Kehidupan ala Barat ++
Bagaimana jadinya jika kau jatuh cinta pada seorang gadis yang bisa melihat masa depan?
Bertemu dengannya pertama kali langsung merubah hidup Ryuga. Ia begitu tertarik dengan penampilan Yumi, gadis yang sering membawa payung berwarna hitam kemanapun ia pergi meski hari terlihat begitu cerah.
Amanda Yumi, seorang gadis yang bisa melihat masa depan. Namun, ia sendiri tak bisa melihat masa depan akan berapa kali ia jatuh cinta. Termasuk dengan hadirnya cinta yang diberikan Ryuga Oliver kepadanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Bertemu Kevin
Ryu bahkan tidak menyadari bahwa hari sudah mulai gelap ketika dia keluar dari area taman. Ryu masih linglung ketika dia secara tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maafkan aku." Ucap Ryu seraya langsung berlutut memungut semua barang-barang yang dibawa orang itu yang terjatuh ketika mereka menabrak satu sama lain.
"Tidak, tidak masalah." Balas pria itu yang juga menunduk dan berlutut untuk memungut barang-barangnya.
"Ryuga Oliver. Apakah itu kau?"
Ryu melihat ke atas dan melihat sosok seorang pria yang berdiri di belakang pria yang baru saja ditabrak nya dan wajahnya terlihat begitu familiar dan setelah itu tanpa sengaja membuat air mata Ryu kembali mengalir.
"Hei, kenapa kau menangis? Kau lah orang yang menabrak dia lebih dulu."
"Kevin apakah kau mengenal orang ini?" Tanya pria yang lebih tinggi.
"Oh iya, dia adalah pacar kakak ku." Balas Kevin tanpa merasa terganggu.
"Sebenarnya mantan pacar." Ucap Ryu membenarkan ucapan Kevin saat dia berdiri dan memberikan barang-barang yang dipungutnya tadi.
"Apa? Apa yang kau bicarakan? Apa maksudmu? Bagaimana kalian berdua bisa putus seperti itu saja?" Tanya Kevin tampak terkejut.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu." Jawab Ryu.
"Apa kau berselingkuh darinya? Apakah kau menyakiti nya hah?"
Kevin memegang leher baju yang dikenakan Ryu dan menatap Ryu dengan tatapan yang sangat tajam.
"Tidak, aku tidak pernah berselingkuh darinya. Semuanya berjalan begitu tenang, tapi sesuatu baru saja terjadi hari ini." Mata Ryu kembali berair lagi.
"Baiklah, aku akan mendengarkan ceritamu dan aku akan memutuskan, apakah aku akan membantumu untuk mendapatkan dia lagi. Ayo pergi."
Kevin menarik Ryu pergi bersama teman-temannya ke sebuah kafe di sudut jalanan yang hanya berjarak beberapa blok saja dari klinik Yumi.
"Terakhir kali aku melihat kalian bersama, aku bisa mengingat bagaimana kalian begitu saling mencintai satu sama lain. Jadi bagaimana kalian bisa bisa putus begitu saja?"
"Aku tidak tahu, hal terakhir yang aku ingat adalah ketika aku melihat dia berlari keluar dari dalam klinik. Dan aku melihat sebuah surat aneh dari seseorang yang memberi tahunya untuk bertemu di sebuah tempat. Jadi aku mengikuti dia."
"Dan siapa orang itu? Tidak kah kau melihat dengan siapa dia bertemu?"
"Tidak, aku hanya melihatnya berdiri sendirian di sana dan ketika aku memanggilnya kembali, dia secara tidak sengaja memanggil nama orang lain di dan bukannya memanggil namaku."
"Siapa namanya?"
"Adrian..."
"Adrian?"
"Iya, hanya itu yang aku ingat. Apa kau tahu seseorang yang bernama Adrian yang pernah dia ceritakan?"
"Tidak, aku rasa tidak. Orang-orang yang aku tahu yang dekat dengannya hanyalah Kak Henry, Kak Steven, dan mantan kekasihnya yang bajingan itu, Jordan.
"Lalu siapa Adrian itu? Apakah dia tidak pernah menyebut apapun tentang masa lalunya sebelum bersama dengan Jordan?"
"Hanya kau yang pernah dia pacari setelah dia putus dengan Jordan, jadi aku yakin tentang hal itu. Ngomong-ngomong disamping nama itu, apakah dia menyebutkan sesuatu yang aneh?"
"Sebenarnya dia berkata bahwa perkelahian kami sudah...."
Ryu menghentikan ucapannya dan ragu untuk memberitahu tentang kemampuan Yumi yang dapat melihat kemungkinan yang akan terjadi.
"Sudah apa? Ayolah beritahukan saja semuanya kepadaku, atau aku tidak bisa membantumu untuk memperbaiki hubungan kalian yang penuh drama ini."
"Dia mengatakan bahwa kemungkinan hubungan kami akan putus hari ini 100%."
"Ooohh..."
Kevin kemudian terdiam beberapa saat dan memutuskan untuk meminum vanilla milk shake yang dipesan nya tadi.
"Apakah kakakku pernah menjelaskan kepadamu tentang kemampuannya yang bisa melihat kemungkinan yang akan terjadi?"
"Tidak, karena aku tidak pernah menanyakan kepadanya."
"Kalau begitu biarkan aku menceritakan kepadamu tentang kemampuan yang dia miliki. Tapi tolong berjanjilah kepadaku bahwa kau tidak akan pernah merubah caramu untuk memperlakukan kakakku."
"Aku berjanji. Jadi kumohon, biarkan aku mengetahui semuanya."
"Kalau begitu ayo kita mulai dengan saat dia baru saja masuk ke sekolah menengah atas bersama Kak Henry..."
**********
Setelah hampir 1 jam mendengarkan semua cerita yang terjadi kepada Yumi selama hidupnya, Ryu mulai bertanya kepada dirinya sendiri.
'Siapa aku yang merasa sengsara dan mengasihani diriku sendiri, ketika Yumi berusaha bertahan dari begitu banyak tragedi yang aku sendiri tidak bisa membayangkan nya.
Hidup dengan memiliki kemampuan untuk bisa melihat suatu kemungkinan yang terjadi di masa depan, selalu mengetahui kemungkinan yang terjadi dari semuanya, entah itu baik atau buruk. Yumi selalu menghadapinya sendirian.
........ Tapi tidak lagi......
Kemampuan untuk melihat kemungkinan yang terjadi, aku rasa aku juga mempunyai kemampuan seperti itu sekarang. Sesuai dengan bagaimana yang dijelaskan oleh kevin kepadaku. Meski sebenarnya aku tidak mengerti bagaimana dan kapan aku mendapatkan kemampuan itu. Hal yang terpenting adalah aku bisa belajar dan bisa menggunakan itu untuk memperbaiki semuanya.
Kali ini aku tidak akan bertingkah sesuai dengan emosi ku semata. Aku harus berpikir rasional dan melihat kepada kemampuan yang aku miliki.'
Ryu benar-benar sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Kami masih punya pekerjaan lain yang harus kami lakukan. Jadi kami harus pergi sekarang. Aku akan menelpon mu setelah aku berbicara dengan kakakku. Jadi tolong jangan lakukan sesuatu yang bisa membuat situasi mu menjadi lebih buruk lagi. Selamat tinggal." Ucap Kevin berpamitan pada Ryu.
Kevin pergi bersama teman-temannya setelah selesai makan dan meninggalkan ryu duduk sendirian di dalam kafe.
Ryu menutup matanya dan mencoba untuk berkonsentrasi beberapa saat.
Kemungkinan untuk mengetahui rahasia Yumi 50%.
"Apa? Hanya 50% . Bagaimana mungkin? Itu hanya setengah saja.'
Ryu mencoba lagi. Kali ini dia menanyakan pertanyaan yang berbeda.
"Siapa orang yang mengetahui rahasia Yumi?"
Henry 48%
Steven 71%
Jordan 80%
Ryu pikir bahwa Henry akan menjadi orang yang mempunyai kemungkinan tertinggi mengetahui tentang rahasia Yumi. Tapi dia begitu terkejut bahwa orang itu adalah Jordan.
'Tapi kenapa? Kenapa dia harus mempercayai seseorang seperti Jordan, lebih dari Kevin dan teman baiknya?'
"Aku harus menemukan Jordan. Tidak peduli apapun itu, aku harus membuat dia menceritakan semua rahasia yang dia ketahui tentang Yumi. Tapi bagaimana caranya aku bisa menemukannya?"
'Apakah aku harus mencoba untuk menghubungi Yuna? Ah tidak, aku tidak bisa. Itu mustahil.'
"Permisi, tapi ini tagihannya." Seorang pelayan datang membawa tagihan di atas meja.
Saat Ryu mengeluarkan dompet dari dalam sakunya seraya melihat kearah kertas tagihan, Ryu melihat sesuatu terjatuh dari dalam dompetnya.
Ryu mengambil itu, dan dia tidak tahu apa yang harus dia rasakan ketika dia menyadari bahwa itu adalah sebuah kartu nama dari Jordan.
'Mungkin dia menyelipkan itu ke dalam saku ku, ketika dia mendekat kepadaku tadi.'
Ryu menatap nomor itu dan ragu-ragu beberapa saat sebelum mengumpulkan keberanian nya dan mencoba untuk bertemu dengan jordan.
'Tidak peduli rahasia seperti apa yang akan dikatakan Jordan kepadaku. Tidak peduli bagaimana buruknya masa lalu Yumi, aku berjanji bahwa aku akan selalu berada di sisinya.'
Bersambung.....