NovelToon NovelToon
Jodoh Pengganti

Jodoh Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kolom langit

"Kamu dan ayah adalah paket kombinasi paling menyebalkan di dunia. Kalian merantaiku dan mengikutiku kemana-mana." Ameera.


"Bila perlu aku akan menjadi Kutumu." Rangga.

Cinta tidak selamanya harus memiliki. Inilah yang terjadi pada Rangga. Baginya menjaga dalam persahabatan adalah bentuk lain dari cinta tanpa harus memiliki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kolom langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan

"Ozan, menikahlah dengan Ameera besok. " pinta Hasan pada Ozan.

"Pah, ayah masih terbaring didalam sana, bagaimana aku bisa menikah dalam keadaan seperti ini?" Ozan tidak habis pikir ayahnya malah memintanya menikah, sementara Rudi sedang kritis.

"Zan, Rudi tidak punya banyak waktu lagi, keinginan terbesarnya melihat Ameera menikah. Jadi kalian akan menikah disini besok pagi."

"Tapi, Pah."

"Rudi sudah mengorbankan nyawanya untukmu. Apa kamu tidak bisa mewujudkan keinginan terbesarnya?"

Ozan menutup matanya sembari menghela napas. Teringat bagaimana Rudi mengorbankan dirinya untuk melindungi Ozan.

"Baiklah, Pah. Aku akan menikahi Ameera besok pagi." ucap Ozan kemudian.

Ameera yang datang dari kantin bersama Zarima, terhenyak mendengar pembicaraan dua pria tersebut. Ameera hanya menatap nanar pada keduanya tanpa ekspresi. Mengetahui Ameera mendengarkan pembicaraannya, Ozan jadi tidak enak sendiri. Ia merasa sangat bersalah pada Ameera.

"Ameera, kamu pulang dulu Nak, istirahat! Besok kamu akan menikah dengan Ozan. Ayahmu biar papa yang akan menjaganya. Kamu pulang ke rumah papa saja bersama Ozan dan mama, ya..." bujuk Hasan seraya membelai puncak kepala Ameera.

Amera mengangguk pelan, saat hendak memasuki ruangan ayahnya, ia merasa kepalanya pusing, kakinya lemas dan pandangannya kabur. Ameera tiba-tiba jatuh pingsan. Beruntung Ozan dengan sigap menangkap tubuhnya. Hasan dan Zarima panik melihat keadaan Ameera. Ozanpun dengan cepat menggendong Ameera menuju ruang IGD.

***

"Bagaimana keadaan nya, dokter? "

tanya Zarima setelah dokter memeriksa Ameera.

"Sepertinya hanya efek kelelahan, saya akan resepkan vitamin untuknya. " kata dokter.

Dokter itupun menuliskan resep dan menyerahkannya pada Zarima.

"Terima kasih, Dok." ucap Zarima.

Ia kemudian menatap Ameera yang terbaring di ranjang pasien dengan wajah pucat. Setitik air matanya jatuh, wanita berdarah Turki itu merasa iba pada gadis kecil seperti Ameera yang harus kehilangan banyak hal dalam hidupnya di usia remaja. Ia membelai rambut Ameera dan mengecup keningnya dengan lembut.

***

Tidak lama kemudian, Rangga telah tiba ke rumah sakit. Setelah diberitahu oleh Hasan bahwa Ameera pingsan, Rangga panik dan berlari menuju ruang dimana Ameera berada.

Di lihatnya Ameera terbaring lemah. Rangga membelai rambutnya dengan lembut, rasa bersalahnya kembali merajai hatinya. Rangga menangis melihat wajah Ameera yang memucat, ia merasa telah gagal melindungi Ameera.

Maafkan aku Ameera. Aku terlambat sehingga ayahmu jadi korban. Rangga membatin.

Ozan masuk ke dalam ruangan dan mendapati Rangga disana.

"Ameera kenapa?" tanya Rangga.

"Cuma kelelahan. Setelah siuman, gue akan bawa dia pulang ke rumah gue." jawab Ozan datar.

"Bisa kita bicara? Ada yang mau gue sampaikan ke lu." ujar Rangga.

"Kebetulan, ada yang mau gue omongin sama lu." Sahut Ozan.

Mereka pun keluar dari ruangan Ameera. Ozan memilih bicara di ruang tunggu agar Ameera tidak mendengar pembicaraan mereka.

"Kita bicara di depan ruangan Ameera saja. Gue takut dia kenapa-kenapa. Lu tau kan Ameera belum aman sepenuhnya."

"Lu tenang aja. Setiap sudut rumah sakit ini dijaga orang-orang papa, jadi aman." kata Ozan berusaha menenangkan kekhawatiran Rangga. Ia pun duduk di samping Ozan dengan memegang map coklat.

"Gue mau kasih ini ke lu. Lu pasti butuh ini." Rangga menyerahkan amplop coklat ditangannya. Ozan pun meraih amplop tersebut dan membukanya.

"Ini... ?" Ozan tidak melanjutkan perkataannya setelah melihat isi amplop. "Darimana lu dapat semua ini?" tanya Ozan kemudian.

"Dari teman gue yang menjadi anak buahnya." Rangga terdiam sejenak, menghembuskan nafas pelan, "Gue Rangga Agung Darmawan, gue rasa dengan mendengar nama belakang gue, lu udah tau gue siapa dan..." tidak melanjutkan omongannya karena di potong oleh Ozan.

"Gue tau bahkan sebelum hari ini. Lu anaknya Hendri Agung Darmawan kan?" tanya Ozan.

Rangga mengangguk pelan. Kemudian mereka diam selama beberapa menit. Larut dalam pikiran masing-masing.

"Gue dan Ameera kenal dari kecil, mama dan ibunya Ameera itu sahabat. Belakangan gue baru tahu kalau Om Rudi dan Papa punya dendam masa lalu. Papa berusaha balas dendam melalui Ameera. Gue pernah bersumpah akan melakukan apapun untuk melindungi Ameera. Makanya gue over protective sama dia. Gue juga tahu papa berusaha menjatuhkan Chandra Jaya Grup melalui lu." ungkap Rangga panjang lebar.

Ozan menghela napas kasar, "Gue tahu itu."

Rangga tergelak mendengar ucapan Ozan.

"Lu gak mau menghajar gue? Karena ternyata gue anak dari orang yang berencana bunuh lu selama ini. Lu gak mau balas dendam gitu melalui gue?" tanya Rangga.

"Buat apa? Lu mau Ameera makin benci sama gue? Ayahnya sekarang sekarat karena melindungi gue. Gue juga tahu seberapa berartinya lu buat Ameera." sahut Ozan.

"Ini bukan salah lu, bajingan Hendri itu penyebab semua ini. Dan karena kesalahan gue yang lama mengumpulkan bukti kejahatannya, sehingga semua ini terjadi. " kata Rangga kemudian.

"Lu udah menebus semuanya dengan menjaga Ameera selama ini." Sambil melihat isi map coklat yang di berikan Rangga."Lagian kejahatan Hendri gak ada hubungannya sama lu!" lanjut Ozan.

"Lu bisa memproses laporan secepatnya, bukti itu akan cukup untuk membuat penjahat itu di penjara seumur hidup, disitu juga ada bukti keterlibatan papa dalam kasus kecelakaan yang menewaskan tante Ratna." ucap Rangga dengan penuh penyesalan.

"Gue akan urus secepatnya setelah semua urusan gue selesai. Besok gue dan Ameera akan menikah Ameera di ruang ICU. " Rangga tergelak mendengar ucapan Ozan.

"Kenapa lu gak nunggu sampai Om Rudi siuman?"

"Rangga, Lu tau kondisinya bagaimana. Kenyataannya itu gak mungkin lagi. Ayah bisa bertahan hidup karena bantuan alat medis. Setidaknya ayah bisa pergi dengan tenang kalau anaknya sudah menikah. Gue gak mau menyesal dua kali. Ayah membayar hidup gue dengan nyawanya. Keinginan terbesarnya melihat gue dan Ameera menikah." Ozan menjelaskan panjang lebar, sementara Rangga diam seketika.

"Gue tau lu cinta sama Ameera." ucap Ozan kemudian yang membuat raut wajah Rangga berubah.

"Itulah masalah terbesar gue." ungkap Rangga.

"Gue minta maaf karena gue sudah jadi penghalang antara lu dan Ameera." ucap Ozan.

"Gue bisa merelakan Ameera, asal lu bisa jagain dia."

"Gue akan merasa bersalah sama Ameera seumur hidup gue. Karena ayah mengorbankan nyawanya untuk melindungi gue. " ucap Ozan

"Dan gue merasa bersalah seumur hidup karena gue anak dari orang yang sudah membuat Ameera kehilangan kedua orang tuanya."

Begitulah perbincangan dua orang tentang rasa bersalahnya yang begitu besar. Rangga dengan perasaan bersalahnya karena kejahatan ayahnya pada keluarga Ameera. Sedangkan Ozan yang bersalah karena untuk melindungi dirinya, Rudi sekarang kritis.

Sementara Ameera di dalam ruangannya sudah terbangun lalu duduk dan melihat sekeliling ruangan. Ia turun dari tempat tidur, berjalan keluar ruangan. Ozan dan Rangga melihatnya dan langsung menghampirinya.

"Ameera, kamu sudah baikan? Aku antar kamu pulang dulu, ya. Kamu bisa istirahat dirumah" bujuk Ozan pada Ameera.

"Aku mau lihat ayah dulu. " sahut Ameera.

Mereka pun menuju ruang ICU. Disana masih ada Hasan dan Zarima yang duduk didepan ruangan.

"Ameera... kamu sudah baikan, Nak?" ucap Zarima dengan penuh kelembutan.

"Aku mau lihat ayah." ucapnya lirih.

Ameera langsung masuk ke dalam ruangan. Sementara Rangga dan Ozan Rangga duduk bersebelahan di kursi panjang.

Beberapa saat kemudian, Ameera sudah keluar dari ruangan. Hasan lalu meminta Ozan mengantarnya pulang untuk beristirahat.

***

Pagi harinya....

Di kediaman Chandra Jaya, beberapa orang sedang disibukkan dengan persiapan pernikahan Ameera dan Ozan. Ameera sedang di rias oleh beberapa pegawai salon yang ditugaskan datang untuk merias Ameera.

Ameera yang sudah memakai kebaya putihnya terlihat cantik walaupun tidak ada senyum diwajahnya. Sedang Ozan dengan jas yang warnanya sama dengan kebaya Ameera.

Ameera beberapa kali menarik napas dan membuangnya dengan kasar. Dihatinya, ia sama sekali tidak menyangka pernikahannya akan seperti ini. Dalam keadaan ayahnya sakit dan pernikahannya di laksanakan diruang ICU dimana ayahnya terbaring tidak sadarkan diri.

Waktu menunjukkan pukul 09.15 pagi. Ozan dan Ameera segera keluar dari kamar masing-masing. Ameera terlihat lebih baik setelah tadi pagi saat baru bangun, Ozan memaksanya makan, karena sedari kemarin Ameera belum makan apa-apa. Bahkan saat di kantin rumah sakit, Ameera hanya minum teh yang di pesankan Zarima sedangkan makanan tidak disentuhnya sama sekali.

Ozan dan Ameera segera menuju parkiran dan menaiki mobil. Masih dengan pengawal yang sekarang jumlahnya sangat banyak. Hasan memberi pengawalan yang super ketat untuk Ozan dan Ameera. Ramon duduk di kursi penumpang depan sesekali melirik kebelakang. Karena sejak awal perjalanan, Ozan dan Ameera sama-sama diam.

Ozan jauh lebih tenang setelah bukti-bukti kejahatan yang diberikan Rangga kepadanya, sudah dia serahkan kepada Ramon. Ramonlah yang akan memproses laporannya.

Sampai saat, ini Ameera masih belum mengetahui bahwa Rangga adalah anak dari orang yang menyebabkan ibunya meninggal dan ayahnya kritis di rumah sakit. Pikiran Ameera hanya melayang ke satu arah. Berharap ayahnya akan melewati masa kritisnya.

Mobil pun melaju lebih cepat menuju ke arah rumah sakit.

****

1
Ita Lor Pasar
oh jadi gitu toh awal penyebab nya🤭🤭🤭
Arry Desember
segoblok itu ternyata ameera....
Safitri Agus
terimakasih Thor 🙏🥰
Safitri Agus
tidak ada kamera kah dimobil
Lilis Manalu
dan yg pacar nya ozan itu dalang dr semua kecelakaan itu..
Rustan Sinaga
sudah baca semua thor, yg blm Asrama berdarah
Rustan Sinaga
ameera ada ada aja jahilnya
Rustan Sinaga
siapa lagi sih...?
Rustan Sinaga
boleh Rangga diadopsi thor...?
kalo dia bawa warisan dari pak Hasan, boleh deh aku yg adopsi Rangga
😂😂😂
Rustan Sinaga
wah, jangan² Denis kecil ditukar ya waktu kecilnya
Rustan Sinaga
Ozan bucin tapi bego dan gak peka
Rustan Sinaga
cerita aja Ameera, biar Ozan ngerti isi hatimu
Rustan Sinaga
loh, Rangga adiknya musuh pak Hasan?
makin rumit thor
Rustan Sinaga
semangat thor
nobita
drama salah faham masih berlanjut
nobita
ngakak parah nih orang.. sok sokan jadi mister cheff... ternyata nyalain kompor aja gk bisa... hadehhh
nobita
begitu cintanya Ozan pada Ameera... membuat para readers cemburu thor
nobita
lucu sekali mereka berdebat... Ozan dan Ameera
ParyaTi Cnil
Luar biasa
ParyaTi Cnil
sepertinya adasangkut pautnya dengan naura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!