NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Sang Aktor

Suami Rahasiaku Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Identitas Tersembunyi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: avy sulas

Oca dipaksa menikah dengan pria asing di depan altar—demi memenuhi wasiat sang kakek yang tak bisa ia menolak. dan yang tak terduga, suaminya adalah seorang aktor terkenal yang harus disembunyikan rapat-rapat dari dunia, termasuk dari sahabat-sahabatnya sendiri.

Belum sempat ia membiasakan diri dengan kehidupan barunya, datang seseorang yang perlahan mengisi ruang kosong di hatinya—ruang yang sengaja ditinggalkan oleh suaminya sendiri. Oca pun membuka hati, tanpa pernah menyangka ada yang luput dari pandangannya.

Kini ia terjebak di antara dua hati: satu yang seharusnya ia cintai karena status, dan satu lagi yang ia pilih sendiri karena rasa.

Tapi siapa sangka, tak semua yang terlihat tulus benar-benar seperti itu.

Siapakah yang berhak atas hati Oca? 💍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon avy sulas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Yang Jemput

Anthony masih belum menyuruh sopir menjalankan mobilnya. Tatapannya tetap tertuju ke arah gerbang sekolah, mengikuti sosok Oca yang berjalan semakin menjauh.

Tak lama kemudian, seorang laki-laki berseragam sekolah menghentikan motornya tidak jauh dari sana. Anthony memperhatikan saat pemuda itu melepas helm, lalu bergegas menghampiri Oca.

Entah apa yang mereka bicarakan, tetapi tak lama kemudian keduanya berjalan berdampingan menuju gerbang sekolah. Sesekali Oca tampak menoleh sambil menjawab sesuatu, sementara laki-laki itu tersenyum kecil di sampingnya.

Rahang Anthony perlahan mengeras.

Pandangannya tidak pernah lepas sampai kedua sosok itu benar-benar menghilang di balik gerbang sekolah.

"...Jalan." Suara datarnya memecah keheningan.

"Baik, Tuan."

Sopir segera menginjak pedal gas. Mobil hitam itu pun perlahan meninggalkan kawasan sekolah, sementara Anthony kembali mengalihkan pandangannya ke luar jendela tanpa mengatakan apa pun.

Sementara itu, Oca dan Dirga masih berjalan menyusuri koridor sekolah. Suasana pagi yang semula ramai perlahan mulai berkurang karena bel masuk akan segera berbunyi.

"Untung masih keburu masuk," ujar Dirga sambil melirik Oca.

"Iya, hampir aja gerbangnya ditutup."

Dirga terkekeh pelan. "Nanti istirahat ketemu di kantin, ya."

Oca mengangguk kecil. "Okee."

Tak lama kemudian mereka tiba di persimpangan koridor.

"Yaudah, gue ke kelas dulu."

"Iya."

Dirga sempat melambaikan tangan sebelum berbelok menuju kelasnya, sementara Oca melanjutkan langkah ke kelas bersama beberapa teman yang baru datang.

Tak lama berselang, guru mata pelajaran memasuki ruangan. Suasana kelas kembali tenang, dan kegiatan belajar pun berlangsung seperti biasa hingga bel istirahat akhirnya berbunyi.

"Akhirnya istirahat juga!" seru Andira sambil meregangkan tubuhnya.

"Ayo ke kantin. Gue laper banget," timpal Kinan.

Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin yang sudah dipenuhi siswa dari berbagai kelas. Baru saja duduk, Andira tiba-tiba mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tasnya dengan wajah sumringah.

"Nih, liat!"

Oca dan Kinan langsung menoleh bersamaan.

"Cokelat?" tanya Oca.

Andira mengangguk cepat dengan senyum yang semakin lebar.

"Bukan sembarang cokelat. Ini cokelat Belgia, tau! Bryan yang bawain waktu liburan."

"Wihh... Serius, dari Belgia?" Kinan langsung mendekat penasaran.

"Iya dong. Katanya sengaja dibeli buat gue." ucap Andira sambil mengangkat dagunya dengan bangga.

Oca hanya terkekeh kecil melihat tingkah sahabatnya.

"Pantes dari tadi senyum sendiri."

"Ih, ya jelas. Orang ini spesial."

Belum selesai Andira berbicara, Kinan sudah lebih dulu mengambil sepotong cokelat dari dalam kotak.

"Eh! Jangan banyak-banyak!" protes Andira.

"Katanya buat dibagi."

"Ya dibagi, bukan dihabisin!"

Melihat mereka mulai saling berebut cokelat, Oca hanya bisa tertawa hingga tanpa sadar suasana hatinya yang sejak pagi sempat kacau perlahan menjadi jauh lebih ringan.

Di tengah obrolan mereka, Dirga sempat menghampiri meja itu sambil membawa segelas minuman.

"Lagi ngapain?"

"Pamer cokelat," jawab Oca sambil terkekeh.

Andira buru-buru menutup kotaknya. "Eh, ini jatah cewek-cewek!"

Dirga tertawa kecil. "Santai, gue cuma numpang nyapa."

"Yaudah, sini duduk bentar," ujar Oca sambil menggeser sedikit kursinya.

Dirga menggeleng pelan. "Nggak usah. Temen-temen gue udah nunggu di sana."

Oca mengikuti arah pandang Dirga. Beberapa siswa di meja seberang tampak melambai, menyuruh Dirga segera kembali.

"Yaudah, sana."

"Oke nanti pulang bareng lagi, ya."

Oca terdiam sejenak lalu, mengangguk pelan.

Dirga pun berbalik dan menghampiri teman-temannya, sementara Oca kembali melanjutkan makan siangnya. Di sampingnya, Andira dan Kinan masih sibuk memperdebatkan siapa yang berhak mendapatkan potongan cokelat terakhir. Melihat tingkah keduanya, Oca hanya bisa menggeleng geli.

Di tengah keramaian itu, ponsel yang tergeletak di samping piringnya tiba-tiba bergetar pelan.

Oca melirik layarnya.

Anthony.

Keningnya langsung berkerut. Jarang sekali Anthony menghubunginya lebih dulu.

Perlahan ia membuka pesan itu.

Anthony: Pak Darto belum masuk. Aku yang jemput. Keluar lewat gerbang belakang.

Tatapan Oca terpaku pada layar ponselnya. Ia membaca pesan itu sekali lagi, seolah memastikan dirinya tidak salah baca.

"Ca?" panggil Andira sambil mengernyit. "Kenapa diem aja?"

"Siapa yang ngechat?" sambung Kinan penasaran.

Oca buru-buru mematikan layar ponselnya, lalu memasukkannya ke dalam saku rok seolah tidak terjadi apa-apa.

"Bukan siapa-siapa.”

Andira menaikkan sebelah alisnya. "Yakin? Kok buru-buru banget disembunyiinnya."

"Iya, nih. Jangan-jangan..." goda Kinan sambil menyeringai.

"Ihh, apaan sih. Cepetan abisin tuh cokelat, nanti keburu meleleh."

Andira mengerucutkan bibir. "Nah, kan. Malah ngalihin pembicaraan."

"Iya nih, pasti ada yang disembunyiin," timpal Kinan sambil menyipitkan mata usil.

Oca hanya terkekeh pelan tanpa memberi jawaban.

Melihat Oca tetap enggan menjelaskan, Andira dan Kinan akhirnya memilih untuk tidak mendesaknya lagi.

Oca pun kembali mengambil sendoknya, tetapi pikirannya sudah tidak lagi tertuju pada makanan di depannya.

Sejak kapan Anthony mulai memperhatikannya?

1
MayAyunda
ceritanya bagus ..lanjut kak
Putry Chan
semangat ya 💪
Lasa Hardianti: Makasih kak semangat juga yah😁
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
mampir lagi aku kakk, mampir juga dong kaaa ke novel kuu
Lasa Hardianti: Makasih kak nanti aku mampir ya😁
total 1 replies
MayAyunda
cerita bagus kak .
Lasa Hardianti: Thanks ya kak😁
total 1 replies
MayAyunda
lanjut kak
nunu
next lanjut kak
Lasa Hardianti: Oke kak siap, ditunggu lanjutannya ya. makasih udah mampir😁
total 1 replies
MayAyunda
bagus ,mampir kak
white star ⭐
bagus kak
white star ⭐
yah lagi dimasa usia suka kumpul2 sama temen malah nikah kasian oca
Lasa Hardianti: Huhu iya kak masa SMA-nya jadi berubah total, Semoga Oca kuat ya menghadapi semua ini. Makasih udah mampir dan dukung Oca🥹🤍
total 1 replies
Anisa Nur Afifah
kaa sampai sini dlu ya nanti aku mampir lgii
Lasa Hardianti: Siap Kak. Makasih udah mampir sampai sini🥹❤️ Ditunggu lanjutannya ya, semoga makin seru buat Kakak🤭
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
acara pernikahan/Facepalm/
Lasa Hardianti: Ssst... jangan dibocorin dulu yaa🤫😂
total 1 replies
author_rabbit18✍︎
baguss
Lasa Hardianti: Makasih banyak kak!🥹❤️
total 1 replies
mary dice
Badai pasti berlalu ya Oca.. semangat lanjut thor
mary dice
benaran nih menang taruhan heeeem
reyanzarayyanfahlevy_
Bagus kak, semangat ya kak salam penulis pemula
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak😍💪
total 2 replies
reyanzarayyanfahlevy_
semangat kak
Annisanur hasanah
semangatt kakk, aku tunggu update kakak😍
Annisanur hasanah
bagus dan menarik
Annisanur hasanah
kak, ceritanya seruuu dan ga ngebosenin👍
Annisanur hasanah
mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!