NovelToon NovelToon
MANTAN KEKASIH GELAPKU

MANTAN KEKASIH GELAPKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Mengubah Takdir / Keluarga / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:115.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zhang zhing li

Rumah tangga yang kelihatan harmonis hanya topeng belaka.

Hutang orang tua yang menumpuk kepada mertua, membuat terjadinya perjodohan yang terpaksa dan membuat Jihan terpenjara oleh kekerasan bathin dan fisik.

Sakit hati yang dialami jihan, sampai melupakan apa arti cinta yang sesungguhnya.

Dari rasa nyaman saling bertukar cerita, membuat dua insan yang dimabuk asmara terjebak oleh cinta terlarang, sehingga membuat keduanya susah untuk berpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhang zhing li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Membujuk Mertua

Mobil telah melesat meninggalkan kediaman kedua orangtua. Tujuan utama sekarang adalah ke tempat mertua, sebab yakin sekali kalau Jihan ada disana. Pasti dia sudah mengadu pada orangtuanya itu dengan ucapan macam-macam, sehingga kedua orangtua sendiri murka dan melukai tubuh ini.

"Ahh, malas sekali rasanya membujuk wanita kumel itu," Kekesalan hati.

"Tapi, kalau tidak dibujuk pasti ucapan bapak itu benar. 'Kan beliau itu selalu tidak pernah salah berbicara. Bisa gawat kalau warisan tidak jatuh ketanganku. Bisa-bisa aku nyungsep mlarat 'lah nanti."

"Aku harus baik-baikki Jihan sekarang. Kalau tidak ingin miskin mendadak. Ya, aku harus bawa dia kembali dan membujuknya agar mau memaafkan."

Mobil terus saja berjalan ke arah gang pedesaan. Mereka orang kampungan dan miskin. Dasar orangtua saja mau menjodohkan, padahal anaknya ini terkenal paling tampan didesa, tapi harus menikah sama si kumel Jihan hanya gara-gara sebuah hutang.

Waktu remaja sedikit nakal dan ugal-ugalan, mungkin bapak niat hati ingin merubah sikapku dengan menikahkan sama Jihan yang sok alim, namun sayang seribu sayang kalau sikapku makin kian menjadi-jadi. Jihan yang terlalu polos dan bodoh itu, bisa-bisanya hanya nurut bagaikan boneka. Memang wanita tak berguna, disuruh sama suami ini itu yang jelas-jelas tidak mencintainya malah mau saja, dengan alasan atas nama cinta pernihakan.

Awalnya terus menolak pernikahan yang dijodohkan, tapi Bapak selalu mengancam atas harta, makanya pada waktu itu mau tidak mau nurut saja. Awal pernikahan biasa-biasa saja sikapku pada Jihan, namun lama-kelamaan eneg dan kesal sama dia yang kumel. Setiap diajak kondangan selalu mempermalukan, sebab istri Bayu yang terkenal playboy hanya dapat wanita buruk rupa, 'kan pastinya malu bukan kepalang muka ini.

"Mungkinkah aku terlalu keterlaluan kemarin, dengan membawa Hesti main dirumah. 'Kan enak dari pada dibawa ke hotel harus bayar mahal, apalagi nanti ada pengrebekan bisa tambah rugi. Tapi memang nasib sial ketahuan saja si kumel, padahal kemarin kalau ke rumah berharap dia akan pulang telat," guman hati berbicara pada diri sendiri.

"Semoga saja bisa membujuk. Jihan terlalu polos untuk dibodohi, jadi nyantai sedikit 'lah untuk ngajak dia kembali. Kalau nanti susah akan kuancam lagi tuh, Jihan. Pasti ciut dan akan ketakutan lagi saat melihat wajahku yang bringas ini," Kegembiraan sebab selalu bisa menaklukkan istri sendiri.

"Lalalala, aku senang sekali Jihan dapat kubodohi, nanana!" Mulut yang terus bernyanyi.

Beberapa menit kemudian tujuanpun sampai. Teras rumah berwarna keramik putih sudah didepan mata, dan itu adalah kediaman orangtua Jihan.

"Huuffff!" Menghembuskan nafas dalam-dalam.

"Semoga orantua Jihan mau diajak bicara juga dan memaafkan kesalahan yang ceroboh," rancau hati saat diri sendiri, mulai merasakan ketegangan akibat ada keraguan.

Bhugh, pintu mobil sudah kututup.

Dari jauh Bapak jihan sudah muncul dari arah pintu utama rumah. Senyuman lebar berusaha kuberikan pada beliau, yang sekarang masih berjauhan dari jarakku.

"Aah, kenapa muka Bapak Jihan masam begitu? Apa jangan-jangan beliau sedang marah juga!" Keraguan yang merasakan aura beliau.

"Jangan sampai hari ini aku kena gamprat orangtuanya. Tadi sudah apes kena bogem orantua sendiri, masak harus kena omelan juga dari beliau," Kepanikan saat wajah Bapak Jihan kelihatan bringas tak suka.

"Hai pak. Assalamualaikum!" sapa sambil melambaikan tangan.

"Waalaikumsalam."

"Untuk apa kamu kesini?" ketus beliau.

"Heheheh, maaf menganggu, Pak."

"Jangan banyak omong kamu. Cepat pergi dari sini!" usir beliau.

"Jangan gitu 'lah, Pak. Aku ini menantu kamu lho."

"Tidak peduli."

"Tenang ... tenang ok, Pak. Saya kesini dengan maksud dan tujuan baik, jadi Bapak jangan marah-marah dulu!" jawab mencoba bernegosiasi.

"Tenang ... tenang, dengkulmu."

"Maafkan saya, Pak!" Kepala sudah tertunduk.

Tidak berani menatap beliau, yang mukanya sekarang merah padam oleh api kemarahan. Kedua tangan sudah diatas pinggang seperti ingin menantang. Kalau bukan mertua saja, pasti sudah kuajak duel sampai darah titik penghabisan.

"Maaf ... maaf. Enak saja mulutmu yang kayak comberan itu. Sudah salah, tapi masih bisa-bisanya kamu cegegesan seperti tidak ada rasa bersalah sedikitpun," murka beliau dengan nada intonasi tinggi.

"Saya tahu salah, Pak. Makanya kesini mau meminta maaf dan mencoba memperbaiki kesalahan."

"Halahhh, alasan saja kamu ini. Nasi sudah jadi bubur, tidak akan bisa kembali seperti semula. Selama ini jihan sudah bersabar dan memberi kesempatan kamu untuk berubah, tapi pada kenyataannya kamu malah menyiksanya tiada ampun. Apa itu yang namanya kamu mau tobat, hah! Dasar suami gak tahu diuntung," ejek beliau emosi.

"Tahu 'lah, Pak. Saya kemarin memang salah dan itu semua khilaf karena wanita itu sudah menguna-gunai saya dengan pelet, makanya saya terlalu tunduk dan lupa akan Jihan sebagai istri," Mulut yang mencoba membujuk dengan campuran alasan sedikit kebohongan.

"Aaaah, Bapak tidak percaya sama mulutmu yang kayak perempuan itu. Kalau kamu memang kena guna-guna, tidak seharusnya kau sadar memaki-maki dan menyiksa Jihan sampai parah begitu. Anakku sudah menceritakam semuanya dari a sampai z, jadi kamu tidak usah berbohong lagi. Dari awal penikahan, rumah tangga kalian itu sudah tidak sehat dan tidak didasari atas rasa cinta, jadi apakah itu yang namanya termasuk kena guna-guna?" Bapak Jihan terus saja mencecarkan pertanyaan sebab tidak percaya.

"Sial, kenapa kau terus terpojok begini. Apa yang harus kulakukan untuk membujuk mertua? Rasanya buntu benar otakku sekarang, diajak kompromi mencari akal supaya mereka percaya malah terpojok," Ciut hati yang mati kutu.

"Kamu kemana sih, Jihan? Ayo keluar sekarang. Bantu aku menjawab ucapan Bapakmu yang mulutnya bawel ini," Berharap istri akan datang menolong.

"Sekarang Bapak tidak mau tahu alasan apalagi yang ingin kamu utarakan, yang jelas pintu maaf kami sudah tertutup akibat kelakuan kamu yang bejat itu. Sekarang pergi dari sini ... pergi ... pergi!" usir beliau dengan lantangnya.

"Tapi, Pak. Aku benar-benar ingin taubat dan membenahi semua rumah tangga kami," Kepura-puraanku mewek dan sikap sudah bersujud dikaki beliau.

"Ahhh, minggir kamu!" Beliau berusaha menghindari sikapku.

"Tidak ada lagi kata maaf. Aku sebagai orangtua begitu sakit melihat anakku kau perlakukan dengan keji, apalagi Jihan yang mengalami nasib atas sikapmu itu? Pasti dia begitu hancur dan sakit hati, jadi sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali untuk meminta maaf."

"Surat cerai kalian sudah Bapak ajukan, jadi tunggu kabar buruk berikutnya. Persiapkan dirimu untuk menghadapi ini semua. Mungkin ini jalan terbaik untuk kalian, dan pastinya kamu akan bisa bahagia dan bebas bersama selingkuhan. Sekarang lepaskan dan undur diri dari sini secepatnya," Beliau sepertinya sudah tidak bisa lagi memaafkan.

"Tapi ... tapi, Pak!" Aku berusaha mengejar beliau, yang melenggang pergi meninggalkanku yang masih berposisi sujud.

Ngenes sekali nasib sekarang. Benar-benar buntung tidak ada celah lagi meminta maaf. Tapi tidak akan menyerah begitu saja, sebab harta orantua akan musnah tidak kumiliki jika Jihan tidak bisa kembali. Wajah sudah murung dilanda pilu, sebab mencari alasan tepat untuk meluluhkan ternyata buntu.

1
khaira yuli
satria idaman para wanita....
khaira yuli
pasti satria udah ada rasa.🤣🤣
khaira yuli
jahat banget sih.... pasti nanti nyesel loh..🤣🤣🤣
khaira yuli
bisa berakting begitu ya.... dasar..
khaira yuli
semangat sat.... semangat buat ngerebug istri orang...🤣🤣🤣
khaira yuli
Halah... dah kasar selingkuh pula .
khaira yuli
haruskah ditinggalkan y
khaira yuli
jadi selingkuh gimana ..? duh
khaira yuli
suami kasar gitu enaknya diapain ya .🤣🤣
khaira yuli
mampir
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo seumpama punya suami modelan gini sudah aku tendang kalau dia melakukan kekerasan fisik 😏😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampir kesini mau baca karya Author Zhang mumpung lagi hiat 😁🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊: makasih kakak/Facepalm//Facepalm/menyempatkan waktunya. semoga sehat dan brtambah banyak rezeki
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
hmmz kasian jihan sampe pingsan
come on sattt selidiki kuyyy
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
diakhiri aja ngapa siii.... udah nggk sehat pernikahannya
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
wkkwkw bayu punya kacamata infraa gonjrengg jadi tau aktor gadungan lg akting 🤣
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
waw satria sodaranya bayu tohh
hmmz bawa kabur jihan sat wkwkwk
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
sok²an nafkahin selingkuhan sama istri sendiri velitttt huh
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
hmmz geram banget sama ni orangg, minta dikulitiii ish
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
wkwkw tim Jihan selingkuh sama satria gasihh
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
suami kok nggk mencerminkan suami, ntar nyesel nangesss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!