NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Istri

Diamnya Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Tamat / Poligami / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: gustikhafida

Cahaya, wanita berusia 21 tahun. Sikapnya yang ceria dan periang, kini seketika menjadi diam pada suaminya yang bernama Rian Pamungkas.

Pernikahan yang selama 3 tahun mereka hiasi dengan kebahagiaan, seketika sinar di mata Cahaya.

Air mata terus mengalir saat tak sengaja melihat suaminya bermesraan dengan sahabatnya yang bernama Vina.

Sahabat yang tidak pernah dia sangka akan menjadi duri di dalam rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustikhafida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Mas Rian!" pekik Aya berlari keluar kamar hotel dan tak melihat suaminya. "Di mana Mas Rian! Aku mau meluruskan masalah tanda ini! Benar-benar kelewatan!" geram Aya melangkahkan kakinya keluar hotel.

Sedangkan di satu sisi, Rian terkekeh saat membayangkan ekspresi wajah istrinya yang tiba-tiba melihat tanda merah karena ulahnya.

"Aya, kalau kamu lihat tanda itu, pasti kamu sudah berpikir buruk. Tapi, tak apalah, aku sengaja melakukan semua itu, agar kamu panik dan mengejarku. Mungkin, kali ini ... kamu yang panik mencariku!" gumam Rian menunggu taksi online yang sudah di pesannya.

Setelah mencari, akhirnya Aya menemukan sosok suaminya yang tengah berdiri menunggu taksi online.

"Mas Rian!" panggil Aya membuat Rian menoleh ke arah sumber suara.

Aya berlari ke arah suaminya, "Mas, jelaskan sekarang juga. Apa maksud dari tanda ini!" kesal Aya.

"Apa maksudnya? Aku tidak tahu, apa yang kamu maksud, sayang!"

"Sudahlah, Mas. Jangan pura-pura tidak tahu. Aku tahu, ini semua ulahmu, kan! Kamu ngapain aja ke aku? Jangan bilang, kamu curi kesempatan dalam kesempitan. Kamu janji ke aku, tidak akan pernah menyentuhku lagi. Tapi, kenapa ada tanda merah, Mas! Kamu jahat! Sumpah, jahat! Aku salah percaya padamu, lagi!" kesal Aya memukul daada Rian berulang kali.

"Ay, malu di lihat orang-orang. Lagian kenapa? Aku ini suamimu. Dan kamu juga yang memesan kamar di hotel ini, kan? Bukan aku? Jadi, wajar saja jika suami--"

"Aku bukan istrimu lagi, Mas. Dan siapa juga yang memesan kamar di hotel ini! Jangan narsis kamu!" ketus Aya, "Cepat hilangkan! Aku tidak mau tahu, semua ini harus hilang sekarang juga!"

"Dengan cara apa, Ay? Nanti juga hilang sendiri. Sekarang, kamu masuk ke kamar. Pakaianmu ini sungguh berantakan. Malu di lihat karyawan hotel!" titah Rian, membuat Aya menatap penampilannya yang acak-acakan.

"Aku tidak perduli. Mau penampilanku acak-acakan atau tidak. Intinya, hapus, Mas!"

"Iya, iya. Aku bantu hapus. Sekarang, kita masuk ke dalam kamar hotel lagi. Aku hapus!"

"Pakai apa? Jangan modus!"

"Siapa yang modus. Kamu yang nyuruh aku hapus kan? Kenapa aku yang di bilang modus?" tanya Rian yang dalam hati terkekeh.

"Pakai apa, dulu?" tanya Aya polos.

"Entah. Kita masuk ke kamar lagi, ya! Aku hapus semua tato merah yang menempel di lehermu. Sudah, jangan marah-marah terus. Memang, kamu tidak malu, memperlihatkan tanda seperti ini di depan umum?" tanya Rian membuat Aya menatap sekitar hotel.

"Iya, malu, Mas. Tapi gimana lagi, aku shok saat melihat bekas ini." gumam Aya lirih, telapak tangannya berusaha menutupi beberapa bekas merah.

Melihat sikap istrinya yang menggemaskan, Rian tertawa di dalam hati. 'Apa Aya tidak menyadari, jika yang menempel di lehernya adalah lipstik merah yang ada di dalam tas nya. Benar-benar menggemaskan istriku! Bagaimana bisa aku kehilangan wanita yang cantik dan menggemaskan ini.' batin Rian menarik tangan istrinya masuk ke dalam hotel.

"Kamu jangan modus. Nanti pintunya kita buka aja! Kalau perlu, kamu panggil OB atau karyawan lain, agar kamu tidak berbuat messum lagi padaku, Mas!" ucap Aya saat tangannya di tarik paksa Rian.

"Kita Sah, Sah saja kalau mau berbuat messum, Ay. Kita masih suami istri. Dan aku tahu, sebenarnya cintamu masih utuh untukku. Tapi, kamu lakukan semua ini demi hatimu dan anak yang ada di kandungan Vina, kan?" tebak Rian.

"Engga, Mas. Hatiku hancur. Hanya saja, aku mau berdamai dengan situasi ini saja. Kamu sendiri yang bilang, kalau kamu mau menjauhiku, kamu sendiri yang bilang, kamu mau menceraikanku. Jadi, untuk apa aku membencimu walaupun di dalam hatiku, semuanya terasa sakit. Terasa seperti mimpi buruk."

"Berarti, kamu tidak membenciku?"

"Sangat membencimu." kesal Aya, "Coba kamu pikir pakai otak. Hati istri mana yang tersenyum bahagia saat mengetahui kenyataan pahit, jika suaminya menikah dengan sahabat istrinya sendiri. Sampai-sampai si sahabat istrinya mengandung anak suaminya. Coba di pikir pakai otak, Mas! Kalau ada wanita yang seperti itu, berarti wanita itu tidak mencintai suaminya, atau mungkin wanita itu sudah capek dan memilih tertawa untuk menutupi semua kesedihannya!" ketus Aya.

Rian tersenyum tipis, lalu membawa istrinya masuk ke dalam kamar hotel. "Duduk, aku mau tutup pintu dulu!" titah Rian.

"Jangan ditutup. Aku tidak mau menambah bekas ini!"

"Tidak akan sayang. Aku janji," jawab Rian, lalu menutup pintu kamar hotelnya.

"Langsung ke intinya. Cepat bersihkan bekas ini! Aku mau tidur, aku masih ngantuk!"

"Di mana tissue? Ambilkan tissue dan air!" titah Rian.

"Mas, kamu gila, ya! Mana mungkin bekas seperti ini bisa di hilangkan dengan tissue dan air. Kamu gila, Mas!" kesal Aya.

"Bisa sayang. Kalau tidak percaya, ayo kita coba!" titah Rian.

"Coba? Awas saja kalau tidak bisa!" kesal Aya mengambil tissue basah di dalam tas, "Pakai tissue basah aja, Mas. Tidak perlu menggunakan air. Tapi awas kalau tidak bisa." ancam Aya memberikan tissue basah miliknya kepada Rian.

Rian mengambil tissue basah dan mengusapnya ke ceruk leher istrinya, "Bisa, kan! Siapa bilang, tidak bisa! Lain kali, jangan panik. Aku tidak melakukan apapun!" ucap Rian sambil membersihkan bekas merah karena ulah Rian.

"Lalu, bekas apa ini, Mas. Akhir-akhir ini, kamu pandai berbohong!"

"Siapa yang pandai berbohong. Apa perlu di kamar ini di pasang CCTV agar kamu percaya denganku?"

"Perlu sekali!" tantang Aya.

"Hahaha ... aku akan bicara dengan manager hotel ini!"

"Kenapa kamu ketawa, Mas. Apa ada yang lucu," kesal Aya.

"Sudah, aku sudah membersihkan semua bekas merah. Sekarang, kamu percaya ... semua ini bisa hilang dengan sekejap, kan?" ucap Rian memperlihatkan tissue basah yang berubah warna menjadi merah.

"Hem. Tapi tunggu dulu. Kenapa bisa, Mas?" tanya Aya kebingungan.

"Ya bisa, sayang. Coba deh, kamu tebak ini apa?" tanya Rian.

"Mana aku tahu, Mas!"

"Coba tebak sayang!"

"Aku malas, tapi tunggu dulu. Bukankah ini warna lipstik yang pernah aku beli di online, tapi salah warna?" gumam Aya, kemudian menatap wajah suaminya, "Mas, jangan bilang kamu yang lakukan semua ini?" tanya Aya lagi.

"Memangnya, siapa lagi selain aku, sayang? Di dalam kamar hanya ada aku dan kamu."

"Ish, Mas! Kamu ini! Udah buat jantung aku mau copot!" kesal Aya melempar tissue basah ke sembarang arah. Perlahan tangannya meraih pakaian dan menarik telinga suaminya.

"Aw ... sakit Ay. Sakit! Telingaku bisa copot! Mau punya suami satu telinga?"

"Aku tidak perduli. Besok kamu bukan suamiku lagi, Mas! Mau telingamu copot atau tumbuh lagi, aku tidak perduli!" ketus Aya

1
Rosnah Yusuf
Luar biasa
Mince Mince
endingnya kurang bagus
Jetty Eva
10 bab aq skip tp topik tetap pertengkaran Aya Rian..Fajar yg ngintil Aya..Lidya yg sok nagtur RT org....tak ada kemajuan apapun...
Jetty Eva
kalimat beulang...DI SATU SISI...🙄🙄🙄
Jetty Eva
ini cerita sampai sejauh ini hanya muter" di sini saza ..aya rian ktm beratem ga da yg lain...
Jetty Eva
astagaaaa...apa wanita serendah itu..?? knapa mau nolong sih..CINTA BOLEH BODOH JANGAN...👹👹👹
Jetty Eva
RIAN LELAKI PENGECUT..HIDUP DIBAWAH KETEK 'MAKX
Lidya Langit
Luar biasa
Anonymous
Sya bodoh lemah,
Susi Yanti
aya hrs berfikir gmn klo dia sendiri ternyata hamil anak Rian dong
Yuni Harti
Luar biasa
helmi
bab bak yang aku skip berharap bab selanjutnya sudah cerai..eh tahu2 masih belum juga...
helmi
astaga kayaknya cerainya ini pas mau selesai🤣🤣
helmi
sudah sampai bab 50 belum juga cerai.
ichapurie
cerita yg bisa menjadi inspirasi buat yg pengen jadi pelakor, karena disini pelakor yg seperti wc umum, diterima apa adanya oleh penghianat, /Facepalm/
Daryati Idar
d sini yg menang pelakorny
ichapurie
Ceritaya tentang pelakor dan penghianat yg menang, untung lgsg baca ending, gak zonk
Rochma Wati
Luar biasa
Amilawati
semoga Aya mati
Amilawati
lebay baget si Aya,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!