JANGAN BOOM LIKE! Kasih jeda 2 atau 3 menit.
Kehidupan keluarga kecil Puspa sangatlah damai tanpa adanya pertengkaran walaupun mereka orang sederhana, Puspa punya keinginan besar untuk merubah nasib keluarganya. Namun, tak ada yang tau mengenai takdir manusia termasuk Puspa sendiri.
Sosok pahlawan yang tak lain adalah Bapak Puspa menjadi perantara dimulainya kehidupannya yang tak lagi damai, ia menghancurkan keluarga kecil Puspa, ia terpikat pada seorang janda bahkan Ibu dan Adik Puspa meninggal.
Puspa bertemu dengan sosok laki-laki cuek dan dingin bernama Arga, namun lagi-lagi kisah hidupnya tidak sehalus dan semulus kertas HVS. Akankah Puspa mampu mencapai kebahagiaannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ampunan
"Kok bisa telat sih, Pus"Tanya Elisa menyeruput es teh nya
"Aku sudah kerja, El. Dan tadi terjadi kekacauan"
"Uhukkkk.. Kerja? Kerja apaan?"
"Kerjaa.. Kerja jadi.. Pembantu"
Elisa refleks menyemburkan es teh yang ada di mulutnya tepat mengenai wajah Puspa
Puspa melongo begitupun dengan Elisa
"Upssss Sory..."
"Elisaaaaa jorok banget siiihhhhh" Puspa mengelap wajahnya menggunakan tisu. Elisa juga membantu mengelap bajunya.
"Aduuhh maaf... Aku tidak sengaja. Aku hanya terkejut."
"Memang ada yang salah dengan pekerjaanku?"
"Oh ayolah Puspa.. Kita sebentar lagi akan di sambut berbagai ujian sekolah, loh. Kamu bekerja sebagai pembantu jelas melelahkan sampai kemungkinan kamu tidak ada waktu belajar. Ìya kalau aku sih gampang-gampang aja tanpa belajar"
"Idih idih pameeerrrr" Puspa menjulurkan lidahnya
Puspa menceritakan kejadian tadi pagi
"Jadi kamu bekerja di rumah pria tampan itu? wah beruntungnyaaa" Elisa malah yang kegirangan
"Kendalikan bicaramu itu El. Kau ini sudah punya pacar"
"Aku kan hanya sebatas kagum.. Bukan suka"
"Hhahah terserah deh"
"Ngomong-ngomong siapa nama anak majikanmu itu, Pus?" Elisa kembali melahap mie instannya
"Eh nama ya? Aku tidak tau."
"Ehhhhh yang benar saja kau ini."
"Semuanya terjadi begitu cepat rasanya..." Puspa mengaduk-aduk minumannya.
"Aku sangat merasa bersalah.. Entah kenapa Bi Ina melakukan itu.. Seingatku aku memasukkan Garam halus tadi.. Kenapa bisa pedas begitu?"
"Mungkin kamu kurang fokus Puspa. Sampai kamu halusinasi memasukkan garam halus sedangkang yang kamu masukkan adalah lada mungkin atau bubuk cabai"
"Huufttttt.." Puspa menunduk
"Jika kau mau, Tinggalah di rumahku Puspa" Elisa menatap Puspa serius
"Tidak. Aku tidak bisa terus menjadi benalu, El. Aku harus punya penghasilan sendiri. Jika ini memang jalannya, aku siap menjalani"
"Jika butuh sesuatu, katakan padaku" Elisa mengelus pundak Puspa. Puspa membalas dengan senyuman. Ia mengangguk.
🍀🍀🍀
Puspa merogoh tas nya. Uang dari Bapaknya sisa 70.000
"Sangat sayang kalau aku harus memakainya untuk membayar angkutan umum atau ojek. Tapi ini sudah jam 2.. Apa tidak di marahi ya?" Puspa berjalan tergesa-gesa
...Tin tin...
Puspa menoleh. Mobil itu berhenti di dekatnya. Lagi-lagi sang Tuan Muda.
"Kau harus terbiasa Puspa bertemu orang menyebalkan ini" Bathin Puspa
"Masuk" Titah Arga
"Tapi..."
"Massuk atau ku pecat!"
"Ah iya iya masuk masuk." Puspa langsung masuk ke mobil. Karena terburu-buru ia terbentur pintu mobil.
Ia memegangi jidatnya yang berdenyut
"Aawwww"
"Ceroboh untuk yang kedua kalinya. Jalan"
Supir itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Em? dua kali?" Tanya Puspa bingung
"Hm tadi pagi. Buncis sialan itu masakanmu bukan?"
Puspa terbelalak.
Puspa memainkan jarinya 👉👈, gugup seperti maling yang kepergok.
"Itu.. Aku.. Emmmm Anu"
"Dan Bi Ina mengaku kalau itu masakannya. Secara logika Bi Ina sudah tau selera makanku karena dia sudah berkerja di rumah selama 5 tahun. Sedangkan kau baru." Arga memainkan ponselnya
Puspa menunduk menitikkan air mata
"Iyaa.. Maafkaan aku Tuan Muda. Ah maksdunya maafkan saya Tuan Muda.. Saya mengaku itu masakan saya.. Tapi saya benar-benar tidak sengaja"
Arga heran, belum di pukul atau apa, Puspa sudah menangis duluan
"Hmmm yang becus kalau berkerja jika masih ingin tetap di pekerjakan. Aku mengampunimu untuk kali ini"
Puspa tersenyum girang
"Baik Tuan Muda. Saya pasti akan serius bekerja sampai anda dan Tuan juga Nyonya tidak mengeluh" Puspa tersenyum lebar
"Hm"
"Ehhh pelit kalimat lagi dia"
Arga memandang arah luar mobil untuk menyembunyikan senyuman tipisnya. Ia tersadar
"Apa yang membuatku tersenyum?"
"Tuan Muda.. Ada yang ingin saya tanyakan"
kau tega menyakiti kami pengagum sosok Arga,,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
tega menyakiti perasaan sahabatnya sendiri,,,
...............hati Bapak Puspa sering beregup
Thor, itu ☝️☝️
Seperti ABG yang sedang..................
...............hati Bapak Puspa sering berdegup
bukan beregup