NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: aresss

21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, alkohol, kata-kata kasar, dan gaya hidup bebas]

Sebuah cinta segitiga yang menghadapkan Kenny Charlotte Cullen pada sebuah kisah yang penuh amarah, nafsu, cinta, tawa, dan tangis dengan dua pria yang benar-benar mencintainya dengan cara yang berbeda.

-Kau adalah kelemahanku-
~Scout Damian Sharp

-Aku bertahan karena tanpamu aku tidak tau bagaimana caranya hidup-
~Harry Julio Smith

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa ini kesalahan?

Happy Reading. Terimakasih untuk pembaca setiaku dari awal hingga saat ini. Gais, karakter Kenny memang plin-plan. Aku pun tisak bisa berjanji akan kebahagian mereka. Wkwk. Kita akan mengikuti alurnya saja, berikan like dan comentnha yah bebs.. wkwk Lopyuh

****

Kenny POV

"Kenny..." dengan itu Harry melangkah tertatih berlari ke arahku dan memelukku. Aku benar-benar terkejut dengan tindakannya itu. Aku memutuskan datang seperti arahan Lolita. Walau aku tidak tau maksud tujuanku apa. Apakah sejalan dengan perkataan Lolita? Atau memang karena keinginanku untuk bertemunya?

"I miss you, my dear.... Really miss you..."

Aku tidak tau harus berucap apa. Apa aku harus menjawab bahwa aku juga merindukannya?Apa aku rindu? Jika aku mengucapkan rindu, apa konsekuensinya padaku?Apa ini?Namun, hatiku bergetar karena pelukannya. Sebenarnya jenis perasaan apa yang kurasakan pada Harry?

"Katakan, Ken..."

"Apa?"

"Katakan kau merindukanku juga...."

Apa aku merindukannya?

"Please, my dear... Please...Kumohon... Demi apa pun yang asa di dunia ini.... Aku sangat merindukanmu... Katakan kau merindukanku juga." Hatiku sakit mendengar suaranya. Rapuh. Sangat rapuh.

Aku memikirkannya sepanjang waktu. Aku khawatir dengannya. Aku selalu bertanya-tanya apa dia sudah pulih. Apa yang dia lakukan. Apa yang dia pikirkan. Apa dia baik-baik saja. Apakah itu cukup memberi bukti bahwa aku mencintainya? Benarkah?

Aku menarik napas. Aku mengangkat tanganku dan membalas pelukannya. Aku mengelus punggungnya. Aku melupakan sejenak tujuanku ke sini. Tujuan? Memangnya pa tujuanku ke sini?. Persetan. Fokus pada Harry. Aku juga menepuk-nepuk punggungnya. Tubuhnya yang semula tegang, perlahan rileks dalam pelukanku. Aku harua fokua pada Harry dan perasaanya yang rapuh.

"Kau tetap manja... Ayo kita masuk dulu..." aku berencana melepasnya namun ditahan olehnya.

"Katakan... Katakan... Ya atau tidak. Hanya satu kata Ken. Hanya satu kata." Aku menelan ludah. Jantungku berdegup kencang. Yah.. Aku merindukannya. Aku merindukan suaranya. Wanginya. Dan segala sesuatu yang ada padanya. Tapi,apakah benar-benar begitu? Apa aku hanya merasa kesepian karena seminggu ini Scout tidak di rumah? Apa sebenarnya? Sial. Persetan.

"Yah..." bisikku akhirnya.

"Katakan lebih keras... Kumohon...Kumohon." Harry, sebesar apa sebenarnya perasaanmu padaku?

"Yah.. Aku juga merindukanmu." ucapku akhirnya dengan tegas.

"Thank you, my dear...." dia berbisik dan dia melepas pelukannya. Dia menatap wajahku dan aku menatap wajahnya yang tampan. Matanya berkaca-kaca dan memerah. Oh Harry, jangan katakan kau akan menangis?

"Ayo kita masuk, sayang..."

Aku masuk dengan Harry ke dalam apartemennya. Jantung berdegup lebih kencang sekarang. Apa pilihanku sekarang tepat? Sial... Kenapa perasaanku menjadi tidak karuan seperti ini?

"Kau sudah makan?" tanya Harry saat kami berjalan menuju bar kecil di dapurnya.

"Sudah. Bagaimana denganmu?" kami duduk di kursi dan berhadap-hadapan. Dia tersenyum cerah padaku.

"Sudah..."

"Jangan menatapku terus dengan tersenyum seperti itu." aku tertawa canggung.

"Aku hanya sangat bahagia. Kupikir kau tidak akan pernah menemuiku lagi... Yah, aku selalu menunggumu. Aku menahan diri untuk tidak menghubungimu. Tapi aku yakin, pada akhirnya kau akan datang." Sial.... Ucapannya di luar skenarioku sekarang.

"Eh... Kau punya anggur atau apalah... Kita bisa minum anggur." Aku mengalihkan pembicaraan dan segera menyesal.Alkohol? Mana ada orang berakal menyuruh orang sakit minum alkohol?

Dia menatapku sejenak dan berdiri. Membuka lemari pendinginnya. Mengambil gelas dan duduk kembali. Dia menuangkan untuknya dan untuk diriku.

"Bagus..."

"Ini anggur yang enak, cobalah. Kau akan suka." Sepertinya iya, dari wangi saja sudah jelas.

Aku mengangkat gelasku padanya,"Untuk perayaan, Harry telah sembuh. Cheers!"

"Dan untuk kedatangan Kenny.Cheerss."

Aku menyesapnya.Awalnya terasa dingin di kerongkonganku, namun tergantikan dengan rasa panas yang nikmat pada tubuhku. Dia tidak bohong, rasanya sangat nikmat.

"Ken... Kenapa kau datang hari ini?"

"Kau tidak senang aku datang?"

"Tidak, aku sangat senang melebihi apa pun yang di dunia ini."

"Baguslah..." aku meminumnya lagi. Ini nikmat sekali saudara-saudari.

"Ken..."

"Yah?" aku meminumnya lagi. Aku menjadi candu.

"Tidak ada..."

"Jangan bercanda. Kenapa kau memanggilku kalau begitu?"

"Aku hanya memastikan kau nyata."

"Dasar b*doh.... Aku nyata." aku seperempat mabuk sekarang. Hey.. Kenapa seperempat? Bukankah biasanya setengah? Haha... Aku benar-benar mabuk.

"Kau lebih kasar yah..."

"Aku belajar banyak dari Scout." ucapku ringan dan santai. Dan aku segera menyesalinya. Astaga. Aku melihat air muka Harry berubah. Mulutku jadi sangat bre*ngsek saat mabuk.

"Begitu yah..." ucapnya memandang gelasnya yang di putar-putar. Aku menggigit bibirku. Sial.

"Hei.. Aku belum pernah berkeliling apartemenmu, mau jadi pemanduku wisata miniku?" ucapku mencairkan suasana. Dia menatapku dan tersenyum hangat.

"Baik.. Ayo." Aku mengisi gelasku terlebih dahulu lalu meminumnya dengan rakus sebelum akhirnya berdiri mengikutinya.

"Kau rakus juga ternyata dengan alkohol. Padahal dulu tidak."

"Semakin tua, semakin kau akan menyukai alkohol." ucapku asal

Aku baru bisa melihat apartemen Harry dengan jelas sekarang di banding saat pertama datang. Mengingatnnya membuatku mual, hari aku datang ke sini adalah saat aku hampir mati karena kacang. Kau malu memikirkannya.

Dindingnya didominasi oleh abu-abu, hitam, dam putih. Perabotnya mewah dan canggih. Minimalis. Well, mewah. Sebanding untuk kekayaannya dan wajahnya. Aku melihat beberapa lukisan abstrak tergantung di dindingnya yang abu-abu.

"Sejak kapan kau menyukai lukisan?" aku menyentuh lukisan itu.

"Temanku selama di London adalah seorang pelukis terkenal. Dia memberiku beberapa secara cuma-cuma dan ada yang kubeli juga."

"London?" aku mengalihkan pandanganku dari lukisan kepadanya. Dia tersenyum kecut sebelum berjalan kembali dan aku mengikutnya. Kenapa sih dia?

"Yah... Aku di sana kurang lebih dua tahun."

"Untuk apa?"

"Untuk melupakanmu. Tapi, ternyata gagal." Sial. Kenapa Harry tidak bisa menyaring mulutnya?

"Hahaha..." aku tertawa canggung, "Ruangan apa ini?" aku mengalihkan pembicaraan lagi, namun sangat tidak alami. Sial. aku benar-benar pa*yah

"Ini,yah?" tanya Harry sebelum membuka pintu itu. Dia menyalakan lampu dan menampakkan beberapa alat olahraga. Wow. Gym mini. Ini benar-benae seperti gym. Dan lengkap kaca di kanan-kiri ruangan. Ada banyak alat olahraha di sini. Sial. Kaya. Sangat kaya.

Tapi bukan itu yang membuatku terpesona, namun pemandangan di sini. Kaca tembus pandang mengisi ruangan, menunjukkan gemerlapnya New York. Aku sejenak membayanhkan Harry berolahraga di sini dengan pemandangan fantastis ini. Pasti sangat panas dan sek*si. Sial. Pikiran tidka fokua karena alkohol.

"Kau benar-benar b*jingan yang kaya." aku sudah mabuk sekarang. Harry terkekeh.

"B*jingan kaya yah? Well..Ini bukanlah masalah besar untukku." dia melipat tangannya di dada.

"Sombong juga kamu yah...."Kami menatap kota New York yang gemerlap tersebut. Begitu damai.

"Tapi, itu tidak cukup membuatku bahagia tanpa seaeorang yang kau cintai"

Sial. Kenapa harua merusak suasana di saat seperti ini?

"Berhenti membuatku tidak nyaman." ucapku dengan nada meninggi.

"Aku hanya mengatakan fakta."

"Terserah..." aku mendengus marah dan membalikkan badanku.

"Kita butuh berbicara mengenai kejelasan hubungan kita." ucap Harry dengan nada tegas. Akhirnya.... Akhirnya dia masuk ke inti pembicaraan ini.

"Alat olahraga apa ini?" aku terkikik senang dan pura-pura tidak mendengarnya. Aku memegang alat olahraga yang tidak kutahu apa nama kerennya.

"Ken...." Harry menggeram marah di belakangku.

Aku menepuk tangan keras. Aku sudah mabuk sekarang.

"Apa ini? Astaga... Aku ingin mencoba alat yang ini"

"Ken!" dia menarikku dan segera mendorongku ke dinding kacanya. Mengurungku diantara badan dan tangannya.

"Harry... Kau kenapa?" aku bertanya dengan polosnya.

"Perjelas hubungan kita."

Aku diam. Diam seribu bahasa. Aku menggigit bibir bawahku dan menatap lantai. Aku bingung.

"Jangan...." bisik Harry dan aku tetap menunduk.

"Jangan apa?"

"Jangan menggigit bibirmu begitu."

Aku tidak mendengarnya dan tetap menggigitnya karena gugup.

"Persetan, Ken..." Secara tiba-tiba, Harry mengarahkan wajahku dengan tangannya ke arah bibirnya. Aku tidak menolak, namun tidak membalas.

"Balas..." geram Harry. Dengan keadaan mabuk, bingung, dan perasaanku yang menyiksa, aku akhirnya membuka mulutku untuknya.. Aku segera mengalungkan tanganku pada lehernya dan aku melingkarkan kakiku pada pinggulnya. Aku bahkan tidak memikirkan keadaan Harry yang belum pulih sepenuhnya. Aku benar-benar egois.

Namun, sekilas aku menatap bayanganku di cermin, dan berpikir aku menyedihkan dan murahan.

Aku mengingat si sialan Jenn pernah mengatakan bahwa dia memiliki teman bernama Kenny juga yang seorang wanita murahan di club. Aku tertawa miris dalam pikiranku ketika mengingatnya. Aku mungkin tidak jauh dengan orang yang dia maksud. Atau malahan dia memang menujukan perkataannya untukku? Mungkin iya.

Dia benar. Aku mungkin adalah seorang wanita murahan. Seorang yang suka rela membuka kakiku untuk Harry dan Scout. Dua pria yang berbeda. Sial. Sial. Sial. Tapi aku tidak peduli, persetan dengan perasaanku dan pemikiranku. Persetan. Aku tidak peduli. Masalah hari ini, biarlah di selesaikan besok.

Wangi Harry yang menenangkan, mint bercmapur kayu-kayuan membuatku hilanh pikiran.Mulutnya yang manis karena alkohol.Ciumannya yang begitu panas dan hangat. Sentuhan tangannya di tubuhku. Oh, bagaimana mungkin aku bisa mengabaikan itu.

Aku mencurahkan segala perasaanku dalam ciuman itu. Aku mengingat Scout. Scout. Kenapa aku malah mengingatnya saat mencium pria lain? Apa aku sekarang membandingan ciuman Scout dan Harry? Aku benar-benar murahan. Wanita murahan.

"Ken.." bisik Harry setelah menjauhkan bibirnya dariku . Suaranya terengah-engah. Dia menempelkan keningnya pada keningku dan aku masing menggantung di pinggulnya. Oh My.. Demi apa pun, apa yang terjadi padaku? Kenapa? Kenapa aku berada di tahap ini?

"Yah..." ucapku juga dengan terengah-engah.

"Berwisatalah ke kamarku hari ini denganku."

Aku menatap bola matanya. Warnanya hampir menjadi hitam karena pupilnya membesar oleh nafsu. Apakah pupilku juga membesar seperti dia? Apakah ini hadiah perpisahanku seperti yang di katakan Lolita? Atau malahan ini adalah jawabanku atas pertanyaan tentang memperjelas hubungan kami?Scout? Apa aku benar-benar ingin berpisah dengannya?Siapa yang sebenarnya kuinginkan? Apa sebenarnya yang kuinginkan? Seseorang selamatkan aku. Kumohon...

***

Mrs.Fox

1
Reni
Thank you beb, ini keren 👍❤❤
Aini fitri
Bagus sekali, seruuu, bikin terharu
la_vG
luar biasa
Aura Bahagia
karyanya selalu terbaik
Aura Bahagia
lope sekebon
Luh Somenasih
ikut berkeringat thor
Luh Somenasih
jenni sinting
Lusi Amelia
PLISSSS KAK. Aku baru banget tau karya mrs Foxyyyyy. Skh author nulisnya di PF mana yaah? Plissss kasih tauuu. Suka banget sama ke 4 ceritanyaa! 🥹
LittleLie
masih penasaran isi kotak silver ini kaka foxxyyy 😭😭😭
LittleLie
Luar biasa
Syarie Zulkarnaini
keren pakek banget 👍😘
Syarie Zulkarnaini
Thor cerita novel yang THE ONLY ONE .. kenapa gak di tulis d sini aja . masih penasaran Thor . plis 😭
Lusi Amelia: Kakk, author Foxy skg nulis di mana ya?
total 1 replies
bunga cinta
bisa bisa
bunga cinta
membara
bunga cinta
wes mboh lah, karepmu dewe
bunga cinta
seru
bunga cinta
jungkir balik
bunga cinta
sakitnya baru terasa
bunga cinta
sediiiihhhh, cinta datang terlambat
bunga cinta
apa yang akan terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!