#adultstory
2 garis merah
2 garis merah
2 garis merah
3x percobaan dan hasilnya masih sama. Paris tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"ini tidak mungkin... Tidak mungkin aku hamil..!"
Paris menyangkal kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung. Testpack itu bisa saja salah. Untuk meyakinkan nya lagi, paris memeriksakannya.
"anda positif hamil."
Dunianya seakan hancur mendengar kalimat itu keluar dari mulut dokter tersebut.
Paris merasa tidak berhak meminta pertanggung jawaban pria yang telah menidurinya. Karena malam itu, kesalahan ada padanya.
Ig: @tosca_mocca_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Theo tengah berdiri sendirian memandang mentari yang mulai terbenam. Burung-burung bertebaran di langit sore untuk kembali ke sarang..
Paris datang dan memeluk Theo dari belakang. Theo membalikkan badannya dan tersenyum menatap paras cantik perempuan didepan nya itu.
"aku merindukanmu, Paris..." ucap Theo lalu kembali memeluk Paris.
Paris melepaskan pelukan itu. Lalu mengecup bibir Theo.
"aku pikir kita tidak akan bersama karena awalnya tidak ada rasa cinta diantara kita. Namun aku baru sadar, hatiku sudah menjadi milikmu sepenuhnya Sejak aku benar-benar menyerahkan diriku secara sadar pada mu pada malam kedua kita." ucap Paris tersenyum
"apa kamu mendengarkan ku?" tanya Paris menggenggam tangan Theo.
Theo tersenyum mengangguk.
"katakan kamu memiliki rasa itu padaku, maka aku akan memperjuangkan mu dan selalu di sisi mu sepenuhnya.." bisik Paris ditelinga Theo.
Paris melepaskan genggaman tangannya dan masih tersenyum. Namun senyuman Theo memudar saat menyadari, Paris perlahan menjauh dan menghilang se iring terbenam nya matahari.
" Parissssss! " teriak Theo..
" jangan pergi! "
" jangan tinggalkan aku....!" Theo meraung-raung mulai menangis..
"Parissssss!"
"aku juga mencintaimu.. Parisss!"
"Parissssss...." Theo menangis bersimpuh diatas tanah dalam kegelapan..
Theo membuka matanya dan melihat sekeliling. Ternyata dirinya masih berada di kamar rawat Rumah Sakit.
Ternyata hanya mimpi..
Theo merasa lega. Sarah yang sedang duduk disofa menyadari Theo yang terbangun dari tidur nya.
"ada apa Theo?" tanya Sarah..
"Mom.... Minum..." jawab Theo.
Sarah lalu memberikan minuman pada Theo.
"apa kamu lapar? Mau makan?" tanya Sarah.
"tidak." jawab Theo.
"ya sudah... Kalau begitu kamu istirahat... Tidur lagi... Ini masih tengah malam." ucap Sarah.
"Thomas tidak disini?" tanya Theo..
"Thomas sudah pulang tadi..." jawab Sarah...
Lebih baik aku tanyakan Thomas besok saja..
Thomas sudah memberi tahu Theo kalau ia belum memberi tahu kedua orang tua mereka soal kehamilan Paris. Jadi dia tidak bisa menanyakan soal Paris pada ibunya. Takutnya malah ada salah paham.
Tapi Theo sangat ingin bertemu Paris.
Namun sepertinya Theo harus lebih bersabar.
"handphone ku, mom?" tanya Theo.
"mobil dan barang-barang didalam nya masih di kantor polisi. Termasuk handphone mu. Kita belum mengurus nya. Besok biar daddy yang mengurus nya. Kamu jangan khawatir." jawab sarah.
"tapi sepertinya mobil mu sudah tidak bisa diperbaiki lagi." lanjut Sarah.
"sepertinya aku memang harus punya mobil keluaran terbaru." ucap Theo tersenyum.
"kamu ini..." ucap sarah dan tidak sengaja menepuk kaki Theo yang sakit.
"Aw... Ssttt...." Theo meringis.
"aduh... Maaf sayang... Mommy tidak sengaja!" ucap Sarah menyesal..
. -.. -
Selli terdiam membaca secarik kertas yang ditinggalkan Paris untuk nya.
Pagi nya Paris masih dirumah saat Selli pamit berangkat kerja. Tapi saat Selli pulang kerja dan berniat memberi tahu Paris kalau Theo sudah Sadar, Paris malah tidak bisa ditemukan di mana-mana.
Hanya ada secarik kertas yang ditinggalkan Paris untuk Selli. Paris sudah pergi. Dan Selli menghargai keputusannya. Selli berharap Paris bisa jaga diri dan tuhan selalu melindungi nya.
Sebenarnya ada dua surat, tapi yang satunya ditujukan untuk Theo.
Kira-kira kemana pergi nya Paris?
_... _
Pak Theo,
Aku sudah datang menjenguk mu. Tapi kamu masih menutup matamu. Aku juga sudah bicara banyak padamu. Meski aku tak tahu, Kamu bisa mendengar ku atau tidak saat itu.
Mungkin sekarang kamu sudah tahu kalau aku tengah mengandung anakmu dari Thomas. Meskipun begitu aku benar-benar ingin memberi tahu mu langsung kalau aku hamil. Aku mengandung anakmu.
Malam itu..
Jujur aku sangat Menyesali nya.. Tapi itu adalah awal kedekatan kita. Bahkan malam itu menghasilkan penghubung diantara kita. Meskipun itu bukan cinta.
Sebelum nya aku pernah mengatakan ini pada mu... Tapi aku akan mengulangi nya.
Aku menghindarimu karena aku pikir, kita tidak akan pernah bersama karena tidak ada rasa cinta diantara kita.
Namun aku baru sadar, hatiku sudah terisi dirimu seutuh nya sejak malam kedua kita. Sejak aku benar-benar menyerahkan diriku secara sadar pada mu.
Entah ini perasaan sepihak atau tidak. Tapi aku akan menunggu jawaban mu.
katakan kamu memiliki rasa itu padaku, maka aku akan memperjuangkan mu dan selalu di sisi mu sepenuhnya...
Dan tak akan pergi lagi...
Theo meremas surat itu. Raut wajahnya menyiratkan kesedihan yang mendalam. Surat yang ditinggalkan Paris untuk Theo sudah diserahkan oleh Selli.
Aku akan menemukan mu Paris. Akan ku cari dirimu sampai ke ujung dunia sekalipun. Kupastikan kamu akan menjadi milikku sepenuhnya.
"kak Theo tenang saja.. Aku pasti akan bantu mencari Paris.!" ucap Thomas mencoba menenangkan Kakak nya.
"iya... Tapi untuk sekarang lebih Pak Theo fokus pada pemulihan." sahut Selli.
Theo hanya diam saja. Lagi-lagi dirinya terlambat.. Theo benar-benar sangat menyesal.
. _. _.
Karena kondisi nya yang tidak memungkinkan untuk mencari Paris langsung, Theo mengerahkan orang-orang suruhan nya untuk mencari Paris. Dibantu oleh Thomas dan Selli juga.
Selli sudah mencari tahu ke semua tempat yang ia tahu akan dikunjungi Paris mulai dari panti asuhan, makam orang tua angkat Paris, hingga rumah orang tua nya sendiri.
Selli baru menemukan kenyataan, jika Paris sudah menjual rumah peninggalan orang tuanya itu. Dan sebenarnya sempat mampir kerumah orang tua Selli. Namun Paris tidak memberi tahu orang tua Selli, kemana ia akan pergi.
Thomas juga ikut mencari langsung ke penjuru kota diwaktu senggang nya. Karena ia harus menggantikan Theo memimpin perusahaan.
Sedangkan Theo saat ini sudah keluar rumah sakit. Namun ia masih harus melakukan terapi untuk memulihkan kesehatannya.
Darius dan Sarah semakin dibuat bingung dan prihatin dengan kondisi Theo Setelah kecelakaan. Sampai saat ini mereka belum diberitahu tentang hubungan Paris dan Theo.
Theo lebih sering menyendiri. Dia hanya berdiam diri di paviliun nya. Bahkan makan harus diantar kesana. Sudah tidak pernah makan bersama di rumah utama. Saat diajak bicara, Theo malah uring-uringan.
Theo memeluk kehampaan diatas ranjang nya. Ranjang yang pernah ia tiduri bersama Paris.
Paris.. Aku merindukanmu..
"gimana lo mau nemuin Paris, kalau gak ada semangat hidup seperti ini?" sindir Thomas namun Theo tak bergeming.
"sampai kapan lo seperti ini, ha?" tanya Thomas.
"Paris butuh lo untuk menemukannya langsung. Bukan aku atau yang lain..." lanjut Thomas.
"kamu ingat pesan yang ditulis Paris?" Thomas mengingatkan Theo.
Theo mencerna ucapan Thomas. Karena omongan Thomas ada benarnya juga. Dirinya lah yang di ingin kan Paris untuk menemukannya.
Theo bangun dari rebahannya.
"Thomas... Antar kan aku ke rumah sakit! Aku harus segera sembuh. Paris pasti sedang menungguku. Aku harus segera pulih dan menemukannya." ucap Theo disambut senyuman oleh Thomas.
...
...
sukses,semangat
mksh