bawah tanah dalam hitungan detik. Di dalam kabin lift yang sempit dan bergerak cepat, ketegangan emosional antara Arsen dan Arunika palsu kembali mengkristal. Jarak di antara mereka kian dekat oleh jalinan takdir yang berdarah, namun kian asing karena status ikatan darah palsu yang kini menjadi lelucon terbesar di dunia bawah tanah.

"Jika kita keluar dari gedung ini dan bom itu meledak, seluruh Zurich akan runtuh," ucap Arunika palsu, tatapan matanya tetap lurus ke depan. "Kau akan kehilangan reputasimu, dan aku akan kehilangan satu-satunya kesempatan untuk memburu Boris dan Valeria."

"Aku tidak pernah kehilangan apa yang sudah berada di dalam genggamanku, Valeria," bisik Arsen di dekat rungu Arunika palsu, suaranya sedingin es namun memiliki aura dominasi mutlak yang mengunci pergerakan gadis itu. "Kita akan menemukan kembaranmu di atas sana, merenggut kode pembaliknya, dan memastikan Haryo Valentino melihat bagaimana produk laboratoriumnya menghancurkan tatanan dunia baru yang dia impikan."

### Pertemuan di Ruang Perak

*Tring.* Pintu lift terbuka di lantai lobi utama Bank Internasional Zurich. Suasana di lantai atas tampak begitu kontras—sepi, kaku, dan hanya diterangi oleh lampu-lampu dekorasi gerimis malam dari balik dinding kaca besar. Seluruh staf bank dan direksi ternyata telah dievakuasi lebih awal melalui instruksi darurat rahasia, meninggalkan lobi luas itu sebagai medan perang terbuka yang sunyi.

Di tengah lobi, berdiri sesosok wanita dengan pakaian taktis serba hitam, memegang sebuah komputer tablet militer yang memancarkan grafik sirkuit detonator hulu ledak nuklir bawah tanah Zurich.

Arunika yang asli.

Dia perlahan berbalik, menampilkan wajah yang benar-benar identik dengan Arunika palsu, namun sepasang mata porselennya memancarkan sinar kelicikan yang luar biasa murni—sebuah tatapan dari seorang predator sejati yang telah dilatih di fasilitas bawah air internasional selama dua puluh dua tahun.

"Kau sangat cepat, Arsen," ucap Arunika asli, suaranya terdengar begitu merdu namun beracun menggema di langit-langit lobi bank yang luas.

"Kau berhasil membawa salinanku keluar dari brankas tepat waktu. Tapi sayang sekali... hitungan mundurnya kini tersisa kurang dari sepuluh detik, dan kode pembaliknya hanya bisa diaktifkan melalui pemindaian retina mataku sendiri."

**00:09… 00:08… 00:07…**

Arunika palsu melangkah maju dari balik punggung Arsen. Kegelapan di dalam jiwanya kini telah mencapai batas tertingginya. Dia tidak lagi merasa takut pada kematian ganda yang mengintip di bawah fondasi beton. Menggunakan belati beracun di tangan kirinya, dia bersiap melakukan gerakan nekat yang akan menghancurkan kesombongan kembaran aslinya.

"Kau mengira kau adalah pemilik sah dari takdir ini, Arunika?" tanya Arunika palsu, suaranya begitu datar, dingin, dan sarat akan racun ejekan yang sanggup membekukan atmosfer lobi. "Kau hanya sebuah cermin tua yang rapuh. Dan malam ini... aku akan memastikan cermin itu pecah berantakan bersama seluruh ambisi ayah kita!"

Arunika palsu menerjang maju dengan kecepatan yang luar biasa, memotong arah embusan angin gerimis yang masuk dari celah pintu perak. Bilah belati di tangannya meluncur lurus, menyasar ke arah mata kanan Arunika asli—ke arah retina yang menjadi satu-satunya kunci penyelamat dinasti mereka dari kehancuran radiasi nuklir.

*Sret! Benturan!*

Kedua wanita berwajah sama itu kembali terlibat dalam pergulatan hidup dan mati di atas lantai marmer lobi bank. Arunika asli berhasil menangkis ayunan belati menggunakan komputer tablet militernya hingga perangkat itu terlempar ke lantai dan layarnya retak menampilkan angka hitungan mundur terakhir:

**00:03… 00:02… 00:01…**

Tepat di detik krusial sebelum angka merah berubah menjadi nol mutlak, Arsen Valentino melesat maju seperti malaikat maut, mengayunkan kaki tegapnya untuk menghantam telak dada Arunika asli hingga wanita itu terkapar menempel di dinding kaca, lalu mencengkeram wajahnya dengan tangan kirinya yang kokoh, memaksakan sepasang mata porselen Arunika asli menghadap tepat ke arah lensa pemindai kamera gawai militer miliknya yang telah terhubung dengan sirkuit pembalik detonator.

*Bip! Akses Diterima. Protokol Dibatalkan.*

Suara dengung elektronik hulu ledak nuklir di bawah tanah seketika mati secara kaku, menyisakan kesunyian malam Zurich yang diiringi oleh suara deru napas memburu dari Arsen dan kedua Arunika yang terengah-engah di atas lantai marmer yang dingin.

Jebakan akhir Haryo Valentino berhasil dilumpuhkan di detik terakhir, namun badai intrik politik dunia bawah tanah tidak berhenti di sini.

Tepat ketika Arsen melepaskan cengkeramannya dari wajah Arunika asli, seluruh dinding kaca besar lobi Bank Internasional Zurich mendadak hancur berkeping-keping akibat hantaman peluru kendali berdaya ledak rendah yang ditembakkan dari sebuah helikopter militer hitam tanpa logo yang tiba-tiba muncul dari balik kabut hujan gerimis di luar bangunan.

*Duar!!!*

Hantaman ledakan sekunder melontarkan tubuh Arsen, Marco, dan kedua Arunika ke arah sudut lobi yang berbeda. Di tengah kepulan asap hitam yang tebal dan pecahan kaca yang berhamburan, sesosok pria paruh baya dengan jubah laboratorium putih melangkah masuk melewati reruntuhan dinding kaca—Haryo Valentino berjalan sendirian menembus kabut hujan dengan sebuah koper perak kecil di tangan kirinya.

Pria tua itu menatap Arsen dan kedua Arunika yang terkapar penuh luka di lantai dengan tatapan mata elangnya yang memancarkan rahasia konspirasi baru yang jauh lebih mengerikan dari seluruh rekayasa genetika faksi Eclipse yang mereka ketahui selama ini. Pria itu menyuggingkan sebuah senyuman kejam, lalu mengangkat koper peraknya tinggi-highi di depan wajah mereka.

_____________________________

**Bersambung ke Bab 25...**

* Rahasia pamungkas apakah yang tersimpan di dalam koper perak kecil yang dibawa langsung oleh Haryo Valentino ke tengah reruntuhan Bank Zurich tersebut?

* Jika protokol pembersihan nuklir mini hanyalah sebuah sandiwara umpan untuk mengumpulkan kedua anak kembarnya bersama Arsen di satu ruangan, rencana ekstrem berskala global apa yang sebenarnya sedang dieksekusi oleh sang mentor agung malam ini?

* Dan siapakah di antara kedua Arunika yang akan dipilih oleh Haryo untuk menjadi wadah murni bagi masa depan dinastinya saat seluruh aliansi faksi barat berada di ambang perang pemusnahan total?

*Tunggu kelanjutan kisahnya yang semakin memanas dan penuh plot twist luar biasa di bab berikutnya!*

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!