"Nona Emma! Tuan Chris sudah pernah menikah."
"Tidak apa-apa. Duda lebih berpengalaman."
"Nona Emma! Tuan Chris sudah punya putra."
"Tidak apa-apa. Aku suka buy one get one."
Emma sengaja menjebak Christian agar menikah dengannya untuk menghindari pernikahan bisnis dengan tunangan yang berselingkuh.
Bagaimana perjalanan pernikahan Emma, nona muda Watson dengan suami sejati pilihannya? Apa lagi masa lalu kelam Christian menghantui disaat hubungan keduanya semakin dekat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LYTIE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. Air jahe
***Kamar tidur Emma di Mansion Watson***
Chris menurunkan Emma dari gendongannya secara perlahan ke dalam bathtub. Kedua tangan Emma secara spontan menyilang menutupi bagian dadanya yang masih polos.
Emma merasa dirinya dalam keadaan yang sangat memalukan sekarang. Bagaimana mungkin dirinya bisa melupakan siklus menstruasinya yang selalu tepat waktu?
"Tunggu sebentar, Emma!" kata Chris.
Tanpa menunggu jawaban Emma, Chris keluar dari kamar mandi. Emma masih duduk termenung di dalam bathtub sambil merutuk dalam hati kebodohannya menggagalkan malam pertama dengan Chris.
Beberapa saat kemudian, Chris masuk lagi ke dalam kamar mandi. Satu setelan baju tidur, lengkap dengan satu set pakaian dalam Emma diletakkan oleh Chris di atas meja kamar mandi yang besar.
Wajah Emma semakin merona merah karena malu saat melihat Chris juga meletakkan beberapa bungkus kemasan baru pembalut dengan berbagai ukuran.
Emma yakin Chris mengambilnya dari lemari pakaian Emma dan pastinya Chris kebingungan harus memilih yang mana sehingga membawa semuanya ke kamar mandi.
Chris menghampiri bathtub dan mengisi bathtub dengan air hangat.
"Emma! Aku tunggu di kamar ya," kata Chris dan memberi satu kecupan singkat di puncak kepala Emma.
Chris tahu dirinya tidak boleh terlalu lama berada di dalam kamar mandi karena istri tercintanya merasa malu dan tidak nyaman.
Emma segera membersihkan diri setelah Chris keluar dari kamar mandi.
***
Emma terkejut saat membuka pintu kamar mandi dan melihat Chris berdiri tidak jauh dari depan pintu.
Perasaan hangat menyelimuti hati Emma karena dirinya tahu Chris sangat mengkhawatirkan keadaannya sehingga menunggu di sana.
Chris berjalan cepat menghampiri Emma dan menggendongnya lagi. "Perutmu masih sakit?" tanya Chris sambil melangkahkan kaki menuju tempat tidur.
"Sedikit," jawab Emma.
Chris membaringkan tubuh Emma di atas tempat tidur secara perlahan, lalu pria muda itu ikut naik dan berbaring di samping Emma.
Emma pun memeluk tubuh Chris dengan posisi nyaman, yang selama ini menjadi kebiasaan kecil Emma.
"Chris! Kamu mengganti sprei tempat tidur?" tanya Emma.
"Iya," jawab Chris singkat.
"Maaf merepotkan mu," ucap Emma.
Emma yakin Chris mengganti sprei sendiri karena ada noda darah yang menempel di sana.
"Tidak merepotkan, sayang. Aku sering mengganti sprei saat Owen bayi," ucap Chris.
Emma tersenyum kecil membayangkan Chris menjaga dan merawat Owen sejak bayi. Emma yakin Chris pastilah mengalami masa-masa sulit pada saat itu.
Keahlian memasak Chris dan juga mengobati luka kecil seperti saat kaki Emma terkilir di pesta topeng, merupakan ilmu yang didapat oleh Chris selama hidup berdua dengan Owen.
"Kamu harus puasa lagi satu minggu," canda Emma.
Periode menstruasi biasanya berlangsung selama empat hingga tujuh hari sehingga Emma mengambil angka maksimal untuk mencegah terjadi lagi kekacauan kecil seperti malam ini.
"No problem honey. Kali ini aku yang meminta kompensasi darimu karena harus menunggu satu minggu lagi," jawab Chris sambil mencubit gemas hidung mancung Emma.
"Kompensasi malam pertama? Apa yang harus aku lakukan?" batin Emma.
"Ayo tidurlah sayang. Kamu bisa memikirkannya besok," ucap Chris, seolah bisa membaca isi hati Emma.
"Good night Chris," kata Emma.
"Good night Emma," balas Chris.
***Mansion Watson***
Pagi hari Chris, Emma, dan Owen makan pagi bersama dengan keluarga Watson.
Chris yang membangunkan Owen di kamar tamu. Chris membantu menyiapkan air hangat untuk Owen seperti yang biasa pengasuh Owen lakukan, sedangkan Owen mandi dan mengenakan pakaiannya sendiri.
Sebenarnya Owen sudah terbiasa mandiri tanpa bantuan pengasuh. Hanya saja karena kesibukan Chris dengan pekerjaannya membuat Chris merasa lebih tenang jika ada pengasuh dan bodyguard yang menjaga Owen selama dirinya tidak berada di sisi Owen.
Pengasuh dan bodyguard Owen di Sydney rutin melaporkan perkembangan dan kegiatan Owen setiap hari ke Chris.
Acara makan pagi berlangsung dengan lancar. Tom tersenyum lebar melihat Emma menghabiskan sarapan pagi yang dipersiapkan oleh Chris.
Tom senang Chris menyayangi Emma dan memperlakukan putri kesayangannya dengan baik.
Ketika tiba waktunya untuk Chris berangkat, Emma mengantarnya ke depan pintu mansion seperti yang sering dilakukan oleh Emma saat mereka tinggal di rumah besar Sydney.
"Tunggu sebentar, Emma!" ucap Chris sambil berlari kecil meninggalkan Emma.
Emma menatap punggung Chris yang menjauh dan menghilang dalam waktu singkat.
"Kenapa Chris menuju ke dapur?" batin Emma.
Emma tidak menunggu terlalu lama, Chris sudah muncul di hadapannya. Emma menatap heran termos air panas stainless di tangan Chris.
Chris merangkul pinggang Emma dengan kedua tangannya. Emma pun membalasnya. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain.
"Emma! Jika perutmu masih sakit, besok besok saja inspeksi sekolah Owen," ucap Chris dengan lembut.
"Tidak apa-apa, Chris. Aku bisa langsung pulang ke mansion kalau sakit sekali," jawab Emma.
"Baiklah. Jam berapa kamu berangkat nanti?" tanya Chris.
"Jam sepuluh," jawab Emma.
Emma sudah membuat janji temu dengan kepala sekolah dari beberapa sekolah yang dipilih olehnya.
"Hati-hati di jalan, honey. Owen sudah berjanji padaku untuk bersikap patuh dan tidak bandel nanti," kata Chris.
Chris mengkhawatirkan sikap energik dan lincah Owen akan merepotkan Emma nanti karena tidak ada pengasuh dan bodyguard yang membantu menjaga Owen. Apa lagi Emma dalam keadaan kurang fit karena datang bulan.
Emma menganggukkan kepala. Chris mengecup kening Emma sebelum melepaskan pelukan. Karena berada di Mansion Watson, Chris tidak memberikan good bye kiss seperti yang biasa mereka lakukan di Sydney.
"Emma. Ini air jahe hangat. Aku memasaknya tadi. Kamu harus menghabiskannya," pesan Chris sambil memberikan termos air hangat ke tangan Emma.
"Thank you Chris!" ucap Emma.
Emma memberi kecupan singkat di bibir Chris. Senyuman bahagia menghias di sudut bibir gadis muda itu. Chris membelai kepala Emma dengan kasih sayang yang tulus.
"Aku berangkat sekarang!" kata Chris.
Sebuah mobil mercedes benz hitam sudah menunggu di depan Mansion Watson. Rio turun dari mobil bagian samping sopir dan membungkukkan badan sedikit memberi hormat ke Chris dan Emma.
"Selamat pagi Tuan Chris, Nona Emma!" sapa Rio.
"Pagi!" balas Emma dan Chris bersamaan.
Chris masuk ke dalam mobil dan menurunkan jendela mobil. Sepasang sejoli itu saling melambaikan tangan saat sopir mengemudikan mobil meninggalkan Mansion Watson.
***
Selamat malam readers tercinta. Spoiler bab besok: ada yang mengawasi Mansion Watson secara diam-diam. Siapa dia?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE