NovelToon NovelToon
Hate Me, Love

Hate Me, Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:274.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Karena kebodohan keduanya, Anggun dan Alister berakhir tidur bersama. Padahal, keduanya adalah musuh bebuyutan, Alister adalah berandal, pengacau yang membuat Anggun selaku ketua OSIS selalu keluar masuk ruang BK demi menyelesaikan permasalahan nya.

Terjebak bersama dengan pria yang paling dibenci. Itu membuat Anggun menderita, apalagi keluarganya meninggalkannya dengan pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunggu

Beberapa bulan kemudian….. 

Tidak ada yang berubah, Anggun masih setia menunggu kabar tentang Alister. Dimana keberadaan pria itu masih menjadi misteri, sementara itu orangtua anggun tetap mencoba mencarinya. Enggan membuat sang putri sedih setiap harinya. 

Kandungan Anggun sekarang sudah menginjak bulan ke tujuh, di saat seperti ini Anggun sangat mengharap keberadaan Alister yang membantunya. 

Mengingat bagaimana sosok itu selalu memanjakan Anggun, sepertinya sekarang sang anak juga merasakan hal yang sama. "Adek jangan gerak gerak mulu, Nak. Mama nya pegel ini," Ucap Anggun mengusap perutnya sendiri sambil menarik napas dalam. 

Dia baru saja keluar kelas dan memasuki mobil yang menjemputnya. Anggun memang masih kuliah, dia tidak mau hanya diam di rumah dan membuat pikirannya semakin terpuruk. 

"Langsung pulang, Non?"

"Ke tempat biasa dulu, Pak."

"Baik, Non."

Tempat biasa yang dimaksud adalah toko roti, dimana setelah itu Anggun akan pergi ke salah satu perum teman Alister dan memberikan itu pada mereka yang sering nongkrong di sana. 

Seperti sebuah rutinitas seminggu sekali setidaknya Anggun datang. Mereka yang melihat kedatangannya hanya bisa menatap sendu. "Gak udah ke sini lagi terus bawain yang beginian. Alister gak ada di sini."

"Heh! Jahat banget lu kalau ngomong." Salah satu wanita menatap tajam pada temannya dan menarik tangan Anggun supaya masuk ke dalam. "Gak papa, anggap aja mereka syaiton. Udah biarin aja."

Ada beberapa yang menyambut kedatangan Anggun, ada juga yang masih menatapnya iba. Alika juga ada di sini, dia netral dan tersenyum kecil pada Anggun. "Belum ketemu?"

"Belum."

"Gue juga udah nanyain Bokap, tapi sama gak tau katanya." Alika duduk di samping Anggun. Kasihan juga melihatnya dengan perut yang buncit seperti itu. Bahkan sekarang Alika sudah mengusapnya. "Gak gerak?"

"Coba ceritain tentang Alister deh."

Ini yang Anggun suka dari tempat ini. Mereka akan menceritakan bagaimana kepribadian Alister yang tidak pernah Anggun ketahui. Sang anak dalam kandungan seolah paham, bahkan dia mulai bergerak tanpa menyakiti Anggun di sana. 

"Sering sering aja ke sini. Yang sinis mah abaikan, mereka cuma kesel soalnya gak ada si Alister yang bisa diajak main game."

Alika mengangguk. "Heem abaikan aja sih. Lagian si Alister itu suka sama lu dari dulu. Cuma dia jaga image soalnya tau kalau lu ketua OSIS, sedangkan dia itu ketua berandal yang suka malakin orang."

Tawa mengudara ketika Alika menceritakan bagaimana Alister pernah mengantarnya berkeliling mall sampai kelelahan dan berakhir dengan Alister yang memarahi manekin. 

Ceritanya memang lucu, tapi Anggun itu karena tidak memiliki banyak waktu bersama dengan pria itu. 

****

Anggun bahkan sekarang sudah tinggal di apartemen lamanya dengan Alister. Dia lebih tenang jika berada di sana, meyakini kalau suatu saat nanti sang suami akan pulang memeluknya. 

Ada dua pelayan yang juga mengawasinya secara bergantian. Saat Anggun pulang, dia terkejut mendapati keberadaan temannya di sana. "Kapan ke sini?" Anggun mendapati Dania yang sudah ada di dalam. 

"Baru aja. Lu dari perum tongkrongan?" Tanya Dania. 

"Iya nih. Lu mau ngajak gue keluar?"

"Enggak. Mau jenguk lu aja. Kan kita beda jadwal, jadi jarang main."

"Gue pulang mau ganti baju doang. Mau keluar lagi. Mau ikut?"

"Ikut lah. Emang lu mau kemana?"

"Beli buku." Anggun masuk ke dalam kamar. 

Dania tau bagaimana kedua orangtua Anggun memaksa Sang anak untuk pindah apartemen, tapi Anggun tetap ingin di sini. Saat disarankan menggabungkan dua apartemen supaya lebih luas, Anggun juga menolak karena tidak mau merubah kenangan yang ada di sini. 

Dengan kehamilan yang tua, Anggun lebih sering dikunjungi orang sekitarnya dan tidak membiarkan dirinya sendirian. Seperti Dania yang mengantarkannya ke toko buku sekarang.  

Setelah mendapatkan buku yang diinginkan, Anggun berkata, "Ke tempat biasa ya." 

Dania yang sudah paham hanya mengangguk saja. "Lu masih kirim email ke Alister?"

Beberapa bulan yang lalu Anggun menemukan alamat email Alister. Jadi Anggun menuliskan perasaannya dan mengirimkannya pada Alister berharap Sang suami membacanya dan memaafkannya. Setiap hari, Anggun menulis dan mengirimnya. "Gue gak mau berhenti. Bukan cuma anak gue yang butuh, tapi gue juga butuh banget sama dia."

Mobil yang dibawa Dania itu berhenti di depan gerbang rumah besar. Anggun datang ke rumah Alister beberapa kali dalam sebulan untuk menanyakan, "Udah pulang atau ada kabar, Pak?"

"Belum, Non. Maaf ya."

Anggun menatap sebuah mobil yang baru saja datang. Di dalamnya adalah assisten ayahnya Alister. Pria paruh baya itu hanya tersenyum, yang mana membuat Amber sendu. 

Tapi tanpa diduga, pria itu keluar dari mobil. "Nona Anggun."

"Iya?"

"Tuan Alister meminta saya memberikan ini pada anda."

Anggun terkejut dan menerima surat itu. "Alister?"

"Hanya itu yang bisa saya sampaikan. Tuan saya masihlah Tuan Kertawijaya." Kemudian pergi meninggalkan Anggun yang terburu buru membukanya. 

Hanya ada satu kalimat, "Wait me, Love." Yang berhasil membuat Anggun meneteskan air matanya. "Hiks…"

"Anggun kenapa?" Tanya Dania mendekat dengan panik. 

Namun Anggun lebih dulu memberitahukan kabar bahagia itu pada kandungannya. "Papa mau pulang, dek. Dia minta mama nunggu. Hiks…  adek seneng kan? Adek bakalan ketemu Papa lagi."

Dan yang paling penting di sini adalah dirinya masih diterima  oleh Alister. 

****

To be continue

Komentarnya? 

1
Sagitarius
kok sediih sich 🥹🥹🥹
apajalah
👏👏🍁🍂
apajalah
👌👏👏🍂🍁🍂🍁👏
Evi
ceritanya bagus 👍👍👍
Honey
Novelnya bagus 😊
gia nasgia
Makasih othor suka dgn karya mu yg satu ini😘👍💪
gia nasgia
hahaha begini nih klau si bocah udah bucin😂🤣🤣
gia nasgia
hahaha sakitlah klau rambut di jambak 😂
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
jangan sampai baby Anggun kenapa "🥺
gia nasgia
🥺🥺🥺😭😭😭😭😭
gia nasgia
kasihan juga sih lihat bumil yg udah menyadari kebodohannya 🥺🥺
gia nasgia
feeling aku kayaknya sengaja Alister pergi biar pulang udah jadi orang sukses🤔
gia nasgia
Nah lho gimana rasanya di tinggal tanpa kata"😏😡
gia nasgia
Dasar bocil labil 😏tapi ada baiknya juga Dania menceritakan tentang perjuangan Alister selama ini
gia nasgia
Kamu benar"keterlaluan jadi istri mengingat dgn segala perjuangan Al untuk mencukupi kebutuhan kamu 😡
gia nasgia
Maksudnya apa coba Anggun buat janji dgn pebinor 😡kayaknya kalau Alister memberi pelajaran Ke Deon, kurasa nggak ada salahnya biar tahu klau Anggun sdh punya suami
gia nasgia
Mending Alister jujur aja daripada Anggun makin berharap banyak
gia nasgia
Alister serasa umur 25 thn aja habis dewasa banget menghadapi istri bocilnya
gia nasgia
Alister paket komplit deh 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!