Demi membongkar perselingkuhan istrinya Marfel chandra seorang pengusaha kaya raya terpaksa harus bersandiwara dengan pura pura buta.
Namun siapa sangka istrinya Ariana chandra justru mengenalkanya dengan seorang gadis kampung bernama Laura yang harus di nikahi oleh marfel dengan alasan agar bisa merawat marfel dengan baik.
Laura lusiana datang dan dengan kebesaran hatinya mau di nikahkan dengan marfel demi kesembuhan nenek tercintanya tanpa mengharapkan apapun termasuk cinta.
Seiring berjalanya waktu marfelpun berlahan mulai bisa melupakan rasa kecewa juga sakit hatinya pada ariana berkat kehadiran laura di sampingnya. Hingga akhirnya marfel melupakan misi utamanya berpura pura buta dan terus melanjutkanya demi laura. Istri kecilnya.
Musim ke 2
Cinta berhasil membuat Marfel sadar bahwa tidak seharusnya Marfel terus menghindar dari masa lalu. Dan Trio kembarnya adalah jendela untuk Marfel berdamai dengan masa lalu yang sempat membuatnya terluka dan kecewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Laura baru saja hendak menutup tubuh rampingnya dengan selimut saat pintu kamarnya di buka oleh marfel. Pria itu berjalan pelan dengan tatapan lurus serta tongkat yang menjadi petunjuk arahnya.
Merasa tidak tega laura pun segera turun dari sofa dan mencegat langkah marfel kemudian menuntunya dan mengarahkanya menuju ranjang king zise tempat marfel tidur.
“Terimakasih laura..” Senyum marfel.
Laura tersenyum. Laura sebenarnya sedang merasakan sesuatu yang sangat tidak enak di hatinya. Tapi laura merasa itu tidak seharusnya. Perasaan itu tidak seharusnya hinggap di hati juga pikiranya.
“Sama sama tuan..”
“Laura bisa kamu duduk disini sebentar. Ada yang ingin aku obrolin sama kamu.”
Laura yang hendak beranjak setelah mendudukan marfel di atas ranjang mengeryit.
“Tentang apa tuan?” Tanya laura bingung.
Marfel tersenyum. Saat masuk ke dalam kamar marfel merasakan emosi yang benar benar memuncak. Rasanya hatinya seperti terbakar. Namun begitu laura menghampiri dan menyentuh tanganya marfel langsung merasa tenang. Kehadiran laura seperti air yang menyejukanya saat sedang merasakan dahaga.
Marfel naik ke atas ranjang dan mencari sesuatu di balik selimutnya.
Laura yang melihat marfel seperti sedang mencari sesuatu pun semakin merasa bingung juga penasaran.
“Tuan cari apa? Mau saya bantu?” Tanya laura menawarkan bantuan.
Marfel menatap laura. Marfel tau gadis manisnya kebingungan karna tingkah konyolnya. Marfel benar benar merasa bodoh sendiri. Kedua matanya masih bisa melihat dengan jelas tapi marfel berpura pura tidak melihat apapun di depan semua orang kecuali joshua.
“Ya. Naiklah. Dan ambil sesuatu di balik selimut ini.” Angguk marfel.
Laura menurut saja. Tentu saja karna tidak tega melihat marfel yang kesusahan mencari sesuatu yang tentunya tidak bisa di lihat marfel.
Laura mengeryit ketika mendapati sebuah amplop kosong berwarna coklat.
“Amplop kosong ya tuan?” Tanya laura duduk bersila di depan marfel.
Marfel tersenyum. Laura tidak mengenakan pakaian sexy seperti ariana. Namun sepertinya marfel mulai tergoda dengan gadis itu. Tergoda dengan penampilan sederhananya.
“Nggak kosong kok. Itu ada isinya. Aku udah suruh joshua buat taruh sesuatu di dalamnya.”
Laura menyipitkan kedua matanya menatap marfel yang terus tersenyum manis padanya.
“Tuan joshua? Jadi maksudnya tuan joshua masuk ke kamar ini begitu?”
Mendengar nada suara serta ekspresi laura senyum di bibir marfel langsung pudar. Sebenarnya bukan joshua yang menyiapkanya melainkan marfel sendiri.
“Memangnya kenapa? Nggak papa kan?”
Laura menghela napas. Di raihnya tangan marfel dan laura langsung menaruh amplop berwarna coklat tersebut di tangan marfel.
“Ini.” Katusnya.
Saat laura hendak melepaskan tangan marfel, marfel justru menahan tangan laura dengan mencekal pergelangan tanganya.
“Kamu marah?” Tanya marfel pelan.
Laura menelan ludahnya kemudian menatap pergelangan tanganya yang di cekal oleh marfel. Laura tidak suka dengan apa yang marfel lakukan dengan menyuruh joshua masuk ke kamar mereka.
“Tuan.. Menyuruh orang luar masuk ke dalam kamar kita itu sangat tidak baik tuan. Dan juga jujur saya tidak suka.”
Marfel menghela napas kemudian tersenyum. Laura adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi privasinya.
“Ya udah aku minta maaf.. Nggak lagi lagi deh..” Kata marfel.
Laura menghela napas dan berdecak pelan sebelum akhirnya mengangguk pelan menerima perminta maafan marfel.
“Ya sudah kalau begitu. Saya mau tidur.”
“Tunggu sebentar laura. Jangan tidur dulu. Kamu belum buka amplopnya.”
“Hah?” Laura bertanya tanya kenapa marfel malah mengatakan laura belum membuka amplop tersebut.
“Tuan minta saya buka amplop ini dan lihat isinya?” Tanya laura.
Marfel menganggukan kepalanya kemudian meletakan amplop itu di tangan laura lagi.
“Tolong ya istriku..” Senyumnya.
Laura tersipu mendengar kata istriku yang di lontarkan marfel. Pipinya terasa panas. Rasa malu bercampur bahagia merayapi hatinya. Padahal marfel hanya menyebutnya dengan kata istriku.
Laura menghela napas lagi sebelum akhirnya mengeluarkan isi dari amplop tersebut.
“Tuan ini kartu kredit sama atm isinya..” Kata laura memberitahu.
Marfel menganggukan kepala dengan senyuman yang terus terukir di bibirnya.
“Itu untuk kamu..”
Kedua mata laura melebar mendengarnya. Di tatapnya marfel yang duduk berhadapan denganya tidak percaya.
“Untuk saya? Tapi untuk apa tuan?” Tanya laura tidak mengerti.
Marfel menghela napas. Tanganya meraba raba kasur mencari dimana tangan laura berada. Marfel merasa lucu dengan dirinya sendiri sebenarnya.
Laura yang mengerti langsung meraih tangan marfel dan menggenggamnya.
“Laura.. Bagaimanapun juga kamu istri aku. Tidak perduli tugas kamu apa. Dan semua kebutuhan kamu juga keluarga kamu adalah tanggunganku sekarang.” Katanya lembut.
Laura menggelengkan kepalanya. Laura merasa tidak berhak atas apa yang marfel berikan padanya. Karna keberadaanya di sisi marfel pun adalah sebuah bentuk bayaran dari apa yang sudah ariana lakukan untuk keluarganya.
“Tuan tapi nyonya ariana akan sangat marah jika tau tentang ini.. Saya nggak bisa menerima semua ini tuan.. Ini terlalu berlebihan..”
Marfel tersenyum lagi. Laura memang belum tau bahwa semua uang yang ariana keluarkan untuk biaya operasi juga keperluan hidup nenek dan adiknya sudah marfel ganti. Marfel memang sengaja tidak memberitahu laura karna tidak mau laura merasa berhutang budi padanya.
“Ariana tidak akan berani marah sama kamu. Asal kamu tau laura, posisi kamu disini juga adalah istri aku. Sama seperti ariana. Aku menanggung semua keperluan ariana dan aku juga ingin melakukan hal demikian sama kamu. Aku pengin bisa adil sebagai seorang suami. Yah.. Meskipun aku buta dan tidak sempurna.”
Laura menatap marfel sendu. Jika boleh jujur sebenarnya laura merasa kasihan pada marfel yang seperti di buang oleh ariana. Ariana tidak mau mengurus dan memperdulikanya hanya karna marfel buta.
“Tuan.. Apa yang saya lakukan adalah kewajiban saya sebagai istri tuan. Dan apa yang saya lakukan juga adalah bentuk dari terimakasih saya pada nyonya ariana. Jadi saya akan tetap bekerja untuk mencari uang untuk nenek dan adik saya. Dan saya nggak bisa menerima apa yang tuan berikan.”
“Kalau begitu anggap saja kamu bekerja padaku. Dan kartu kredit juga atm itu adalah gaji kamu.” Sela marfel.
“Tuan tapi..”
“Kalau kamu masih tetap menolak kamu harus melakukan juga kewajiban utama kamu sebagai istriku.” Lagi marfel menyela ucapan laura.
Laura mengangkat sebelah alisnya.
“Kewajiban utama saya?”
“Ya. Berikan seluruh jiwa dan raga kamu padaku.” Jawab marfel.
Kedua mata laura membulat sempurna mendengarnya. Gadis itu langsung melepaskan tangan marfel dan menutupi tubuhnya menggunakan kedua tanganya. Membayangkan dirinya di jamah oleh marfel saja laura tidak mau. Apa lagi jika sampai di suruh untuk benar benar menyerahkan dirinya sepenuhnya pada marfel.
“Baik baik saya terima ini.” Kata laura cepat.
Laura beranjak dari ranjang marfel dengan cepat menjauh dari pria buta yang melontarkan kata yang bahkan tidak pernah laura bayangkan sebelumnya.
“Dasar tuan gila.”
si Ariana itu selingkuh kenapa gak terciduk coba. malah seperti tidak terjadi apa2.
harusnya si Jo itu selidiki setiap ariyana selingkuh dan rekam juga perbuatannya buat bukti.
Abis itu ya gimana kek si Marfel bertindak tegas gitu loh.
ceraikan sekaligus penjarain si David karna nidurin istri org🤦
plis deh Thor yg tegas gitu loh ceritanya jgn di situ2 mulu
mosok daffa pria yg hampir sempurna koq bisa bisanya di tolak jd menantu..
trus, yg mo dijodohin sm klara cowok yg sperti apa.