NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahkontrak / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:371.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tina rifky

Dilarang boom Like xxx

Area ***
Haraf bijak dalam memilih bacaan

Kisah ini Tentang seorang gadis belia yang baru saja lulus SMA berusia 18 tahun, terpaksa harus melakukan Pernikahan Mendadak dengan seorang pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Apa yang akan terjadi dalam rumah tangganya? Mari ikuti kisahnya di sini. Selamat Membaca... By Tina Rifky. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

🥰🥰Happy Reading🥰🥰

Andi baru saja menyelesaikan mandinya, dirinya tadi berendam cukup lama. Andi memikirkan bagaimana nanti hidupnya jika harus tinggal di Apartemen, yang kamarnya hanya satu dan ruang lingkupnyapun kecil.

Setelah rapih dengan pakaian tidurnya, Andi keluar kamarnya untuk mencari istri bocilnya.

"Mbo Yuyun lihat istri Andi, engga?" Tanya Andi terlihat santai.

"Tidak Den, mungkin sedang pergi sama Nyonya atau Aden Angga!"

"Ooh.. begitu yah Mbo! Memangnya Mami dan Angga juga engga ada, Mbo?"

"Engga ada, Den."

"Baiklah, Kalau Papi, apa Mbo melihatnya?"

"Papi Aden sedang nonton TV, sepertinya."

"Iya sudah Mbo, terima kasih."

"Iya Den, apa Aden mau makan malam sekarang?" Tanya Mbo Yuyun, karena waktu sudah hampir pukul tujuh malam.

"Nanti saja Mbo, tunggu yang lainnya pulang." Kata Andi, lalu diapun meninggalkan Mbo Yuyun yang masih berada di depan kamarnya.

Andi berjalan, mencari keberadaan Papi Dahlan diruang keluarga.

"Malam Pih, asik banget nonton TVnya. Lagi ada berita apa Pih di TV?" Salam Andi berbasa-basi.

"Malam juga sayang, sini duduk. Ini ada berita seorang pria remaja tenggelam, disebuah sungai yang terlihat tenang namun menghanyutkan. Pria itu sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya, masih hidup atau sudah meninggal." Jawab salam Papi seraya mejelaskan berita yang sedang tayang.

"Ya Allah, kasihan juga pria itu yah Pih! Hingga sekarang belum juga ditemukan keberadaannya." Ujar Andi menanggapi.

"Iya kasihan, Nak. Papi jadi ingat kamu dan Angga anak-anak Papi. Bagaimana dengan hati kedua orang tua anak itu? Pasti sangat sedih dan masih berharap ada keajaiban." Tutur Papi lirih ikut merasakan kesedihan sebagai orang tua remaja tersebut.

"Iya sudah Pih, doakan yang terbaik untuk pria muda itu dan orang-orang terdekatnya. Pih, apa Papi melihat Mami, Angga dan Mutiara?"

"Mami dan menantu pergi ke Mall, sedangkan Angga engga tahu kemana."

"Ooh.. begitu. Mutiara 'kan pakai baju tidur aku Pih. Memangnya engga malu ke Mall pakai baju kebesaran kayak gitu?" Tanya Andi merasa aneh.

"Kalau malu, kenapa kamu pakaikan baju istrimu seperti itu? Kenapa kamu engga belikan baju atau gaun yang layak untuk istrimu?" Tanya Papi langsung membungkam mulut Andi.

"I.. itu untuk sementara. Sebenarnya, besok Andi baru ingin ajak Mutiara ke Mall, untuk beli pakaian untuknya. Besok Papi mulai bekerja, bukan? Andi 'kan akan segera pindahan ke Apartement." Ungkap Andi jujur.

"Kamu pindahan cukup bawa yang penting saja. Toh disana sudah lengkap barang-barang dan perlengkapan kamu, bukan?" Ujar Pqpi Dahlan.

"Iya Pih, Andi juga tidak tinggal selamanya di Apartement, hanya sementara nanti juga balik lagi kesini." Kata Andi dengan jujur.

"Tidak! Kamu akan terus tinggal disana Nak, sampai kamu memiliki rumah tempat tinggal yang layak untuk kamu, istri dan anak-anakmu nanti. Kalau disini, kamu sesekali saja untuk berkunjung dan menginap."

Sontak saja Andi langsung terbatuk mendengar penuturan Papinya. "Uhukk.. uhukk.."

"Kamu sedang sakit, Nak? Kenapa kamu tiba-tiba batuk?" Tanya Papi Dahlan perhatian.

"Engga Pih, Andi sudah lapar Pih, kita makan malam duluan saja yah." Elak Andi lalu mengajak Papinya makan, agar tidak bertanya lagi tentang batuknya.

"Okay, Papi juga sudah lapar." Ucap Papi Dahlan, lalu bangkit dari tempat duduknya.

Merekapun berjalan beriringan ke meja makan.

"Mbo Yuyun, tolong siapkan makan malam untuk kami berdua saja." Pinta Papi Dahlan sopan.

"Baik Tuan, akan Mbo siapkan secepatnya." Ucap Mbo Yuyun langsung meluncur ke dapur.

Andi dan Papi Dahlan menunggu di meja makan, dengan wajah riang Mbo Yuyun datang membawa hidangan makan malam bersama Mbo Panti.

"Tara.. hidangan makan malamnya silahkan dinikmati Tuan dan Aden." Ucap Mbo Yuyun, lalu Mbo Panti hanya tersenyum saja.

"Waaah... banyak sekalih Mbo! Kami 'kan hanya makan berdua." Kata Andi terkejut dengan hidangan yang cukup istimewa malam ini.

"Engga apa Den Andi, ini Mbo Panti dan Mbo Yuyun masak buat Den Andi special." Ujar Mbo Yuyun jujur.

"Special? Dalam rangka apa special? Tumben, Mbo Yuyun pake acara special-specialan." Tanya Andi penasaran.

"Yah pengen nyenengin Den Andi sekali-sekali dong, memangnya engga boleh?" Ucap Mbo Yuyun

"Aiish.. Mbo so sweet banget! Biasanya kalau begini Mbo Yuyun ada maunya nih? Betul atau tidak?" Tanya Andi curiga.

"Eeheemm... uhukk.. uhukk.." Papi Dahlan tiba-tiba saja berdehem lalu batuk.

"Kenapa Pih? Minum air Pih, sebentar Andi ambilkan."

"Jangan Den, biar Mbo Panti saja yang ambil." Ucap Mbo Panti, lalu berjalan mengambil gelas dan air.

"Terima kasih, Mbo Panti." Ucap Andi senang.

"Sama-sama Den." Balas Mbo Panti.

"Ini Pih minumnya, pelan-pelan nanti kesedak terus batuk tiba-tiba lagi." Ucap Andi menyindir halus dengan tersenyum miring.

"Siap, Nak!" Ucap Papi Dahlan tersenyum kecut, dirinya tahu Andi sedang menyindirnya.

"Silahkan dinikmati makan malamnya Tuan dan aden." Ucap Mbo Yuyun ramah.

"Terima kasih, Mbo Yuyun." Ucap Papi Dahlan dan Andi bersamaan.

Akhirnya mereka menikmati makan malam mereka yang special hanya berdua saja Papi dan anak yang sering sekali beradu mulut alias berselisih paham.

*******

Mutiara dan Mami Safira baru saja selesai memilih beberapa gaun dan pakaian. Setelah Mutiara memakai gaun dari salah satu yang dipilihkan oleh Tante Zahra, diapun langsung dibawa oleh Mami Safira ke salon kecantikkan.

Mutiara didandani sangat cantik oleh salon langganan Mami Safira. Dirinya sangat bangga, bisa mempunyai menantu yang baik dan cantik seperti Mutiara.

"Kamu cantik sekali Mutiara, Mami bangga mempunyai menantu sebaik dan secantik kamu." Tutur Safira jujur saat memuji menantunya.

"Hi.. hi.. Mami mah terlalu kalau memuji, Mutiara sih engga ada apa-apanya, dibanding gadis-gadis di kota Jakarta ini." Mutiara tertawa kecil, dirinya merasa minder dibanding dengan gadis-gadis kota.

Selesai dari salon, Mami Safira mengajak Mutiara membeli hadiah untuk ulang tahun Andi. Mutiarapun baru tahu jika suaminya berulang tahun malam ini.

"Benarkah Mih, Mas Andi berulang tahun hari ini?" Tanya Mutiara agar lebih yakin.

"Iya Sayang, suamimu hari ini berulang tahun. Kita sengaja pulangnya nanti jam sebelas saja dari sini. Sekarang kita pilih hadiah untuk suami kamu." Jelas Safira dengan gamblang.

"Okay Mih." Ucap Mutiara, kemudian merekapun memilih hadiah untuk Andi dengan jenis barang yang berbeda.

Setelah memilih hadiah dan mengemasnya, merekapun kemudian pergi ke restoran. Perut keduanya sudah sangat keroncongan karena lapar belum terisi dari siang.

Saat direstoran Mereka bertemu dengan Angga yang sedang makan bersama dua teman kuliahnya.

Mata Angga sampai tidak bisa berkedip saat Mutiara dan Mami Safira menghampirinya. Lebih tepatnya lagi Angga menatap Kakak iparnya dengan penuh kagum.

"Cantiknya kakak iparku.. seperti bidadari. Beruntungnya Kak Andi, yang sudah memilikinya." Bathin Angga berucap, tanpa sadar wajahnya sudah bersemu merah.

...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.

--BERSAMBUNG--

...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...

...♥️♥️🌹🌹🌹🍒🍒🍒🌹🌹🌹♥️♥️...

Hallo Kakak. Mas, Ibu-ibu dan Bapak-bapak. Kali ini saya ingin mengenalkan novel baru saya yang berjudul Pria Yang Merampas Kesucianku. Jangan lupa mampir yah. Saya tunggu like, komentar, vote dan Favorite juga yah. Kalau mau kasih hadiah juga, saya terima dengan suka cita. Terima kasih.

Blurd Novel.

"Ah, jangan! Lepaskan aku!" teriakan seorang gadis terdengar dari dalam kamar sebuah kontrakkannya.

"Diam! Jangan berteriak, atau aku akan menyakitimu lebih dari ini!"

Laura Casandra tidak berdaya di bawah Kungkungan seorang laki-laki asing yang tak dikenalnya.

***

Laura Casandra, seorang gadis yatim piatu yang ditinggal kedua orang tuanya semenjak usia 13 tahun, harus rela kehilangan harta peninggalan kedua orangtuanya karena keserakahan sang paman.

Laura hidup dalam kesederhanaan, mencoba untuk bertahan hidup dari kerasnya dunia. Hingga suatu malam insiden itu terjadi!

"Aku akan mengingatmu!"

1
Wandi
kebanyakan lagi gak sedep. trus Angga and Andi kn cowok masak cingeng sih🙄. Maco dikit napa
Bayu Ponsel
lanjut lh crita nya soal nya seru...
lina
up
nurul jannah
sopo iki sing teko 🤔🧐
Tutik Julianti
Angga jujur saja kalo kamu lagi cemburu sama Aldi.,..🤭
nurul jannah
bukannya umur #5 ke 26 ya andi🤔🤔
nurul jannah
lah tambah berdebar - debar tuh jantung angga
nurul jannah
hadeuh pai papi awas encokok loh
nurul jannah
stop ya angga
nurul jannah
mulai nih bau2 cemburu😅
nurul jannah
angga gercep selangkah didepan dibanding andi
nurul jannah
aduh papi - papi 😁
nurul jannah
eehh... jangan macam2ya ngga tar kuncir loh bibirmu 😂😂
nurul jannah
melamun saking terpesona nya sama kamu Mutia😊
nurul jannah
jangan sampai perang saudara ya ngga 🤭
nurul jannah
mulai tumbuh bibit pelakor😡
nurul jannah
umur 19 tahun menangani masalah perusahaan kok q sangsi ya🤔🤔
nurul jannah
hareudang, hareudang makin panas🔥🔥
nurul jannah
awas mulai panas nih hati ya si andi🤣🤣
nurul jannah
awas ada api ndi🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!