lanjutan kisah Terlambat Jatuh Cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jemput Nabil
Naira:" Bunda... Nai mau ketemu Nabil.."
Hana:" iya nak. kamu sehat dulu baru kita ke tempat Nabil, Lagian Nabil belum siuman.."
Naira:" Bunda... Nabil nungguin Nai.."
Hana:" Maksud kamu?"
Naira:" Sebelum Naira Kembali kemari, kami ketemu, kami selalu bersama.. Nabil bilang, kalo Nai udah balik duluan nai harus jemput Nabil Bunda..."
Hana:" Mas... gimana ini?"
Rizal:" Nak, setidaknya kamu bisa duduk dulu ya, baru kita ke kamar Nabil,,"
Naira:" Janji ya ayah... Nabil gak bisa nunggu lama ayah.. nai harus cepet jemput Nabil,,"
Rizal:" Iya ayah ngerti. Ya udah kamu istirahat ya sayang, kalau udah bisa duduk ayah bawa kamu jemput Nabil.."
Naira:" Makasih ayah.."
Rizal:" Iya sayang.."
Rizal mengecup kening anaknya sayang..
Rizal pun membawa Hana keluar ruangan untuk memberikan waktu pada Naira untuk bsristirahat agar kesehatannya lekas pulih. Sesampainya di luar, Hana tak tahan untuk tidak mengeluarkan air mata. Begitu sedih nya dia dwngan ucapan sang anak, apa sebenarnya yang sudah di lalui anak-anak mereka..
Hana menangis di pelukan suaminya.. Rizal yang menahan tangis nya hanya mampu mengusap punggung sang isteri untuk menguatkannya bahwa anak mereka akan baik-baik saja.
Hana:" Mas.. Kamu percaya kata Naira?"
Rizal:" Entah lah sayang,, mas pun gak tau, tapi bisa jadi apa yang dia bilang sayang.."
Hana:" Hana gak mau percaya, tapi rasanya kalo gak di coba kita gak akan tau kan Mas,,"
Rizal:" iya sayang, nanti kalau Naira udah lebih sehat kita antar dia ke ruangan Nabil."
Hana:" Apakah kita harus mengatakan ini pada Surya mas?"
Rizal:" Jangan dulu sayang, biar Naira sehat dulu, kita gak tau kemungkinan kedepannya."
Hana:" Baik lah...
Setelah mereka agak tenang, Rizal menarik isteinya untuk duduk di bangku tunggu depan ruangan Naira di rawat, tak lama datang Ibu dan ayah menjenguk Naira..
Hana:" Bu...." Hana memeluk sang Ibu begitu erat,,,
Ibu:" Ini sudah jadi takdir nya Nak, kenapa kamu masih nangis?"
Hana:" melihat Naira seperti itu rasanya Hana gak sanggup Bu, kenapa bukan Hana aja? Naira begitu lemah, sampai-sampai dia bilang kalu dia bersama nabil sebelum dia sadar,,
Dan Nabil menyuruhny untuk menjemput nya bu.."
Ayah:" Lalu apa yang akan kalian lakukan? Apa kalian percaya?"
Rizal:" Rizal masih belum yakin sih yah, tapi gak ada salahnya kita coba, mungkin memang mereka punya ikatan takdir yang tak bisa di pisahkan.."
Ayah:" Kalau begitu Kesadaran Nabil tergantung Naira?"
Rizal:" Bisa jadi yah, Nanti kalau Naira sudah bisa duduk, kita akan bawa dia ketemu Nabil.."
Hana:" tadi Naira juga bilang, Nabil gak bisa menunggu lama yah..."
Ayah:" Loh, kenapa?"
Hana:" Kami gak tau,."
Ibu:" Ya udah, kalian tenang ya, kita berdoa saja semoga Naira cepet pulih biar bisa di bawa ketempat Nabil.."
Hama:" Iya bu,, ya udah ayo masuk liat Naira.."
Mereka pun masuk untuk melihat Naira, sang nenek tak kuasa menahan air mata melihat cucu kesayangannya terbaring lemah di ranjang rumah sakit,, Wajah yang pucat itu, kepala yang berbalut perban itu,, lebam di wajah itu,,Nenek nya tak sanggup membayangkan bagaimana dahsyat nya hantaman kecelakaan itu. Membayangkan nya saja membiat tulang-tulang tua tubuhnya langsung lemah.
Tapi di lihat sekarang kondisi nya jauh lebih baik dari saat pertama kali Nenek melihat Naira.
"Semoga kamu cepet sembuh Nak.. Nenek rindu tawa mu, nenek rindu candamu.. nenek juga rindu kejahilanmu Naira..." Batin Nenek
Sang Kakek yang terlihat kuat, ternyata juga tak mampu membendung air matanya kala tangan tua itu menyentuh kepala Naira.. Betapa sakitnya lah kepala ini... Kakek mengelus kepala Naira sayang.. begitu lembut sehingga membuat Naira tidur dengan nyaman.
Kakek:" Kakek Rindu kamu nak..."
Hana:" Sudah ayah, jangan menangis, Naira sudah sadar sekarang.. kita tinggal tunggu masa pemulihannya aja yah.."
Kakek:" Iya nak,, ayah hanya sakit melihat cucu kesayangan ayah seperti ini. Rasanya ayah juga mau menggantikan posisis cucu ayah."
Hana:" Sudah yah, mari duduk dulu, kenapa ayah yang jadi labil? gak pernah-pernahnya ayah nangis nih.. apa kita abadikan aja ya yah?" Tanya Hana mencairkan suasana.
Kakek:" apa sih kamu kak,, da-ada aja.."
Hana:" Makanya ayah jangan menangis.. Masak kakek kalah sama cucu nya. Naira aja gak pernah nangis...hehe"
Begitulah mereka, walau dalam keadaan berdsesih, tapi mereka masih bisa mendamaikan hati agar tak bersedih terlalu larut.. Sebuah Keluarga yang Harmonis..
semoga konfliknya ga berat
sekarang masih lancar jaya,tapi nanti pas mereka udah nikah pasti ada aja masalah...
nah takutnya mereka masih labil dan masih dalam proses pendewasaan,mencari jati diri takutnya malah mereka berpisah kan nanti q sedih Thor....
thor ceritanya sama persis dengan apa yang aku alami kalo nabil masih bisa bertemu denga nairanya tapi kalo aku belum bisa ketemu dengan teman kecilku itu....
🤭🤭🤭🤭
makanya g up..up