NovelToon NovelToon
Mengejar Duda Teman Papa

Mengejar Duda Teman Papa

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noor Hidayati

Zia Nafiza Faraz Shaikh gadis cantik bak Barbie dengan perawakan tinggi langsing berkulit putih mulus tanpa cacat cela yang kini berusia 17th dan tengah duduk di bangku kelas 2 SMA sangat tergila-gila dengan DUDA yang usianya 21th lebih tua darinya.
Zia tidak segan-segan untuk menunjukan rasa cintanya hingga mengungkapkan perasaannya pada Om Bryan yang tak lain adalah Teman Papanya sendiri.

Akankah Om Duda membalas cinta gadis kecil sepertinya?
Lalu bagaimana dengan Papa Faraz? Akankah Ia menyetujui hubungan putrinya dan Temannya sendiri?

Novel ini adalah sekuel dari novel romantis "Perjalanan Cinta Sang Duda" yang akan berkisah tentang kehidupan Zia MENGEJAR DUDA TEMAN PAPA.

follow FB Author @i'tsmenoor
Instagran / Tiktok @_itsmenoor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noor Hidayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gai'rah Om Duda

Tettttt..!!! Bryan membunyikan klakson untuk mengagetkan Zia yang masih berdiri bersandar di mobilnya.

Zia yang tersentak menoleh ke belakang dan melihat Bryan menurunkan kaca mobil, menyuruhnya masuk.

Zia mengangguk dan masuk dengan canggung karena apa yang sudah Om Bryan ucapkan barusan.

Om Bryan terseyum melihat Zia yang terlihat begitu cemas.

"Jangan di bayangin." Bryan tertawa sambil mengusap-usap kasar kepala Zia.

Zia hanya tersenyum tipis dan bergidik memikirkan seperti apa bentuknya.

Bryan kembali tertawa melihat tingkah laku Zia terlihat begitu menggemaskan di matanya.

•••

Setelah mereka sampai di rumah, Zia yang dari tadi pikirannya begitu kacau bertambah tegang karena harus menghadapi calon Anak tirinya.

Jantungnya berdebar kencang memikirkan bagaimana reaksi Bella yang usianya satu tahun lebih tua harus menerimanya sebagai Ibu tirinya.

"Sayang..."

Usapan lembut tangan Om Bryan di kepalanya mengagetkan lamunan Zia.

"Kamu sudah siap?"

"Om, Aku benar-benar merasa tegang."

Bryan membuat tubuh mereka saling berhadapan.

Kemudian Bryan berusaha membuat Zia rileks dengan sentuhan-sentuhan yang selalu melelehkan hati Zia.

Setelah itu Bryan memeluk Zia untuk membuatnya lebih tenang.

"Kamu sudah merasa lebih baik?"

Zia mengangguk dan melepaskan pelukannya.

"Sekarang kita masuk?"

"Ya."

Bryan terseyum senang dan membukakan pintu mobil untuk Zia. Sedangkan Bella yang sejak tadi sudah melihat kemesraan Papah dan kekasih kecilnya, kembali masuk dan pura-pura belum tau kedatangan Mereka.

"Bella..." sapa Bryan yang melihat Bella tengah membaca buku di ruang tamu.

"Eh Pah..."

"Kamu sudah lama menunggu?"

"Baru kok Pah."

"Baiklah Sayang, Ini Zia dan Zia, Ini Bella, Anak Om, Sebelumnya kalian sudah pernah berkenalan di bioskop tapi kalian belum sempat berbincang. Apa sekarang kalian bisa berbincang biar bisa mengenal satu sama lain?"

"Okey." jawab Bella singkat sambil terus menatap Zia dengan tajam.

Zia yang merasa lebih muda dan tidak pernah menghadapi situasi ini harus benar-benar mengumpulkan segala keberaniannya untuk menghadapi calon Anak tirinya yang akan memberikan begitu banyak pertanyaan tentang Papah nya

Sedangkan Bryan memantau mereka dari kejauhan supaya mengetahui bagaimana sikap putrinya pada calon istrinya.

"Kenapa kamu mencintai Papahku?"

"Apa karena ketampanan Papahku?"

"Bayangkan bagaimana jika Papahku tidak setampan itu, apa kamu masih akan mencintainya?"

Tidak dapat di pungkiri Zia memang jatuh cinta pada pandangan pertama karena ketampanan Om Bryan, Tapi di luar itu Zia juga begitu mencintai kepribadian Om Bryan yang sesuai dengan kriterianya.

"Kamu begitu muda untuk Papahku dan kamu juga cantik, seiring berjalannya waktu Papah akan semakin menua dan tak bertenaga, sedangkan kamu akan semakin cantik dan berga'irah, Bagaimana jika ketampanan Papah ku pudar, bagaimana jika Papahku tak lagi bertenaga seperti sekarang, apa kamu masih akan menemani Papahku di masa tuanya, atau kamu akan meninggalkannya dan mencari yang lebih muda seperti usiamu?"

Pertanyaan-pertanyaan itu juga membuat Bryan penasaran dengan jawaban Zia dan ikut menunggu jawabannya

"Ketampanan Papahmu boleh saja pudar tapi karakternya tidak akan pudar, Aku mencintai Papahmu karena ketampanannya dan akan ku

akhiri dengan mencintai kepribadiannya."

Jawaban itu sedikit membuat Bella terhenyak. Begitupun dengan Bryan yang tidak menyangka dengan jawaban yang Bella berikan.

"Aku memang memiliki alasan kenapa Aku mencintai Papahmu tapi Aku tidak akan memiliki alasan untuk berhenti mencintainya."

"Zia Ku...." lirih Bryan yang begitu terharu dengan jawaban-jawaban yang Zia berikan.

Tidak terkecuali dengan Bella yang begitu tersentuh dengan jawaban Bella. Namun ingatannya tentang perbedaan usia di antara keduanya membuat hatinya tidak mengizinkan untuk menerima itu.

"Sekarang boleh Aku yang bertanya?" tanya Zia.

"Tanyakan." jawab Bella dengan jutek.

"Bisa kita berteman?"

Bella menatap Zia seakan menelisik karakternya.

"Terkadang rasa nyaman di mulai dari pertemanan, Jadi ayo kita berteman agar kamu bisa mengenali karakter ku, Karena pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang."

"Aku tidak mudah berteman dengan siapapun." Bella beranjak dari duduknya dan meninggalkan Zia tanpa keputusannya.

Om Bryan membiarkan kepergian putrinya dan mendekati kekasih kecilnya.

"Om..." Zia langsung berdiri menyambut Om Bryan.

"Zia Sayangku..." Om Bryan memeluk Zia dan menciumi wajahnya berkali-kali. Kemudian Om Bryan menangkup wajahnya dan memandangnya dengan penuh rasa haru. Bryan tidak pernah menyangka kekasih kecilnya bisa menjawab dengan bijak dan romantis.

"Sejak kapan kamu belajar kata-kata romantis seperti itu?"

"Zia tidak pernah belajar Om, Semua jawaban mengalir begitu saja dan itu memang benar, Meskipun nantinya Om akan semakin tua dan tidak setampan sekarang, Zia ingin terus bersama Om, selamanya."

Bryan yang sudah tidak tahan lagi langsung melu'mat bibir Zia yang sejak tadi begitu menggodanya.

"Eummhhh eumm..." Zia memejamkan mata menikmati hangatnya bibir dan lidah Om Bryan yang sudah menjadi candunya.

Tidak puas dengan posisi itu, Om Bryan mendorong tubuh mungil Zia ke sofa, dengan bersandar di ujung sofa Zia kembali mendapat serangan penuh gai'rah oleh kekasih dudanya.

Zia menggenggam kemeja Om Bryan sambil memejamkan mata menikmati setiap esapan dan gigitan kecil yang Om Bryan berikan, sedangkan pikirannya melayang jauh memikirkan apa yang Om Bryan katakan sebelum mereka berangkat.

Bella yang kembali lagi berniat ingin bicara dengan Papahnya harus menyaksikan gai'rah sang Papah yang mengungkung tubuh gadis kecilnya di atas sofa.

"I love you sayang, I love you Zia, I love you so much" ucapnya di sela-sela ciu'man dengan nafas yang memburu.

Gai'rah cinta yang tengah membara membuat Bryan tidak melihat putrinya yang tengah menyaksikan apa yang sedang Ia lakukan kepada kekasih kecilnya. Terlebih lagi Zia yang berada di bawah tubuh kekar Bryan dan wajah yang di kuasai olehnya, Membuat Zia tidak dapat melihat apapun di sekitarnya.

Bella mengepalkan kedua tangannya dan pergi ke kamarnya. Rasa kecemburuannya pada Zia semakin besar mengingat Papanya yang seperti budak cinta hingga tidak melihat kehadiran putrinya berdiri di sana.

Bersambung...

1
aurel chantika
lanjut mak
Nuryati Yati
papa Bryan ngapain tlpn segala kurang kerjaan aja
Nuryati Yati
wah kakek Rehan menang banyak dpt sudar baby 😁
Nuryati Yati
pantes Belvana ngebet banget
Nuryati Yati
/Facepalm//Facepalm/
Nuryati Yati
kok Belva gk tau kalo punya kembaran
Nuryati Yati
itu yg di lihat Rehan Belva bukn Belvana
Nuryati Yati
cerita Bryan dan Zia terulang lagi ke Belvana
aurel chantika
salah paham lagi
aurel chantika
astaga ne anak.
aurel chantika
pikiranmu jahat sekali belvana,kamu tidak tau mama zia udah hampir gila mikirin kamu.& kamu malah sama laki-laki yg GK kamu kenal.
aurel chantika
semoga ketemu
aurel chantika
wah Roy teman papanya belvana rupanya
aurel chantika
belvana emang ya minta dicubit ini
aurel chantika
aku lanjut baca ne
Itsmenoor (Author Gragas): Wah terimakasih kak Aurel Cantika, gimana kabarnya, kok baru lanjut baca? 😅
total 1 replies
Mulyanah Fira
Luar biasa
Yuliana Purnomo
thanks Thor 🥰,, happy ending 👍
Itsmenoor (Author Gragas): Wahhh dah tamat aja 😅
total 1 replies
Yuliana Purnomo
haaah Briyan sekarang merasakan di posisi opa Faras kn
Yuliana Purnomo
penasaran kakek Rehan unboxing siang bolong kh??
Yuliana Purnomo
coba jambang nya Ama kumisnya di pangkas justru akan keliatan muda,, kakek Rehan😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!