NovelToon NovelToon
Sekadar Istri Siri

Sekadar Istri Siri

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Duda / Patahhati / Tamat
Popularitas:358.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Sashi Arandita, gadis 28 tahun yang selalu mendambakan pernikahan sekali seumur hidup harus rela mengubur dalam-dalam prinsip hidupnya. Pasalnya, sebelum ibunya meninggal, wanita paruh baya itu meminta putrinya untuk menikah dengan Puguh Amarta, 34 tahun. Pria yang sudah dijodohkan dengannya karena menjadi wasiat almarhum ayahnya, Abdul Mahesa.

Di sisi lain, Puguh Amarta telah memiliki istri sah yaitu Nadya Ningrum, 30 tahun. Puguh ingin menolak, tetapi karena balas budinya kepada keluarga Abdul Mahesa sehingga pria beristri itu menerima pernikahan tersebut.

Akankah Sashi mampu menerima pernikahan ini? Ataukah memilih bercerai karena tahu kenyataan kalau dia hanyalah istri siri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S Arandita

"Ish, terlalu berlebihan. Dunia modern seperti ini masih ada yang pakai gituan?" balas Sashi. Dia seolah hanya membela dirinya sendiri tidak pernah melakukan hal di luar nalar.

"Apa kamu pikir dunia modern tidak berdampingan dengan dunia maya, dunia halu, dan dunia lain? Dunia maya jelas seperti apa efeknya. Apalagi gosip-gosip dari chintung turah itu langsung meledakkan jagad maya. Sementara dunia halu, tahulah sendiri itu pekerjaan siapa. Dan, dunia lain--"

"Cukup, Laila. Jangan dijelaskan semakin panjang. Setelah Pak Fathan menyuruhmu kembali ke sini, kemudian ada pekerjaan lain lagi, kah?" Sashi paling anti cerita horror seperti itu. Makanya dia langsung menghentikan ucapan Laila yang hampir menceritakan kisah-kisah seram seperti dunia lain.

Deg!

Terlalu asyik berbincang sehingga membuat Laila lupa kalau dia diminta untuk mengambil daftar nama karyawan dan letak ruangannya.

"Astaga! Aku harus ke bagian HRD untuk meminta data karyawan."

"Memangnya untuk apa? Apa bos mau memberikan bonus pada kami semua?" tanya Sashi yang tidak tahu rencana calon suaminya.

"Entahlah. Ku harap begitu." Laila bergegas menuju ruangan HRD. Tak lama, dia sudah kembali ke ruangan bosnya. Di sana, tumpukan undangan sudah berada tepat di hadapan bosnya.

"Pak, data dari HRD sudah saya dapatkan. Ini, Pak." Laila menyerahkan kemudian Fathan menerimanya.

Fathan hanya membolak-balikkan sebentar data-data itu kemudian dia memulai pembicaraannya lagi.

"Terima kasih. Oh ya, saya mau menitipkan undangan ini padamu. Bagikan pada seluruh karyawan. Sudah ada namanya di sini." Fathan menyerahkan surat undangan pernikahannya.

"Undangan apa ini, Pak?" Laila sebenarnya bisa saja langsung membukanya, tetapi sungguh tidak sopan melakukan hal demikian di hadapan bosnya.

"Pernikahan saya."

Deg!

Antara senang dan sedih. Senang karena bosnya sebentar lagi akan menikah dan menanggalkan status dudanya. Sedih ketika tahu bahwa bosnya tidak jadi menikah dengan Sashi, rekan kerjanya. Laila memang hanya melihat sekilas surat undangan yang tertata rapi karena nama yang akan menikah tidak nampak di halaman depan seperti undangan pada umumnya.

Sampul undangan paling depan hanya ada tempat pelaksanaan wedding party dan penerima saja. Sepertinya undangan ini didesain spesial atas permintaan bosnya yang misterius itu.

"Ba-baiklah, Pak. Saya akan membagikannya."

"Kenapa kamu mendadak gagap begitu? Apakah undangan pernikahan ini cukup aneh?"

"Tidak, Pak. Bapak juga berhak bahagia." Lantas Laila keluar dari ruangan bosnya dengan tanda tanya besar. Dia harus tahu siapa calon pengantin bosnya sehingga dia harus kembali ke ruangannya terlebih dahulu.

"Tunggu! Kalau aku kembali ke ruangan akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Undangan ini masih belum terbagi sama sekali. Sebaiknya aku bagikan dulu baru memberitahukan kabar bahagia ini," ucap Laila lirih. Bukan maksud menggerutu juga, tetapi lebih tepatnya mendadak kesal dengan kejutan yang serba mendadak ini.

"La, undangan pernikahan siapa?" tanya salah seorang karyawan.

"Bos kita akan menikah."

"Hah, serius? Aku penasaran siapa nama calon istrinya. Yah, lebih tepatnya wanita beruntung yang akan mendapatkan duda paket komplit itu."

Salah satu karyawan bergegas membuka pita yang mengikat undangan elegan dan cantik itu. Undangan berwarna coklat keemasan dengan pita emas mengikat.

"Wow, namanya cantik sekali. Kami bahkan belum mengenal calonnya," ucap salah seorang karyawan.

"Memangnya siapa namanya?" tanya Laila. Dia juga sama penasarannya.

"Fathan A dan S Arandita. Hemm, nama yang cantik. Kurasa inilah kejutannya. Siapa sebenarnya S Arandita itu? Wanita dari bangsawan mana yang beruntung mendapatkan pak Fathan. Sungguh, aku iri sekali."

Huft, padahal aku berharap nama yang tersemat dalam undangan ini adalah Sashi. Mengapa S Arandita? Siapa wanita itu? Pak Bos selalu saja memberikan kejutan yang tidak terduga. Batin Laila.

Selepas membagikan seluruh undangan, hanya tersisa satu-satunya undangan untuk dirinya. Dia melenggang pergi kembali ke ruangannya.

"Sashi, hari ini cukup melelahkan. Pak Fathan mau menikah. Aku malah mendapatkan tugas untuk membagikan undangan seperti ini. Kamu tahu tidak kalau calon Pak Fathan itu namanya S Arandita? Teman-teman penasaran pada wanita beruntung itu. Mereka ingin sekali berjumpa," cerocos Laila.

"Oh, ya ampun. Bahkan pak Fathan tidak memberikan undangan untukmu," ucap Laila ketika menyadari hanya tersisa satu undangan saja di tangannya.

"Benarkah?" tanya Sashi. Dia sudah ketakutan sekali kalau sampai mereka semua tahu ternyata dirinya lah calon pengantin wanitanya.

"Iya, maaf. Mungkin kelewatan. Tapi, kamu jangan khawatir. Nanti kalau aku bertemu dengan pak Fathan akan menanyakannya lagi."

Kejutan belum berakhir. Beberapa karyawan di hebohkan dengan uang transfer yang diterimanya dari perusahaan sebesar masing-masing satu juta per orang. Mereka tidak paham untuk apa uang tersebut.

Bagian keuangan menginformasikan kalau uang tersebut bisa digunakan untuk membeli gaun dan perlengkapan pesta lainnya seperti sepatu atau apapun yang berhubungan dengan wedding party bosnya.

"Gila! Ini benar-benar keren, Sashi! Pak Fathan memberikan kepada kita semua uang sejumlah satu juta untuk berfoya-foya. Ish, kapan lagi menikmati kebahagiaan seperti ini?" ucap Laila penuh dengan kebahagiaan berlimpah. "Aku harus berterima kasih pada calon istri pak Fathan. Bos kita itu tahu saja kalau pergi ke pesta butuh perlengkapan khusus."

Mendekati hari H pernikahan, calon suaminya masih bisa membuat beberapa karyawan bahagia. Secara tidak langsung, ini pengalihan perhatian mereka yang semula tertuju pada surat undangan malah berakhir pada ponsel pintar mereka.

"Oh ya, sepulang kerja kita pergi ke butik, ya? Aku mau terlihat cantik di pernikahan bosku itu. Ya, setidaknya semoga aku mendapatkan jodoh di sana. Kamu juga, kan?"

"Hah, eh, iya, Laila. Nanti kita ke butik," jawab Sashi kebingungan. Pasalnya hanya dia yang tidak mendapatkan uang sejumlah yang diberikan kepada karyawan lainnya.

"Kamu kenapa? Harusnya senang karena mendapatkan uang untuk berbelanja. Menyenangkan diri sendiri sampai pesta pernikahan pak Fathan. Ayolah hari ini kita bersenang-senang," ajak Laila.

Bagaimana Sashi menjelaskan kalau hari ini adalah jadwalnya pergi ke salon? Semua berkas pernikahan sudah diserahkan pada calon suaminya. Fathan hanya meminta Sashi untuk menikmati kesendiriannya sampai hari H pernikahan dilaksanakan.

"Baiklah, kita akan pergi ke butik. Setelah itu antarkan aku ke salon."

"Oke, Sashi. Setuju!" Laila sangat berbahagia. Dengan siapapun bosnya akan menikah tak menjadi masalah untuknya. Mungkin Sashi belum berjodoh dengan bosnya itu.

Melanjutkan pekerjaan dengan perasaan was-was membuat Sashi tidak fokus sehingga Laila menegurnya.

"Hei, kamu kenapa, Sashi? Sejak tadi terlihat gugup dan tidak fokus. Atau, mungkin ini karena pak Fathan akan menikah dengan orang lain sehingga membuatmu galau seperti ini?"

"Ehm, tidak. Aku baik-baik saja kok. Dengan siapapun pak Fathan menikah, aku turut bahagia," ucapnya sembari tersenyum.

Laila bahkan tidak menyadari siapa S Arandita yang sebenarnya. Bukan tidak tahu, lebih tepatnya Laila tidak menyadari kalau S Arandita adalah Sashi Arandita, rekan kerja satu ruangan dengannya. Bagaimana kalau Laila tahu bahwa Sashi adalah calon pengantin yang selama ini dicarinya?

1
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Sri Puryani
mksh thor🙏
Sri Puryani
mau ah jd karyawan fathan.....sering dpt bonus😀😀
Sri Puryani
buat nadya hamil thor ...utk kesabarannya
Sri Puryani
kyknya fathan msh jaka deh....bkn duda mknya statusnya ditutupi
Sri Puryani
ksh tau laila dong sashi....kasihan dia, kan bs laila utk jg rahasia
Sri Puryani
nah gt sashi .....pinter, meskipun kamu mandiri ksmu jg butuh sandaran ht ...cie"" ...
Sri Puryani
ulah mamanya puguh
Sri Puryani
kok msh mikir ibunya puguh tujuanya apa? kan sdh jls pgn cucu dr kamu sashi.....dodol bgt sih...
Sri Puryani
perbaiki hub.dgn istrimu & proses bayi tabung
Sri Puryani
bayi tabung sdh dicoba blm?
Sri Puryani
keras kepala jg sashi.....urus ke pengadilan sashi......
Sri Puryani
nah sdh tau alasannya kan? urus perceraianmu & pergi dr kota itu
Sri Puryani
klo bs diurus di pengadilan kenapa gk cpt" diutus shi? gk usah nunggu 40 hr gpp
Sri Puryani
gara" mulut puguh yg emosi & cemburu ....
Sri Puryani
kenapa td gk lgsg plg ajak laila & nginap di rmh lsila dr pads jd tontonan
Sri Puryani
puguh pengecut.....stlh membuka aib sdr & orang lain mlh diem
Sri Puryani
kamu mempermalukan kelg.mu puguh ....sashi pasti tdk suka dgn tindakanmu
Sri Puryani
skrg kamu tau ternyata kamu hanya utk mencetak anak sashi, mintalah talak
Sri Puryani
cerita sama shbt bk ada slhnya sashi, siapa tau shbtnya bs membantu biar tdk ada slh paham
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!