NovelToon NovelToon
Saldo Rekening Pacarku

Saldo Rekening Pacarku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:661.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: KOHAPU

Memiliki pacar kaya merupakan impianku. Mengejar cinta pria kaya, walaupun hanya Om-om gemuk. Ada alasan tersendiri mengapa aku melakukannya, hanya untuk merebut perhatian ayahku dari tiga saudaraku yang berhasil memiliki kekasih direktur, dokter dan pilot.

*
Plak!

Satu tamparan mendarat di pipiku, terasa kebas."Dasar pelakor!" teriak seorang wanita paruh baya. Aku yang salah karena menyangka suaminya seorang duda, pria tua gemuk yang menipuku.

Hingga pertolongan itu datang. Tetangga kostku yang paling miskin dan pelit. Seorang pemuda dengan celana pendek dan kaos kutangnya.

"Pelakor?Dia bukan pelakor, kami sudah lama menikah,"dustanya. Pemuda yang hanya tersenyum merangkul bahuku.

"Aku minta makan"

"Aku pinjam uang"

"Boleh pinjam komputer?Aku lupa beli pulsa listrik!"

Benar-benar makhluk pengiritan sejati. Hingga pada malam gelap dia berkata.

"Aku meminta anak darimu,"

Satu yang tidak aku ketahui manusia pengiritan ini, adalah konglomerat irit, posesif yang akan menjeratku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Tahu

"Fujiko, ayo duduk!" Rosita menarik adiknya untuk duduk di samping Sean.

Gadis itu menghela napas kasar menatap kekasihnya yang terlihat canggung. Dengan cepat kembali bangkit berjalan ke dapur mengambil dua kursi plastik tambahan. Lalu duduk di samping Raka.

"Fujiko?" Rosita terlihat kesal, inilah calon suami terbaik untuk adiknya.

"Maaf, aku hanya membawa ini." Ucap Raka penuh senyuman, meletakkan sekotak martabak manis rasa coklat.

Rosita dan Tari mengenyitkan keningnya. Menghela napas kasar, mereka tetap harus bertanya, walaupun mungkin sudah tahu jawabannya.

"Kamu lulusan apa?" tanya Tari.

"Aku tamatan SMU negeri." Jawaban jujur dari Raka, mengingat dirinya sampai saat ini memang tidak pernah memasuki gerbang universitas.

Jawaban yang begitu mengecewakan, dimana sebenarnya letak logika Fujiko? Mungkin itulah yang ada di fikiran kedua kakaknya.

"Apa pekerjaanmu? Berapa gajinya?" kali ini Rosita yang bertanya, walaupun kecil kemungkinannya, bisa saja pemuda ini petani sukses atau pemilik peternakan ikan.

"Perker---" Kalimat Raka dipotong, oleh kekasihnya yang terlihat geram.

"Dia menjadi ghost writer tidak terkenal, juga penerjemah artikel berbahasa asing. Gajinya kurang dari 2 juta per bulan. Memang kenapa!? Dia pacarku!" tegas Fujiko menempel pada Raka, menggenggam erat jemari tangan kekasihnya.

Membuat suasana semakin canggung saja. Tatapan mata dua orang kakak yang mengintimidasi menginginkan kebahagiaan adik mereka. Dan tatapan sang adik yang seolah mengatakan, dirinya dapat hidup bahagia dengan si kikir, mengingat satu tahun yang mereka lewatkan bersama sebagai pasangan kumpul kebo berkedok sahabat.

"Terimakasih, kita makan sama-sama ya?" Firman tersenyum, mungkin satu-satunya orang yang bersifat netral di ruangan ini. Membuka martabak manis dan oleh-oleh dari Sean yang cukup banyak. Meletakkannya di tengah meja, hingga semua orang dapat memakannya.

Tapi semua orang seperti tidak berselera. Sean yang menginginkan Fujiko. Raka yang hanya diam menatap martabak manis yang membuatnya benar-benar ingin menangis. Rosita dan Tari yang tidak setuju dengan kedatangan pemuda bergaji kecil. Sedangkan Fujiko, ingin mempertahankan kekasihnya tersayang.

Aura permusuhan yang benar-benar mendominasi. Terdapat dua kubu yang tidak seimbang disini. Hingga satu orang lagi hadir, baru pulang dari bekerja, membawa sebungkus sate.

"Fumiko! Akhirnya kamu pulang! Perkenalkan ini Sean yang menari dengan Fujiko di pesta pertunanganmu. Dia ingin berkenalan dengan Fujiko lebih dekat." Ucap Rosita tersenyum, seolah meminta dukungan dari Fumiko yang baru datang.

"Ikan paus?" gumam Fumiko dengan mimik wajah yang aneh."Maaf, salah, adik iparku tersayang sudah datang. Naik apa kemari? Seharusnya kamu bilang jika mau datang agak Dwi bisa menjemputmu," ucapnya berjalan mendekat ke arah Raka. Menjadi kakak ipar yang manis.

Suasana hening, hanya suara Fumiko yang penuh akan pujian terdengar.

"Kakak apa kamu sakit?" tanya Tari pada Fumiko.

"Tidak! Usir ikan mujair itu!" tegas sang anak kedua di keluarga tersebut.

"Fumiko," Ucap Rosita penuh penekanan menahan amarah pada adiknya.

"Apa? Aku lebih setuju padanya! Fujiko sudah lama mengenalnya. Lagipula Sean kesini hanya ingin berteman dengan Fujiko kan? Baru ingin menjadi teman saja kalian sudah seperti ini. Belum tentu juga Sean menyukai Fujiko, lagipula Fujiko sudah mengenal Raka luar dalam." Tegas Fumiko pada kakak dan adiknya.

Raka menghela napas kasar setelah beberapa saat memandangi martabak manis yang ada di meja."Apa pekerjaanmu? Kamu bilang namamu Sean bukan?" tanyanya dengan senyuman yang terlihat ganjil. Tersenyum namun mengeluarkan aura seakan ingin menghancurkan hidup orang di hadapannya.

Sean menelan ludahnya. Berusaha untuk ikut tersenyum. Dirinya benar-benar ditekan, karena inilah dirinya meminta uang tambahan pada Barbara. Resiko yang terlalu tinggi, saingannya adalah Raka yang sekali saja mendapatkan informasi tentangnya, dapat menghancurkan hidupnya. Tidak, dirinya tidak akan memberikan informasi apapun selain namanya pada pemuda ini, kecuali sudah menikah dengan Fujiko. Karena setelah menikah dengan Fujiko, Raka tidak akan mengusik dirinya lagi.

"Aku memiliki usaha kelas menengah. Maaf kak Rosita, kak Tari, pak Firman saya pamit pulang, ada urusan mendadak. Fujiko, aku berharap kita bisa saling mengenal lebih dekat." Ucap Sean dengan mimik wajah tenang, mulai bangkit.

"Biar aku antar sampai depan." Rosita bangkit dengan cepat mengantar kepergian Sean.

Wanita yang berjalan dengan ceria pada akhirnya menemukan belahan jiwa untuk adiknya. Kesan pertama yang di lihatnya dari Sean adalah berasal dari kalangan menengah keatas dan berhati baik. Mungkin akan dapat membahagiakan Fujiko.

"Maaf, atau kelakukan Fujiko dan Fumiko. Mungkin mereka sudah menyinggungmu," ucap Rosita tertunduk.

"Tidak apa-apa besok aku akan datang lagi. Fujiko orang yang baik, aku hanya ingin lebih dekat dengannya." Sean tersenyum mulai masuk ke mobilnya.

"Kamu menyukai adikku? Kalau begitu aku beri saran. Jangan menyerah! Fujiko hanya sedang digoda oleh pria br*ngsek itu. Sebulan atau dua bulan lagi dia akan kembali ke jalur yang benar," Rosita tersenyum, memberikan semangat. Sedangkan Sean hanya tersenyum, melajukan mobilnya pergi.

Rosita melangkah cepat memasuki rumah, segera setelah kepergian mobil Sean. Pemandangan menjemukan terlihat kala Fumiko berlari membuatkan minuman untuk Raka. Sedangkan Tari hanya diam saja menatap tidak suka pada kekasih adiknya.

"Raka, maaf apa diantara kalian ada hubungan?" tanya Firman menatap penuh keseriusan.

"Iya! Aku bersungguh-sungguh dengannya! Aku tidak dapat berjanji, tapi akan berusaha keras untuk membahagiakannya. Tolong restui hubungan kami." Pinta Raka menyambar kata-kata Firman.

"Jadi kalian menjalin hubungan?" tanya pria dengan salah satu giginya yang terbuat dari emas.

Fujiko mengangguk dengan cepat."Aku nyaman dengannya ayah. Kami tinggal satu tahun menjadi tetangga, bahkan bau kentutku dia hafal,"

Firman memijit pelipisnya sendiri dengan kelakuan minus putri bungsunya."Dia tau kamu tidak bisa memasak?" tanyanya, dijawab dengan anggukan oleh putrinya.

"Apalagi yang dia tau tentangmu?" tanya Firman.

"Dia tau kebiasaanku ketika buang air besar tidak pernah menutup pintu dengan rapat, lebih suka makan menggunakan tangan, sambil duduk lesehan, terkadang mengupil dari membuang sembarangan, bahkan dia yang mengangkat jemuranku kalau aku lupa. Jadi dia tau aku selalu memakai pakaian dalam senada." Jawaban tegas dari Fujiko, memeluk lengan Raka, menyender pada bahunya.

Firman semakin memijit pelipisnya sendiri."Kamu itu anak perempuan. Tidak gengsi di depan pria?"

"Tidak! Aku nyaman dengannya. Kalau sekarang punya pasangan sambil menjaga etika, maka ketika menikah nanti bagaimana harus menjaga etika. Haruskah aku menahan kentut semalaman!?" tanya Fujiko, meyakinkan ayahnya.

Firman hanya dapat menghela napasnya."Kamu, belum memperkenalkan dirimu. Dan apa saja yang Fujiko tau tentangmu?"

"Dia tau jumlah penghasilanku dari menjadi seorang ghost writer tidak terkenal. Fujiko mengetahui size pakaianku, dia mengetahui aku yang selalu irit. Itu saja..." Jawaban dari Raka membuat Fujiko tertegun, dirinya memang tidak pernah benar-benar mengenal sosok kekasihnya. Bahkan ulang tahun Raka pun dirinya tidak tahu.

Wanita yang menelan ludahnya sendiri. Sejatinya bukan cuma yang disebutkan Fujiko, lebih banyak hal lagi yang diketahui Raka, termasuk pembalut yang sering digunakannya. Tapi dirinya tidak mengetahui apapun tentang sosok Raka.

Brak!

Rosita menggebrak meja, menyadarkan semua orang dari lamunannya."Aku tidak setuju, jika pada akhirnya adikku harus hidup susah."

1
awesome moment
valentino di judul yg mana? absurditias pasangan raka fujiko yg tiada ending
awesome moment
skrg tita sdh tau rasanya kn?
awesome moment
😄😄😄😄😄😄😄😄
awesome moment
fujiko bermartabat. tu lah alasan raka menjaganya. bukan kek kamu, Tita. uyg tanpa berpikir buka ****ng******** lebar2.
awesome moment
sll tajam keluar
awesome moment
😄🤭😄🤭😄
awesome moment
fujiko tpt sasaran
awesome moment
fujiko patut ditiru n realistisnya
awesome moment
raka dunk..dia lbh👍👍👍👍meski kikirnya di luar BMKG
awesome moment
mo ngapain n mrk
awesome moment
😄😄😄😄😄😄😄
awesome moment
pasangan terabsurd
awesome moment
dasar n org. dewa kikir gegara otaknya sndiri
awesome moment
pelawak mrk berdua n
awesome moment
hdh...bnr2 ngabrut couple
awesome moment
mo ngapain lg n manusia pengiritan. kn kena obat dia
awesome moment
bnr2 tik tak anti mainstream
awesome moment
mana bisa punay pacar kaya klo kek gini.raka udh bucin sm fujiko. fujikonya j yg g peka. dasar absurd mrk berdua
awesome moment
fujiko n anh bgts tp...kocak
awesome moment
gajenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!