Nisa. gadis yang tidak sengaja bertemu dengan laki-laki yang bernama Aslan. dan keduanya dalam kondisi terpuruk.
Nisa yang mendapati kenyataan, kalau kekasih hatinya lebih memilih perempuan lain merasa sangat terpukul, padahal hari itu Mereka sudah berjanji akan pergi mendaftarkan pernikahan mereka.
dan ketika melihat laki-laki yang didorong keluar dan sampai terjatuh itu, dan kejadian yang tepat di depan matanya membuatnya langsung berpikir dan bertindak. Nisa langsung mengajaknya menikah, walaupun dia tahu kalau laki-laki itu adalah orang asing.
lalu bagaimana kelanjutan mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. perjalanan pulang
sementara di posisi Aslan dan Nisa. setelah mereka selesai membayar makanan, mereka kembali melanjutkan perjalanan. dan mereka tentunya sudah cukup jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka.
mobil Pajero terus mereka pacu meninggalkan kawasan itu. di tengah jalan, tiba-tiba Nisa melihat ada pedagang buah-buahan. dan tiba-tiba dia menginginkannya.
"kak.. berhenti dulu ya. Aku mau beli buah.." ucap Nisa sambil menunjuk ke arah stand penjualan buah.
"oh.. baiklah sayang.. sebentar ya." Aslan pun langsung menghidupkan lampu sen mobilnya. dan kemudian berhenti.
"Kakak temenin ya.." Nisa yang sudah mau keluar pun langsung menanggukan kepalanya. kemudian keduanya pun langsung keluar di sisi yang sama. Nisa sendiri tidak mengizinkan suaminya keluar dari pintu tempat duduknya, karena banyak mobil dan motor yang berlalu-lalang di jalan raya.
setelah itu, keduanya pun langsung berjalan menuju stand penjualan buah. dan terlihat di sana buahnya segar-segar.
"buah rambutan sekilo berapa Pak..?" tanya Nisa.
"cuma rp15.000 dek." jawab penjualnya.
"baiklah. tolong rambutannya 2 kilo ya pak, terus jeruknya 1 kilo, salaknya 1 kilo, lengkengnya 2 kilo." Nisa terus menyebutkan dan membeli semua buah-buahan yang ada di sana beberapa kilo. Sampai sendiri menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya ini. namun Aslan tidak menghalangi sang istri.
"aku baru tahu.. ternyata aku menikah dengan perempuan pencinta buah-buahan.." ucap aslan Sayang kepala istrinya yang dibalut dengan hijab itu. nisa menolong dan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"hehehe.. kamu baru tahu Kak..?" ucapnya namun Aslan tetap tersenyum dengan penuh perhatian kepada sang istri.
"ini dek.. total semuanya 250.000." mendengar itu, nisa langsung membayar uang itu. setelah itu, semua barang belanjaan pun langsung Mereka bawa ke dalam mobil. Nisa dan suaminya meletakkan buah-buahan itu tepat di belakang mereka. agar nanti mereka mudah menjangkaunya.
"sudah sayang..? masih ada lagi..?" tanya Aslan.
"sudah Kak.. kita lanjutkan perjalanan aja. nanti di pelabuhan kita beli makanan di sana untuk makan siang." mendengar itu Aslan langsung menganggukkan kepalanya.
"baiklah sayangku.. ayo kita berangkat." akhirnya mereka berdua kembali masuk ke dalam mobil, dan mobil pun langsung dilanjutkan kembali meninggalkan tempat itu.
******
Nyonya Sinta dan Putri sulungnya pergi ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengobati luka-luka mereka.
"sialan ibu-ibu rendahan itu. Berani sekali mereka menyentuhku.! Auch.."
"pelan-pelan dong dokter!!" tegur Nyonya Sinta dengan marah.
"maafkan saya nyonya.. makanya Nyonya jangan banyak bergerak dulu." tegur dokter laki-laki itu dengan wajah datarnya.
"kamu berani mengatur saya hah!! kamu obatinnya yang bener aja. nggak usah banyak bicara,!!" seru Nyonya Sinta yang tidak terima ditegur oleh dokter. dokter itu menghela nafasnya, kalau bukan darmanya sebagai seorang dokter, mungkin dia sudah membiarkannya sejak tadi.
"Mama bener!! mereka perlu diberi pelajaran.!" serunya. tapi tiba-tiba, anak sulung itu langsung terpikir dengan apa yang dikatakan oleh ibu-ibu tersebut.
"Apa benar Aslan sudah tidak di sana lagi mah..? kalau mereka beneran tidak di sana lagi, lalu ke mana kita akan mencarinya lagi." ucap anak gadis itu.
"lupakan saja dulu tentang mereka. nanti kita bahas masalah ini dengan papa kamu saja." mendengar itu keduanya pun langsung terdiam.
********
selang hampir 5 jam Aslan melajukan mobil Pajero mahal itu, akhirnya mereka tiba di pelabuhan tanjung. mereka langsung lari ke tempat pengambilan tiket, dan mengambil tiket di sana.
mereka menghabiskan sekitar 600.000 beserta dengan mobilnya. setelah mengambil tiket, Mereka pun langsung kembali bergegas untuk menuju kapal.
namun sebelum itu, mereka terlebih dahulu pergi membeli nasi bungkus untuk makan siang mereka. mereka membeli sekitar 4 nasi bungkus dengan sambal yang dipisah agar tidak basi.
Mereka takut, kalau nanti sampai di Pulau seberang, di sana tidak ditemukan orang yang berjualan nasi. takutnya mereka di perjalanan akan kelaparan walaupun sebenarnya di dalam mobil sudah banyak makanan yang di stok oleh Nisa. bahkan buah-buahan saja masih cukup banyak.
setelah selesai membeli nasi bungkus, Mereka pun segera melanjutkan perjalanan lagi dan langsung menaikkan mobil di atas kapal.
"kita orang yang pertama naik kapal Kak..?" tanyanya. mendengar itu Aslan menoleh ke belakang. dan di belakangnya ternyata banyak mobil yang juga menyusul naik.
" sepertinya iya. yang lain pada nyusul tuh. Ya udah yuk kita turun. 5 jam nyitir bawa mobil, membuat perutku terasa lapar." tuturnya sambil mengusap perut.
"sama Kak.. Aku juga merasa lapar. kalau begitu, ayo kita turun. Kakak tolong bantuin bawain buah ya.." tutur nisa sambil tersenyum. sebenarnya dia sedikit segan meminta tolong kepada suaminya. tapi mau bagaimana lagi, dia juga tak bisa membawa semuanya sekaligus.
"iya sayang.." mereka turun dan membawa barang mereka seperlunya saja. dan tentunya tak lupa dengan nasi bungkus serta buah yang mereka beli tadi.
"kita cari tempat duduknya di mana Kak..? di ruangan VIP..?" tanyanya.
Aslan yang masih belum tahu seluk beluk kapal, tentu saja menyerahkan semuanya ke istrinya.
"terserah kamu aja dek.. yang penting kita nanti bisa tidur dengan nyenyak." tuturnya.
"oh ya sudahlah kalau begitu!! ayo ikut Nisa.." akhirnya Nisa pun membawa suaminya ke sebuah lorong kapal di mana Di sana juga sudah ada penumpang yang menunggu keberangkatan.
di sana masih banyak ranjang-ranjang yang masih kosong, dan Nisa langsung mengajak suaminya untuk menempati ranjang yang berdekatan.
"kita di sini aja Kak. kebetulan ranjang di sini cuma ada dua." tuturnya.
"mm.. di sini saja. kebetulan pemandangan di sini juga terlihat." akhirnya mereka pun meletakkan barang bawaan mereka di sana dan langsung makan siang. walaupun ini belum waktunya makan siang, tapi karena mereka sudah lapar, tentu saja tidak perlu menunggu lama lagi.
*******
sekitar hampir 2 jam setengah perjalanan mereka menggunakan kapal besar, akhirnya kapal itu bersandar di pelabuhan teluk. dengan cepat nisa dan suaminya menaiki mobil mereka, dan kemudian langsung meninggalkan pelabuhan teluk. mereka akan menuju desa duku, yang tempatnya terpencil dan juga merupakan sebuah pulau. itu adalah tempat tinggal dan tempat lahir Nisa.
"kak.. nanti di kota ini kita cari penginapan ya. Karena perjalanan kita masih cukup jauh" ucap Nisa kepada suaminya.
"baiklah sayang.. kakak ikut kamu aja." akhirnya sebelum matahari terbenam atau menjelang magrib, Mereka pun langsung berhenti di sebuah hotel yang letaknya sangat strategis. di sana mereka Langsung memesan satu kamar, dengan membawa syarat surat nikah mereka.
setelah dikonfirmasi semuanya, akhirnya mereka pun langsung menuju kamar tidur mereka yang telah mereka sewa dalam. malam ini, mereka akan menginap di hotel meriah. besok, baru mereka akan melanjutkan perjalanan kembali.