NovelToon NovelToon
Dimadu Tak Semanis Madu

Dimadu Tak Semanis Madu

Status: tamat
Genre:Perjodohan
Popularitas:735.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: BILANOUR

Siti Nurul Khotimah.
Gadis cantik yang hanya lulusan sekolah Dasar. Keberuntungan dipertemukan dengan seorang wanita tua.

Dia menjalani pernikahan dengan kaki laki keturunan korea-jawa. Seorang milyarder muda yang memiliki segalanya.

Pernikahan yang begitu menyenangkan bagi Siti, tapi tidak bagi Lee Hardi Kartasasmita.

Apakah pernikahan mereka akan berakhir bahagia? Sanggup kah Lee bertahan dengan perempuan yang di anggapnya tidak pernah hidup dari peradaban manusia? Bagaimana bisa?

Yuk ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Allahuakbar ... Allahuakbar ....

Suara adzan berkumandang, lantunannya membelah jagad raya yang gelap dan sunyi. Beberapa insan sudah bersiap dengan hamparan sajadahnya, insan yang lain baru membuka matanya yang masih lengket, dan ada insan yang semakin asik dengan selimutnya yang semakin dia lekatkan.

Siti terbangun, kepalanya terasa sangat berat. Dia meraba wajahnya yang terasa basah. Berjalan menuju tempat wudhu. Melihat sekilas di cermin, wajahnya begitu pucat, matanya bengkak.

Langkah wanita cantik itu terlihat sangat lemah, dengan iman yang masih tersisa, dia berusaha keras untuk mengambil air wudhu, dan melaksanakan salat subuh. Malam ini tahajjudnya terlewati begitu saja.

"Allahuakbar ...." Siti mengangkat kedua tangannya. Mulai membaca doa hingga salat selesai dan di akhiri dengan salam.

"Sayang ... baru bangun?"

DEG! Tangan Siti yang sedang dzikir memakai tasbih, terhenti.

"Kamu tumben gak solat tahajud, pasti lelah ya ...."

Siti masih terdiam. Antara sadar dan tidak, dia mendengar suara yang sangat dia kenal.

"Sayang ...."

Siti terperanjat. Saat sebuah tangan membelai kepalanya lembut.

"Kamu kenapa kaget! hey ... sayang ... liat sini."

Siti masih bergeming. Haruskah dia membalikan tubuhnya. Atau?

"Hey!"

Wajah Siti pucat pasi. Saat wajah Lee kini ada di hadapannya. Jelas, dan sangat nyata. Bibirnya terasa beku.

"Sayang ... kamu kenapa? Hey! kamu sakit? kenapa wajahmu pucat."

Tangan Lee meraba wajah Siti. Pipi dan keningnya. Lee memeluk tubuh istrinya yang tiba-tiba ambruk.

🌺🌺🌺🌺

"Apa? dia kenapa Lee?"

"Mama datang saja ya kesini."

"Ok! Mama segera kesana."

Bu. Han segera berhias seadanya. Telpon dari anak semata wayangnya membuat dia sangat khawatir.

"Pak. Udin, kita segera ke rumah sakit ya, tepat biasa saya check up. Cepet ya pak."

Dengan kecepatan tinggi. Pak. Udin segera melajukan mobilnya. Tak butuh waktu lama. Karena jarak dari rumah ke rumah sakit itu tak jauh. Dan tidak melalui jalanan utama yang selalu macet.

"Ada apa ini?" Bu. Han melihat menantunya terkulai lemah, tak berdaya. Wajah tembem yang putih, merah merona kini pucat pasi.

"Sayang ... ini mama, kamu kenapa?" Bu. Han membelai dan mencium kening Siti yang tidak sadarkan diri.

"Jelaskan sama Mama! ikut keluar." ketus Bu. Han pada Lee.

Lee mengikuti langkah Bu. Han keluar ruangan. Di sana mereka duduk di sebuah kursi yang memang hanya ada sepasang.

"Ada apa ini? apa kata dokter?"

"Dokter bilang, Siti ...."

"Siti kenapa?"

"Siti ada kemungkinan depresi Mam."

"What?"

"Bukan. Bukan seperti itu ..."

"Sudahlah. Mama lebih baik menemui dokter nya langsung. Siapa yang menangani Siti?"

"Dr. Bagyo."

Bu. Han segera berlalu meninggalkan Lee. Dengan nafas yang berat, Lee kembali masuk ke dalam kamar. Menemani Siti yang masih tak sadarkan diri.

Mata Siti tertutup. Namun, air mata sesekali menetes dari sudut matanya.

"Sayang ... kamu kenapa? Apa kamu sesakit itu setelah kita bertengkar kemarin? bukankah aku sudah menjelaskan semuanya. Bahwa aku mencintaimu dengan tulus saat ini. Bahkan aku akan segera meninggalkan Naura."

Tangan Siti bergerak. Perlahan matanya terbuka. Tatapannya kosong ke depan.

"Sayang ... kamu sudah sadar? sayang ... lihat aku."

Siti menatap sayu suaminya. Hingga air matanya terlihat mengalir deras. Dia memeluk Lee dengan tangannya yang tanpa tenaga. Lee merengkuh tubuh Siti yang lemah.

"Tidak apa-apa. Semuanya baik-baik saja. Tenanglah ...."

Lee mengelus punggung istrinya. Perkataan Dokter masih terngiang di kepala Lee.

"Beberapa hari ini kami melakukan observasi, untuk sementara saya hanya bisa menyimpulkan bahwa istri anda ada di bawah tekanan mental yang cukup berat."

"Maksudnya dok?"

"Kemungkinan ada sesuatu yang mengganggu pikiran dia beberapa hari ini, hingga jiwanya sedikit terganggu. Apa kalian sedang dalam masalah besar?"

"Tidak dok. Kami baik-baik saja."

"Begini Pak. Istri anda kemungkinan sedang merasa ketakutan yang berlebihan. Dia merasa tertekan oleh sesuatu ataupun oleh seseorang, efek terburuknya pasien akan berhalusinasi dan akan mengalami gangguan mental."

"Apa ...." suara Lee lemah. Merasa tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.

Air mata Lee tidak bisa terbendung lagi. Dia merasa bersalah atas apa yang menimpa Siti saat ini.

"Apa Siti sudah tidur?" tanya Bu. Han.

"Udah, Mam. Saat bangun dia selalu menangis."

"Dokter sudah menjelaskan semuanya sama Mama. Sekarang Mama ingin kamu menceritakan semuanya, kenapa Siti bisa seperti ini?"

Bu. Han yang kala itu datang untuk menemani Lee menjaga Siti, sekaligus membawa baju ganti dan makanan untuk anaknya, Lee.

"Naura Mam."

"Kamu masih berhubungan dengan wanita itu?" suara Bu. Han pelan, namun penuh tekanan.

"Kami bahkan tidak pernah putus."

"Apa?"

"Setelah menikah, Lee masih berhubungan dengannya. Siti tau itu."

"Astaga Lee!"

"Maaf Mam. Lee mencintai keduanya. Tidak ada yang bisa Lee lepas satupun."

"Benar-benar ya, kamu!" Bu. Han menyilangkan kedua lengannya. Menatap penuh intimidasi pada Lee.

"Itu dulu. Waktu itu Naura datang, ke rumah. Sudah dua kali. Siti bahkan marah karena melihat kami berpelukan di ruang tamu."

"Ya Tuhan. Kepala Mama sakit."

"Kedatangan Naura kedua membuat kami bertengkar lagi, bahkan kali ini Siti tidak memaafkan Lee, Mam. Dia bahkan tidur terpisah kamar. Terakhir dia bilang, dia akan memaafkan Lee jika Naura pergi."

"Kamu melakukan itu? maksud mama, permintaan Siti."

"Belum, Mam. Lee masih fokus pada Siti yang tidak mau bicara sama sekali. Lee ingin Siti memaafkan Lee terlebih dahulu. Baru Lee akan mengatasi Naura."

"Baru kali ini, mama merasa benci sama kamu! sudahlah ... Mama lebih baik pergi dari sini, emosi mama liat kamu."

"Mam, aku minta maaf."

"Sadarkan dulu menantuku! baru pikirkan tentang maaf dariku.

Hupf!

Lee memejamkan mata dalam. Sampai dia mendengar Siti memanggil namanya. Secepat kilat, Lee menghampiri istrinya.

"Kenapa sayang? aku disini. Kamu mau apa? katakan."

"Haus."

Dengan segera, Lee meraih gelas yang ada di nakas. Dia membantu Siti setengah duduk, dan memberi Siti seteguk air.

"Ada lagi?"

Siti menggelengkan kepala pelan. Dengan mata yang terlihat sayu.

"Lee ...."

"Kenapa sayang?"

"Menikahlah dengan Naura."

"Apa?"

BERSAMBUNG ....

*Bebep Lee tidak mati ya readers. Karena bagaimanapun judulnya di madu. Entah bagaimana akhirnya, Siti akan menjadi istri yang di poligami.

akankah kisahnya seperti kisah ikan terbang? ah! tunggu saja kisah selanjutnya ya readers.

jangan lupa rate, love, like n VOTE. di tunggu yaaa .join grup juga yaaaa ....

lopeee all* 😍

1
Ma Em
thor biarkan siti balikan lagi sama Lee aku ga rela kalau siti sama johan.
Ma Em
kenapa sih Lee harus menceraikan siti hatiku jadi sakit rasanya harusnya siti dibikin bahagia dong jadi kecewa rasanya.
Ma Em
Kecewa
Ma Em
ya allah aku jadi ga tega sama siti semoga Lee segera menyadari kesalahannya.
Ma Em
Kecewa
Ma Em
semoga saja siti dan lee bisa rukun rumah tangganya, dan lee segera menyadarinya bahwa tidak ada wanita lain sebaik siti, dan segera tinggalkan kekasihnya itu.
Bunda Yesy Wiyanti
sedih
Hanipah Fitri
ha ha 😆😆😂😂😝
Hanipah Fitri
Siti ketara benar dari dusun .
mentari
maafkan aku... aku bacanya baygon terud
mariyatni
lha yg siti hamil tu cuma ngimpi apa kak
mariyatni
, apa Naura masih ada hubungan sau dara sama Lee,, sampai keluarga Lee sangat menentang hubungan mereka
mariyatni
lha Lee harus tau masalah teror ini
Kiki Ade Lina
duh ku gak paham td mati skrg engga harusnya ada FB nya thor
Andi Fitri
pemeran utama Siti dan Lee tpi ada lelaki lain lgi dan Siti juga katax cuma Erlangga nyatanya terpesona juga dgn Johan..kasian sama si Lee..
Kasmawati S. Smaroni
makanya jangan selalu terbawa perasaan,siti kan sdh 2 kali gagal mestinya dia pake logika setiap hadapi masalah
Erna Jogja
mewek beneran loh ini bacanya
Fa Rel
kayak barang aja.thor.di.lempar sana sini.balikan ma lee aduh maless bgt
Fa Rel
cerai aja bodoh lu.sit
Rahmi Fimayanti
ditunggu kelanjutannya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!