"Apa kau ingat? Saat SMA dan kuliah dulu, kau terus membuliku. Jadi sekarang, rasakan balas dendamku, wahai istriku!" Ucap Angkasa pada Leora.
'Angkasa, kau tidak tahu saja, kalau dendammu mengarah pada orang yang salah. Sayang sekali kau tidak akan percaya kalau aku menjelaskannya.' Gumam Leora memandangi Angkasa sambil menahan isakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. Rencana kepergian Angkasa
"Hm, aku akan pergi ke perusahaan utama." Jawab Angkasa.
"Kenapa?" Tanya Leora yang masih tidak mau menatap mata pria itu.
"Ada masalah di sana. Aku harus mengurusnya." Jawab Angkasa.
"Kapan kau pergi?"
"Besok pagi."
"Berapa lama kau di sana."
"Mungkin 1 bulan atau lebih. Sampai masalahnya selesai." Jawab Angkasa membuat air mata Leora tiba-tiba menetes.
"Kalau masalahnya tidak selesai, kau tidak akan pulang?" Lagi tanya Leora tanpa mau menyeka air matanya yang sudah menetes membasahi gaunnya.
"Belum pasti." Lagi jawab Angkasa sebelum dia menyadari kalau perempuan itu sudah menangis di sampingnya.
Angkasa kembali menarik Leora ke pelukannya. "Kenapa kau menangis?" Tanyanya.
"Hiks,, aku dengar, kalau kau pergi, kau tidak akan pernah kembali lagi?" Tanya Leora sembari memeluk Angkasa.
"Siapa yang bilang begitu? Aku akan kembali, tapi belum tahu kapan pastinya." Ucap Angkasa.
"Bukankah itu sama saja?" Lagi Ucap Leora.
"Kenapa kau jadi seperti ini? Apakah kau sudah sadar kalau kau sebenarnya menyukaiku hmmm?" Angkasa berusaha menggoda Leora supaya gadis itu berhenti menangis.
Tapi kata-katanya bukan menghentikan perempuan itu menangis, malah membuat Leora semakin keras menangis.
"Lukaku jadi sakit lagi karena kau menangis." Ucap Angkasa berpura-pura mengangkat tangannya sambil meniupnya.
"Beraninya kau bersandiwara!" Bentak Leora yang merasa sangat kesal dengan kelakuan pria itu.
"Baiklah baik,, maafkan aku dan berhenti menangis, ok?!" Kata Angkasa.
"Tapi kau bilang kau akan pergi?" Tanya Leora lagi.
"Tapi aku akan kembali." Lagi jawab Angkasa membuat Leora kembali menyembunyikan wajahnya di dada Angkasa.
'Hah, kenapa aku menangis? Bukankah dia hanya pergi? Lagi pula aku dan dia,, kami tidak memiliki perasaan layaknya orang yang saling mencintai.
Ada apa denganku?' Pikir Leora yang merasa bingung dengan dirinya sendiri.
Mereka masih dalam posisi berpangkuan saat pintu tiba-tiba terbuka.
Leora melototkan matanya dan wajahnya menjadi panas saat melihat Anggara hendak masuk ke dalam kamar.
Namun pria itu begitu pengertian dan kembali menutup pintu.
Leora segera memanfaatkan waktu jedah itu untuk turun dari pangkuan Angkasa dan duduk di kursi.
"Kamu boleh masuk." Ucap Leora sembari melihat ke pintu.
Anggara kembali membuka pintu dan memasuki ruangan. Namun tubuhnya langsung menegang saat melihat tatapan penuh peringatan dari Angkasa.
"Ada apa?" Tanya Leora saat melihat ketegangan Anggara, karena dia sama sekali tidak memperhatikan reaksi Angkasa setelah dia turun dari pangkuan pria itu.
"Saya meninggalkan sesuatu." Ucap Anggara hendak keluar lagi, tapi ia berhenti saat Angkasa berbicara.
"Apa yang kau bawa?" Tanya Angkasa.
Anggara menghela nafasnya selalu ia kembali mendekati Angkasa.
"Ini adalah surat yang harus Tuan tanda tangani untuk pengalihan posisi CEO Angkasa Raya pada Tuan Bima." Ucap Anggara menyerahkan sebuah dokumen.
Angkasa langsung menandatanganinya dan mengembalikannya pada Anggara.
"Kepergian Tuan besok sore diundur ke malam hari jam 9, dan semua pekerjaan untuk Liona sudah dibatalkan.
Mulai sekarang perempuan itu tidak akan mendapat pekerjaan yang terlalu besar. Saya sudah memperingatkan Tuan Bima tentang hal ini." Lagi kata Anggara.
"Kenapa? Biarkan adikku tetap mendapat pekerjaan. Dia harus tetap menjadi orang yang sukses." Sela Leora saat mendengar ucapan Anggara.
"Tapi Nyonya,"
"Lakukan itu." Ucap Angkasa membuat Anggara ternganga.
Namun Anggara tidak mengatakan apapun dan hanya mengangguk sebelum pamit untuk meninggalkan ruangan itu.
'Ada apa dengan Leora? Mengapa dia tetap ingin Liona melanjutkan karir yang telah dicuri?' Pikir Anggara kebingungan.
"Ada apa dengan wajahmu?" Tanya Gina yang tiba-tiba muncul dari belakang Anggara.
"Kemarilah." Kata Anggara langsung menarik Gina memasuki sebuah kamar VIP di lantai yang telah di sewa oleh Angkasa.
"Ada apa?" Tanya Gina dengan cemas saat pria itu tiba-tiba memeluknya dengan erat.
"Bagaimana kabar anak kita?" Tanya Anggara.
"Dia sehat." Jawab Gina.
"Aku akan menjemputmu besok pagi dan kita akan segera pergi ke kantor pencatatan sipil untuk mengurus surat pernikahan kita." Ucap Anggara mengelus perut Gina.
"Kau,, kau akan pergi?" Tanya Gina yang sudah menangis menatap Anggara.
"Ya,, tapi aku akan selalu mengabarimu. Jangan menangis,, anak kita akan sedih." Ucap Anggara menyeka air mata Gina.
"Hik,, huhu,, bagaimana aku bisa hidup sendirian?!" Tanya Gina sambil sesegukan memeluk Anggara.
"Kita tidak bisa melakukan apa pun. Angkasa sudah memutuskannya." Jawab Anggara yang juga tak tega meninggalkan Gina dalam keadaan hamil.
"Huhu,, hikss,, hiks,, anak kita akan menderita jika kau pergi. Dia akan merindukanmu setiap malam." Isak Gina.
"Aku tahu, aku tahu,, tapi aku tidak bisa melakukan apa pun." Ucap Anggara mengusap rambut Gina dengan kasih sayang.
"Tidak! Pokoknya aku akan menemui Leora dan membujuknya supaya dia bicara dengan Angkasa. Dia bisa mencegah Angkasa pergi. Aku yakin itu!" Ucap Gina segera menyeka air matanya.
"Tidak, jangan, tidak ada yang bisa kita lakukan. Angkasa sangat keras kepala, Leora akan terluka jika dia berdebat dengan Angkasa." Ucap Anggara menahan Gina.
"Lalu kita? Bagaimana dengan kita?! Bagaimana dengan bayi kita?! Dia akan lahir tanpa seorang ayah! Huhu,, hiks,, hiks,," Gina melemah di pelukan Anggara.
Anggara diam membisu, ia tidak tahu lagi bagaimana cara untuk menghibur perempuan itu.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering, panggilan dari Tuan Fian.
"Maaf, aku harus mengangkat telepon ini." Ucap Anggara membuat Gina merasa sangat kesal.
"Dia saat seperti ini pun, kau masih lebih mementingkan pekerjaanmu daripada aku dan anakmu!
Besok malam kau akan pergi!
Kau akan meninggalkanku dan bayi kita, tapi kau malah bersikap sepeti ini! Tidak perduli perasaanku!" Bentak Gina dengan kesal.
"Maafkan aku," ucap Anggara mendudukkan Gina yang lemas di sofa.
Anggara kemudian keluar dari ruangan dan mengangkat telponnya.
"Huhu, hiks,, hiks,, apa yang harus kulakukan?!" Isak Gina merasa tak berdaya.
Sementara dalam kamar yang sudah ditinggalkan oleh Anggara, Angkasa sedang menatap tajam Leora.
"Aku tidak berbohong. Aku ingin Liona tetap menjalankan karir yang sudah ku bangun.
Aku tidak mau dia kembali menjahatiku karena kau menghalanginya.
Aku berharap kau mau memberi tahu kepada CEO yang baru supaya dia tetap mendapat dukungan penuh dari perusahaan." Ucap Leora.
"Aku akan melakukannya. Tapi, bagaimana denganmu?" Tanya Angkasa.
"Aku masih harus menyembuhkan diriku selama satu bulan lebih.
Baru setelah itu, aku akan memulai karir ku dari awal lagi, aku harus mematahkan kata-kata Liona tentang orang yang memulai lebih lambat tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal." Ucap Leora.
"Aku akan memberimu dukungan." Ucap Angkasa mengeratkan genggamannya pada tangan Leora.
"Tidak, aku akan memulainya dengan usahaku sendiri. Tolong jangan melakukan apa pun." Ucap Leora.
"Baiklah. Semua terserah padamu. Tapi kalau kau mengalami kesulitan, kau bisa menghubungiku." Jawab Angkasa sebelum menarik perempuan itu ke dalam pelukannya.
"Terima kasih, akan kupastikan kalau aku tidak akan mengecewakanmu."lagi kata Leora.
"Hm,," jawab Angkasa.
...
Interaksi Dengan Pembaca
Nih yang minta visual, ada yang nyalonin diri, hehe.. kepoin ajah dia, biar kalian bisa bayangin wajahnya🤭🤭 bantu dia terkenal ya guys,,,
BTW, beri tahu otor kalo kalian menemukan typo. Soalnya ini agak buru2 hehe...
Semoga kalian terhibur.
keras berbagai macam gaya
kau bahagia dengan angkasa bapak mu menghancurkan leluargamu
bapaknya sendiri memasukkan baby sugar di dalam rumahnya.
dan saking pintarnya istrinya percaya aja kalau Luna jalang itu adalah anak angkat Bambang tua bangke.
kurasa hanya Leora yang waras
dan ibunya terlalu polos mau aja di begoin sama suaminya
bagaimana dengan istrinya
anggara yg mnderita
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣