Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.
Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.
Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.
Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?
Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?
Yuk saksikan kisahnya.
Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)
Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri
Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Di Depan Sekolah
"Udah diambil bolanya, Rin?"
"Udah, Vid"
"Berangkat kok engga ajak-ajak sih. Aku di siksa ayah tau"
"Bodo. Dasar males. Loenya yang belum siap"
"Itu Dion dan Tion, Rin" ucap David melihat Dion dan Tion di parkiran motor
"Bodo amat"
"Tapi demen kan?"
Anggra memilih memarkirkan motornya agak jauh dari Dion dan Tion dan David memarkirkan motornya didamping Anggra.
"Dion. Anggra, Yon" ujar Tion
"Terus gua harus bilang apa? Waw gitu? emang dia siapa?"
"Loe sakit, Yon?" Tion ingin memengang dahi Dion.
"Apaan sih, Yon? gua sehat"
"Tapi engga biasanya aja" ucap Tion tidak percaya
Anggra dan David akan melewati Tion dan Dion. David sibuk menceritakan kejadiannya tadi pagi.
"Loe engga percaya? Sekarang Loe harus percaya bagaimana engga gua kek gini.
kalau berteman dengan manusia jadi-jadian"
"Dion? Loe kesambet apaan sih?" ucap Tion makin tidak percaya.
"Dia ngomongin kamu, Rin?" tanya David. Namun Anggra hanya diam.
"Minta dihajar dia. Siapa yang dia sebut manusia jadi-jadian?"
"Masih pagi, Vid." lerai Anggra.
"Tapi dia"
"Udah ah. Yok. Temenin aku ke ruang guru ya?"
"Iya. Awas kalau dia ngomong sembarangan lagi"
"Udah yok ah" Anggra menarik tangan David
Melihat David dan Anggra pergi Dion merasa bersalah.
"Dia marah beneran ya?" batin Dion.
"Dia pasti marah Yon. Minta maaf gih"
"Malas ah. Yok ke kelas"
"Maaf ya, Nggra"
Di kelas
Dion sudah di kelas. Anggra masuk ke kelas dari kantor. Dion melihat Anggra.
Anggra melirik Dion, karena Dion melihatnya Anggra cepat-cepat mengalihkan pandangan.
"AC engga hidup tah? panas banget" Ucap Anggra sambil mengipas dengan tangannya.
"Anggranya Della. Panas ya? AC hidup Loe Anggra. Della engga ngerasa panas tuh"
"Mama dari mana?" ucap Reki.
"Mama palak mu. Anggra cowok ****" Ucap Bagas.
"Bodo amat. Papahnya kan udah ada Dion"
"Anggra papahnya Della mamanya Rek"
"Maumu" Jawab Rek.
"Idih Dion papahnya? Ogah banget. Hancur kehidupan Gua. Inget engga ada papah mamaan. Loe aja yang jadi mamanya"
"Gua? Engga ah"
"Yang lain mana, Gas? Kok masih sepi?"
"Pada di jalan mungkin. Loe kenapa? Pagi-pagi udah emosi?"
"Ketemu orang super nyebelin" Dion langsung melihat Anggra
"Ngapa loe lihat-lihat?"
"Mata-mata gua. Terserah gua lah"
"Jijik gua di lihat loe"
"Emang gua mau lihat loe. Merusak suasana pagi yang cerah aja"
"Loe bilang apa? Gua ngerusak?"
"Iya. Emang kenapa?"
"Anggra. Loe kenapa sih? jangan cari masalah , Nggra?" peringatan Bagas
"Dia nyebelin deluan, Gas"
"Loe yang nyebelin"
"Loe"
"Loe"
"Anggra" panggil Bagas. Yang lain masih bingung.
"Bilangin Gas. sama teman kamu engga usah sok alim dasar pembohong"
"Dion" panggil Bagas.
"Apa pembohong. Loe yang aneh?"
"Anggra Stop"
"Dia yang deluan"
"Kalian ada apasih? gua tau masalah kalian. Tapi bukan gini Yon, Nggra. Emang keributan bisa menyelesaikan masalah kalian?" ucap Tion yang baru masuk dan menyaksikan keributan.
"Apa maksud kamu. Tion? masalah apa antara Anggra sama Tion?" tanya Della penasaran.
"Masalah mereka..." Dion melihat Anggra dan mendapat pelototan Anggra. Ia melihat Dion juga mendapat pelototan dari Dion.
"Kepo sih, Del. Sesama laki-laki pasti ada masalah yang buat mereka ribut kan?"
"Masalah apa? antara laki-laki? Wanita? Anggra sama Dion suka sama wanita yang sama? Siapa? Aku? mereka ngerebutin aku ya?" Tion hanya diam dan yang lain juga penasaran.
"Masalah laki-laki bukan masalah cewek aja, Del"
"Terus apa?"
"Kepo"
"Ada Masalah apa sih? Ribut banget. Guru sebentar lagi dateng loe" tanya Erni yang baru masuk.
"Kepo" Ucap semua bersama-sama kecuali Anggra, Bagas, dan Dion.
See you next time.
pendek banget
mampus Dion huuuu